Sabtu, 26 Januari 2013

Benci jadi Cinta - Yoshill Part 3

Sorry yah guys kalo ceritanya semakin gaje ..
saya gak bisa nulis soalnya ...
maaph ralat, maksud saya ituh saya baru belajar membuat story seperti ini ...
kalo nulis aku mah udah bisa woh :D
but, i hope you like this story guys :)
happy reading ;)


Sore harinya, seorang gadis tengah menuruni anak tangga yang berada di rumahnya, dengan gerakan cepat gadis ini berjalan ke ruang tamu dan menemukan seorang pemuda masih terlelap di sofa ruang tamu itu. Dengan lembut gadis itu membangunkan pemuda yang sedang tidur itu.
“Kak, bangun kak. Kak Rio bangun.” Ucap gadis itu seraya menepuk pelan punggung sang pria.
“Hoaaammmm, (seraya mengucek-ngucek matanya). Shilla. Sekarang jam berapa Shill ???” Tanya pemuda itu masih setengah sadar.
“Jam 5 sore kak.” Jawab gadis itu singkat.
“APA !!!” Pekik pemuda itu kaget. “Gue udah lama banget tidurnya. Maaf ya Shill, gue ngerepotin loe. yaudah deh gue cabut sekarang aja yak.”
“Eh kak tunggu. Kakak gak malu apa pulang dengan dandanan yang kaya gituh. Berantakan banget. Mending kakak mandi dulu. Habis itu makan dulu disini. Kebetulan  bibi tadi bikin makanan banyak.” Ucap Shilla lembut.
“Emang gak ngerepotin ???”
“Gak lah. udah sana mandi. Nie gue bawain baju gantinya sama handuknya. Kakak mandi di kamar tamu aja gih.” Suruh Shilla seraya menyerahkan pakaian ganti dengan handuknya.
“NIe punya siapa Shill ??? Jangan bilang kalau nie baju  punya loe. gila aja gue pake baju loe.”
“Ihh kak Rio mah. Bukan lah. itu baju adek gue. Adek gue cowo kok. Kakak nie ada ada ajah deh.”
“Hahaha J. Lagian gue kan belum pernah nglihat adek loe Shill. Siapa tau ajah loe nyodorin baju loe buat gue pake. Loe bisa bayangin sendiri gimana gue kalo pake baju loe. Hahaha.” Ucap Rio sambil ngakak puas.
“Pasti cantiknya ngalahin gue deh. Hahaha J. Coba dong kak. Loe dandan kaya gue. Siapa tahu ajah fans loe tambah banyak. Hahaha.”
“Sialan loe. yang ada gue di ketawain sama RISE. Udah ah, gue mandi dulu yah.” Ucap Rio seraya ngacir ke dalam kamar mandi yang ada di kamar tamu.
SKIP !!!
            Keesokan paginya, siswa siswi SMA Tunas Bangsa telah menjalankan kegiatanya sebagai seorang siswa seperti biasanya. Seorang pemuda dan seorang gadis tengah berjalan menuju ke koridor sekolah setelah dirinya berhasil memarkirkan mobilnya di tempat parkir mobil.
            Tetapi langkahnya terhenti melihat di koridor sekolahnya telah ramai oleh seluruh murid SMA Tunas Bangsa. Banyak siswa siswi yang berdatangan menuju kea rah kerumunan itu. 2 orang yang baru datang itupun bingung melihat semua teman-temannya berkumpul di koridor sekolah.
“Eh, ada apaan sih. Rame bener.” Tanya Rio kepada temannya yang sedang asyik melihat lihat apa yang sedang terjadi di hadapannya. Karena dirinya juga baru datang dan berada di bagian belakang.
“Gatau nie. Tapi sih katanya ada murid SMA Cendrawasih yang datang ke sini Yo. Gue juga baru dateng soalnya. Gak kelihatan.” Ucap pemuda itu masih tetap sama, melihat apa yang sedang terjadi.
“SMA Cendrawasih.” Gumam Rio.
“Kenapa kak. Ada apaan sih sebenernya. Kok rame gituh.” Tanya gadis yang sedari tadi bingung melihat 2 seniornya yang sedang bercengkrama. Shilla.
“Nanti gue jelasin. Mendingan loe sekarang gabung sama temen-temen loe dulu deh. Tapi inget loe jangan muncul di antara gue sama temen-temen gue yang lain. Gue gak pengin loe kenapa-kenapa. Ok. Udah sana gabung sama temen-temen loe.” Ucap Rio masih dengan nada santai.
“Tapi kak. Itu …”
“Udah Shill, sana pergi. Gue gak pengin loe kenapa-kenapa. Ok.”
“Yaudah deh. Gue ke temen-temen gue dulu yah kak.” Ucap gadis itu disertai anggukan dari sang senior seraya menuju ke teman-temannya di depan madding. Masih sama berada di koridor sekolah.
            Sementara itu. Pemuda yang tadi masih dengan sang gadis sekarang hanya berdiri bingung setelah sang gadis menghampiri teman-temannya. Entah kenapa Murid SMA Cendrawasih itu datang ke sekolahnya. Setelah kejadian yang tidak enak terjadi beberapa bulan yang lalu. Mau apa mereka ke sini ??? Ada masalah apa ??? mereka akan berbuat ulah apa lagi ??? Itulah yang menjadi pertanyaan sang pria di fikirannya.
            Dengan beraninya. Pemuda itu lantas menerobos kerumunan teman-temannya, dia berusaha agar sampai ke tujuan dengan melewati beberapa teman-temannya yang sedang berdesak-desakkan. Setelah sampai di tengah kerumunan.
“Prok prok prok (bertepuk tangan meremehkan). Ini dia ketua osis yang sok itu. Hahaha. Baru datang bos. Lama bener. Harusnya ketua osis itu memberikan contoh yang baik buat yang lain. Termasuk junior loe. ketua osis kok datengnya jam segini. Gimana sama junior loe.” Ucap salah satu siswa SMA Cendrawasih dengan nada meremehkan.
“Mau apa loe kesini.” Ucap Rio tanpa memperdulikan ucapan pemuda itu barusan.
“Wow, santai bro (seraya menyingkirkan bagian pundak Rio dan langsung di tepis kasar oleh Rio). Wow, masih sama aja loe kaya dulu. Masih sok masih belagu dan masih jadi pahlawan kesiangan. Gue kesini dengan maksud baik kok bro. loe tenang ajah lagi. Gue gak akan berbuat ulah kaya dulu lagi. Tanya aja tuh sama keempat temen loe yang loser itu.”
“Apa loe bilang, gue loser, loe apa hah. Bukannya semua yang ada di diri loe itu lebih buruk dari gue sama temen-temen gue. Bahkan jauh lebih buruk tahu. loe itu bukan Cuma loser. Tapi loe bad boy.” Ucap Cakka emosi mendengar ucapan siswi Cendrawasih itu.
“Heh, jaga omongan loe. gue bakal buktiin sama loe semua. Siapa yang loser.” Ucap pemuda yang berdiri di samping pemuda yang ngejudge Rio tadi.
“Dan yang gue tahu. selamanya Cendrawasih akan tetap Loser. Ngerti loe.” Ucap Gabriel yang juga ikut emosi.
“Jaga omongan loe bro. mentang-mentang sekarang lagi ada di sekolah loe, loe bisa gitu ngomong seenak jidat loe. loe pikir loe siapa. Lihat tuh kapten yang selama loe semua banggain. Dia Cuma bisa diem. Tanya tuh sama kapten loe, takut apa emang dirinnya ngaku loser.” Ucap pemuda lainnya.
“Diem loe semua. Gue diem karena gue tahu, orang yang selalu nyindir orang lain tuh berarti dia ngaku loser. Denger yah loe semua, gue gak pernah mengijinkan loe semua untuk datang ke sekolah gue, sekolah gue tuh khusus buat orang orang yang good boy and girl. Bukan bad boy kaya loe semua.” Ucap Rio yang juga ikut berbicara karena menahan emosinya sedari tadi.
“Wow, bisa ngomong juga loe.”
“Diem loe. apa sih yang bisa di banggain dari loe semua. Emang sekolah loe pernah menang lomba apa aja sih Hah. Sok banget jadi orang. Loe semua itu gak ada gunannya tahu gak. Bisanya Cuma nyari ribut dan ngaku kalo loe semua hebat. Tapi apa buktinya., hebat dalam hal apa dulu. Kecurangan loe Hah.” Ucap Alvin yang juga sekarang menjadi emosi mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut siswa SMA Cendrawasih itu.
“STOP.”
            Sebuah suara yang mengagetkan semuanya yang sedang asyik menonton adegan antara team Basket SMA Tunas Bangsa dengan SMA Cendrawasih. Seketika juga semuanya meencari sumber suara yang membuat pertunjukkan seru itu selesai. Dan di belakang mereka tengah berdiri Pak Samuel dengan bola basket yang asyik bertengger antara tangan kirinya dan pinggangnya.
“Kalian apa-apaan sih. Mau jadi preman sekolah. Kalian gak denger bel masuk udah berbunyi 15 menit yang lalu. Tapi kenapa kalian masih disini. Adu mulut kalian pikir perbuatan yang baik gituh. Merasa hebat yah dengan adu mulut itu. Sekarang bubar.” Ucap Pak Samuel seraya mendekat ke tengah kerumunan itu. “Cepetan bubar.” Teriak pak Samuel yang membuat semuanya bubar seketika.
“kalian ikut bapak ke lapangan. Kita selesaiin di lapangan.”
            Merekapun mengikuti pak Samuel dengan berjalan di belakangnya. Sesekali mereka adu mulut dan tatap tatapan secara tajam. Dan sesekali pula pak Samuel menegur mereka karena selalu ribut di setiap perjalanan mereka menuju ke lapangan. Pak Samuel yang notabenne adalah guru olehraga di SMA Tunas Bangsa sekaligus sebagai pelatih team basket Rio cs tidak terima dengan perlakuan anak didiknya itu. Entah mengapa mereka bisa berbuat seberani itu di belakangnya.
“Maksud kalian apa hah bertengkar di tengah kerumunan kaya gituh. Mau adu kekuatan ??? Kalo mau adu kekuatan sekarang aja di lanjutin. Disini. Coba pak guru mau lihat siapa yang menang di antara kalian. Kenapa semuannya pada diem. Ayo lanjutin. Tadi ajah masih berani adu mulut. Sekarang saya beri kesempatan gak ada yang ngomong.”
“Saya kecewa dengan kalian semua. Terutama kamu Rio. Saya kecewa sama kamu. Saya juga kecewa sama kalian, Alvin, Gabriel, Cakka, dan kamu Lintar. Dan untuk kalian semua, murid SMA Candrawasih, ada keperluan apa kalian kesini.” Tanya Pak Sam kepada siswa SMA Cendrawasih.
“Kita Cuma pengin ngajakkin Rio cs adu basket pak. Kita semua gak terima di katain loser sama mereka, dan di pertandingan nanti saya akan buktikan sama mereka kalo yang loser itu bukan kita tapi anak didik bapak yang pada belagu itu.” Ucap kapten Cendrawasih
“Oohh, jadi kalian pengin ngajakkin mereka adu basket. disuruh siapa kalian melakukan itu. Apa di suruh sama pelatih kalian yang belagu yang sama belagunya kaya kalian. Bilang sama pelatih kalian itu. Saya terima tawarannya. Kapan pertandingan itu di mulai.”
“2 minggu lagi. Kalau kalian gak dateng. Berarti yang loser bukan kita tapi kalian. Oyah tempatnya di lapangan basket sekolah kita, jam 8 pertandingan di mulai. Permisi.”
            Setelah mereka pergi, pak Samuel pun ikut pergi seraya memasang tatapan kecewa kepada Rio cs. Rio cs pun hanya bisa mendesah melihat tatapan kecewa yang di tunjukkan oleh pelatih terbaik mereka. Kemudian merekapun membubarkan diri dengan pergi ke kantin. Karena mereka di jam pertama sudah membuat surat dispensasi tentang ketidak masukan mereka ke dalam kelas.
“Gue masih emosi nie sama perkataan anak-anak Cendrawasih itu. Mereka maunya apa sih.” Ucap Gabriel emosi.
“Sabar Yel, mereka itu gak akan bisa luluh sama ucapan kita. Sekalipun kita emosi, jadi biarin aja mereka bertindak sesuka hati mereka. Gue bingung nie mau ngehadepin pertandingan nanti kaya gimana.” Ucap Rio dengan nada masih terlihat emosi karena tadi.
“tenang aja Yo. Kita pasti menang kok. Gue yakin banget akan itu. Loe tenang ajah, selama 2 minggu ini kita bakalan latihan supaya kita bisa menang dari mereka.” Ucap Cakka optimis.
“Setuju gue sama loe Cak. Bahkan nie yah, tanpa kita latihan pun kita bakalan menang dari team Cendarwasih yang sok itu. Yah gak guys.” Ucap Alvin. “Yoi bro, karena kita tahu kalo mereka …….”
“Loser. Hahaha J.” Ucap keempat pria tampan itu kompak.
            Kemudian mereka menghabiskan waktu dispensasi mereka dengan bercanda di kantin.
SKIP !!!
            Pulang sekolah. Siswa siswi SMA Tunas Bangsa berlomba-lomba untuk keluar kelas karena mereka sudah cukup sulit menerima pelajaran dari pagi. Sedangkan keempat gadis masih betah berada di dalam kelasnya. Mereka masih sibuk menata buku mereka yang berantakan di meja. Sedangkan kedua gadis itu asyik memainkan handphone’nya karena sedari tadi bukunya sudah masuk dengan rapi ke dalam tasnya.
“Eh, hari ini kita hangout yuk bareng d’orions.” Ucap Ify kepada ketiga sahabatnya.
“Ah, boleh juga tuh Fy. Yuk guys.” Ucap Sivia menyetujui ucapan sahabatnya.
“Gue gak ikutan deh. Hari ini gue ada janji sama kak Shion mau battle basket. gak papa kan ???” Tanya Agni tak enak hati untuk menolak.
“Gak papa deh Ag, loe sendiri bisa nggak Shill ???” Tanya Ify kepada Shilla.
“Mmmm, gimana yah. Gue gue ……..”
“Udah ikut ajah, seru seruan tahu nanti. Yayaya. Mau yah Shill.” Ucap Sivia memohon.
“Iya deh.”
“yaudah guys. Gue cabut duluan yah. Kak Shion udah di depan tuh. Have fun yah. Bagi bagi cerita sama gue jangan lupa loe semua. Bye guys.” Ucap Agni seraya berlari keluar kelas dan menuju ke gerbang sekolah. “Maaf yah kak, lama. Gak papa kan ???” Tanya Agni kepada Shion yang sedari tadi berdiri di gerbang.
“Ya gak papa lah. loe kaya sama siapa ajah. biasanya juga loe lama kalo sama gue mah. Dan ujung-ujungnya gue di suruh nungguin loe.” Ucap Shion yang membuat Agni nyengir gaje.
“Nyengir lagi. Huh.” Ucap Shion seraya mengacak acak rambut Agni.
“Kak Shion. Berantakan kan. Rese loe.” Ucap Agni sebal seraya membenarkan rambutnya.
“Hahaha. Sorry deh. Yuk cabut. Keburu sore lagi. Ntar gue di omelin sama nyokap loe. buruan.” Ucap Shion seraya menggandeng tangan Agni menuju ke mobilnya.
            Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat apa yang mereka lakukan tadi. Bercanda dan tertawa bersama. Tetapi pemilik sepasang mata ini tiba-tiba tidak terima dengan perlakuan pemuda yang mengacak-acak juniornya itu. Entah mengapa, dadanya merasa sakit melihat adegan tadi. Tanpa ia sangka tangannya sudah terkepal kuat.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
            Matahari cukup menampakkan dirinya di langit yang paling tinggi, siang itu cuaca sangat panas, tidak ada tanda-tandanya jika siang itu akan turun hujan, entah mengapa cuacanya sedang panas seperti itu. Mengiringi langkah para remaja yang sedang merencanakan hangout’nya ke tempat favorit mereka, 4 motor ninja yang mereknya sama beda warna itu saling balap di jalan raya yang tidak banyak kendaraan, mungkin cuaca yang sangat panas akhirnya membuat semua orang enggan untuk melakukan aktifitasnya dan lebih memilih berdiam diri di rumahnya.
            Mereka telah sampai di tempat favorit mereka, tempat biasa mereka berkumpul, tempat berbagi cerita yang paling nyaman dan tempat mereka mencurahkan isi hati mereka satu sama lain. Café Sahabat. Café ini memang tersedia untuk para remaja yang sudah lama bersahabat untuk sekedar bersantai atau melepas lelah setelah mereka menghabiskan waktu mereka di sekolah.
“Personil kita kurang satu nie. Cakka galau. Hahaha J.” Ucap Gabriel setelah mereka duduk di meja favorit mereka.
“Sialan loe, dia lagi asyik tuh tadi sama cowonya, rese banget emang si Agni.” Manyun Cakka

“Itu bukan cowonya kali kak.” Timpal Sivia seraya menyeruput jus apel kesukaannya.
“Hah, demi apa loe Vi, tadi aja mesra banget gitu, pake ngacak-ngacak rambut Agni segala lagi, sempet-sempetnya bercanda lagi. Udah kaya orang pacaran ajah.” Dumel Cakka.
“Haiyoooo, tadi ngintipin Agni sama kak Shion yah. Ketahuan juga kalo kak Cakka jealous lihat Agni sama kak Shion. Benci jadi cinta nie ye.” Ledek Ify.
“Cakka mah biasa, depan aja selalu berantem. Belakangnya girang banget bisa deket sama Agni.” Timpal Rio seraya memakan batagor yang dipesannya.
“Kaya loe gak ajah sama si Shilla.” Ledek Cakka yang langsung membuat Shilla tersedak ketika meminum jus Alpokat kesukaannya. “Apaan sih kak.” Elak Shilla salting.
“Salting tuh Yo, anak orang noh, malah loe bikin salting. Hahaha.” Ledek Alvin yang sedari tadi sibuk dengan pesanannya sekarang ikut menimpali ucapan teman-temannya.
“Rese loe sipit. Udah ah, bahas yang lain ajah. oiya guys. Gimana sama pemilihan anggota osis yang baru. Udah prepare belum ???” Tanya Rio mengalihkan pembicaraan.
“Udah beres dong. Gue jamin bakalan sukses.” PD Gabriel.
“Yoi bro, peserta’nya juga banyak banget. Tumben banget junior kita tahun ini pada berminat ikut OSIS.” Ucap Alvin.
“Mungkin karena seniornya ganteng-ganteng kali, kaya gue. Hahaha J.” PD Cakka
“Enak ajah. Yang ganteng itu gue tahu.” Ucap Alvin gak mau kalah.
“Gue yang paling ganteng, loe bertiga mah kalah telak dari gue :p.” Ujar Gabriel.
“Alah, ribut lagi loe pada. Gue yang paling ganteng aja diem aja dari tadi.” Ucap Rio gak mau kalah.
“Huh.” Rio langsung dapet jitakan di kepalannya dari teman-temannya. Rio hanya bisa mengaduh seraya mengusap usap kepalannya yang baru saja terkena jitakan dari teman-temannya.
“Eh iya kak, tadi itu kenapa sih, kok anak Cendrawasih kaya gak suka gitu sama kalian.” Tanya Shilla.
“Ceritanya panjang banget Shill, intinya itu Cendrawasih selalu ngajakkin battle SMA Tunas Bangsa dalam hal apapun. Mereka itu pengin menang banget dari SMA Tunas Bangsa. Tapi itu semua Cuma harapan, lomba apapun, SMA Tunas Bangsa mesti menang. Dan Cendrawasih selalu jadi loser. Tadi aja mau ngajakkin battle lagi buat basket. intinya mereka mau berusaha menang dari kita.” Terang Alvin
“Dari awal, mereka itu pengin banget kalo semua orang itu nganggep mereka sebagai the winner. Dan mereka pengin banget bikin SMA Tunas Bangsa jadi kalah dan gak bagus di mata masyarakat. Yah, tapi mungkin takdir berkata lain kali yah. SMA Tunas Bangsa selalu jadi yang terbaik dan malah Cendrawasih yang kelihatan jelek di kalangan masyarakat.” Tambah Gabriel.
“Dan di antara kita berempat. Cendrawasih itu peling sebel sama sebelah loe itu tuh.” Ucap Cakka seraya menunjuk Rio yang sedang asyik memainkan handphone’nya.
“Kenapa ???” Tanya Shilla heran seraya melihat kearah Rio.
“Tanya aja tuh sama orangnya langsung." Jawab Cakka. “Yo, di Tanya tuh. Jangan pura-pura gak tau deh Yo. Kasihan tuh anak orang pengin tahu.” Lanjutnya.
“Apaan sih loe Cak. Tadi loe Tanya apa Shill ???” Tanya Rio balik yang membuat Shilla geregetan.
“Tadi gue Tanya, kenapa Cendrawasih itu benci banget sama kakak dari pada temen-temen kakak.”
“Ought, itu karena. Ya pas dulu itu tepatnya waktu SMP. Gue ituh pernah jadi calon kapten basket. dan calon satunya itu ya si Riko, kapten basket Cendrawasih sekarang ini. Dulu itu dia berusaha sekuat tenaga banget biar dia bisa jadi kapten dan bisa ngalahin gue. Tapi ya waktu battle dia kalah telak sama gue, dan akhirnya gue menang dan si Riko kalah deh. Dan akhirnya gue yang jadi kapten basket. semenjak itu dia itu benci banget sama gue, gak mau latihan bareng, gak mau kerja bareng. Pokoknya semua yang berhubungan sama gue dia tuh gak mau lah.” Terang Rio.
“Dan loe mesti tau, bukan Cuma itu yang nyebabin si Riko benci sama Rio. Tapi dulu itu Rio sama si Riko pernah jadi calon ketua osis. Dan lagi-lagi si Riko kalah dan Rio menang. Dan akhirnya si Rio deh yang jadi ketua osis. Dan karena si Riko itu gak pernah akrab sama Rio makannya si Riko itu di tempatin jadi seksi kekeluargaan. Bukan wakil ketua osis.” Tambah Cakka menerangkan.
“Udah ah, gak usah bahas itu mulu. Shill, ntar loe  mampir ke rumah gue dulu yah. Nyokap gue pengin ketemu sama loe lagi katanya.” Ucap Rio kepada Shilla.
“Ciyeee, yang udah di restuin. Hahaha.” Ledek Ify dan Sivia.
“Apaan sih. Gue sama mamahnya kak Rio Cuma bikin kue doang kok” Elak Shilla.
“bikin kue, apa mau minta restu ??? Haiyooo. hahaha J.” Ledek Gabriel.
“Loe semua tuh yah. ……”
Drrrrrrtttttttt Drrrrrrrrrttttttttt
Handphone Rio bergetar menandakan ada pesan singkat yang masuk. Dan karena itulah ucapan Rio tadi terputus. Dengan gerakan cepat Rio membuka isi pesan singkat itu. Setelah melihat isinya. Dengan gerakan cepat Rio langsung menyimpan handphone’nya dalam sakunya.
“Shill, pulang yuk. Guys, gue sama Shilla pulang dulu yah. Nyokap udah sms guys. Bye.” Ucap Rio seraya menghabislkan minumannya dan langsung berdiri dengan menarik tangan Shilla sehingga Shilla ikut berdiri. Setelah teman-temannya memberi izin kepada mereka untuk pergi, merekapun langsung pergi dari Café sahabat itu.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
“Siang mah.” Sapa Rio pas mereka telah sampai di rumah Rio yang megah. Kemudian Rio mencium tangan sang bunda diikuti oleh Shilla yang lagi duduk di sofa ruang tamu.
“Eh, anak mama udah pulang. Syukurlah Shill kamu mau kesini.” Ucap Mama Rio seraya menyuruh Shilla duduk di sebelahnya.
“Mah, Rio ke atas dulu yah, mau nyelesaiin proposalnya.” Pamit Rio seraya berlari menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas rumahnya.
“Maaf yah Shill, Rio emang gitu anaknya. Udah tau ada tamu, malah di tinggal pergi.” Ucap mama Rio.
“Gak papa kok tan.” Jawab Shilla selembut mungkin.
“Shill, kamu mau gak bantuin tante bikin kue lagi ??? Gatau kenapa kalo tante bikinnya di bantuin sama kamu, rasanya jadi enak gitu.”
“Tante bisa ajah, aku biasa aja kok tan, malah yang enak itu bikinan tante.”
“Kamu juga hebat kok. Yaudah yuk ke dapur.” Ucap mama Rio seraya menggandeng tangan Shilla setelah sebelumnya telah menaruh tas sekolahnya di sofa ruang tamu itu.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
            Rio merebahkan dirinnya di atas kasur empuk yang bergambar olahraga kesukaannya. Pemuda tampan ini memutar segala kejadian dari awal sampai sekarang dirinnya bertemu dengan gadis ajaib yang sekarang bersama dengan mama tercintanya. Sesekali pemuda tampan ini tersenyum sendiri melihat kelakuan dirinnya pada saat pertama kali bertemu dengan sang gadis. Dari dirinnya yang cuek sama semua orang sampai dirinnya yang care sama semua orang.
            Pemuda ini sangat asyik mem’flashback kehidupannya sampai lupa dengan apa yang harus dirinnya kerjakan. Proposal. Pemuda ini melupakan tugasnya membuat proposal yang ditugaskan kepada dirinnya dari sang Pembina osis. Sampai akhirnya, ada seseorang yang mengetuk pintunya membuat pemuda tampan ini kembali ke dunia nyata dan sadar dengan apa yang ia lakukan barusan.
“Kak Rio. Tadi tuh …..”
“Ray, rese banget sih loe. ganggu orang ajah. acara ngayal gue jadi bersambung kan, ngapain sih loe kesini, gangguin kegiatan orang ajah.” Omel Rio kepada seseorang yang mengetuk pintu tadi yang ternyata adalah adik kandungnya yang bernama Raynald Prasetya.
“Hehehe J. Peace kak. Lagian loe dari tadi gue panggilin gak nyahut-nyahut. Yaudah gue datang ajah ke kamar loe. ituh di suruh mamah makan dulu sana.” Ucap Ray yang masih berdiri di pintu kamar Rio.
“Bilang sama mamah, tadi gue udah makan bareng temen-temen gue.” Jawab Rio seraya merebahkan dirinnya lagi di kasur kesayangannya itu.
“Tadi katanya mau ngerjain proposal. Sekarang malah tiduran gaje gitu. sambil ngayal lagi. Gue bilangin mama loe, kalo loe tuh tiduran bukannya ngerjain proposal terus loe juga belum ganti baju.”
“Heh anak kecil. Loe tuh tukang ngadu banget sih. Bentar lagi gue ganti baju. Bentar lagi juga gue bakalan ngerjain proposalnya kok.”
“Huh, lagian tuh di bawah. Cewe loe masa dibiarin sendiri sih, kan sayang kak. Mendingan loe temenin dah tuh cewe loe, daripada nanti …….”
Lagi-lagi ucapan Ray di potong oleh sang kakak tercinta. “Loe tuh yah, bawel banget sih. Dia itu bukan cewe gue, Cuma temen. Udah sana loe pergi dari kamar gue. Ganggu orang ajah.”
“Huh, yaudah deh. Tapi gue gak percaya dia bukan cewe loe. nanti gue mau Tanya lansung sama anaknya. Wle :p.” Ucap Ray seraya menutup pintu kamar Rio dan berlari menuju kamarnya. Sedangkan sang kakak hanya menggerutu kesal melihat sang adik.
YYYYYYYYYYYYYYYYYY
Di dapur J.
“Shill, kamu pacaran yah sama Rio.” Tanya mama Rio seraya mengaduk aduk adonan menggunakan mixer kepada Shilla yang sedang membuat cetakan untuk adonannya.
“Gak kok tan. Kak Rio Cuma senior Shilla. Kita berdua gak ada hubungan apa-apa.”
“Masa sih Shill. Tapi tante lihat kalian berdua kayaknya deket banget, kalau jadian juga gak papa Shill, tante restuin kok. Kalian cocok. Lagian tante suka perempuan kaya kamu, udah cantik, pinter, jago masak lagi.” Puji Mama Rio yang membuat Shilla tersipu malu.
“Tante apaan sih, gak kok. Shilla gak pacaran sama kak Rio. Kita berdua gak ada hubungan apa-apa tan.”
“Hahaha, lagian tante berharap banget bisa jadi mertua kamu, tante juga pengin banget punya menantu yang jago masak kaya kamu, kamu anaknya baik. Tante juga berterima kasih sama kamu Shill, gara-gara kamu, anak tante sifatnya jadi balik lagi kaya dulu, gak cuek dan menyenangkan.”
“Hmmm, sama-sama tante. Lagian itu juga bukan karena Shilla juga tan, kak Rio berubah sendiri kok, mungkin dengan seiringnya berjalannya waktu, lagian wajar ajah sih kak Rio kaya gitu.”
“Kamu pernah di ceritain kan tentang cewe itu ???” (Shilla mengangguk). “Dia itu mirip kamu, bukan dari segi wajah, tapi sifat sama kelakuan kamu sama persis sama cewe itu Shill.”
“Dulu, dia sering banget bantuin tante masak. Dia juga perhatian sama Rio. Dia itu selalu ada buat Rio. Sylvia itu anaknya sangat baik, dia itu udah tante anggap seperti anak tante sendiri, tapi takdir berkata lain, dia pergi dan meninggalkan Rio dan tante untuk selama-lamannya. Entah mengapa setelah kepergian dia, Rio jadi cuek dan kasar sama semua orang, suka ngelamun dan anaknya jadi pendiem. Dan pada saat kamu muncul, dia itu bisa kembali jadi Rio yang dulu, Rio yang ceria, menyenangkan dan Rio yang di banggakan sama semua orang.” Terang mama rio.
“Ooohhh gitu yah tan, tapi kak Rio sifatnya balik lagi bukan gara-gara Shilla tan, Shilla gak ngelakuin apa-apa kok.” Elak Shilla.
“Itu karena kak Rio udah jatuh cinta sama loe kak.”
            Ucapan seseorang itu membuat Shilla dan mama Rio mengalihkan perhatiannya pada seseorang yang berbicara tadi. Ternyata adalah anak bungsu mama Rio. Tak di sangka, ternyata Ray mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh mamahnya dan TTM kakaknya itu.
“Ray, ngagetin. Dari kapan kamu disitu ???” Tanya mama Rio.
“Hehehe J. Maaf mah. Tadi niat Ray mau ambil minum, tapi bener loh kak Shilla, kak Rio emang udah jatuh cinta sama loe.” Ucap Ray seraya mengambil minum di kulkas.
“Ngarang banget deh loe, kakak loe tuh gak suka sama kakak, Ray. Kita Cuma temen kok.” Ucap Shilla menyangkal.
“Lihat aja nanti kak. Gue jamin. Loe berdua bakalan jadian. Yaudah, Ray ke kamar dulu yah semua. Bye mah, bye kak Shilla.” Ucap Ray seraya ngacir ke atas rumahnya menuju ke kamarnya.
“Maafin Ray yah Shill. Dia emang gituh anaknya.”
“gak papa tante.”
SKIP !!!
            Keesokan harinya. Berita menghebohkan terlihat di SMA Tunas Bangsa. Seorang Cakka Kawekas Nuraga resmi jadian dengan Agni Tri Nubuwati. Yang notabene mereka berdua adalah musuh bebuyutan. Banyak siswa siswi yang tidak percaya dengan berita menghebohkan tersebut. semuanya pada berdecak tidak percaya melihat sepasang kekasih yang baru saja resmi berstatus berpacaran.
            Apalagi setelah mereka melihat seorang Cakka menggandeng tangan Agni mesra. Setelah mereka turun dari motor ninja Cakka dan masuk melewati loby sekolah yang saat ini dipenuhi banyak siswa-siswi yang memasang muka heran melihat mereka berdua. Cakka dengan PD’nya melangkah melewati loby dan masuk ke dalam sekolah tercintanya seraya memasang senyum termanisnya untuk siswa siswi yang melihat dirinya dengan pandangan heran.
            Sedangkan Agni memilih menundukan kepalannya. Saat masuk ke dalam sekolahnya, teman-temannya maupun fans kekasihnya ini melihat dirinnya dengan pandangan yang bermacam-macam. Tapi kebanyakan di antara mereka, banyak pandangan ingin menerkam maupun memakan Agni. Agni yang ketakutan melihat ekspresi wajah siswa siswi sekolahnya itu lebih memilih untuk menundukkan kepalannya.
            Tepat di depan ruang osis, sepasang kekasih ini berhenti melihat sahabatnya yang sudah berdiri di depan ruangan osis dengan memasang muka datar. Rio, Alvin, Gabriel, Shilla, Sivia dan Ify sudah berdiri di depan ruang osis menghalangi perjalanan Cakka yang ingin mengantar Agni ke kelasnya yang kebetulan harus melewati ruang osis.
“Loe semua ngapain jadi satpam gitu, tenang ajah guys. Gak bakalan ada orang yang masuk juga ke ruang osis. Jadi loe semua ngapain berdiri di depan ruang osis.” Ucap Cakka heran.
“Satpam Satpam pala loe pampam (?). kita disini itu mau nagih cerita sama loe berdua.” Ucap Alvin
“Nagih cerita. Cerita apaan ??? Kita gak punya cerita seru tau.” Ucap Cakka yang masih tidak paham dengan apa yang dimaksud dengan sahabatnya itu.
“Eh, loe jadi orang oon banget sih. IQ loe berapa sih. Gitu aja gak paham.” Ucap Gabriel geregetan.
“Emang gue gak paham.” Jawab Cakka dengan muka datar.
“Dasar Cicak. Loe berdua jadian gak ngomong kita dulu. Gak ngasih kabar sama sekali. Dan gak ngasih tau kita dulu sebelumnya.” Ucap Rio to the point.
“Hehehe J. Gue kan mau buat surprise buat loe semua. Tenang ajah. gue bakalan ceritain kok.”
“Kita mau denger ceritanya sekarang kak.” Ucap Ify.
“Iyah bener. Lagian, jam pertama sama kedua kan kosong. Guru lagi rapat. Jadi kak Cakka mesti ceritain semuanya sama kita. Di kantin.” Tambah Sivia menagih sedangkan Shilla hanya menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Sivia.
“Iya iya. Yaudah yuk.” Ajak Cakka
            Merekapun berjalan beriringan menuju ke kantin. Dan mereka langsung duduk di pojok kantin tempat biasa mereka nongkrong atau makan bersama. Setelah mereka memesan minuman dan cemilan favorit mereka. Sahabat Cakka dan Agni langsung menagih janji Cakka tadi lagi.
“Cepetan cerita Cak. Loe lelet banget.” Tagih Gabriel yang sudah tidak sabar.
“Iyah sabar, jadi gini ……………….”
FLASHBACK ON !!!
            Sepasang muda mudi sedang berada di pantai. Sore hari yang sangat indah ini menjadikan pantai tersebut menjadi indah, pemandangan pantai yang sangat apik membuat semua orang betah menikmati pemandangan pantai tersebut. sedangkan 2 orang muda mudi tersebut sedang berjalan di sisi air laut.
“Kak, ngapain ngajakkin gue kesini.” Ucap sang gadis seraya tetap berjalan di sisi air laut.
“gue mau nunjukkin sesuatu sama loe. gue juga mau bicara penting sama loe.” Ucap sang pria
“Yaudah. Sekarang ajah. lagian ini juga mau malam kak.”
“Ehm. Sebelum gue mau bilang sesuatu sama loe. gue mau nunjukkin pemandangan yang sangat indah dulu sama loe.” Ucap sang pria seraya menunjuk ke air laut yang langitnya sedang kekuning-kuningan.
“Waw indah banget sunset’nya.” Pekin sang gadis setelah melihat sunset yang ditunjuk oleh sang pria tadi.
            Matahari terbenam. Membuat air laut di pantai tersebut menjadi kuning akibat pengaruh dari cahaya sunset tersebut. air yang bergelombang di tambah dengan terbenamnya matahari membuat semuannya berdecak kagum. Termasuk seorang gadis yang tadi diberitahu oleh sang pria jika ada sunset di pantai itu.
“keren kak. Indah banget lautnya.” Ucap sang gadis lagi.
“Iya dong. Gue sengaja mengulur waktu tadi. Supaya loe bisa ngelihat sunset dulu Ag. Tapi, gue punya kejutan lagi buat loe. lihat tuh.” Ucap sang pria seraya menunjuk ke langit.
            Percikan kembang api terdapat di langit pantai sore itu. Dan yang membuat sang gadis kaget adalah kata-kata sakral yang terdapat di langit pantai setelah percikan kembang api tadi menghilang. I LOVE YOU AGNI. Itu adalah kalimat yang terdapat di langit pantai sore itu. Kalimat itu membuat sang gadis kaget karena nama dirinnya terdapat di langit itu.
“Itu maksudnya apa kak ???” Tanya sang gadis tanpa mengalihkan penglihatannya dari tulisan sakral itu.
“Mmmm, sebenernya dari pertama gue kenal loe gue udah suka sama loe. bahkan gue udah mulai sayang sama loe pas kita berantem setiap hari. Gatau kenapa rasa ini muncul Ag. Tapi satu yang harus loe tau, gue itu selalu ngajak loe ribut soalnya gue pengin selalu deket loe Ag, walaupun caranya norak banget, tapi Cuma dengan cara itu gue bisa deket sama loe. itu semua karena gue itu cinta sama loe Ag, gue sayang sama loe. loe mau gak jadi cewe gue ???” Terang Cakka seraya melihat dalam mata Agni
“Gue gue ………”
“Gue gak butuh jawaban loe sekarang Ag, gue Cuma butuh jawaban ‘iya’ dari loe. terserah loe mau jawab kapan. Yang jelas gue gak pengin denger kata ‘nggak mau’ dari loe.” Ucap Cakka lagi.
“Ihh, pemaksaan banget sih. Berarti intinya gue harus jadi pacar loe dong.” Ucap Agni seraya memanyunkan bibirnya merasa tidak terima dengan perkataan pria tampan di hadapannya.
“Iyah. Dan itu terserah loe mau jawab kapan.”
“Yaudah, gue jawabnya 2 tahun lagi. Setelah itu gue bakalan jawab YA.”
“Yahhh, kelamaan dong.”
“Ya habis loe pemaksaan gitu.” Ucap Agni seraya melipat tangannya di dadannya.
“Iya deh nggak. Gue bakalan terima semua jawaban loe. tapi gue berharap sih loe mau jawab IYA. Tapi jawabnya sekarang.”
“Mmmm gimana yah. Apa jaminannya kalo loe beneran sayang sama loe.” Tanya Agni.
“Gue rela di bunuh loe, kalo gue ketahuan selingkuh, kalo gue nyakitin loe dan kalo gue ngingkarin omongan gue tadi.” Ucap Cakka tegas.
“Ok. Gue pegang kata-kata loe.”
“Jadi loe mau ???” Tanya Cakka dengan wajah berseri seri.
“Iyah. Tapi awas kalo loe masih tebar pesona sama cewe lain. Gue bakalan bener-bener bunuh loe.”
“Iya Ag, gue janji. Makasih yah. Gue sayang banget sama loe.” Ucap Cakka seraya memeluk Agni erat.
“Oya Ag, gue boleh Tanya sama loe nggak.” Tanya Cakka tiba-tiba
“Tanya apa ???”
“Mmmm, cowok yang sering sama loe itu namanya siapa sih.”
“Cowok yang mana ???” Tanya Agni heran.
“Itu loh Ag, yang suka main basket bareng loe. yang suka nganter jemput loe belakangan ini.” Terang Agni berusaha supaya Agni mengerti apa yang di maksud oleh dirinya.
“Ough, kak Shion. Kenapa kak emangnya ???”
“Shion siapa ??? Bukan cowo loe kan ???”
“Shion itu emang cowo gue ……………”
“Apa ??? jadi Shion itu cowok loe, terus loe terima gue maksudnya apa.” Pekik Cakka histeris dan langsung memotong ucapan Agni tadi.
“Makanya dengerin gue dulu. Shion itu emang cowok gue. Tapi, gue Cuma, Cuma … Cuma bercanda. Hahaha. Masa di bohongin mau sih. Wlek.” Ucap Agni seraya berlari setelah sebelumnya menjulurkan lidahnya kearah Cakka yang masih bengong. “Dia itu Cuma sahabat gue kok. Dan gue Cuma nganggep dia seperti kakak gue sendiri. Jadi loe di bohongin sama gue.”
“Agniii. Tunggu loe. gue bakalan bales. Sini loe.” Teriak Cakka seraya mengejar Agni yang sudah berada jauh di depanya.
FLASHBACK OFF !!!
“Romantis.” Komentar Shilla setelah mendengarkan cerita Cakka dan Agni.
“Iya sih romantis, tapi tetep aja Cakka pemaksa. Hahaha.” Tambah Alvin seraya ngakak.
“Gak papa dong. Yang penting gue jadian.” Ucap cakka bangga.
“Jadian sih jadian. Tapi inget loe. loe bakalan di bunuh sama Agni kalo loe beneran selingkuh.” Ucap Rio seraya menyeruput es jeruknya.
“Tenang aja bro. gue bakalan setia kok. Gue kan udah tobat. Hehehe J.”
“Kalo ketahuan, gue gak bakal maafin loe kak.” Ucap Agni
“Gak dong. Gue janji kok sama loe. oya guys, tinggal satu lagi nie yang belum jadian. Yo, tembak Shilla dong.” Ucap Cakka dengan memasang muka tanpa dosa.
Prutttttttttt.
Ehek ehek ehek ehek ehek ehek
            Rio dan Shilla yang baru saja mendengar ucapan dari Cakka langsung tersedak. Rio yang tadi lagi minum es jeruknya dan Shilla yang sedang memakan cemilan kesukaannya langsung  tersedak secara bersamaan. Dan otomatis Sivia yang berada di samping Shilla langsung menyodorkan minumannya untuk sahabatnya itu. Dan Gabriel juga menepuk pelan punggung Rio yang tadi tersedak es jeruknya.
“Loe kalo ngomong ngasal aja deh Cak.” Ucap Rio yang baru saja sembuh.
“Yeee, gue bener lagi. Di antara kita berempat yang belum jadian kan elo. Dan di antara sahabat cewe kita bertiga yang masih jomblo Cuma Shilla. Yaudah loe jadian aja sama Shilla. Gengsinya jangan ketinggian. Bukan saatnya gengsi gengsian woy.” Ucap Cakka.
“Sialan loe. itu urusan gue yah. Mau jomblo kek, mau pacaran kek. suka suka gue. Kenapa loe yang ribet.” Ucap Rio
“Hahaha. Suatu saat nanti gue yakin loe bakalan jadian sama Shilla.” Ucap Cakka tegas.
“Gak usah sotoy deh kak.” Ucap Shilla
“Yee gak percaya. Lihat aja nanti.”
SKIP !!!
            Beberapa hari kemudian. Hari ini adalah hari dimana SMA Tunas Bangsa akan bertanding melawan SMA Cendrawasih. Hari dimana mereka akan tahu siapa yang pantas menjadi loser. Anggota team basket sedang bersiap-siap untuk pergi menuju ke SMA Cendrawasih menggunakan mobil pribadi bersama dengan anggota cheers SMA Tunas Bangsa.
            Sedangkan Suporter mengikuti para guru menuju ke dalam bus yang telah di siapkan oleh sekolah. Karena mengingat jarak dari SMA Tunas Bangsa sangat jauh dari SMA Cendrawasih. Maka mereka berangkat menggunakan bus.
            Setelah sampai di kompleks SMA Cendrawasih, mereka langsung di soraki dengan teriakan dari siswa siswi SMA Cendrawasih. Mereka semua telah siap di halaman SMA Cendrawasih menyambut kedatangan musuh mereka yang akan bertanding melawan team basket sekolahnya. Tetapi sambutan mereka yang tidak bersahabat itu tidak di perdulikan oleh siswa siswi SMA Tunas Bangsa.
            Mereka tetap melangkah masuk memasuki SMA Tunas Bangsa dan langsung menuju ke stadion Basket yang ada di sekolah yang lumayan megah itu. Di stadion basket sekolah itu, sudah berkumpul para anggota team basket SMA Cendrasih beserta dengan anggota cheers yang berada di belakangnya dengan pakaian cheers’nya.
“Prok prok prok. Akhirnya loe semua dateng juga. Gue kira loe bakalan nyerah dan ngebiarin kita menyebut nama loe semua dengan sebutan LOSER. Ternyata kalian punya nyali juga.” Ucap ketua team basket SMA Cendrawasih tersebut.
“Heh, sampai kapanpun kita gak akan pernah takut sama loe semua. Terutama sama loe (menunjuk Riko tepat di wajahnya). Yang biasanya jadi the winner bukannya SMA Tunas Bangsa. Dan loe semua selalu dan selalu jadi LOSER.” Ucap Alvin yang geram melihat kedatangannya di sambut dengan amat sangat tidak bersahabat oleh tuan rumah pertandingan kali itu.
“Heh, diem loe. loe itu menang karena kecurangan loe. loe menang karena loe semua itu Cuma melibatkan supporter loe itu yang juga sama-sama curangnya sama loe semua.” Ucap Septian.
“Udah udah, ngapain berantem sih. Kita kesini Cuma mau Menuhin permintaan kalian dulu. 2 minggu yang lalu kan kalian nantangin kita tanding basket disini. Dan kita turutin. Tandanya kita itu bukan LOSER. Kita buktiin sekarang, siapa yang pantas disebut sebagai LOSER.” Ucap Rio yang di angguki oleh seluruh anggota team basket lainnya.
“Ok, siapa takut. Kali ini, kita pasti menang.”
“Ok. Kita buktikan.”
“Ok, semuannya. Sekarang kalian bersiap diri di tempat kalian masing-masing.” Ucap wasit dan langsung memulai pertandingannya.
            Pertandingan di mulai. Semuanya focus terhadap bola yang bergerak kesana kemari. Team anggota SMA Cendrawasih berusaha sekuat Tenaga supaya mereka bisa memenangkan pertandingan kali ini. Mereka tidak perduli jika anggota team basket SMA Tunas Bangsa ada yang terjatuh atau terjungkai katrena perbuatan anggota team basket SMA Cendrawasih. Mereka tetap berbuat curang seperti pertandingan sebelumnya. Tetap berbuat curang semau mereka.
            Score saling berkejaran. Score sementara adalah 08-05 dengan SMA Cendrawasih yang berada di posisi pertama. Semua anggota team basket SMA Cendrawasih tersenyum puas melihat score mereka yang berada sangat di atas SMA Tunas Bangsa. Sedangkan SMA Tunas bangsa hanya kecewa melihat score sementara mereka.
            Mereka tahu score itu sangat tidak murni. Karena score itu mereka dapat dengan cara curang. Berkali kali mereka membuat team SMA TB (Tunas Bangsa) terjatuh karena dijegal oleh mereka sendiri. Tapi team TB tidak mempermasalahkan itu semua, walaupun mereka sangat tidak terima dengan perbedaan score yang sangat mencolok itu. Tetapi mereka tetap focus ke permainan dan lebih berhati hati dengan anggota Cendrawasih yang lainnya.
            Sedangkan supporter Anggota team basket TB tetap menyemangati dengan berteriak dan menyanyikan lagu kebanggaan SMA tercinta mereka. Dan itu semua membuat anggota team basket TB jadi bersemangat lagi dan lebih giat lagi bermain di lapangan.
            Sedangkan keempat para gadis yang duduk di antara para supporter itu terlihat cemas dan khawatir melihat perbedaan score antara sekolahnya dan sekolah lawan.
“Addduhh, gimana nih. Perbedaannya mencolok banget.” Ucap Shilla khawatir.
“Iya Shilla, gue juga takut mereka kalah. SMA Cendrawasih curang banget sih.” Tambah Agni
“Tahu nih, kita berdoa aja supaya mereka menang, gue gak rela kalau SMA Cendrawasih menang dengan cara curang kaya gitu.” Ucap Ify serta langsung di sambut anggukan oleh sahabatnya.
            Beberapa jam kemudian, pertandingan telah selesai, dan yang menjadi pemenangnya adalah SMA Tunas Bangsa. Seluruh supporter SMA Tunas Bangsa bersorak dan bertepuk tangan dengan gembira setelah mengetahui bahwa sekolahnya lah yang memenangkan pertandingan kali ini.
            Sedangkan anggota team basket SMA Tunas bangsa di lapangan berjajar menghadap kea rah anggota team Cendrawasih. Mereka menatap anggota team Cendrawasih dengan tersenyum riang dan dibalas dengan tatapan sinis oleh anggota team Cendrawasih.
“Terbukti kan guys. Kita yang menang. Jadi, loe gak bisa sombong lagi sekarang.” Ucap Alvin seraya tersenyum penuh kemenangan.
“Oh yah. Loe semua mesti tahu satu hal, pertandingan ini gak sah. Loe semua curang mainnya.” Ucap Septian dengan nada sinisnya.
“Curang ??? Bukanya loe semua yang curang. Loe semua dari tadi jegal kita mulu. Itu yang namanya gak curang.” Bentak Cakka emosi.
“Udah bro, gak usah emosi. Percuma juga kita emosi. Gak ada gunanya. Yang penting sekarang kita udah menang dan jadi the winner. Dan terbukti juga kan siapa yang LOSER.” Ucap Rio dengan nada santainya membuat Riko emosi tingkat tinggi.
“Denger yah loe. loe itu dari dulu emang gak berubah yah Yo. Gue bingung sama loe. loe itu mau rebut apa lagi sih dari gue. Dulu, loe udah ngerebut posisi gue sebagai calon Ketua Osis dan calon kapten basket. dan itu semua gak ada yang gue dapet. Gue malah jadi anggota basket dan gue di jadiin seksi di OSIS. Sekarang. Loe mau apa lagi. Loe mau nyingkirin gue sebagai kapten basket disini.” Ucap Riko masih dengan nada emosinya.
“Gue itu dari dulu gak ada maksud buat ngerebut posisi loe Rik, waktu itu gue juga gak mau buat jadi kapten ataupun ketua OSIS. Gue sama sekali gak minat. Tapi temen-temen gue yang ngecalonin gue masuk itu. Dan gue gak bisa nolak karena nama gue udah tercantum sebagai Calon. Waktu itu juga kita saingan juga Veer kan. Gue sama loe sama-sama memperebutkan posisi yang sama. Gue ….”
“Udah lah Yo, gue ngerti kok. Maksud loe waktu itu apa. Loe pengin banget mempermalukan gue kan. Dengan loe nyuruh semua temen-temen loe milih loe dan ngecap gue sebagai orang yang gak pantas untuk di pilih. ………”
“Loe salah paham Rik, gue gak pernah kaya gitu. justru waktu itu gue pengin banget bikin loe menang. Loe juga tahu kan. Loe sama temen-temen loe itu selalu promosi’in loe. tapi gue nggak. Gue diem aja. Karena waktu itu gue pengin banget bikin loe menang. Gue juga gak ngerti kenapa semuanya lebih banyak milih gue dari pada loe.”
“Karena loe udah menghasut mereka semua supaya gak milih gue. Iya kan ???” Bentak Riko emosi.
“Eh udah udah stop. Loe berdua apa banget deh. Berantem di tengah lapangan kaya gini. Kalo mau nyelesaiin masalah jangan terang-terangan. Di kuburan sono yang sepi. Loe bisa tonjok-tonjokkan di situ.” Lerai Gabriel karena mendengar keributan antara sahabatnya dengan musuhnya. “Loe berdua kaya anak kecil tahu nggak. Loe selesaiin baik-baik dong. Jangan kaya anak kecil kaya gini. Emang loe gak malu apa, penonton pada heboh lihat loe berdua.” Lanjutnya.
“Loe kalau pengin nyelesaiin masalah ini, loe dateng ke tempat kita test jadi kapten dulu. Besok pagi jam 3 sore Kalo loe masih gentle sih. Kalo loe gak dateng, tandanya loe emang yang salah dalam masalah ini.” Ucap cakka memberi saran.
“Ok, gue bakalan dateng. Justru temen loe tuh yang mesti di curigai. Gue yakin dia gak akan dateng. Karena kenyataanya emang dia yang salah.” Ucap Riko angkuh.
“Buktiin ucapan loe. jangan Cuma omdong. Loe lihat aja nanti. Siapa yang salah dalam masalah ini.” Ucap rio mengakhiri perdebatanya. “Guys cabut.” Ucapnya seraya melangkah meninggalkan lapangan SMA Cendrawasih diikuti oleh teman-temannya yang lain.
SKIP !!!
            Keesokan harinya. Rio, Alvin, Cakka, Gabriel, Shilla, Sivia, Agni dan Ify sedang berada di lapangan basket indoor SMA Tunas Bangsa. Karena bel pulang sudah berbunyi sedari tadi, maka mereka lebih memilih berkunjung ke lapangan indoor untuk menyelesaikan masalahnya dengan kapten basket SMA Cendrawasih.
“Yo, loe mesti hati-hati. Gue yakin banget si Riko bakalan berbuat yang macem-macem. Dia gak akan nyerah gitu aja buat mojokkin loe nanti. Jadi, loe mesti hati-hati.” Saran Cakka seraya duduk di sebelah Agni setelah sebelumnya mondar-mandir di depan para sahabatnya.
“Betul banget tuh. Loe jangan emosi deh pokoknya. Gue yakin kok, kalo loe itu gak salah.” Tambah Alvin.
“Iyah guys, yang gue fikirin, kenapa si Riko itu nuduh gue yang nggak-nggak. Padahal kan dia tahu kalo waktu itu gue gak ikut-ikutan promosi kaya dia. gimana dia bisa ngejudge gue kaya gitu coba. Lagian, waktu itu kan loe bertiga yang nyuruh anak-anak buat nyalonin gue jadi calon.” Ucap Rio seraya menunjuk ke wajah Alvin, Gabriel dan Cakka di akhir perkataanya.
“Kita kan gak sengaja bro. gue kira si Riko itu anaknya gak emosian. Gue juga tahunya dia itu bakalan menerima kenyataan yang ada. Tapi setelah loe yang menang, dia malah bertindak di luar dugaan gue. Gue gak nyangka.” Ucap Gabriel
“Hmmm, maaf yah kak. Sivia motong ucapan kakak. Sivia emang gak tahu permasalahannya apa. Tapi sebaiknya kak Rio siapin penjelasan yang bikin kak Riko percaya deh kalau kakak itu gak salah dan waktu itu kakak emang udah relain semua hasilnya.” Saran Sivia.
“Iyah kak. Dan kakak juga mesti ngejawab pertanyaan kak Riko nanti dengan sejelas-jelasnya supaya kak Riko gak salah paham lagi.” Tambah Shilla dengan di angguki oleh Agni dan Ify.
“Iya. Loe berdua bener. Thanks yah. Loe semua emang sahabat gue yang paling baik.”
“Hahaha. Iya dong. Gue kan emang baik banget. loe semua beruntung punya temen kaya gue.” Narsis cakka dan langsung mendapat toyoran dari sahabatnya.
“Narsis loe. ada juga kita repot punya temen yang narsisnya gak ketulungan kaya loe.” Ucap Alvin yang membuat Cakka manyun.
“Ag, kenapa loe mau pacaran sama Cicak sih. Lihat tuh. Jelek banget mukanya, hahaha J.” Ledek Gabriel dan langsung mendapata toyoran oleh cakka.
“Enak ajah. Agni kan cinta sama gue karena gue baik hati dan tidak sombong, bukan karena wajah gue.”  Narsis Cakka lagi.
“Emang loe suka sama kak cakka karena dia baik Ag.” Tanya Ify kepada Agni.
“Gak kok. Kalau kak Cakka jelek juga gue gak mau pacaran sama dia.” Jawab Agni dengan santainya yang membuat Cakka manyun dan membuat yang lain tertawa tebahak bahak.
“Hahaha. Kasihan banget sih loe Cak.” Ucap Rio.
“hahaha. Langsung manyun tuh Ag anaknya.” Ucap Gabriel.
“Hehehe. Gak kok kak. Gue itu sayang sama loe tulus. Bukan karena wajah loe. kalau loe jelek gue juga mau kok sama loe.” Terang Agni nyengir kuda.
“Huh dasar.”
“Hehehe. Jangan marah yah kak. Agni kan Cuma bercanda.”
“Iyah iyah. Gue gak marah kok sama loe.” Ucap Cakka seraya mengacak acak rambut Agni.
“Berasa dunia milik berdua dah. Yang lain ngontrak.” Sindir Rio.
“Emang. Loe aja belum bayar kontrakan loe pada.” Ucap cakka yang membuat lain tertawa terbahak bahak dan membuat Rio menggerutu kesal.
“Sialan loe.”
SKIP !!!
            Cuaca sore itu cukup panas. Entah mengapa cuaca sore itu seperti memperlihatkan perasaan kedua pemuda tampan yang ada di lapangan indoor tersebut. dua pemuda tampan tersebut hanya diam menunggu lawan bicaranya mengucapkan sesuatu. Tetapi sampai saat ini, tidak ada satupun yang memulai pembicaraannya. Pemuda tampan yang satunya sedang asyik mendribble bola basket yang ada di ruangan tersebut. sedangkan pemuda tampan yang satunya sedang asyik duduk di salah satu bangku yang ada di lapangan indoor tersebut.
“Mau diem-dieman sampai kapan ??? loe lupa tujuan kita ke sini ???” Ucap pemuda yang sedang asyik duduk di bangku tersebut memecah keheningan.
“Loe sendiri yang memulai diem kan. Jadi buat apa gue ngomong. Yang ada loe malah menuduh gue sebagai orang yang gak punya etika lagi.” Jawab Pemuda tampan seraya mendribble bola basketnya dan membawanya mendekati Ring, Shoot dan …………. Masuk.!!! Padahal pemuda tampan itu melakukan shoot dalam jarak yang cukup jauh.
“Maksudnya apa tuh, loe mau nyindir gue. Kalo loe itu lebih hebat dari gue, gitu.” Bentak Kapten Bakset SMA Cendrawasih tersebut. Riko.
“Udah lah Rik, gue lagi gak pengin ribut sama loe. gue itu gak pernah pengin nyari musuh. Apa lagi musuh gue itu loe. loe tahu gak, dulu, gue lebih memilih mundur dari pada gue lihat loe kalah dan malu sama temen-temen loe. tapi itu gak mungkin Rik ………..” Terang Kapten Basket SMA Tunas bangsa seraya menaruh bola basketnya di tengah lapangan dan mendekati pemuda yang satunya.
“Iyah. Itu emang gak mungkin. Karena loe pengin banget lihat gue kalah dan jadi baham ejekan gitu buat semua temen-temen kita dulu.” Ucap Riko memotong ucapan Rio.
“Loe salah paham. Udah berapa kali sih gue bilang sama loe kalau gue itu gak bermaksud untuk membuat loe di permalukan sama temen-temen. Gue waktu itu bener-bener berharap kalau loe yang bakalan jadi ketua osis dan kapten basket Rik. Karena gue tahu. loe pengin banget ngambil posisi itu.”
“Loe tahu. tapi kenapa loe masih mau saingan sama gue, kenapa loe gak mundur aja waktu itu. Kenapa loe ngebiarin temen-temen kita ngejudge gue sebagai orang yang gak punya harga diri. Kenapa Yo, loe bisa jawab pertanyaan gue.”
“Karena itu sebagai hadiah terakhir buat cewe gue yang udah meninggal.”
            Ucapan Rio barusan membuat Riko terdiam. Pemuda tampan itu memikirkan dan memahami apa maksud dari ucapan kapten basket SMA Tunas Bangsa tersebut. pikirannya berputar kembali ke kejadian 2 tahun yang lalu. Dimana pemuda tampan itu mempunyai seorang kekasih yang sangat di cintainya. Dan dirinnya pernah mendengar sesuatu yang buruk mengenai mereka berdua. kekasih pemuda tampan ini meninggalkan ketua kapten basket SMA Tunas Bangsa itu selamanya.
“Kenapa loe diem. Loe masih mau nuduh gue sebagai orang yang ngerebut semua posisi loe.” Ucap Rio setelah menyadari diamnya pemuda tampan di hadapannya.
“Gue. Gue gak ngerti sama apa yang loe omongin tadi. Kenapa loe bawa-bawa Sylvia. Emangnya gue percaya apa sama yang loe omongin.”
“Riko, loe mesti percaya. Gue itu ngelakuin itu semua karena cewe gue. Cewe gue pengin banget gue jadi kapten basket dan ketua OSIS. Dan terserah loe mau percaya apa nggak. Saat dia menuntut gue kaya gitu, dia bilang itu adalah permintaan terakhir dia ke gue. Dan dia juga ngomong sama gue kalau dia gak akan nyusahin gue lagi dan gue di suruh nyari cewe lain lagi. Loe tahu, waktu itu gue berfikir kalau cewe gue Cuma bercanda. Karena itu gak masuk akal banget. coba loe bayangin. Kalau loe punya cewe terus cewe itu minta loe mutusin dia secara tiba-tiba dan loe di suruh nyari cewe lain lagi. Apa yang loe fikirin waktu itu.” Terang Rio yang membuat Riko terdiam.
“Gue gue …………”
“Rik, gatau kenapa waktu cewe gue nyuruh gue jadi ketua osis dan kapten basket gue jadi gak seneng dan gak berminat buat Menuhin permintaan dia. karena fikiran gue waktu itu, gue gak pengin itu adalah permintaan terakhir dia waktu itu. Gue pengin permintaan terakhir dia adalah dia mau menikah sama gue dan hidup sama gue selamanya. Tapi takdir berkata lain, kecelakaan naas itu membuat gue kehilangan sosok cewe gue yang gue sayang ninggalin gue selamanya. Waktu itu gue syok banget. kenapa permintaan terakhir dia gak gue turutin. Kenapa gue gak berusaha supaya gue bisa Menuhin permintaan dia. kenapa gue gak berusaha nyenengin dia di saat terakhirnya. Dan permintaan terakhir itu terjadi. Dia bener-bener gak akan ngasih permintaan sama gue lagi.”
“Yo, gue gak bermaksud membuat loe jadi kaya gini. Gue gak tahu kalau Sylvia itu yang meminta loe buat jadi kapten basket dan ketua OSIS untuk hadiah terakhirnya.” Ucap Riko dengan nada bersalah.
“Gak papa kok bro, loe kan gak tahu. loe jangan salah paham sama gue yah. Gue waktu itu semangat supaya gue bisa jadi kapten sama ketua OSIS karena gue pengin wujudin permintaan terakhir cewe gue sama gue. Dan gue bersyukur banget karena gue mampu Menuhin permintaan terakhir itu.”
“Sorry yah bro sekali lagi. Gue emang salah. Gue yang udah memulai ini semua. Seandainya aja waktu itu gue dengerin penjelasan loe, pasti sekarang kita udah jadi rekan bisnis yang TOP. Gue bisa jadi wakil ketua osis dan gue bisa satu team sama loe. walaupun gue gak jadi kaptenya.” Ucap Riko seraya merangkul Riko.
“Hahaha. Berarti itu salah loe dong. Loe yang udah musuhin gue waktu itu.” Jawab Rio seraya membalas rangkulan Riko.
“Iya gue yang salah. Loe mau gak jadi rekan bisnis gue. Kita gak usah musuhan lagi bro. gue juga bakalan minta maaf sama temen-temen loe. karena gue udah salah banget sama mereka.”
“Yoi. Gue juga pengin minta maaf sama temen-temen loe.”
“Sekarang kita damai. Gue pengin loe maafin gue dan loe mesti mau jadi temen gue, bahkan jadi sahabat gue. Buat selamanya. Gue janji gue gak akan ngulangin kesalahan yang sama.”
“Yoi bro. gue mau kok jadi sahabat loe. sekarang kita resmi jadi sahabat. Friendship forever.” Ucap Rio dan membuat keduanya tertawa bersama-sama.

tinggalkan jejak yah guys ;)
Gue tunggu like and comment'nya :D

1 komentar: