Senin, 28 Januari 2013

Benci Jadi Cinta - Yoshill Part 4

Halo halo :D
kembali lagi bersama saya, seorang gadis yang unyu-unyu :D
okeh guys. ini Ada lanjutan buat cerbung Benci Jadi Cinta ...
semoga kalian menjadi suka yah ... dan semoga juga kalian bacanya gak pernah bosen :)
okeh deh gak usah banyak omong ...
cekidot !!!



Beberapa hari kemudian. Sekelompok orang sedang berada di lapangan dekat dengan sekolah menengah pertama mereka dulu. Langit begitu cerah seakan-akan menggambarkan perasaan sekelompok remaja ini. Mereka asyik tertawa bersama berbagi cerita-cerita menarik satu sama lain. Setelah sebelumnya mereka menjadi musuh yang selalu memperebutkan hal yang tidak penting, sekarang mereka resmi menjadi sahabat. Sahabat selamanya.
“Bro, gue minta maaf yah buat kesalahan gue selama ini. Gue sadar gue salah, gak seharusnya gue benci sama loe semua. Gue terlalu egois buat tahu masalah loe semua. Gue minta maaf guys.” Ucap Riko
“Tenang aja sob, kita udah maafin kok. Ya nggak guys.” Ucap Rio yang langsung di jawab ‘Yoi’ oleh teman-temannya yang lain.
“Gue juga minta maaf yah sama loe semua. Karena sebelumnya gue selalu ngremehin kalian dan selalu menyebut kalian dengan loser. Sekarang gue sadar siapa yang loser di antara kita semua.” Ucap Septian dengan nada bersalah.
“Di antara kita gak ada yang loser kok. Kita semua tetep jadi the winner. Cuma, cara kita aja yang salah. Mulai sekarang, kita mesti janji. Gak ada yang namanya musuh, gak ada yang namanya loser dan gak ada yang namanya the winner. Kita semua tuh friendship. FOREVER.” Ucap Gabriel yang langsung di angguki oleh teman-temannya yang lain.
“Yah. FRIENDSHIP FOREVER.” Teriak mereka bersama sama kemudian mereka tertawa secara bersama sama penuh persahabatan.
SKIP !!!
            Langit sore waktu itu cukup gelap tanda sebentar lagi akan turun hujan. Tetapi cuaca yang sangat dingin itu tidak membuat 2 muda mudi ini beranjak dari pantai yang sangat indah pada sore itu. Karena air lautnya yang selalu bisa membuat semua orang yang melihatnya terpesona. 2 muda mudi itu duduk di pinggir pantai seraya melihat pemandangan yang sangat indah itu.
“Gue seneng deh kak. Akhirnya loe bisa baikan sama kak Riko.” Ucap cewek cantik yang pada sore itu memakai celana jeans dan baju berlengan pendek bergambar hello kity.
“Gue juga seneng, loe gak dingin ???” Tanya pemuda tampan yang berada di sebelah gadis cantik itu.
“Aduh kak Mario Stevano. Loe kan ketua OSIS. Masa gak bisa ngebedain cuaca dingin sama panas sih.”
“Yeee, gue kan Cuma basa-basi. Malah di tanggepin kaya gitu sama loe.” Sungut pemuda tampan itu pura-pura ngambek yang ternyata adalah ketua OSIS SMA Tunas bangsa. Rio.
“Hehehe. Bercanda kak. Gitu aja marah. Gak asyik banget ish.” Jawab gadis itu sekenanya.
“Ya lagian loe gitu. dingin nggak.” Tanya Rio lagi.
“Iyah dingin banget. emang kenapa ???” Tanya gadis itu seperti berharap sesuatu.
“Gak papa sih Cuma Tanya ajah.” jawaban pemuda tampan itu membuat gadis cantik itu melotor kaget.
“Ihh, kirain mau minjemin jaket loe gitu. gak asyik banget deh.” Gerutu gadis itu.
“Ngarep. Lagian loe tadi bikin gue bad mood sih, jadi gue males minjemin jaket gue buat loe.” Ucap Rio dan membuat Gadis cantik itu manyun. “Iya iya bercanda, gue gak akan tega ngebiarin loe kedinginan gitu sementara gue malah keangetan. Nih.” Ucap Rio seraya memakaikan jaketnya ke badan gadis cantik itu. Ashilla Zahrantiara.
“Makasih.”
“Sama-sama panda. Loe kalo dilihat lihat mirip sama panda deh. Chubby tapi ngegemesin. Gue panggil panda aja yah buat loe. panggilan khusus dari gue buat loe gitu.” Ujar Rio yang langsung di sambut toyoran oleh Shilla. Sedangkan Shilla langsung manyun mendengar celotehan seniornya.
“Apaan sih kak. Cantik cantik gini di bilang mirip panda. Kakak tuh yang mirip beruang. Sama-sama ganas, cepet marah dan suka makan. Hahaha.” Balas Shilla seraya tertawa terpingkal.
“Masa gue di samain sama beruang. Jelas-jelas ganteng gini. Beruang kan jelek Shill. Tega banget loe sama gue.” Ucap Rio seraya memanyunkan bibirnya.
“Hehehe J. Bercanda kak, makanya loe jangan panggil gue panda dong. Gue gak suka sama panda, ngapain loe manggil gue panda.”
“Iya iya. Oya Shill.”
“Kenapa kak ???” Tanya Shilla seraya menatap Rio dengan tatapan lembutnya.
“Gak papa sih, gue Cuma mau bilang, loe cantik banget hari ini.” Ujar Rio dan langsung membuat pipi Shilla merona merah.
“Makasih. tapi kakak hari ini jelek banget. hahahaha.” Bales Shilla seraya melarikan diri alias berlari menjauhi sang senior sebelum di kejar dan di bales.
“Rese loe Shill. Tadi kan gue muji loe. bukanya muji balik malah di judge kaya gituh. Awas yah.” Jawab Rio kesal seraya mengejar Shilla.
“Coba aja kalo bisa ngejar. Wleee :p.”
            Dan terjadilah kejar-kejaran oleh mereka. Mereka menikmati cuaca sore yang bagi mereka sangat romantic. Dengan warna langit yang kegelapan dan suara burung yang terbang dengan indahnya di atas mereka dan pemandangan alam yang sangat indah di hadapan mereka.
            Mereka seperti sepasang kekasih sore itu. Jika ada orang yang tidak kenal mereka dan melihat mereka seperti yang terjadi saat ini, pasti mereka akan langsung ngejudge bahwa mereka memang benar-benar sepasang kekasih. Tapi ternyata bukan. Mereka hanya sebatas teman, bahkan sahabat. Mungkin suatu saat nanti mereka benar-benar menjadi seorang sepasang kekasih.
SKIP !!!
            2 bulan kemudian. Rio dan Shilla sudah semakin akrab saja, bahkan menurut teman-teman Rio maupun Shilla mereka berdua sudah jadian tetapi tidak memberitahu ke semuanya. Mereka berdua selalu bersama. Dimana ada Shilla disitu juga pasti ada Rio. Begitupun sebaliknya. Jadi, pantas saja kalau mereka berpendapat seperti itu. Jika yang melihat mereka orang lain mungkin akan mengira bahwa mereka berdua memang pacaran dan menjadi sepasang kekasih yang saling menyayangi.
            Bahkan orang tua Rio sudah mengenal baik keluarga Shilla. Shilla sudah seperti anggota keluarga Haling saja, begitupun sebaliknya. Shilla sudah memperkenalkan Rio kepada orang tuannya, dan langsung mendapat respond an tanggapan positif untuknya mengenai Rio. Begitupun dengan keluarga Shilla, mereka menganggap kalau Rio sudah menjadi bagian dari keluarga Dharma.
            Seperti sekarang. Malam ini Keluarga Haling sedang berkunjung ke kediaman rumah Dharma Wijaya. Yakni Ayah Shilla. Makan malam yang sangat special yang telah disediakan oleh keluarga Dharma demi menyambut kedatangan keluarga Haling. Dan keluarga Haling with pleasure menerima undangan special dinner yang dibuat oleh keluarga Dharma Wijaya tersebut.
“Wah, sepertinya Shilla dan Rio makin cocok saja yah.” Komentar Pak Dharma yang melihat Shilla dan Rio hanya diam seraya melirik satu sama lain ituh.
            Mendengar ucapan ayahnya, Shilla langsung merasakan bahwa panas sedang menjalari wajahnya, dan dia hanya menunduk seraya menyembunyikan wajahnya yang merah dan berusaha supaya tidak dipergoki oleh Rio, ayahnya maupun anggota keluarganya yang lain. Sedangkan Rio hanya salting mendengar ucapan pak Dharma. Dia hanya menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
“Ciyeeee, kak Rio sama kak Shilla salting nih.” Goda adik Rio-Ray.
“Iya bener banget loe Ray. Hahaha J. Mah pah, lihat tuh muka’nya pada merah semua.” Tambah Deva-adik Shilla. Deva dan Ray satu sekolah. Bukan hanya satu sekolah, tetapi juga satu kelas. Yakni di SMP CILENCIA RONALTA (ngarang.com) kelas VIII A.
“Udah udah, kalian berdua ini, kasihan tuh kakaknya. Yaudah Shilla, kamu ajak Rio ke taman aja sana. Barang kali mau ngobrol berdua.” Saran mama Shilla.
“Mmm, Kak gimana ???” Tanya Shilla. Sebetulnya sedari tadi, dia ingin sekali bisa meninggalkan tempat itu, Cause, jika dirinnya masih berada di tempatnya berada sekarang, dirinya akan selalu di godain oleh orang tuanya dan adiknya itu.
“Yaudah yuk, om tante. Rio permisi dulu ke dalem yah.” Ucap Rio sopan.
“Silahkan Rio.” Kemudian Rio berjalan mengikuti Shilla yang sedari tadi sudah berjalan terlebih dahulu di depannya. Setelah berada di taman belakang rumah Shilla. Mereka langsung duduk di bangku panjang yang ada di tengah taman tersebut.
“Akhirnya, bisa terbebas juga.” Ucap Rio seraya menyenderkan tubuhnya di bangku tersebut.
“Bebas kenapa kak ???” Tanya Shilla heran seraya memandang wajah Rio. Dan Rio langsung menengadahkan tubuhnya menghadap Shilla dan menatap Shilla.
“Loe tau gak, gue pengin banget cepet-cepet pergi dari meja makan tadi. Soalnya, dari tadi kita berdua mulu yang di godain sama semuanya.”
“Sama. Gue juga juga pengin cepet-cepet pergi dari situh.”
“Eh Shill, gue boleh jujur gak ??? (Shilla mengangguk). Mmm, loe cantik banget malem ini. Bener kata nyokap gue, loe kelihatan lebih manis dari biasanya pake dress ini. (menunjuk dress biru tosca yang sekarang sedang digunakan oleh Shilla). Dan loe kelihatan lebih dewasa malam ini.” Terang Rio yang langsung membuat pipi Shilla merona merah. Sedangkan Rio yang mengetahui itu semua hanya tersenyum dan mengacak-acak rambut Shilla gemas.
“Kak Rio. Rusak tau. Huh.” Sungut Shilla seraya membenarkan rambutnya dengan menyisirnya menggunakan tangannya. “Loe tahu gak sih. Gue itu benerin rambut ini lama banget tahu gak. Demi acara ini. Dan gue di suruh nyokap buat dandan kaya gini.”
“Demi acara ini apa demi gue hayooo J.  Di suruh nyokap apa dari hati loe yang paling dalam hayoooo J.” Goda Rio yang lagi lai membuat Shilla tersipu malu.
“Apaan sih. Demi acara ini lah dan di suruh nyokap gue.”
“Masa ??? Bukan demi gue ???”
“Kak Rio apaan sih, udah deh gak usah ngegodain gue lagi. Kalo loe masih ngegodain gue, gue bakalan ngambek sama loe.” Ancam Shilla.
“Gitu aja marah. Dasar Cewek. Ngambekkan.” Sungut Rio.
“Ihh, gue gak ngambekkan yah kak. Kakak tuh yang nyebelin. Dari tadi ngegodain gue mulu.”
“Hehehe J. Udah ah, gak usah ngambek lagi. Mending sekarang kita lihat bintang ajah, tuh lihat, bintangnya banyak banget yah.” Ucap Rio seraya menunjuk bintang yang bertaburan di langit.
“Iyah kak. Indah banget. Banyak lagi.”
“Tapi menurut gue, gak ada yang lebih indah selain loe Shill. Loe itu yang terindah Shill. Dan bintang kalah jauh sama keindahan loe.” Entah dapat dorongan darimana, Rio mendekatkan wajahnya ke wajah Shilla. Sedangkan Shilla hanya kaget melihat gerakan seniornya kepadanya tersebut. apa yang harus ia lakukan ??? belum sempat Rio mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi ke wajah Shilla. Tiba-tiba.
“Ciyeeee.”
            Reflek Rio menjauhkan dirinnya dari tubuh Shilla. Dan dirinnya langsung salting dengan menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal. Tetapi di dalam hatinya, dirinnya mengumpat kesal melihat 2 makhluk yang membuat dirinnya gagal membuat suasana yang romantic untuk Shilla.
            Sedangkan Shilla hanya diam seraya menetralisir jantungnya yang sedari tadi sedang bekerja lebih ekstra dari biasanya. Dengan tampang polos, 2 makhluk yang telah berhasil menggagalkan kegiatan romantis 2 remaja ini melangkah menghampiri Shilla dan Rio.
“Maaf yah, bukannya mengganggu. Dan bukan juga pengin menggagalkan acara kakak tadi. Tapi kita kesini Cuma mau …………”
“Apa loe bilang ??? Gak mengganggu ???  Gak pengin menggagalkan acara tadi ??? Buat gue, loe berdua adalah pengganggu tau gak.” Ucap Rio kesal. Sedangkan Shilla hanya tersenyum mendengarkan suara ketus seorang pemuda di sampingnya.
“Sorry kak. Don’t worry kak. Besok besok kan bisa lagi. Hehehe J. Selow mamen. Peace. Damai.” Ucap Deva. Sedangkan Ray hanya mengangkat jari telunjuknya dan jari tengahnya membentuk huruf ‘V’.
“Iyah kak, peace. Kita kesini itu disuruh mama sama papa kak. Katanya papa sama mama mau pulang sekarang, jadi mendingan acara loe tadi di tunda dulu deh.”
“Hhh, yaudah loe berdua ke dalem dulu sana. Ntar gue nyusul bareng Shilla. Udah sana.” Usir Rio karena dirinnya masih kesal dengan 2 anak ajaib di hadapannya. Setelah menunjukkan cengirannya. 2 makhluk yang tak di undang itu langsung masuk ke dalam rumah.
“Dasar tuyul blangsak, sorry yah Shill. Gue tadi gak bermaksud buat …..”
“Iyah kak, gue tahu kok. Yaudah masuk yuk.” Potong Shilla cepat.
“Jadi loe gak marah sama gue ??? (Shilla menggeleng seraya tersenyum manis). Yaudah masuk yuk. Nyokap bokap udah nungguin tuh.” Ucap Rio seraya menggandeng tangan Shilla memasuki rumah Shilla.
SKIP !!!
            Keesokan harinya. Hari ini para guru sedang sibuk untuk mempersiapkan bahan ujian untuk kelas XI. Maka dari itu, kelas X, XI dan XII di pulangkan lebih awal karena ada acara mendadak seperti itu. Para siswa siswi SMA Tunas Bangsa segera mungkin keluar dari gerbang sekolah. Ada yang lebih menghabiskan waktunya di café yang tepat berada di depan sekolah tercinta mereka, ada yang memilih untuk pulang ke rumah dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda, ada juga yang menghabiskan waktunya untuk berduaan di tempat yang romantis.
            Berbeda dengan keenam siswa siswi ini. Mereka lebih memilih untuk berdiam diri di kantin sekolah daripada keluar dari sekolah tercinta mereka. Mereka sedang menjalankan aksi persahabatan di kantin sekolah mereka sendiri. 2 pasangan kekasih lebih memilih untuk bergombal-gombalan dan memasang aksi paling romantis-romantisan dan saling memuji satu sama lain.
            Berbeda dengan pemuda dan gadis yang duduk paling pojok di meja favoritnya itu. Mereka berdua hanya memasang tampang kesal dan marah melihat sahabat-sahabatnya yang sedang dilanda cinta buta. Mereka berdua hanya menggerutu kesal karena sedari tadi sahabatnya tidak ada yang menyadari jika Cuma dirinnya yang belum mempunyai pasangan.
“Kacang Woy. Kacang kacang kacang.” Teriak Rio karena kesal.
“Berisik banget sih loe. loe mau minta kacang ??? Pesen aja noh di ibu kantin kalo ada.” Ucap Cakka seenaknya dan kembali melanjutkan aksi gombal-gombalannya bersama Agni.
“Rese loe. loe semua kalau mau pacaran jangan disini napa. Di kuburan sono yang sepi.” Ucap Rio lagi.
“Makanya Yo, tembak Shilla dong. Daripada loe ngiri terus sama kita. Betul gak guys ???” Respon Gabriel seraya meminta pendapat sahabat-sahabatnya.
“Setuju banget sob. Tembak aja sekarang. Kita semua jadi saksi deh.” Ucap Alvin yang langsung mendapat toyoran dari Rio.
“Sembarangan aja loe ngomong. Pikir dulu kalau mau ngomong.” Ucap Rio. “Sakit Yo.”
“Alah loe berdua sok-sok’an banget jadi orang. Sama-sama suka aja ribet banget. lagian loe berdua kan udah dapet restu dari orang tua loe berdua. malah mereka pengin loe berdua pacaran kan. Kalau salah satu kalian ada yang udah jadian sama yang lain aja baru nyadar nanti.” Terang Gabriel.
“Udah ah, loe semua makin gila aja ngomongnya. Gue ke ruang osis dulu yah. Mau ngambil berkas dulu.” Ucap Rio langsung ngacir menuju ke ruang Osis.
“Ckckck, udah Shill. Loe tenang ajah, sebenernya Rio itu cinta banget sama loe kok. Jadi loe tenang ajah. suatu saat nanti loe juga bakalan di tembak sama Rio.” Ucap Cakka.
“Apaan sih kak. Ngarang banget ngomongnya.”
“Shill, gue punya ide nih. Biar Rio cepet cepet nyatain perasaannya sama loe.” Ucap Alvin tiba-tiba.
“Apaan kak emangnya ???” Tanya Sivia penasaran.
“jangan yang aneh-aneh kak. Ntar menimbulkan dampak yang tidak baik tau.” Tambah Agni
“Ya nggak lah. tenang ajah, rencana gue pasti berhasil.” Ucap Alvin pasti.
“Semoga aja deh.” Respon Ify diikuti oleh yang anggukan dari yang lainnya.
            Di dalam hati Shilla. Dia juga meng’Amin’ni ucapan kakak seniornya itu. Sesungguhnya dia ingin sekali Rio mengutarakan isi hatinya kepadanya. Tetapi semakin hubungan mereka semakin dekat, Rio malah tidak pernah mengutarakan kata kata romantis untuknya, apalagi mengucapkan jika dirinnya mencintai Shilla. Semoga saja, ide kakak seniornya itu berhasil dan pangeran es itu akan cepat mengutarakan isi hatinya kepada dirinnya.
            Beberapa jam kemudian. Keenam siswa siswi ini berencana untuk menghabiskan waktu mereka di mall. Mereka sudah merencanakan jika mereka akan pergi ke Lovers Mall. Setelah mereka berkumpul di tempat parkiran motor, mereka segera bergegas ke motor masing-masing, tentu saja para gadis membonceng di belakangnya.
“Yo, Shilla sama loe yah. Gak mungkin juga gue yang sama dia, yang ada ntar malah loe mukulin gue lagi.” Canda Gabriel yang membuat Ify menoyor kepala Gabriel.
“Sembarangan aja kalau ngomong. Aku mau di kemanain ???” Ucap Ify pura-pura marah.
“Sorry beib, tadi kan aku Cuma bercanda. Udah naik.” Suruh Gabriel yang membuat Ify membonceng di belakangnya dan masih memasang ekspresi kesal kepada pangeran hatinya tersebut.
\           Sedangkan 2 pasangan di belakangnya hanya berdiam diri dan sibuk dengan urusannya sendiri. Dan mereka sudah stand bye di motornya., tinggal menunggu 4 orang di hadapannya menyelesaikan debatnya. Sedangkan 4 orang di hadapannya hanya memperlihatkan gigi putihnya menyadari jika mereka sedang diperhatikan oleh sahabatnya dengan muka garang.
“Mau sampai kapan loe semua berantem ??? kalo gini caranya kita gak berangkat-berangkat nih.” Ucap Cakka yang sebal dengan perlakuan sahabatnya.
“Tau nih. Lama banget sih kak. Buruan napa.” Tambah Agni.
“Iyah kak. Udah siang nih. Buruan. Shilla sama kak Rio deh. Gak ada lagi soalnya.” Ucap Sivia yang membuat Alvin menganggukan kepalannya tanda ia setuju dengan kekasihnya.
“Iya iya, sorry guys. Yaudah Shill. Naik sekarang.” Suruh Rio dan Shilla langsung membonceng di belakangnya.
“Udah siap guys. Let’s Go.”
SKIP !!!
            Setelah sampai di Lovers Café, mereka langsung memarkirkan motornya dan langsung masuk ke dalam mall. Tujuan pertama mereka adalah ke time zone. Mereka langsung bergegas ke tempat time zone dan langsung membeli tiket supaya mereka bisa bermain sepuasnya di tempat itu. Rio, Gabriel, Alvin dan Cakka langsung menuju ke permainan basket. mereka langsung bermain di sana sepuasnya.
            Sedangkan para gadis langsung menuju ke tempat dance yang ada di tempat time zone. Mereka langsung menunjukkan bakat dance di tempat itu. Setelah merasa puas mereka semua langsung bergegas ke tempat karaoke. Mereka langsung bernyanyi gila-gilaan di tempat karaoke. Permainan mereka di selingi canda dan tawa membuat hari ini terasa menyenangkan untuk mereka.Setelah merasa lelah, mereka langsung beristirahat di bangku panjang yang letaknya di depan tempat karaoke.
“Huft, capek banget gue. Tapi gue seneng banget hari ini.” Ucap Alvin.
“Setuju banget sob. Terus habis ini kita kemana nih.” Tanya Gabriel yang membuat yang lain berfikir.
“Habis ini kita belanja aja gimana. Shopping kak.” Usul Ify yang membuat para gadis yang lain mengangguk setuju sedangkan para pemuda tampan itu hanya memasang tampang cengo mendengar ucapan para gadis itu.
“Kenapa sih. Mukanya pada aneh gitu. ada yang salah emang ???” Tanya Shilla.
“Salah lah. Shopping kan emang hoby kalian. Sedangkan kita ??? masa di suruh shopping juga sih.” Jawab Rio yang langsung di sambut anggukan dari yang lain.
“Siapa yang suruh kalian ikut Shopping. Kita nggak nyuruh.” Ucap Sivia dan langsung membuat para pemuda tampan itu bernafas lega.
“Syukur deh kalau gitu.”
“Kalian itu nggak ikut shopping’nya, tapi kalian bantuin kita bawain barang-barangnya nanti.” Ucap Agni yang membuat keempat pria tampan itu kaget.
“APA !!!”
“Nggak nggak nggak, gue nggak mau, enak ajah, emangnya kita babu apa di suruh bawain barang-barang loe semua.” Ucap Alvin mewakili yang lain.
“Ought. Jadi kalian gak mau. Ok. Tapi jangan harap kita mau baikan sama kalian.” Ancam Ify.
“jangan dong beib, iya deh aku mau bawain barang-barang kamu.” Ucap Gabriel yang langsung membuat Ify tersenyum lebar.
“Gitu dong. Kalian gimana ??? Masih mau gak mau bawain barang-barang kita ???” Tanya Ify lagi.
“Iyadeh.” Jawab mereka pasrah.
“Yaudah, Ayo kita Shopping.” Ucap para gadis dan langsung menggandeng tangan para pemuda tampan itu supaya mau mengikuti dirinnya menuju ke tempat shopping.
SKIP !!!
“Huft, capek banget gue. Belanjaan kalian banyak banget sih.” Gerutu Alvin setelah mereka duduk di sebuah café Friendship yang ada di mall tersebut.
“Tahu nih. Pegel banget kaki gue.” Tambah Rio.
“Kalau gak ikhlash kenapa baru bilang ??? Kenapa gak dari tadi aja coba.” Ucap Sivia.
“Bener banget tuh kata Sivia. Itu salah kalian sendiri yang mau nurutin kemauan kita-kita.” Tambah Shilla seraya menyeruput es jeruknya.
“Cause, if we refuse ask you, we will get a problem.” Ucap Cakka sok inggris.
“Apa banget deh loe Cak, loe tuh ……….”
“Shilla.”
            Ucapan Gabriel terpotong karena mendengar suara seseorang yang berteriak memanggil nama sahabatnya. Secara gerakan spontan keenam para remaja itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru café. Dan pandangannya terhenti pada sesosok pemuda tampan yang mengenakan kemeja biru muda dan celana jeans’nya yang sedang berdiri di tempat yang tidak jauh dari meja yang sekarang mereka duduki.
            Kemudian, secara tiba-tiba Alvin menyenggol lengan Shilla dan mengedip ngedipkan matanya seperti memberi isyarat untuk gadis satu itu. Pastinya tanpa sepengetahuan yang lainnya. Dan sepertinya gadis itu sudah paham dengan apa yang di maksud oleh kakak seniornya itu. Dengan gerakan cepat Shilla melambai lambaikan tangannya kepada pemuda tampan yang tadi memanggil nama dirinnya.
            Dan pemuda tampan itupun langsung menghampiri meja Shilla. Sedangkan Rio hanya menyatukan alisnya tanda ia bingung terhadap pemuda di hadapannya. Setelah berada tepat di hadapan Shilla, pemuda itupun langsung tersenyum kepada Shilla dan tersenyum kepada yang lainnya. ‘Siapa sih nie cowok, SKSD banget sama Shilla.’ Pikir Rio. Sesungguhnya Rio takut jika pemuda di hadapannya mempunyai hubungan special dengan gadis yang ia sukai itu. Apalagi jika gadis yang ia sukai malah suka terhadap pemuda tampan di hadapannya. ‘Masih kerenan gue, masih gantengan gue. Jadi mana mungkin Shilla suka sama nie cowok.” Pikir Rio narsis.
“Hay semuanya. Sorry yah mengganggu.” Ucap pemuda tampan itu sopan.
“Gak kok kak. Duduk kak. Kakak kok bisa ada disini sih ???” Tanya Shilla seraya mempersilahkan duduk.
“Iyah nie Shill. Lagi nyari bola basket baru. Terus karena capek mampir ke sini deh. Tahunya ketemu sama kamu. Lagi pada ngumpul yah.”
“Iyah kak. Lagi pada kumpul. Tadi habis seru seruan bareng di time zone.”
“Ought. Gak papa dong, kalo kakak gabung disini ???”
“Ehem ehem.” Dehem yang lainnya menghentikan percakapan seru 2 orang itu.
“Eh sorry semuanya. Kenalin. Ini namanya Debo. Dia itu dulu kakak kelas gue waktu SMP.”
“Hay semuannya. Kenalin, nama gue Debo Andryos. Gue sekarang sekolah di SMA Mahakarya. Salam kenal yah semuanya.” Ucap Debo seraya menjulurkan tangannya kepada Gabriel yang pertama kali kemudian di lanjutkan ke Ify, Alvin, Sivia, Cakka, Agni. Pada saat dirinnya menjulurkan tangannya kearah Rio. Rio malah menatapnya dengan sinis. Membuat Debo menarik kembali tangannya.
“Gue Debo, loe siapa ???” Tanya Debo ramah.
“Gue Rio.” Jawab Rio singkat tanpa mengalihkan pandangannya kearah Debo.
“Hmmm, loe ketua Osis SMA Tunas Bangsa kan ???”
“Udah tahu ngapain nanya. Guys, gue ke toilet bentar yah.” Ucap Rio seraya pergi meninggalkan yang lainnya yang masih memasang ekspresi cengo melihat keanehan sahabatnya.
“Hahaha. Cemburu gila tuh anak. Bisa aja loe Deb. Loe berhasil bikin dia cemburu. Tuh Shill, loe lihat sendiri kan kalo si Rio itu gak suka banget sama Debo. Dan gue tau banget. dia pasti benci banget sama loe Deb. Hahaha.” Komentar Alvin pada saat Rio meninggalkan mejanya dengan alasan ingin ke toilet.
“Gue yang ngerasa gak enak nih sama dia. ntar dia beneran musuhin gue lagi. Loe sih Vin, punya ide gila kaya gini. Mana gue lagi yang jadi korbanya.” Sungut Debo.
“Tenang aja Sob, gue yakin banget kok. Dia itu benci sama loe karena Shilla doang. Setelah dia tahu semuanya, ntar juga ramah sama loe. sekali kali lah bantuin adik kelas loe yang merana itu. Dia itu pengin banget di tembak sama Rio.” Ucap Cakka yang langsung mendapat toyoran di kepalannya oleh Shilla.
“Apaan banget sih kak. Siapa juga yang mau di tembak sama dia.” Ngeles Shilla.
“Masa ??? Gak mau beneran nih ???” Goda Agni.
“Apaan sih loe semua. Udah diem. Ntar kalo ada kak Rio bisa repot tau. Kak Debo, maaf yah. Kita libatin kakak.” Ucap Shilla.
“Iyah Shill, tenang ajah. gue rela kok bantuin loe. dulu, loe juga pernah bantuin gue kan.”
“Iyah kak. Makasih.”
            Ternyata, ide Alvin sewaktu mereka masih berada di kantin Sekolah mereka adalah membuat Rio cemburu kepada pria yang dekat dengan Shilla. Yaitu dengan meminta tolong kepada Debo. Teman satu angkatan Alvin sewaktu Alvin masih berada di club basket Praja Muda dan teman satu komplek Cakka dan Gabriel sewaktu Debo masih tinggal di komplek perumahan Cakka dan Gabriel. Dan juga Debo adalah kakak kelas Shilla waktu mereka masih berada di SMP Cilencia
            Dan dengan kedatangan Debo. Mereka ingin membuktikan apakah Rio itu benar-benar mencintai Shilla atau tidak. Mereka akan membuktikan itu semua melalui kedekatan Shilla dan Debo yang akan di mulai besok pagi. Dan mereka ingin Rio mempercayai ucapannya bahwa Debo itu suka terhadap Shilla. Dan Debo akan berusaha supaya Debo bisa mendapatkan Shilla.
SKIP !!!
            Malam Harinya. Di sebuah kamar yang cukup luas, terdapat seorang pemuda tampan yang sedang memegang sebuah buku di meja belajarnya. Tetapi sedari tadi, dirinnya hanya mendesah pelan dan hanya menggerutu kesal setelah kejadian di café sore tadi. Pikirannya tertuju pada pemuda yang mengenal Shilla dengan baik. Dan sepertinya Shilla juga menyukai kedatangan pemuda itu.
“Haduhhh, bisa gila gue. Tuh cowok siapa sih. Mana deket banget sama Shilla lagi. Jangan-jangan dia mantan Shilla lagi. Tapi gak mungkin ah. Shilla kan bilangnya kalau dia itu Cuma kakak kelasnya waktu SMP. Tapi kalau emang mereka punya hubungan gimana. Gak. Gak mungkin Shilla suka sama tuh cowok. Shilla kan sukanya sama gue, iya gue yakin banget kalau Shilla itu suka sama gue, sebelum ada tuh cowok juga Shilla kelihatan seneng banget ada di dekat gue. Iyah, gue yakin banget.” Ucap Rio PD.
“Tapi kalau misalkan Shilla juga suka sama tuh cowok gimana yah. Gue gimana ??? gak. Gue gak akan ngijinin Shilla jadian sama tuh cowok. Gue harus bisa bikin Shilla jauh dari tuh cowok, dan gue harus bikin Shilla suka sama gue lagi dan deket sama gue lagi. Gue gak rela kalau dia itu jadian sama tuh cowok. Lagian tuh cowok siapa sih. Berani-beraninya dateng tanpa di undang. Mana di saat seperti ini lagi.” Sungut Rio lagi.
            Pemuda tampan itu terus menerus memikirkan kejadian yang baru saja dialaminya sore tadi. Pikirannya berkecamuk. Antara sedih, takut dan merasa tersaingi. Dirinnya sangat takut jika gadis yang di sukainya itu malah menyukai pemuda itu, dan dirinnya merasa tersaingi karena kehadiran pemuda itu.
            Dengan gerakan cepat, dirinnya langsung beranjak dari tempat belajarnya itu dan langsung mengambil handphone’nya dan langsung mencari nama gadis yang di sukainya itu di dalam kontak handphone’nya. Dengan gerakan cepat dirinnya langsung menekan tombol berwarna hijau di handphone’nya.
            Dilain tempat. Seorang gadis sedang membaca buku kimiannya seraya mengerjakan soal yang diberikan oleh sang guru killer yang mengajar kelasnya. Beberapa saat kemudian, terdengar suara marcell yang menyanyikan lagu takkan terganti di handphone’nya tanda ada panggilan yang masuk.
‘RIO MY PRINCE’ Calling ………..
“Kak Rio ??? Tumben banget telepon gue. Ada apaan yah.” Gumam Shilla dan langsung menekan tombol hijau di handphone’nya.
“Halo kak Rio.” Sapanya kepada orang yang menelopon dirinya.
“Halo Shill. Mmm, loe lagi ngapain.” Tanya seorang pemuda tampan itu sedikit terdengar gugup saat berbicara dengannya di handphone’nya itu.
“Lagi belajar Kimia kak. Kenapa ??? Ada hal penting kak ???” Tanya Shilla heran.
“Mmm, gue, gue Cuma mau nanya sih sebenernya, boleh nggak ???”
“Boleh kak. Tanya apa. Tumben minta persetujuan dulu, biasanya langsung nyerocos ajah.”
“Mmm, gituh yah. Hehehe J. Gue Cuma mau nanya. Cowok tadi itu cowo loe bukan sih.”
‘ought, nanyain kak Debo toh. Berarti rencananya kak Alvin berhasil dong, kak Rio ngira dia itu cowok gue, tapi gue mesti jawab apa yah. Masa iya bilang kalo kak Debo cowok gue. Gimana yah. Adduhh bingung sendiri jawabnya gimana.’ Pikir Shilla seraya mondar mandir di kamar tidurnya.
“Shill, kok malah bengong sih. Di jawab dong pertanyaan gue.” Ucap Rio setelah mengetahui bahwa gadis yang kini sedang berbicara dengannya tiba-tiba diam seketika.
“Eh, iya kak. Hmm, kak Debo bukan cowok gue kok. Cuma, dulu gue sempet suka gitu sama dia. gatau sekarang masih suka apa nggak. Tapi setelah lihat kak Debo tadi. Tiba-tiba aja gue ngerasa suka lagi sama dia. mungkin karena udah lama nggak ketemu kali yah, jadi kangen mungkin.” Terang Shilla yang membuat Rio panas.
“Ought gitu yah. Yaudah deh, Hmm, besok mau berangkat bareng gue nggak.” Tawar Rio yang berusaha mengalihkan pembicaraan supaya lawan bicaranya tidak membahas cowok yang baru saja hadir tanpa di undang di antara mereka berdua.
“Maaf kak. Tapi, kak debo udah nawarin duluan tadi.”
“Ought gitu yah. Tapi sekolah kita sama sekolah dia kan gak searah Shill. Masa loe mau ngerepotin dia sih, mending loe berangkat bareng gue ajah Shill. Kan searah.” Ucapan Rio ini membuat Shilla mau tak mau tertawa ringan di kamarnya. Entah mengapa perasaan senang menyelimuti dirinya saat mendengar ucapan pangeran hatinya itu. Tandanya, pemuda tampan itu masih care dengannya.
“Hmmm, kak Debo nggak keberatan kok kak. Gue juga gak bisa menolak tawaran kak Debo juga kak. Ini kesempatan langka soalnya. Udah lama juga gue gak berduaan sama dia sejak dia lulus SMP dulu. Gue kan kangen moment penting seperti ini.” Ucap Shilla dengan nada di buat-buat supaya lawan jenisnya bisa percaya dengan apa yang diucapkan dirinnya.
“Ought gituh. Yaudah deh, udah dulu yah. Gue mau belajar lagi soalnya. Bye Shill. Met malem.” Ucap Rio mengakhiri pembicaraannya, dan langsung memutuskan hubungan telepon mereka tanpa memberikan kesempatan kepada Shilla untuk membalas ucapannya.
“Aneh banget kak Rio. Apa bener yah dia cemburu. Gatau deh. Tapi gue berharap sih bener. Gue pengin banget bikin dia cemburu. Tapi kalo nyatanya kak Rio gak ngelakuan apa-apa supaya gue jauh dari kak Debi gimana yah. Itu kan tandanya dia gak mencintai gue.” Ucap Shilla setelah merebahkan tubuhnya di kasur kesayanganya itu.
            Sedangkan pemuda tampan di tempat lain hanya menggerutu kesal mendengar ucapan gadis cantik di seberang sana. Mengapa dia lebih memilih berangkat bareng dengan pemuda yang baru saja hadir tanpa di undang itu daripada menerima ajakannya itu. Pemuda ini benar-benar kesal dengan gadis itu. Tetapi dia lebih kesal dengan pemuda yang baru saja hadir  yang telah membuat gadis cantik itu lebih memilihnya dari pada dengan pemuda tampan ini.
SKIP !!!
            Keesokan harinya. Terlihat siswa siswi yang sedang berkumpul di depan madding sekolah mereka. Mereka hanya tidak ingin melewatkan berita baru yang mungkin saja baru di post oleh anak madding. Dan mereka seketika itu mengalihkan pandangannya pada pemuda tampan dan seorang gadis yang baru saja memasuki halaman sekolahnya. Sepertinya sang pemuda tampan itu bukan salah satu siswa SMA Tunas Bangsa. Terlihat dari seragam yang dipakai oleh dirinya. Terlihat mencolok sekali dengan seragam siswa siswi SMA Tunas Bangsa.
            Setelah seorang gadis yang berada di boncengannya turun dari motornya. Pemuda tampan itu langsung membuka helm fullface’nya yang langsung menyebabkan semua siswi yang berada di area itu langsung berteriak histeris. Pangeran tampan yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka dengan menggunakan motor ninja berwarna putih dan menggunakan helm fullface’nya itu membuat seluruh kaum hawa yang melihatnya menjadi tersepona dengannya.
            Sedangkan gadis yang baru saja turun dari motor pemuda tampan itu hanya menunduk takut melihat sikap para teman-temannya dan seniornya yang berteriak histeris melihat pemuda yang tadi mengantarnya. Dengan gerakan cepat, gadis ini menyuruh pemuda tampan itu untuk bergegas meninggalkan sekolahnya dan menyuruhnya untuk pergi menuju ke sekolahnya.
“Kak, mending kakak berangkat sekarang deh. Keburu mereka semua bikin sekolah ini jadi pasar dadakan. Gue juga gak mau disangka jadi provokator disini.” Ucap sang gadis yang membuat pemuda tampan itu mengangguk mengerti.
“Yaudah deh, kakak berangkat duluan yah. Ntar pulang sekolah kakak jemput lagi. Ok.” Ucap Pemuda tampan itu seraya meninggalkan SMA Tunas Bangsa dan langsung terdengat desahan kecewa dari para kaum hawa yang melihat pangeran tampan itu pergi tanpa bisa berkenalan dengannya secara langsung.
“Yahhh. Kok pergi sih. Gue kan belum kenalan sama dia. udah pergi ajah anaknya.” Komentar salah satu kaum hawa yang melihat kejadian tadi.
“Iyah bener banget, mana dia cakep banget lagi. Keren banget pula. Beruntung banget sih si Shilla bisa di boncengan gitu sama dia. gue juga pengin.” Tambah kaum hawa yang lain.
            Mendengar komentar para seniornya itu, Shilla langsung bergegas masuk ke dalam sekolahnya secara terburu buru, karena dirinnya tidak ingin menjadi santapan pertanyaan mereka mengenai pemuda yang baru saja mengantarnya itu. Tepat di depan ruang osis, dirinnya berhenti dan melangkah menuju ke tempat sahabatnya yang berdiri tidak jauh dari ruang osis tersebut. sahabat-sahabatnya sedang duduk di bangku panjang yang letaknya tidak jauh dari ruang osis.
“Ciyeeee, yang habis di anterin sama prince.” Goda Ify yang membuat Shilla salting.
“Apa banget deh Fy, dia bukan prince gue kok. Kalian tadi lihat ???” Tanya Shilla seraya melirik pemuda tampan yang sibuk dengan handphone’nya tanpa melirik ke arahnya sedikitpun.
“Lihat dong. Mesra banget lagi pas boncengan tadi. Berasa kaya cerita Cinderella yang lagi di anterin sama pangerannya tahu nggak.” Jawab Agni dengan antusias.
“Iyah Shill mesra banget. loe udah akrab ajah sama si Debo. Jangan-jangan udah jadian lagi.” Ucap Alvin yang membuat yang lain tertawa secara bersamaan.
“Iyah bener banget tuh. Kalo jadian bilang bilang dong Shill.” Ucap Gabriel seraya melirik sahabatnya yang berada di sebelahnya yang masih sibuk dengan ponselnya.
“Apaan deh kak. Gue belum jadian kok sama kak Debo. Ngarang banget.”
“Belum Shill. Berarti nanti bakalan jadian. Ciyeeee.” Goda cakka lagi yang membuat sahabatnya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya langsung berdiri.
“Sorry guys. Gue mesti ketemu sama Pak Danil buat bicarain rapat osis nanti. Gue duluan yah. Bye semuanya.” Ucap Rio langsung ngacir tanpa memberi kesempatan kepada semuanya untuk menjawab pertanyaanya itu.
“Ciyaaaa. Cemburu tuh anak. Hahaha.”
“Kasihan tahu kak. Ntar kalau kak Rio beneran marah sama gue gimana ???” Ucap Shilla khawatir.
“Udah loe tenang ajah. gue jamin kalau Rio Cuma cemburu, dan dia gak mungkin benci sama loe.” Ucap Alvin yang membuat lainnya mengangguk setuju
            Sedangkan di tempat lain. Seorang pemuda asyik berjalan melewati beberapa siswa siswi SMA Tunas Bangsa yang sedang asyik bergosip ria membicarakan pemuda tampan yang tadi mengenakan seragam yang berbeda dengan mereka dan yang tadi mengantar murid baru yang baru saja singgah di SMA Tunas Bangsa beberapa bulan ini.
‘Apa banget dah tuh cewe, ngebicarain orang seenak jidat, mana bilang kalau tuh cowok pacaran lagi sama Shilla. Mereka itu gak pacaran, mereka Cuma temenan, layaknya junior ke senior. Dasar cewek tukang gossip, gitu aja di bicarain.’ Batin seorang pemuda seraya berjalan melewati mereka dengan sikap acuh tak acuh.
            Pemuda tampan itu pun kembali melanjutkan perjalannya dan menghiraukan komentar komentar para gadis yang sedang membicarakan pemuda yang tadi mengantar gadisnya itu. Kemudian dirinya langsung masuk ke dalam ruang guru dan langsung mencari Pak Danil selaku sebagai Pembina Osis SMA Tunas Bangsa.
“Permisi pak.” Sapa Rio sopan setelah menemukan meja Pak Danil.
“Iya Rio. Bapak sudah menunggu kamu sedari tadi. Kamu umumkan aja dulu sama seluruh anggota osis supaya berkumpul di ruang serba guna sekarang. Surat dispensasi sudah bapak sebar ke kelas kalian masing-masing, sekarang kamu tinggal mengumumkan supaya anggota osis berkumpul di ruang serba guna sekarang.” Terang pak Danil.
“Iya pak, permisi pak.” Ucap Rio sopan seraya berjalan menuju ke tempat bar untuk mengumumkan apa yang di sampaikan pak Danil tadi.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
‘Mohon maaf kepada bapak dan ibu guru yang sedang mengajar. Kepada seluruh anggota osis SMA Tunas Bangsa untuk segera berkumpul di ruang Serbaguna sekarang karena ada hal penting yang ingin kami bicarakan. Sekali lagi diberitahukan kepada seluruh anggota Osis SMA Tunas Bangsa untuk segera berkumpul di ruang serbaguna sekarang. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.’
            Terdengar suara ketua osis SMA Tunas Bangsa yang berasal dari speaker sekolah yang memberitahukan bahwa anggota osis diwajibkan untuk berkumpul di ruang osis sekarang juga. Otomatis, seluruh anggota osis langsung beranjak dari kelasnya masing-masing setelah sebelumnya meminta izin kepada guru yang sedang mengajar.
“Tumben banget si Rio gak bilang kita dulu kalau mau kumpul jam ini.” Komentar Alvin setelah dirinnya dan kedua sahabatnya keluar dari ruang kelasnya.
“Tahu, mana dadakan banget lagi. Bukannya berita yang kita terima itu rapat osis’nya pulang sekolah ??? Kok jam segini udah di suruh kumpul sih.” Tambah Cakka yang juga heran.
“Udah lah, Cuma Rio yang bisa jawab semuanya. Buruan, udah di tungguin tuh.” Ucap Gabriel seraya menarik tangan kedua sahabatnya menuju ke ruang serbaguna.
            Di ruang serbaguna sudah berkumpul seluruh anggota osis SMA Tunas Bangsa. Mereka tinggal menunggu ketua osis SMA Tunas bangsa dan Pembina Osis’nya yang belum datang. Beberapa saat kemudian, terlihat Pak Danil dan seorang pemuda tampan yang memasuki ruang serbaguna dengan membawa laptop dan beberapa berkas lainnya.
“Sorry guys. Kita rapat disini karena tidak memungkinkan kita rapat di ruang osis. Karena ada hal penting yang akan disampaikan oleh pak Danil.” Ucap Rio seraya menyalakan laptopnya.
“Oke semuanya. Bapak akan menyampaikan sesuatu yang sangat penting menurut bapak. Mengingat acara ulang tahun SMA Tunas Bangsa yang sebentar lagi akan terjadi, maka kita harus menyiapkan acara untuk merayakan ulang tahun sekolah kita. Apa ada yang punya ide bagus untuk acara apa yang akan dilaksanakan untuk merayakan ulang tahun sekolah tersebut, silahkan berdiri dan menyampaikan pendapat kalian masing-masing.” Terang Pak Danil yang membuat anggota osis lainnya mengangguk mengerti dan langsung berfikir.
“Mmm, acara yang paling bagus untuk acara sekolah sih menurut saya itu membuat suatu konser dan mendatangkan band-band sekolah tetangga pak. Itu lebih baik menurut saya. Jadi, acaranya akan semeriah mungkin. Kita juga bisa bikin acara romantis pas di konser tersebut pak. Misalya pesta topeng.” Ucap Gabriel menerangkan mengingat dirinnya sebagai wakil ketua osis.
“Pesta topeng menurut saya itu sangat formal sekali. Kita bikin acara yang gak terlalu formal ajah. misalnya kaya pesta-pesta biasanya. Jadi, konser yang di buat itu juga gak terlalu formal. Acarannya menurut saya paling bagus itu di bikin santai pak.” Tambah Lintar mengutarakan pendapatnya selaku sebagai sekretaris osis pria.
“Di bikin santai tapi meriah. Gimana kalau kita bikin acara promnight ajah. selain acaranya juga meriah, tapi santai juga kan. Dan gak terlalu formal juga. Di acara promnight nanti kita bisa selingin acaranya sama ngadain konser kecil-kecilan buat ngerayain ulang tahun sekolah kita. Jadi bukan Cuma band tetangga aja yang tampil, tapi dari kita sendiri juga bisa ngasih prom’nya.” Usul Rio yang langsung disambut dengan anggukan oleh anggota osis yang lainnya.
“Ide bagus. Ide yang kalian sampaikan tadi memang sangat cemerlang.  Sepertinya itu acara paling bagus buat ngerayain ulang tahun sekolah kita. Dan buat yang lain yang masih mau memberikan pendapatnya silahkan saja.” Ucap Pak Danil.
“Pak, gimana kalau acara prom night’nya harus berpasangan pak. Semuanya harus punya pasangan masing-masing jika ingin menghadiri acara promnight tersebut pak. Karena gak memungkinkan semuanya dapat pasangan, gimana kalau semuanya boleh mengajak siswa lain dari luar sekolah kita pak. Jadi, yang merayakan acara ulang tahun bukan Cuma anggota SMA Tunas Bangsa tapi juga SMA lain.” Ucap Dea sebagai bendahara Osis.
“Betul banget pak. Dan supaya tidak ada orang lain atau yang tidak kita kenal memasuki acara tersebut secara sembarangan. Gimana kalau kita membuat undangan khusus. Setiap siswa harus membawa undangan tersebut. dan jika ada yang ingin mengajak siswa lain dari sekolah lain mereka harus minta ke kita secara langsung dan dengan menyebutkan secara detail pasangannya nanti.” Tambah Alvin
“Iyah iyah, ide kalian cemerlang. Oke semuanya, jadi kita akan mengadakan konser sekaligus acara prom night yah. Tempat dan tanggal menyusul. Kalian persiapkan dulu ajah yang harus kalian persiapkan. Besok kita berkumpul lagi di ruang serbaguna. Inget, jam setengah 7 rapat mulai. Jangan ada yang telat, karena besok ada beberapa guru yang ikut dan juga ada kepala sekolah yang akan menghadiri acara rapat besok pagi. Mengerti !!!.” Terang Pak Danil mengakhiri rapat osis itu.
“Mengerti pak.”
“Ya sudah, sekarang kalian boleh masuk kelas masing-masing. Terima kasih buat kehadiran kalian. Dan jangan lupa sama besok pagi.”
“Baik pak, kami permisi dulu.”
            Seluruh anggota osis’pun langsung membubarkan diri dan langsung beranjak keluar dari ruang serbaguna dan menuju ke kelas masing-masing.
“Kenapa Bro, galau gituh.” Ucap Cakka seraya berjalan menuju ke XI IPA 2.
“Gimana gue gak galau coba, gara-gara usul loe semua yang harus berpasangan pas acara promnight nanti dan boleh membawa pasangan dari sekolah lain gue jadi galau.” Ucap Rio.
“Kenapa ??? Bukannya itu ide bagus, jadi semuannya kan bisa berpasangan.” Ucap Cakka yang langsung di angguki oleh kedua sahabatnya yang lain.
“Berpasangan mata loe belo. Loe tahu nggak, ntar kalau Shilla ngajak si Debo gimana. Gue mesti sama siapa datangnya ???” Tanya Rio yang membuat yang lain terkikik geli. “Sialan loe, bukannya bantuin gue malah ngetawain.” Gerutu Rio.
“Hahaha. Ya loe cari yang lain lah. cewe bukan Cuma Shilla doang kali Bro. kecuali kalau loe emang cinta mati sama Shilla.” Ucap Alvin.
“Heh, menurut loe ???” Ucap Rio sebal seraya memasuki kelasnya terlebih dahulu diikuti oleh ketiga sahabatnya yang masih terkikik geli.
SKIP !!!
            Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring. Semua siswa-siswi SMA Tunas Bangsa berhamburan keluar kelas dan menuju ke gerbang sekolah. Ada juga yang menuju ke tempat parkir, baik mobil maupun motor. Siang ini cuaca sangat panas. Menyebabkan seluruh siswa siswi SMA Tunas Bangsa enggan melakukan aktifitas di siang panas seperti itu. Kebanyakan dari mereka memilih untuk kembali ke istananya masing-masing dan memilih untuk pergi ke langit ke tujuh di dalam mimpi.
            Berbeda dengan seorang gadis yang berdiri di halte sekolah. Dia sepertinya sedang menunggu seseorang yang ingin mengantarkan dirinya pulang. Tetapi sedari tadi, tidak ada satupun kendaraan yang melewati dirinya dan berhenti di hadapannya.
            Beberapa saat kemudian. Ninja merah telah berada di hadapan seorang gadis tersebut. sang gadis pun tahu siapa yang datang, dengan ekspresi ramah, gadis ini menyapa pemilik ninja merah tersebut.
“Hay Shill, sendirian ???” Tanya sang pemilik ninja merah.
“Menurut kakak ??? kalo kakak bisa melihat dengan sempurna pasti kakak tahu jawabanya.” Jawab sang gadis dengan nada sekenanya seraya mengedarkan pandangannya ke penjuru sekolah.
“Yaelah Shill, kan Cuma basa basi. Loe mau pulang nggak ??? Bareng gue yuk.” Ajaknya.
“Mmm, maaf kak Rio. Gue lagi nungguin kak Debo. Hari ini dia janji mau jemput soalnya. Sekalian mau jalan-jalan bentar.”
“Yahh, kok gitu sih, masa loe nggak nerima tawaran gue sih Shill. Gue kan udah bela belain kesini dulu sebelum pulang.” Ujar Rio dengan nada memelas.
“Kak Rio denger gak sih. Tadi kan gue udah bilang kalau gue mau pulang sama kak Debo. Bukanya mau nolak atau gimana. Tapi gue udah janji kemarin mau pulang sama dia hari ini. Lagian gue juga nggak minta kak Rio buat kesini kan.” Jawab Shilla dengan nada sinis.
            Lagi lagi Rio tersentak mendengar penuturan gadis cantik di hadapannya ini. Dia nggak menyangka gadis yang amat sangat dicintainya ini akan berkata seperti itu. Kalau gadis ini menolak dengan nada yang halus mungkin saja pemuda ini mampu menerimanya walaupun hatinya pasti akan sakit sekali. Tapi gadis di hadapanya ini dengan sangat mudah menolak tawaranya dan dengan nada sinis.
            Shilla juga tidak menyangka, dirinya akan tega berkata seperti itu kepada pemuda tampan itu di hadapanya. Dirinya tidak menyangka akan mengeluarkan kata kata sakral seperti itu yang pasti akan sangat menyakiti pemuda tampan di hadapanya. Dirinya ingin sekali meminta maaf terhadap seniornya itu, tetapi mengingat rencana dirinya dengan Alvin maka dirinya sudah bertekad untuk tidak mengeluarkan kata maaf sekarang. Biarlah pemuda di hadapanya membencinya untuk sekarang.
“Oh gituh yah. Yaudah deh. Maaf mengganggu. Gue duluan.” Ujar Rio seraya mengegas motornya dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
“Maafin Shilla kak. Shilla gak bermaksud buat nyakitin kakak. Shilla Cuma pengin buktiin apa kakak bener bener sayang sama Shilla apa nggak. Maaf.” Gumam Shilla miris.
            Beberapa menit kemudian terdengar klakson mobil dari arah gerbang sekolah. Dan semakin dekat dengan gadis cantik yang tadi berdiri di koridor. Setelah sang pria-pemilik mobil mempersilahkan Shilla masuk ke dalam mobil. Pria itupun langsung menjalankan mobilnya untuk mengantar gadis cantik itu pulang. Di perjalanan.
“Shill, kita mau langsung pulang kan ???” Tanya sang pria.
“Mmm, iya kak. Maaf yah udah ngerepotin. Maaf juga udah ngelibatin kakak. Aku juga gak tahu lagi mesti minta bantuan sama siapa lagi. Maaf yah.” Ujar Shilla tulus.
“Santai aja Shill. Gue gak masalah kok. Gue malah seneng bisa bantuin loe. asal cowo loe itu gak bener bener marah sama gue dan berbuat criminal sama gue. Hahaha.” Canda Debo mencairkan suasana.
“Kak Debo bisa ajah. kak Rio tuh bukan cowo Shilla. Terus kak Rio juga bukan preman, ngapain juga kak Rio bertindak criminal sama kak debo. Gak ada guna banget deh.”
“Iya sih Shill. Kan gue Cuma bilang Shill.”
“Iya kak. Kakak tenang ajah. kak Rio gak bakal berbuat jahat kok sama kak Debo. Apalagi Cuma masalah ini.” Ujar Shilla. “Ought gituh. Syukur deh.”
            Setelah sampai di rumah megah dan mewah. Shilla turun dan langsung berterima kasih kepada senior masa lalunya itu. Kemudian dirinya masuk dengan perasaan yang tak menentu.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
            Sedangkan di tempat lain. Tepatnya di sebuah kamar. Seorang pemuda sedang gelisah memikirkan apa yang dibicarakan oleh gadis yang amat sangat dicintainya tadi. Pemuda ini tidak menyangka dengan ucapan yang keluar dari bibir manis sang gadis.
“Arrrggghhhh, kenapa sih Shill. Loe selalu menghantui gue terus. Apa maksudnya loe ngomong gitu sih Shill. Apa bener loe gak suka sama gue. Tapi kenapa Shill ??? Bukanya selama ini loe udah nunjukkin kalau loe itu suka sama gue. Bahkan bokap nyokap kita masing-masing udah setuju dan sangat merestui hubungan kita, tapi kenapa endingnya loe malah kaya gini ??? Kalo loe emang gak suka sama gue. Harusnya loe gak usah ngasih harapan sama gue. Kenapa Shill ???” Ucap seorang pria, Rio.
“Apa loe udah jadian sama Debo. Apa loe sama dia emang saling mencintai Shill. Gue nggak sanggup kalo loe mesti sama Debo. Kenapa harus Debo sih Shill. Kenapa loe gak milih gue aja ???” Lanjutnya.
“Ok, Shill. Kalau ini emang mau loe. gue bakal menjauhi loe. kalo loe emang bahagia sama Debo gue terima Shill. Gue bakalan terima kalo kenyataanya Debo bisa jadi yang terbaik buat loe. gue terima Shill. Mulai besok gue akan berusaha ngejauhin loe Shill. Semoga loe bahagia sama Debo.”
            Gara-gara capek memikirkan masalahnya dengan sang gadis, pria tampan ini pun akhirnya tertidur dan berusaha untuk menghilangkan penat dan rasa lelah yang menyelimuti dirinya. Berharap dengan tertidur masalahnya akan hilang dan terbang terbawa angin. Dan esoknya jika dirinya bangun akan menemukan semangat baru untuk menjalani hari baru.
SKIP !!!
            Keesokan harinya. Keempat pemuda tampan datang dengan menggunakan motor ninjanya secara beriringan. Dan lagi lagi perbuatan yang mereka lakukan membuat seluruh siswa SMA Tunas Bangsa heboh dan tersepona serta berteriak histeris melihat kedatangan 4 pemuda tampan itu. Setelah 4 pemuda tampan ini berhasil memarkirkan kendaraan pribadinya dengan mulus, mereka langsung berjalan memasuki pekarangan sekolahnya.
            Tiba-tiba langkah pemuda tampan itu berhenti setelah melihat pemandangan yang kurang indah. Di depan gerbang sekolah tercintaanya ada sepasang muda mudi yang sedang bercengkrama seraya bercanda dan diselingi tawa oleh keduanya. Salah satu dari keempat pemuda tampan itu langsung merasakan panas di hatinya. Pemuda ini tidak kuat melihat sepasang kaum adam dan hawa yang kelihatan sekali seperti pasangan yang sangat serasi.
            Terlihat Shilla dan Debo yang sedang bercengkrama di depan gerbang sekolah. Debo yang masih duduk di atas motor ninjanya dan Shilla yang berdiri di samping Debo seraya senyum senyum dan ketawa melihat Debo. Mereka asyik bercengkrama tanpa memperdulikan orang orang sekitarnya. Bahkan mereka tidak sadar jika ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan membunuh.
“Bro, loe gak papa ???” Tanya sahabatnya yang melihat ekspresi dirinya. Cakka.
“Gak papa kok. Gue masuk duluan yah.” Jawab pemuda hitam manis itu masih dengan nada tenang. Rio.
“Tunggu bro, bukanya kita ada rapat yah pagi ini, jadi bareng ajah. yuk.” Usul pemuda hitam manis yang masih asyik dengan ponselnya. Gabriel.
“Yaudah lah, gak usah di masukkin ke dalam memory loe kejadian pagi ini, buang ajah. yuk guys, pak Danil pasti udah nungguin tuh.” Ajak pemuda seperti orang korea. Alvin.
            Kemudian mereka berjalan cepat menuju ke ruang osis. Tetapi pemuda hitam manis yang notabene sebagai ketua osis SMA Tunas Bangsa masih terus memikirkan kejadian yang kurang enak untuk dilihat di pagi hari ini. Sebelum pemuda tampan ini memasuki pekarangan sekolahnya, pemuda ini menyempatkan melirik sepasang kaum muda mudi yang masih betah berdiri di depan gerbang sekolahnya itu. Kemudian dirinya bergegas memasuki loby sekolah dengan perasaan tidak menentu.
(“Mereka tuh ada hubungan apa sih sebenernya. Seenaknya ajah mereka bercanda di depan gerbang sekolah, mereka pikir tuh tempat punya nenek moyangnya apah. Inget Rio. Loe udah janji bakal ngelupain Shilla kan, jadi loe mesti berusaha Rio. Hapus Shilla dalam memory loe. buang jauh jauh namanya, dia ituh gak suka sama loe, jadi ngapain loe masih betah nyimpen namanya di otak loe.” Batin Rio seraya memasuki sekolahnya.)
“Yo, elah. Loe lama amat sih jalannya. Kaya cewe ajah. buruan, pak Danil udah nyariin loe dari tadi.” Ucap Gabriel seraya menarik tangan Rio dan menyeretnya menuju ruang osis.
“Iya iya, sabar napa sih yel. Gak usah di seret seret tangan gue.” Ujar Rio berusaha melepaskan cekalanya dari tangan Gabriel yang menyeretnya dengan tarikan yang lumayan keras.
“Supaya kita cepet sampai ke ruang osis. Loe gatau apa, kalo dari tadi pak Danil itu nyariin loe. malah loe seenaknya aja jalannya. Kaya siput kurang gizy loe. masih pagi juga. Udah lemes gituh.” Cerocos Gabriel yang masih menyeret sahabatnya menuju ke ruang osis.
“bawel banget sih loe jadi cowok.”
“Bodo.”
            Kemudian mereka memasuki ruang osis dan ternyata para anggota osis sudah berkumpul dan duduk manis di kursinya masing-masing. Sepertinya Cuma pemuda hitam manis ini yang belum duduk di kursinya. Pantas saja Pembina osis mencarinya. Ternyata Cuma dia yang gak kelihatan di ruangan. Para guru juga banyak yang datang. Termasuk kepala sekolahnya.
YYYYYYYYYYYYYYYYY
            Sementara anggota osis sibuk membicarakan masalah acara ulang tahun sekolah. Murid murid yang lainnya malah enak-enakkan bersantai Ria. Karena para guru banyak yang mengikuti acara rapat osis pagi ini. Jadi, jam pertama dan kedua di kosongkan. Beberapa dari mereka memilih pergi ke perpustakaan dan yang paling banyak ke kantin.
            Seperti keempat gadis cantik yang sudah stand by di bangku favoritnya di kantin sekolah. Yaitu bangku paling pojok yang sebelahnya ada jendela yang menghubungkan dengan pemandangan luar sekolahnya yang sangat menyejukkan.
“Shill, loe udah jadian yah sama kak Debo.” Tanya Sivia yang membuat Shilla mengernyit.
“Kenapa loe Tanya gitu Vi. Gue gak jadian kok sama kak Debo. Loe semua kan tahu kalo gue deket sama kak Debo karena pengin buat kak Rio jealous.” Jawab Shilla
“Tapi cara loe udah kelewatan Shill. Bukanya loe udah tahu kalo kak Rio ituh suka sama loe dan sayang sama loe. loe tahu nggak sih, rencana loe sama kak Alvin ini bisa bikin kak Rio ngejauhin loe.” Ucap Agni yang diangguki oleh kedua sahabatnya.
“Jangan dong. Masa loe ngedoain gituh sih Ag. Kata kak Alvin, gue belum boleh nyudahin permainan ini. Sampai acara promnight nanti.” Ujar Shilla yang membuat ketiga sahabatnya melotot kaget.
“Promnight ???” Tanya ketiga gadis cantik secara serempak.
“Iya promnight. Emang kenapa sih ??? Ada yang salah emang ???” Tanya Shilla balik.
“Kok gue gak tahu kalo mau ada promnight. Kak Gabriel rese banget ih. Masa gue gak di kasih tahu.” Gerutu Ify.
“Sama. Loe fikir loe aja apa yang nggak di kasih tahu. masa Shilla di kasih tahu gue nggak. Rese banget emang kak Alvin. Awas aja nanti.” Tambah Sivia yang menyetujui ucapan Ify.
“Selow aja guys. Gue juga tahunya pas tadi malem. Kak Alvin ngasih taunya juga gak sengaja. Gue kan Tanya kapan permainan gue sama kak Debo berakhir. Dan kak Alvin bilang kalau gue boleh mengakhiri semuanya habis acara promnight selesai. Terus gue Tanya lebih lanjut deh.” Terang Shilla yang membuat sahabatnya mengangguk mengerti.
“Oh gituh. Tapi jangan salahin kita kalau kak Rio beneran benci sama loe yah Shill. Dan lebih memilih buat ngejauhin loe karena dia fikir loe ituh udah jadian sama kak Debo dan loe udah bahagia sama kak Debo.” Terang Ify yang membuat Shilla membenarkan ucapan Ify.
(“Semoga ajah gak kaya gitu kenyataanya. Gue gak pengin kalau kak Rio bakal benci sama gue. Percuma dong kepura puraan gue selama ini. Gue kan pengin bikin dia jealous doang, bukan nyuruh kak Rio benci sama gue apalagi bakal ngejauhin gue.” Batin Shilla.)
SKIP !!!
            Bel pulang sekolah berbunyi nyaring membuat seluruh siswa siswi SMA Tunas Bangsa bersorak gembira. Mereka bergegas keluar dari sekolah tercinta mereka. Sedangkan keempat para gadis masih setia berada di dalam kelas mereka.
“Guys, kita ke kelas kak Rio, kak Alvin, kak Gabriel sama kak Cakka yuk. Sekalian ngajak jalan bareng gituh.” Usul Ify yang langsung di respon dengan anggukan oleh Agni dan Sivia.
“Boleh banget tuh Fy. Shill, Vi, loe pasti setuju kan ???” Tanya Agni pada kedua sahabatnya.
“Gue sich oke oke ajah. gimana sama loe Shill ???” Tanya Sivia. Sedangkan sang empu yang di Tanya hanya mengangkat bahu tanda ia tak tahu apa jawaban yang paling tepat. Mendapat respon seperti itu, ketiga sahabatnya hanya mengernyit tanda mereka bingung dengan jawaban Shilla.
“Mau gak mau, loe harus mau Shill. Buruan !!! tadi gue udah sms kak Cakka. Katanya kak Cakka sama yang lainnya ada di loby sekarang. Dan kita di suruh kesituh sekarang. Udah ayo.” Ajak Agni dan langsung menarik tangan ketiga sahabatnya seraya bergegas keluar kelas dan langsung melangkah menuju ke loby dimana para pangerannya telah menunggunya tadi.
            Terlihat empat pemuda tampan yang sedang sibuk dengan aktivitasnya di loby. Sang ketua osis sedang asyik memainkan ponselnya. Dan sang wakil ketua osis sedang asyik browsing internet menggunakan laptop kesayangannya. Sedangkan kedua pria tampan lainnya asyik bermain game di laptop sang pemuda sipit.
            Beberapa menit kemudian, terdengar suara derap langkah beberapa orang yang menuju ke arah pemuda tampan itu karena suaranya semakin jelas saja. Otomatis, keempat pemuda tampan itu menghentikan aktivitas mereka masing-masing dan langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara yang membuat dirinya merasa di ganggu.
“Hay say, lama banget sih datengnya. Tadi kan aku udah nyuruh kamu dateng secepatnya.” Sapa Cakka manja yang membuatnya terkikik geli.
            Mereka semua tertawa geli melihat perubahan sikap sahabatnya semenjak berpacaran dengan gadis manis dan tomboy sekaligus sahabat pacar mereka. Sedangkan salah seorang gadis-Shilla melihat kearah pemuda yang masih menyibukkan dirinya dengan ponsel miliknya. Sepertinya pemuda tampan yang sedang memainkan ponselnya tersebut sangat tidak perduli dengan kehadirannya maupun kehadiran sahabatnya.
            Dengan keberanian yang dia miliki. Dirinya melangkah menuju ke pemuda tampan itu. Pada saat dirinya mendekati pemuda tampan itupun, dia juga tidak menoleh ke arahnya sedikitpun. Kemudian dirinya duduk di sebelah pemuda tampan yang sedang memainkan ponselnya tersebut. tentunya, sahabatnya tidak ada yang tahu jika dirinya sekarang sudah berpindah tempat. Karena mereka masih sibuk bergurai bersama pacar mereka masing-masing.
“Lebay banget sih. Tadi aku ngobrol dulu sama anak-anak. Oyah, kita punya rencana nih.” Jawab Agni
“Rencana apa girls ???” Tanya Alvin mewakili para sahabatnya.
“Mmm, gini kak. Kita pengin hangout bareng. Tapi sama kakak-kakak semua. Jadi kan seru, bukannya makin rame makin seru yah.” Jawab Sivia menjawab pertanyaan kekasihnya.
“Setuju setuju aja sih, asyik juga jalan rame-rame.” Jawab Gabriel.
“Iyah kak, nanti kita bisa seru seruan bareng. Udah lama juga kan kita gak pergi bareng-bareng.” Ujar Ify
“Iyah, akhir-akhir ini kita semua pada sibuk sama urusan kita masing-masing.” Ucap Alvin menyetujui.
YOSHILL J
“Kak, lagi ngapain ???” Tanya Shilla yang membuat pemuda di sampingnya menoleh.
“Sejak kapan loe ada disebelah gue ???”. Bukanya menjawab pertanyaan Shilla, pemuda itu malah Tanya balik yang pertanyaanya membuat Shilla heran.
“Dari tadi kak, kakak sibuk banget sih main ponsel. Jadi gak sadar kan.” Ucap Shilla ramah kepada sang ketua osis yang bernama Mario Stevano itu.
“Apa perduli loe ??? Terserah gue dong mau ngapain ajah. dan kehadiran loe tuh sangat tidak berpengaruh buat gue.” Jawab Rio dengan cueknya.
“Kok kakak ngomongnya gituh sih ??? Shilla kan Tanya baik baik, jawabnya malah sinis gituh.” Gerutu Shilla yang membuat seniornya menatap dirinya dengan tatapan tajam.
“Masalah buat loe. Guys, gue duluan yah.” Pamit Rio cepat seraya beranjak dari duduknya.
“Yo.” Panggilan sahabatnya-Cakka membuat dirinya menghentikan langkahnya. “Kita kan mau hangout bareng, loe mau kemana ???”
“Gue mau menyendiri guys. Kalian tanpa gue gak papa kan ??? Gue bener-bener pengin sendiri dulu.” Ucapan Rio langsung di sambut pertanyaan sahabatnya lewat batin, seakan-akan sahabatnya bertanya ‘Kenapa ???’. “Tenang aja guys, gue baik baik ajah kok. Bokap nyokap gue kebetulan lagi ke Bandung. Dan Ray lagi ada acara di sekolah. Jadi di rumah sepi. Dan gue lebih mutusin buat jalan-jalan aja sendirian.” Terang Rio.
“Kenapa gak bareng kita aja ??? Lebih rame kan lebih seru Yo, kita bisa ngabisin waktu bareng sampe sore nanti. Atau kalau loe mau kita bisa hangout sampe malem.” Ujar Gabriel.
“Iya kak, lagian kalau kakak gak ikut Shilla sama siapa ??? Kan kak Gabriel, kak Cakka sama kak Alvin pada pake motor semua.” Tambah Ify.
“Panggil aja pacarnya, gampang kan ???” Jawab Rio sekenanya dan langsung membuat Shilla melotot kaget. “Pacar ???” Ucap Shilla memastikan. “Iya pacar loe, siapa tuh namanya, Deb Deb Deb ….” “Debo kak Rio.” Jawab Sivia secepatnya. “Ah bodo amat, mau namanya Debo kek, Kebo kek. gue gak perduli. Udah yah guys, gue cabut dulu.” Ucap Rio seraya bersiap pergi.
            Lagi lagi langkahnya mendadak berhenti karena ulah sahabatnya yang selalu membuat dirinya tidak bisa meneruskan langkahnya. “Rio.”
“Ada apa lagi guys ???” Tanya Rio sebal seraya berbalik badan.
“Loe cemburu yah sama Debo.” Ucap Alvin yang membuat Rio melotot kaget.
“Cemburu ??? Mana mungkin. Gak kok, gue sama sekali gak cemburu sama Debo.” Ucap Rio cepat.
“Ciyuuuusss, Miapa. Jangan bohong deh. Ntar kalo Shilla beneran jadian sama Debo baru tahu rasa loe. ntar loe malah nangis kejer lagi. Atau jangan-jangan mempersiapkan diri buat bunuh diri loe sendiri.” Ucap Gabriel ngarang.com
“Lebay banget sih loe. gak mungkin lah. Cuma gara-gara cemburu gue bunuh diri. Lagian kalo Shilla jadian sama Debo juga gue gak perduli.”
“Kak, udah deh. Gak usah gengsi gituh. Kakak kalo suka sama Shilla bilang ajah yang sebenernya. Di dunia cinta itu gak ada kata gengsi Kak. Suka yah bilang suka. Kalau gak suka yah bilang gak suka.” Terang Ify memberi tahu.
“Udah lah guys. Ngapain sih pake mojokkin kak Rio gituh. Loe semua tahu kan kalo kak Rio ituh gak suka sama gue. Jadi buat apa dipaksa ngomong suka. Orang nyatanya dia gak suka. Mmm, gue pulang ajah deh yah. Kalian kalau mau pergi pergi ajah. gak papa kok. Dan buat kak Rio, makasih buat pernyataan yang kakak kasih tahu ke gue. Bye guys.” Ucap Shilla seraya melangkah menjauhi teman-temannya dan melangkah menuju ke gerbang.
“Kejar Yo. Kejar kalo loe beneran suka sama dia. bentar lagi mau hujan. Loe gak kasihan sama Shilla. Kita udah sepakat buat batalin acara hangout bareng hari ini. Loe gak mau kan, kalo terjadi apa-apa sama Shilla.” Ujar Cakka.
“Iyah kak, lagian sopir Shilla gak mungkin jemput karena beliau mesti nganterin nyokap Shilla ke kantor. Dan kak Debo juga gak bisa jemput karena ada acara di sekolahnya. Jadi kemungkinan besar Shilla naik taksi atau angkutan umum. Tapi jam segini kan gak ada taksi atau angkutan umum kak.” Ucap Agni.
            Teman-temannya selalu memojokkan dirinya. Di situasi yang sama sekali tidak mendukung ini malah membuat pria tampan ini bingung harus bagaimana. Di satu sisi, pria tampan ini ingin sekali menyendiri di tempat yang benar-benar nyaman dan tenang. Dirinya ingin sekali mencairkan otaknya supaya bisa berfikir jernih. Akhir-akhir ini banyak masalah yang datang ke kehidupannya, dan hal ini membuat dirinya menjadi kacau.
            Tapi disisi lain, dirinya ingin sekali menyusul bidadari yang kini singgah di dalam hatinya. Sang Ketua OSIS ini sangat khawatirnya. Tetapi dirinya masih terlalu gengsi untuk mengakuinya. Setelah beberapa saat dalam keadaan hening, kemudian ……..
“Woy, malah bengong.” Ujar Cakka mengagetkan.
“Udah kak susulin Shilla gih, udah gerimis tuh. Sana kak. Kasihan Shilla.” Tambah Ify yang membuat Rio bingung.
“Udah deh bro, loe gak mau kan anak orang sakit ??? Sana susulin. Buang dulu deh gengsi loe ituh. Udah sana.” Usir Alvin dengan nada halus.
“yaudah deh. Gue duluan guys.” Ucap Rio dan langsung ngacir.
YYYYYYYYYYYYYYYYYYY
            Seorang gadis sedang menggigil kedinginan di sebuah halte yang tak jauh dari sekolahnya. Setelah dirinya berhasil keluar dari gerbang sekolahnya dirinya langsung menuju ke sebuah halte untuk menunggu taksi ataupun angkutan umum yang melintas di jalan di hadapanya. Setelah dirinya melihat jam, ternyata dirinya baru sadar bahwa jam segini tidak mungkin ada taksi atau bus yang lewat. Dirinya sudah tidak bisa mengandalkan orang lain lagi.
            Sopir pribadi keluarganya sedang mengantar mamahnya menuju ke kantor beliau. Sedangkan seniornya dulu sedang ada acara di sekolahnya-Debo. Dan ayahnya tentu saja masih berada di kantor dan tidak mungkin dirinya meminta tolong pada ayahnya yang sedang sibuk dengan pekerjaanya. Adik tercintanya juga tidak mungkin untuk menjemput dirinya karena adiknya itu belum bisa mengendarai mobil sendiri. Dengan sabar gadis cantik itu menunggu seraya duduk di bangku yang telah tersedia.
            Beberapa saat kemudian. Gerimis berdatangan. Dan tak lama kemudian, hujan pun mengguyur bumi dengan hebatnya. Dirinya sudah tidak bisa melarikan diri dari tempat ini. Jika dirinya lebih memilih untuk kabur dari tempat itu, maka sudah di pastikan dirinya akan basah kuyup. Maka dari itu, dia lebih memilih berteduh di halte. Walaupun tubuhnya sudah menggigil kedinginan. Tapi itu adalah cara yang paling tepat seraya menunggu keajaiban yang datang kepadanya.
            Tiba-tiba, ada sebuah motor yang berhenti di hadapanya. Seseorang yang sangat ia kenali sedang memarikan motor ninjanya yang berwarna merah dan sang empunya langsung berlari ke arahnya. Dan dengan santai pemuda ninja merah itu langsung duduk di sampingnya, membuat dirinya menatap pemuda itu dengan tatapan heran.
“Ngapain loe ngelihatin gue sampe segitunya. Gue ganteng ??? Emang. Baru tahu loe.” Ucap pemuda yang sedang mengeringkan rambutnya dengan cara mengibas ngibaskan rambutnya membuat gadis cantik di sebelehnya terkena air yang ada di rambut pemuda itu.
“Kak Rio. Kena kan guenya. Ihhh, kalo mau ngeringin rambut jangan disini dong. Udah tahu ada orang.” Ucap Shilla kesal dan sebal.
“Yaelah, sewot banget neng. Santai aja dong. Ini juga gara-gara loe” Balas Rio santai.
“What !!! Salah gue ??? Emang yang nyebabin rambut loe basah gue apa.” Balas Shilla nyolot.
“Bukan itu. Maksud gue, temen-temen loe nyuruh gue nyusulin loe kesini. Makanya gue kesini.”
“Kalo loe kesini Cuma buat bikin gue sebel. Mendingan jangan kesini deh. Udah tahu hujan pake nekad segala. Katanya juga loe mau pergi, kok malah kesini sih. Loe kesini karena terpaksa ???” Tanya Shilla
“Gue beneran tulus kok pengin nyamperin loe. gak pengin aja di salahin sama semua orang kalau terjadi apa-apa sama loe.” Jawab Rio sekenanya.
“yaudah pergi sana. Gue jamin gak akan ada yang nyalahin loe kalau gue kenapa-napa. Udah sana pergi. Gue disini sendirian juga gak papa. Dari pada loe disini karena terpaksa.”
“Please deh Shill. Jangan mulai. Gue serius nih pengin nolongin loe. loe juga sampe kedinginan gituh. Muka loe pucet tuh gara-gara menggigil mulu dari tadi. Nih pake jaket gue. Gue jamin loe lebih anget dari yang tadi. Tenang ajah. di dalamnya gak basah kok. Cuma luarnya ajah.” Ucap Rio seraya melepas jaketnya dan memberikanya pada gadis di sampingnya.
“Emangnya loe gak kedinginan ???” Tanya Shilla menyakinkan.
“Gak kok. Gue udah biasa kali kena hujan. Oyah Shill. Kayaknya hujanya bakalan lama deh. Soalnya makin deres hujanya. Gimana kalau kita terobos ajah hujanya. Biar loe pulang gak kemaleman.”
“Gila loe kak. Ini tuh masih deres banget hujanya. Mana loe bawa motor lagi. Jalanya juga licin, ntar kalo ada apa-apa gimana. Ntar kalau ada mobil lewat gimana. Ntar kalo loe gak bisa ngimbangin motornya gimana. Kan bahaya kak. Lagian nunggu hujanya reda juga gak ada salahnya kan. Dari pada kita masuk rumah sakit dan ……..”
“Ssssttttt, pikiran loe kejauhan neng. Mikir tuh yang positif napa sih. Pikiran loe negative semua. Emangnya gue mau bunuh loe apah. Kalopun iya gak mungkin diri gue terlibat. Gila apa. Lagian gue juga udah biasa bawa motor, bukan orang yang baru latihan motor kan ???”
“Iya sih, tapi kan gak seharusnya nerobos hujan kaya gini kak. Hujanya juga masih deres banget kaya gini. Nunggu bentar juga gak masalah kan ??”
“Buat gue ituh gak masalah. Tapi buat loe itu masalah besar. Ntar kalo hujanya reda nanti malam gimana. Apa loe mau bertahan sampe malam juga disini ??? gak kan, makanya loe nurutin perkataan gue, gue jamin gak akan ada apa-apa. Asal kita berdoa.” Ucap Rio membuat Shilla berfikir.
“Iya deh, tapi bener yah. Hati-hati.”
“Siap Boss. Mending jaketnya loe kancing deh. Supaya baju loe gak basah.”
“Loe beneran gak papa kak ??? Kan kalau nerobos hujan bakalan dingin banget kak. Loe juga Cuma pake seragam. Mendingan jaketnya loe pake ajah nih.”
“Gak, loe pake ajah. gue gak papa. Kan tadi gue udah bilang. Gue udah biasa hujan-hujanan.”
“Yaudah deh terserah loe ajah.”
“Yaudah bentar yah gue ambil motornya.” Ucap Rio seraya menerobos hujan dan langsung menuju ke hadapan Shilla.
            Setelah dirinya berteriak memanggil Shilla untuk mendekat, dirinya langsung tancap gas meninggalkan halte itu. Tentunya dengan hujan-hujanan. Shilla sih masih mending ada jaket Rio yang melindungi tubuhnya, sedangkan Rio. Dia hujan-hujanan DEMI SHILLA. Ingat guys. Demi Shilla dia rela melakukan ini.
            Di tengah perjalanan yang cukup sepi, tiba-tiba motor Rio berhenti secara mendadak. Otomatis Shilla dan Rio langsung turun dari motor tentunya masih dengan hujan-hujananya.
“Kok berhenti sih kak ???” Tanya Shilla seraya mengusap wajahnya yang terkena air hujan.
“Gatau nih, yaudah mending loe berteduh dulu di bawah pohon itu.” Ucap Rio seraya menunjuk pohon rindang yang berada tak jauh dari tempatnya sekarang.
“Tapi kak, ntar loe gimana ???”
“Gue mau ngecek motor gue dulu. Loe tunggu disitu buruan. Ntar kalo kelamaan disini loe bisa sakit. Udah sana.” Usir Rio halus.
“Gak kak. Gue mau disini ajah. please dong kak, jangan nyuruh gue berteduh. Gue gak mungkin berteduh sementara kakak malah hujan-hujanan disini.”
“Shill, hujannya makin gede. Please dong Shill. Sekali ini ajah loe nurutin gue. Cepetan berteduh kalo loe masih anggep gue sebagai senior loe. buruan.”
“Iya deh kak, yaudah, gue kesana dulu yah.” Ucap Shilla seraya berlari kearah pohon rindang tersebut setelah mendapat anggukan dari seniornya itu.
“Nie motor kenapa sih. Gak join banget deh.” Ucapnya seraya berusaha menyalakan motornya. “Sial. Ternyata bensinya habis.” Rutuknya setelah melihat jumlah bensin yang tersisa. Ternyata panahnya sudah berada di tanda merah. Kemudian, dirinya langsung mengambil kunci dan berlari menuju kearah Shilla yang sedang menggigil kedinginan di bawah pohon.
“Shill, loe gak papa ???” Tanya Rio setelah melihat wajah pucat Shilla.
“Dingin banget kak.” Jawab Shilla seraya memeluk erat tubuhnya sendiri.
“Yaudah sekarang kita cari tempat yang pas buat berteduh yuk. Bensin motor gue habis. Dan pom bensin dari tempat ini jauh banget. jadi mendingan kita cari tempat buat berteduh dulu yuk.” Shilla mengangguk “Yaudah. Yuk.” Ajak Rio seraya menarik tangan Shilla menerobos hujan.
            Kemudian dua insan ini berlari menelusuri jalanan yang sangat sepi, selain jalanan ini jauh dari tempat penduduk, jalanan ini juga terdapat pohon-pohon besar di tepi jalan. Bagaimana mungkin mereka dapat menemukan tempat yang cocok untuk berteduh sementara jalanan sangat ekstrim seperti ini.
            Setelah berlari cukup jauh. Rio menghentikan larinya karena gadis yang ada di belakangnya tiba-tiba memperlemah genggamannya. Menyadari itu, pria hitam manis ini pun membalikan tubuhnya dan menghadap Shilla. Dilihatnya Shilla sedang memegangi kepalanya dengan wajah yang sangat pucat.
“Shill, loe kenapa ??? Please bertahan dulu, kita kesitu dulu yuk.” Ajak Rio seraya memapah Shilla menuju ke gubuk yang tak jauh dari tempatnya tadi.
            Setelah sampai, Rio langsung mendudukan Shilla di tempat yang ada di gubuk tersebut. lebih mirip seperti ranjang yang sudah sangat rapuh. Kemudian dirinya membuat bantal dengan menggunakan kardus yang juga sangat rapuh. Kemudian di atasnya ia taruh beberapa helai kain untuk menutupi kardus tersebut. dan dirinya langsung menyuruh sang gadis untuk tidur menggunakan bantal buatan dirinya.
“Aduh gimana nih. Mana hujannya makin deres lagi. Gue gak mungkin ngebiarin Shilla disini terus. Baju dia juga basah. Apalagi jaket gue. Gimana yah. Kenapa juga ponsel gue ketinggalan di sekolah tadi, pasti ponsel gue jatuh pas gue mau nyusulin Shilla, mana motor bensinya habis lagi. Apes banget gue. Semoga ada keajaiban.” Gumam Rio panik.
            Setelah beberapa saat berdiam diri di dalam gubuk. Akhirnya pemuda tampan ini berinisiatif untuk mencari tumpangan yang akan lewat di jalanan itu dengan menunggunya di pintu gubuk. Sedangkan sang gadis masih menggigil kedinginan serta meringkukan tubuhnya.
            Beberapa menit kemudian, ada sepasang lampu mobil yang melaju tak jauh dari tempatnya dan menuju kearah jalan di hadapannya. Reflek, pemuda inipun berlari menuju ke tengah jalan membuat sang pengendara mobil memperlambat laju mobilnya dan tepat berhenti di hadapan sang pemuda.
“Rio ???” Pekik sang pengendara mobil kaget.
“Debo, kebetulan banget loe disini. Mending loe sekarang turun dan bantuin gue buat bawa Shilla kerumah. Dia lagi menggigil di dalam gubuk itu, mending loe sekarang bawa dia kerumahnya deh. Kayaknya dia demam gitu gara-gara kena hujan terlalu lama. Sorry, gue ngebuat cewe loe sakit.” Terang Rio membuat Debo menganga kaget.
“Yo, dia itu bukan ….”
“Udah deh, bukan waktunya buat ngomong. Udah buruan loe ikut gue.” Ucap Rio seraya menarik tangan Debo membawanya ke dalam gubuk dimana Shilla berada.
“Shilla.” Pekik Debo kaget melihat keadaan Shilla yang sedang menggigil kedinginan dengan muka pucat pasi dan tiduran di ranjang yang sangat kumuh.
            Tanpa Berfikir panjang, Debo langsung melepaskan jaket yang dikenakanya dan memasangnya ke tubuh Shilla setelah dirinya melepaskan jaket Rio dan mengembalikanya ke sang empunya. Kemudian dirinya langsung membopong Shilla setelah mendapat persetujuan dari Rio. Sedangkan pemuda hitam manis itu masih terduduk di ranjang yang kumuh itu. Rio tidak ikut dengan mobil Debo karena motor dirinya masih berada di daerah sini, tidak mungkin jika dirinya meninggalkan motor itu.
“Maafin gue Shill, gue ngebuat loe sakit. Loe emang lebih pantes sama Debo, dia lebih bisa menjaga loe. semoga loe bahagia sama Debo. Gue sekarang percaya kalo loe bakalan aman sama Debo. Dan gue juga percaya kalo Debo bakalan ngasih yang terbaik buat loe dan akan selalu jagain loe.”
            Kemudian pria tampan ini menuju ke motornya setelah sebelumnya berlari menuju ke pom bensin dengan hujan hujanan dan masih menggunakan seragamnya yang sudah sangat basah. Kemudian, pria tampan ini melajukan motornya menuju kearah rumahnya.
SKIP !!!
            Sesampainya di rumah pemuda ini langsung menuju ke kamarnya karena tidak ada orang di rumahnya yang semegah istana itu. Yang ada hanya bibi, sopir peribadi keluarganya dan tentunya adik tersayangnya. Setelah sampai di kamar dirinya langsung bergegas ke kamar mandi.
            Setelah selesai, pemuda ini keluar dari kamar mandi dan langsung tiduran di ranjang. Dirinya sedang tidak enak badan setelah hujan-hujanan terlalu lama tadi. Ketika punggung tanganya menyentuh keningnya sendiri ternyata panas. Dirinya juga merasa pegal dan sangat lelah. Kemudian dirinya memutuskan untuk tidur.
SKIP !!!
            Malam harinya di keluarga haling. Tepatnya di ruang makan di kediaman haling. Tampak seorang pemuda yang sedang menyantap makananya di ruang makan sendirian. Setelah bibi menaruh makananya di meja. Pemuda itu bertanya kepada sang bibi.
“Bi, kak Rio belum pulang juga ???” Tanya sang pemuda yang duduk di ruang makan tadi.
“Udah den. Tadi bibi denger suara motornya. Mungkin sekarang lagi di kamar den.” Jawab sang bibi ramah.
“Pulang naik motor ??? Tadi kan hujan bi, kak Rio hujan-hujanan dong.”
“Iyah den, tadi bajunya basah sekali. Wajahnya juga kelihatan pucat. Kalo den Ray khawatir mending den Ray susulin den Rio di kamarnya ajah. bibi masih banyak kerjaan di dapur soalnya den. Jadi belum bisa menjenguk den Rio di kamarnya. Yaudah den, bibi permisi dulu ke dapur.” Terang sang bibi seraya menuju kearah dapur.
“Yaudah deh bi, Ray ke kamarnya kak Rio dulu yah.” Pamit Ray seraya melangkah menuju ke kamar sang kakak yang berada di lantai atas.
            Ray membuka pintunya dengan hati-hati. Karena dirinya tidak ingin kakaknya yang sedang sakit itu merasa terganggu dengan kedatangannya. Setelah berhasil masuk tanpa mengganggu kakaknya, Ray langsung duduk di kursi di bawah kamar tidur kakaknya. Dilihatnya wajah pucat Rio yang sedang terlelap dalam tidur indahnya.
“Panas.” Pekik Ray ketika punggung tangannnya menyentuh dahi sang kakak.
            Pemuda tampan yang tadi masih asyik terlelap dalam mimpi menggeliatkan badannya karena mendengar pekikan seseorang yang cukup keras membuat dirinya terganggu. Mau tak mau pemuda tampan itu membuka matanya melihat siapa orang yang sudah membuat dirinya bangun dari tidur nyenyaknya. Dilihatnya sang adik yang sedang duduk seraya menyunggingkan senyum manisnya.
“Ray, sejak kapan loe disini ???” Tanya pemuda tampan itu seraya mengumpulkan nyawanya yang tadi sempat hilang selepas bangun dari tidurnya.
“Barusan sih kak, sorry yah kak. Gue udah ganggu tidur loe. badan loe panas. Kenapa ???”
“Tadi gue hujan-hujanan cukup lama. Mungkin karena badan gue juga gak dilengkapi sama jaket makanya jadi gak kuat gini.” Jawab Rio seraya menyandarkan tubuhnya di senderan kasur.
“Ought. Emang jaket loe kemana ???” Tanya sang gadis kepo.
“Di pake Shilla. Tadi gue kan pulang bareng sama dia. terus motor gue mogok di tengah jalan. Yaudah, terpaksa gue hujan-hujanan deh. mama sama papa belum pulang kan Ray ???”
“Belum ko. Kenapa ??? Loe takut di marahin mama sama papa ??? Gue jamin, kalo sampe mereka tahu loe pasti dapet ceramah yang amat sangat panjang dari mama. dan gue jamin loe pasti bakalan dapet peringatan dari papa. Lagian loe udah pernah dapet ceramah dari mama supaya gak hujan-hujanan lagi tapi masih tetep nekad ajah sampe sekarang.” Cerocos Ray.
“Ckckck, loe kalo lagi ngomong gak ada bedanya sama mama yah Ray. Panjang banget. udah loe keluar sana, gue mau istirahat. Dingin banget nih.” Ucap Rio seraya mengusir adik semata wayangnya.
“Iyah iyah. Yaudah, loe istirahat. Gue keluar yah. Cepet sembuh loe.” Ucap Ray seraya keluar dari kamar sang kakak.
SKIP !!!
            Keesokan harinya. Seorang gadis sudah berdiri di gerbang SMA Tunas Bangsa. Sepertinya dirinya sedang menunggu seseorang. Padahal jam yang bertengger di tangan sang gadis masih menunjukkan pukul 06.20. jadi masih terlalu pagi jika dirinya sudah stand bye di sekolah dan bertengger di gerbang sekolah seperti menunggu seseorang yang sangat berarti buat dirinya.
            Pada saat dirinya masih asyik mengedarkan pandanganya ke penjuru sekolah. Dirinya di kagetkan oleh seseorang yang tiba-tiba menepuk bahunya. Membuat sang gadis langsung melihat siapa orang yang sudah mengganggunya.
“Kak Cakka, Agni. Ngagetin.” Pekik sang gadis reflek.
“Sorry yah Ashilla Zahrantiara. Lagian loe ngapain berdiri di sini di pagi buta. Kaya orang ilang ajah.” Ucap sesosok cowok tomboy yang bernama Agni itu.
“Yeee, sembarangan ajah kalo ngomong. Gue lagi nungguin kak …………” Shilla dengan reflek menutup mulutnya menggunakan tanganya. (‘Hampir ajah. gengsi dong, kalo mereka tahu gue berdiri di sini dari tadi nungguin kak Rio. Huft.’ Batin Shilla.)
“Kak siapa hayooo. Nungguin kak Rio yah.” Tebak Agni seraya menahan tawa melihat wajah sahabatnya yang merona merah karena malu.
“Apaan sih. Gue lagi nungguin kak Gabriel tahu. mau ngomong penting.” Sangkal Shilla.
“juju rajah lah Shill. Lagian gue kesini mau ngasih tahu loe tentang keadaan Rio. Kalo loe emang gak berniat nyari dia yaudah. Gue gak jadi ngasih tahu.” Ucap Cakka memancing Shilla supaya jujur.
“Eh kak. Emang kenapa sama kak Rio ??? Dia baik-baik aja kan ???” Tanya Shilla khawatir.
“Hahaha. Ketahuan kan sekarang kalo loe emang lagi nungguin Rio. Mau tahu gak tentang Rio ???” Tanya Cakka memancing Shilla lagi.
“Mau dong kak. Gimana keadaan kak Rio ??? Cepetan dong kak kasih tahunya.” Ucap Shilla kesal.
“Iyah iyah. Segitunya perhatian loe ke Rio. Dia sakit Shilla. Gara-gara kemarin kehujanan lama banget. demam gituh.” Terang cakka dan langsung membuat Shilla terpekik kaget.
“Serius loe kak ???” Tanya Shilla dan membuat pasangan muda mudi di hadapannya mengangguk kompak.
“Iya serius Shilla. Ngapain gue sama kak Cakka bohongin loe.” Timpal Agni.
“Yaudah thanks yah.” Ucap Shilla seraya beranjak dari gerbang sekolah. Tetapi Agni dengan cepat menahan langkah Shilla yang ingin keluar dari gerbang sekolah.
“Mau kemana ???” Tanya Agni. “mau ke rumah kak Rio lah. gara-gara gue dia sakit kaya gitu.” Jawab Shilla. “Eh, bentar lagi mau ulangan Fisika. Loe lupa ??? Pulang sekolah ajah jenguk kak Rio’nya. Lagian loe kaya khawatir banget sih. Tenang ajah lagi. Kak Rio itu Cuma demam. Gak parah Shilla.” Cerocos Agni.
“Iya deh. yaudah kekelas yuk.” Ucap Shilla seraya menarik tangan Agni meninggalkan Cakka.
“Gila. Gue ditinggalin. Parah banget sih tuh cewe-cewe. Ninggalin gue sendirian disini. Ke kelas ajah deh. rese semuanya.” Gerutu Cakka seraya menuju ke kelasnya.

nah ituh dia kelanjutannya :D
gimana gimana ??? keren gak ???
pasti gak keren, ya kan ???
maklum guys, makin hari saya makin gaje makanya nulisnya juga ikut gaje :D
tinggalin jejak yah, Like and comment'nya saya tunggu ;)

1 komentar:

  1. Why you should choose an expensive price of titanium? | TitaniumArts.com
    Is the microtouch titanium demand titanium color for more of your game, titanium drill bit set or titanium engagement rings for her the game still alive? There are other ecm titanium popular VR-gaming options available from a variety of

    BalasHapus