Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love - Part 8 (Ending)

taraaaaa :D
ini endingnya guys ...
yang suka monggoh like nya ..
yang gak suka monggoh comment di post komentar ..
yang belum sempet baca silahkan save link'nya ..
yang pengin nambahin ceritanya silahkan tambahin di bagian post komentar ...
yang mau pindah rumah silahkan pindah rumah :D
gaje deh ... okedeh gak usah banyak omong ..
keep reading guys ;)
cekidottt !!!


Bel pulang nyaring terdengar di sudut ruangan SMA Megah itu sebagai tanda berakhirnya pelajaran hari ini. Seorang gadis dengan langkah gontai keluar dari kelasnya dan bertekad untuk meluruskan segala masalah yang sedang di hadapinya bersama dengan kekasihnya itu.
            Gadis ini sudah berada di depan ruang Osis. Dia yakin kekasihnya ada di ruang Osis karena tadi dia melangkah menuju kelas Yudha dan tidak ada orang disana. Tempat mana lagi selain di ruang osis. Dia bersender di tembok samping pintu menunggu seseorang yang dia harapkan muncul.
Beberapa menit kemudian pintu terbuka dan muncul sosok pria yang ingin di carinya. Tetapi dia tidak sendiri, melainkan dengan ……. Gadis pengganggu hubungan mereka. Gadis itu dengan PD’nya merangkul lengan kekasihnya itu. Dan kekasihnya sama sekali tidak menolak. Ada apa ini, apakah kekasihnya itu benar-benar melupakannya.
“Hay sayang J. Tumben nunggu aku depan ruangan. Biasanya langsung masuk.” Sapa Yudha
“Maaf aku ganggu.” Ucap Vika singkat dan ingin melangkah meninggalkan mereka. Tetapi dia kalah cepat karena ada sentuhan lembut pada lengannya. Yudha menahan langkahnya.
“Kamu kenapa sih. Menghindar terus dari aku ??? Aku punya salah apa ???” Tanya Yudha
“Kamu beneran gak tau salah kamu apa ???” Tanya Vika balik
“Gak tau, aku ngerasa aku gak punya salah sama kamu. Akhir-akhir ini aja aku gak pernah ketemu kamu. Gimana aku bisa tahu kesalahan aku.” Terang Yudha
“Iyakh, kakak memang benar. Kakak tidak salah, aku yang salah. Aku bego yah. Bisa di permainin pria kaya gini. Kak, kakak tega banget sama aku tahu gak, mau kakak apa sih.” Ucap Vika emosi dan menahan air matannya yang sudah berkumpul di pelupuk matanya.
“Yudh, katanya kita mau pulang.” Ucap Tasya dengan nada manja dan kembali merangkul lengan Yudha dengan manjanya. Dan menatap sinis kearah Vika.
“Fine kak, kita ….. PUTUS.”
“Putus Vik, apa maksudnya ??? Vik, kamu jangan bercanda. Apa salah aku Vik ??? Kenapa kamu mutusin aku secara sepihak gini.” Ucap Yudha shock
“Sudahlah, sekarang kakak bisa bebas rangkul rangkulan sama DIA (nunjuk Tasya) tanpa harus merasa bersalah atau tidak enak di depan aku. Mulai sekarang kakak gak usah deket-deket lagi sama aku. Jangan pernah datang ke rumah aku lagi dan jangan pernah menemuiku lagi.” Ucap Vika, air matanya benar-benar tumpah membasahi wajah cantiknya.
“Tapi Vik (menahan lengan Vika), aku gak mau putus sama kamu. Aku gak ada hubungan apa-apa sama Tasya. Aku Cuma cinta sama kamu. Please jangan kaya gini Vik, aku mohon.” Gumam Yudha
“Oyah, gak ada hubungan apa-apa sama ka’ Tasya, jelas jelas aku lihat dengan mata kepala aku sendiri kakak tuh di cium sama ka’ Tasya. Dan kakak sama sekali gak marah, ituh yang namanya gak ada apa-apa.” Ucap Vika sesenggukan
“Vik, ituh .. Mmm, aku bisa jelasin Vik …”
“Gak perlu. Karena sekarang kakak bebas buat ngelakuin itu sama ka’ Tasya karena kakak bukan kekasih aku lagi. Permisi ……..” Ucap Vika seraya meninggalkan mereka.
“Vik, Vikaa, dengerin aku dulu …” Ucap yudha ingin mengejar kekasihnya itu tetapi lagi lagi nenek lampir ini mencegahnya.
“Sudahlah Yudh, nanti juga dia ngerti kok, sekarang kita pulang ajah yuk.”
“heh, ini semua tuh gara-gara kamu. Kamu yang nyebabin hubungan aku sama Vika kaya gini. Kalo sampe aku gak bisa balikan lagi sama Vika, aku gak akan pernah maafin kamu.” Bentak Yudha seraya meninggalkan nenek lampir itu.
“Yudh, mau kemana ??? kok aku ditinggal.” Ucap Tasya seraya mengejar Yudha.
SKIP !!!
            2 orang bersahabat ini sedang berkumpul di rumah ketua Osis SMA Bintang. Mereka sedang menjalani aksi persahabatan. Saling mencurahkan isi hati satu sama lain untuk mencari saran terbaik dari sahabatnya sendiri.
“Jadi menurut kamu aku harus gimana bro, aku udah gak ngerti nie apa yang harus aku lakuin. Kayaknya kelakuanku sudah kelewatan sekali sampai-sampai Vika tuh ngambil kesimpulan seperti itu.” Ucap Yudha tersenyum getir dan berusaha tegar di depan sahabatnya itu.
“Lagian kamu, sampai cium pipi. Pake gak marah lagi, pantesan aja Vika mutusin kamu. Kamu tau gak, pertama kali ada Tasya, Vika tuh suka banget ngelamun dan cerita sama Syifa kalau Vika lagi berfikiran kalau kamu tuh lagi bosen sama dia, dan sekarang terbukti kan ???” Ucap Sahabat terbaik Yudha, Ivan Dika Prasetya.
“Iya Van, kelakuanku memang sudah keterlaluan, aku gak peka sama perasaan Vika. Sampai-sampai dia lagi menahan marah aja aku gatau. Dan kamu juga mesti tau kalau aku waktu itu sudah berusaha menolak tetapi dia terus terusan menahan tangannya untuk menahanku. Kau fikir aku sudah gila apa, mau-maunya aja di cium sembarangan sama gadis lain. Vika aja gak pernah menciumku.” Terang Yudha seraya mengambil minum yang ada di meja sebelahnya.
“Iyakh sihh, terus gimana ???” Tanya Ivan
“Yang jelas aku gak mau putus sama dia karena aku masih sayang sama dia.” Jawab Yudha sekenanya
“Ya mesti gimana lagi, udah keputusan dia juga kan ???. Aku juga bingung harus gimana ??? Aku udah minta bantuan sama Syifa, tapi dia gak berhasil bujuk Vika buat maafin kamu.”
“Ayo dong Van, tolongin aku. Hadduhhh frustasi nie (mengacak-acak rambutnya). Aku bego banget yahh, bisa masuk ke jebakan nenek lampir itu. Sial banget tahu gak sih.”
“Telfon aja deh.” Saran Ivan dengan nada pasrah
“Telfon gimana ??? Handphone dia aja di matiin, sekalipun dia hidupun handphone’nya nie yakh, telfon dari aku selalu di redject sama dia, sms apa lagi. Di cuekin mulu.” Pasrah Yudha
“Datang ke rumahnya ajah dehh, itu jalan terakhir Yudh.” Saran Ivan pasrah
“Kalo misalkan gagal lagi gimana ???” Tanya Yudha pesimis.
“Hanya itu cara terakhir Yudh, sebaiknya kamu ngomong langsung sama dia. Dan gak ada kata GAGAL dalam kamus misi kita kali ini. Kamu harus berhasil. HARUS !!!” Tekad Ivan menyemangati
“(senyum manis) Aku akan usaha, doain ya bro.”
“Siap bro J.”
SKIP !!!
            Seorang pria turun dari motor ninja merahnya setelah berhasil memarkirkan di garasi rumah mewah milik mantan kekasihnya itu. Ingat, sekarang Vika telah menjadi MANTAN ketua osis SMA Bintang. Pria ini pun dengan langkah pasti memasuki rumah mewah ini.
Dengan berpenampilan memakai celana panjang berwarna putih, kemeja berwarna putih dan jas yang berwarna hitam. Rambutnya dibiarkan berantakan khas pria ini menjadikan pria ini semakin keren. Malam ini dia akan berusaha meluruskan segalanya dengan mantan gadisnya itu.
Bunga mawar putih dan merah yang disusun demikian cantiknya kini sudah di genggamnya oleh pria tampan ini. Gadisnya memang paling suka dengan bunga mawar. Pria ini pun menekan bel rumah. Beberapa saat kemudian wanita paruh baya sudah terlihat dengan jelas setelah pintu berhasil di buka oleh wanita paruh baya itu.
“Yudha.” Pekik Wanita paruh baya itu.
“Malam tante, maaf Yudha mengganggu tante malam-malam begini.” Ucap Yudha ramah.
“Gapapa Yudh, justru tante mengharapkan kamu datang. Tante gak tega melihat anak tante segitu menderitanya setelah putus hubungan dengan kamu.” Ucap Wanita paruh baya itu.
“Tante tahu semua masalah Yudha sama Vika ???” Tanya Yudha heran
“Iya dong, tante kan mamahnya Vika, bagaimanapun juga tante bisa ngrasain kalo sekarang Vika lagi sedih dan lagi ada masalah sama kamu.” Ucap wanita paruh baya itu yang ternyata mama Vika
“Maafkan Yudha tante, Yudha tidak bermaksud untuk ….”
“Sudahlah, ini semua bukan salahmu. Luruskan segalanya, selesaikan sekarang juga. Tante yakin kamu bisa menyelesaikan semuannya.”
“Jadi Yudha boleh masuk dan menemui Vika tante ???” Tanya Yudha senang.
“Boleh dong Yudh, masuk aja. Bikin anak tante senyum lagi yahh. Bikin anak tante sembuh juga yah.” Ucap mamah Vika seraya tersenyum manis membuat Yudha semangat lagi.
“Memangnya Vika sedang sakit tan ???” Tanya Yudha khawatir
“Iya Yudh, lagi demam. Makanya tante mau minta tolong sama kamu. Bikin Vika senyum lagi.”
“Pasti tante, permisi yah tan.” Ucap Yudha seraya melangkah masuk dan menaiki tangga untuk sampai di kamar mantan gadisnya itu.
            Kemudian Yudha memasuki kamar gadisnya itu. Dia melihat gadisnya sedang tidur. Dan Yudhapun menghampirinya untuk melihat keadaanya.
            Kelihatan dari raut wajah gadisnya kalau dia sedang lelah dan matanya terlihat sembab. Muncul semburat rasa bersalah di diri Yudha setelah melihat keadaan gadisnya itu. Sepertinya gadisnya terus-terusan menangis karena dirinya.
Yudha pun mendekat kearah gadisnya dengan mendudukan dirinya di bawah tempat tidur Vika. Kebetulan di bawah kasurnya ada kursi yang di sediakan untuk orang yang menjenguknya. Yudha pun memegang lembut tangan kiri Vika menggunakan kedua tangannya. Di genggamnya erat dengan menggunakan kedua tangannya.
Beberapa saat kemudian tangan kananya digunakan untuk membelai rambut Vika lembut dan menyingkirkan beberapa helai rambut Vika yang menutupi wajahnya. Yudha sempat menaruh pungguh tangan kananya di atas dahi Vika. Panas. Itulah yang dirasakan Yudha setelah bersentuhan dengan kulit gadisnya itu. Perasaan bersalah terus menyelimuti hatinya.
“Maafkan aku Vik, aku sadar aku salah, aku akan memperbaikinya aku janji. Tapi tolong, maafkan aku. Aku akan menjelaskan semuanya sama kamu. Aku masih sayang sama kamu Vik. Bangun dong sayang. Aku pengin ngomong sama kamu.” Gumam Yudha lirih
            Beberapa saat kemudian, tangan Vika bergerak. Sepertinya gadis ini mendengar perkataan mantan kekasihnya itu. Tapi hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Ngapain kamu kesini. Belum puas kamu udah nyakitin aku.” Bentak Vika seraya melepas tangannya yang telah di genggam Yudha dengan kasar kemudian membuang muka dan menangis.
“Vik, please !!! maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku akan menjelaskan semuanya Vik, tapi kamu harus dengerin aku dulu …” Ucap Yudha memohon
“Gak, gak ada yang harus di bicarakan lagi. Aku benci sama kakak. Lebih baik kakak pergi dari kamar aku. Aku gak mau melihat muka kakak lagi.”
“Vik, dengerin aku dulu. Setelah itu aku akan pergi. Terserah apa yang akan kamu putuskan nanti. Yang jelas sekarang kamu harus dengerin aku dulu.”
            Hening. Melihat gadisnya tidak merespon Yudha. Yudha melanjutkan perkataanya.
“Aku gak ada perasaan apa-apa sama Tasya. Tasya mencium pipi aku itu teryata Cuma jebakan. Dan kamu juga harus tahu, aku sama sekali gak suka dengan tingkah Tasya yang frontal kaya gitu. kamu juga harus tahu, pada waktu itu aku benar-benar marah dengannya. Aku sempat membentaknya. Aku masih sayang sama kamu Vik, aku cinta banget sama kamu. Aku gak mau putus denganmu.”
            Yudha diam sebentar untuk mengambil nafas setelah itu dia melanjutkan perkataanya.
“Maafkan aku, karena aku sama sekali gak peka sama perasaan kamu. Aku benar-benar bodoh sampai terjebak kaya gini di permainan Tasya. Aku sadar kelakuan aku memang sudah keterlaluan. Tapi sungguh aku Cuma cinta sama kamu. Terserah kamu mau percaya atau gak. Selama 1 minggu ini aku seperti orang gila. Aku sama sekali tidak ada niat makan atau pun pergi kesekolah. Dan itu semua gara-gara kamu. Maafkan aku juga sudah membuatmu sakit seperti ini.”
            Isakan tangis. Itulah yang terdengar oleh Yudha selama Yudha menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya yang paling dalam. Yudha juga tidak tega melihat gadisnya terus-terusan menangis seperti ini. Dan dia juga tidak tega melihat gadisnya jatuh sakit.
“Maafkan aku Vik, aku janji setelah ini aku akan menjauhimu. Dan aku juga minta sama kamu. Jika kamu benar-benar benci sama aku dan rasa kamu buat aku sudah mati, kamu harus janji sama aku akan membuka hati kamu untuk pria lain. Dan aku mohon, berhenti menangis karena aku. Aku janji setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi jika kamu benar-benar tidak mau memaafkanku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan pernah melupakan kisah dan kenangan kita selama ini. Aku permisi” Jelas Yudha
            Perlahan-lahan Yudha melangkah meninggalkan kamr Vika. Sebentar-bentar dia menengok ke belakang melihat gadisnya itu. Tetapi sepertinya gadisnya sudah tidak perduli lagi dengannya. Sampai-sampai melihat dirinya saja dia tidak mau. Yudha pun melangkah menuju ke arah pintu.
“Ka’ Yudha.”
            Langkah Yudha terhenti ketika ada seseorang yang memanggil namanya. Otomatis Yudha langsung membalikan tubuhnya melihat orang yang dicintainya. Perasaan lega dan gembira langsung menggelitik hatinya melihat gadisnya merespon ucapannya. Senyum mengembang melihat gadisnya masih mau memanggil namanya.
“Jangan pergi kak, aku mohon.” Pinta Vika lirih
“Vik.”
“Aku sadar  aku juga salah sama kakak. Sikap aku kekanak-kanakkan. Aku tidak mau mendengar penjelasan kakak. Aku minta maaf kak, aku gak mau putus sama kakak.” Ucap Vika dengan nada lirih
“Kamu gak salah Vik, aku yang salah, maafkan aku karena aku tidak peka terhadap perasaanmu. Maafkan aku.” Ucap Yudha seraya mendekat ke posisi awal dia, duduk di bawah tempat tidur gadisnya.
“Kak, aku mohon jangan pergi.” Ucap Vika seraya memeluk pria dihadapannya erat. Seakan-akan tidak mau kehilangan kekasihnya itu.
            Yudha pun membalas memeluk gadisnya dengan erat. Meskipun suhu panas langsung dirasakan olehnya akibat dari demam yang terjadi pada gadisnya itu.
“Kamu mau kan maafkan aku.” Ucap Yudha beberapa saat
            Gadisnya hanya menganggukan kepalanya tanpa harus mengeluarkan sepatah katapun. Yudha pun semakin erat memeluk gadisnya itu. Sudah lama dia tidak merasakan sentuhan lembut gadisnya itu.
“Kita balikan lagi yah.” Ucap Vika di sela-sela pelukanya
“Gak romantis banget sih. Jangan disini dong balikannya. Nanti aja.”
“Jadi, kakak gak mau balikan lagi sama Vika ? Pergi aja sana yang  jauh.” Ucap Vika cemberut seraya melepaskan pelukannya dan membuang muka seraya melipat tangannya di dada.
“jangan gitu dong sayang. Aku mau kok balikan sama kamu. Ini kan impian aku. Aku gak mau kita jadian di kamar kamu. Aku akan membuat tempat romantis untuk tempat jadian kita. Jangan marah dong sayang ???” Goda Yudha
“Serius, beneran, janji.” Ucap Vika dengan nada mupeng
“Iyah, janji dehh. Jangan marah lagi yah (gadisnya menganggukan kepalannya). Kamu mesti istirahat yang banyak yah. Biar sembuh. Badan kamu panas banget kaya gini.”
“Gara-gara kamu nie (manyun). Kamu sih ngelakuin hal-hal kaya gitu.”
“Iyah sayang, maafin aku. Jangan manyun gitu dong. Aku kangen banget sama kamu J (membelai rambut Vika). Aku cinta banget sama kamu.” Ucap Yudha tulus
“me too J. Jangan pernah ngecewain aku lagi yah sayang J.”
“Pasti, yaudah aku pulang dulu yah. Gak enak sama mama kamu. Besok aku jenguk kamu lagi.”
“Iyah, makasih yah J.”
“Iyah sayang, banyak istirahat yah biar sembuh J (mengecup kening Vika). Daaahh sayang J.” Ucap Yudha seraya pergi meninggalkan kamar gadisnya itu.
            Kemudian Yudha menuruni tangga dan menghampiri mama Vika yang sedang membuat adonan kue bersama dengan Sivia yang sedang duduk seraya menonton TV.
“Tante, Yudha pamit pulang dulu yah tan.” Pamit Yudha ramah.
“Ekh kamu yudh, mau pulang sekarang ???” Tanya Mama Vika
“Eh, ada ka’ Yudha. Mau ketemu ka’ Vika yah kak.” Sela Rendy-adik Vika
“Iyah tante, Yudha mau pulang sekarang. Iyah Rendy, ka’ Yudha habis ketemu kakak kamu.”
“Oh gituh, kata mama ka’ Vika sakit gara-gara mikirin kakak.” Ucap Rendy lucu
“Hush, gak boleh ngebocorin rahasia sayang. Rendy ini ada-ada aja Yudh, masalah kamu sama Vika udah selesai kan ???” Tanya mama Vika penasaran.
“Alhamdulillah tante, udah selesai kok.” Kata Yudha
“Syukur deh, pacaran emang selalu ada halangan. Malahan banyak masalah yang terjadi. Tapi kebanyakan orang pacaran berantem itu Cuma gara-gara kesalahpahaman aja. Makanya marahan jangan lama-lama. Lebih baik kalau kalian akur kan ???” Ucap Mama Vika memberi saran
“Iya tante, yaudah Yudha pamit dulu yah tan, ka’ Yudha pamit dulu yah Ren.” Pamit Yudha lagi.
“Iya Yudh, hati-hati di jalan.”
“Iyah kak, hati-hati.”
“Pasti. Assalamu’alaikum.” Ucap Yudha seraya meninggalkan rumah kekasihnya itu.
SKIP !!!
            Beberapa hari kemudian Yudha membuat janji dengan gadisnya untuk bertemu di duatu tempat, Yudha memilih Danau Hasindanu untuk tempat meresmikan hubungan dirinya dengan gadisnya itu. Yudha sudah berbuat sedemikian rupa sehingga danau itu yang aslinya polos bersih tanpa ada benda apapun sekarang di rubah 180° oleh pria tampan ini.
            Danau Hasindanu ini benar-benar dibuat sedemikian rupa agar romantis oleh ketua Osis SMA Bintang ini. Beberapa saat kemudian gadisnya datang di antar oleh supir pribadinya. Kemudian mobil APV itu meninggalkan danau itu dan gadis cantik ini melangkah menuju ke tempat Yudha.
            Yudha sangat terkejut melihat gadisnya memakai pakaian yang menyamakan dirinya dengan Cinderella yang sedang menghadiri pesta pangeranya.
Dengan menggunakan dress selutut warna merah dengan dihiasi pita berwarna biru tosca di bagian pinggangnya serta disertai sabuk berwarna senada dengan warna dress’nya. Sepatu flatfloes warna biru tosca dan rambutnya di biarkan terurai dengan dihiasi bando berwarna merah menambah dirinya sangat anggun pada malam itu.
Yudha’pun tersadar dari lamunanya akibat sebuah tangan mengibas ngibaskan di depan wajahnya.
“Ko’ ngelamun ???” Tanya Vika penasaran
“Ah, eh, ituh (gugup) ….. udahlah lupain aja. Cuma kaget ajah, ternyata cerita Cinderella beneran ada J.” Ucap Yudha tersenyum sangat manis
“Gombal banget sich kamu. Gak usah ngerayu gitu deh, lama-lama aku bisa ngefly nie.”
“Beneran tau, siapa yang ngegombal. From my heart J.”
“Kamu juga ganteng plus keren banget malam ini.” Ucap Vika tulus dari hati.
            Gadis cantik ini juga terkejut melihat pangeran hatinya berdandan seperti layaknya seorang pangeran istana raja. Kemeja berwarna merah hitam dengan dibalut jas berwarna hitam dan celana berwarna biru tosca. Dan gaya khasnya yang selalu menambah dia bertambah keren malam ini yaitu rambutnya yang terlihat berantakan tetapi malah menjadikan empunya bertambah keren.
“Oh iya dong, aku kan emang keren. Mungkin kamu orang yang ke 5000 yang bilang aku keren.” Ujar Yudha PD plus narsis
“Narsis lagi. Dasar J.”
“Hehehe, kesana yuk (menunjuk ke meja tempat mereka makan nanti).”
“Ayo (jalan menuju ke meja itu).”
            Vika terkagum kagum melihat pemandangan di hadapannya. Lampu malam yang membentuk hati terpampang jelas di depan matanya. Kemudian banyak sekali lampu hati serta balon hati di sana.
“Ini semua yang bikin kakak ???” Tanya Vika kagum
“Iyah, ini yang bikin aku. Kenapa ??? bad yah.” Ucap Yudha pesimis
“Nope, no bad. This is a amazing. Keren banget kak. Beneran deh.” Kata Vika masih kagum
“Serious. This is special for my princess always in my heart.”
“Gombal banget sih, belajar dari mana lagi.”
“Serius. Vik (memegang tangan Vika dan otomatis Vika membalikan tubuhnya menghadap pangeran hatinya itu dan menatap mata beningnya). Aku mau jujur sama kamu.”
“Ngomong aja kak.” Ucap Vika gugup
“Mmmm, aku sayaaaaang banget sama kamu. Aku cinta sama kamu Vik, dan aku juga gak mau kejadian dulu terulang lagi. Dan kamu harus percaya sama aku kalau aku itu Cuma cinta sama kamu. Cuma sayang sama kamu. Kamu itu kedudukannya tertinggi kedua setelah keluarga aku di hati aku Vik.”
            Yudha berhenti sebentar untuk menetralisir jantungnya yang berdegup kencang dan menghembuskan nafas berkali kali untuk membuang rasa gugupnya itu.
“Vik (menatap mata bening Vika yang membuat hatinya sangat nyaman). Would you be my princess ??? Now, tomorrow and forever.” Ungkap Yudha from him heart.
“Mmmm, aku aku …….” Jawab Vika ragu
“Kalau kamu terima aku kamu ambil bunga mawar ini, tapi kalau gak kamu terima bunga ini setelah itu kamu buang.” Terang Yudha
            Vika mengambil bunga mawar itu. Perasaan bimbang langsung dirasakan oleh pria tampan ini. Dia takut sekali jika gadisnya menolaknya. Pria tampan ini berkali kali berdoa agar gadisnya menerima bunga itu dan tidak membuangnya.
“Maaf kak (membuang bunga itu).”
“Gapapa (berusaha tersenyum padahal hatinya sangat sakit). Aku ngerti kok, aku emang gak pantes buat gadis macam kamu. Kamu tuh terlalu baik dan terlalu perfect buat pria simple kaya aku.”
“Ssstttt (meletakkan telunjuk tangannya di bibir Yudha). Aku kan belum selesai bicara kak. Aku gak butuh bunga mawar ini, aku Cuma butuh …. hati kakak. Aku terima kakak jadi pangeran aku lagi J.”
“(memeluk Vika erat). Makasih yah sayang. Aku seneng banget. Mulai sekarang kamu gak boleh manggil aku dengan sebutan kakak lagi, langsung nama aku ajah. Ok. Sayang.”
“Iyah Yudh, I LOVE YOU my prince.” Ucap Vika tidak menggunakan kata ‘KAK’ lagi
“I LOVE YOU TOO my princess J.”
èèèèèèèèèèèè
            Di lain tempat ada sepasang muda mudi yang sedang berkencan di taman dekat kompleks perumahan Dunia Bahari. Mereka menikmati mala mini bersama. Tawa dan canda selalu mengiringi mereka. Kemudian mereka berhenti di dekat toko jual ice cream.
“Mau ice cream ???” Tanya Wakil Ketua Osis SMA Bintang ini.
“Boleh.” Jawab kekasihnhya singkat
            Kemudian Ivan memesan ice creamnya dan memberikannya pada kekasihnya itu kemudian mereka duduk di rerumputan dekat taman bunga. Tetapi pria tampan ini sama sekali tidak tertarik dengan bunga-bunga cantik di hadapannya. Pria tampan ini selalu saja melihat ke wajah kekasihnya itu.
“Hey, kenapa aku di lihatin terus ???” Tanya gadis cantik di sebelahnya
“Kamu lebih cantik dari bunga-bunga di hadapan kita tahu. Aku lebih suka nglihatin kamu daripada bunga itu, menurutku kamu lebih menarik dari bunga itu.” Goda Ivan
“Apaan sih kak (muncul semburat merah di wajahnya). Gombal aja bisanya.”
“Siapa yang ngegombal ??? Aku punya satu permintaan dong sayang. Boleh gak.”
“Boleh, apa permintaan kamu ???” Tanya Syifa seraya menatap wajah rupawan kekasihnya
“Mmm, jangan panggil aku Kakak lagi dong. Nanti di kira orang-orang aku kakak kamu lagi.”
“Yah terus mau di panggil apa ???” Tanya Syifa (lagi)
“Mmm, nama aku aja. Ivan. Ok sayang ??”
“Kalau misalkan aku gak nurutin gimana ???” Tantang Syifa kepada kekasihnya itu
“Aku cium kamu (mendekatkan wajahnya ke arah Syifa).”
“(bingung, perasaanya tidak karuan. Kemudian mendorong wajah kekasihnya itu). Apaan sih. Iya iya aku manggil kamu Ivan.” Ucap Syifa pasrah
“Nah gitu dong J. Kan enak. Hahaha J. Satu lagi sayang permintaan aku.”
“Apa ???”
“(menyentuh wajah gadisnya itu dengan menggunakan telunjuk tangan kanannya berusaha mengamati tiap lekuk pahatan sang pencipta yang sangat indah itu) kamu cantik sekali sayang.”
“(gugup dan membiarkan kekasihnya itu melakukan hal itu).”
            Kemudian Ivan mendekatkan lagi wajahnya kea rah gadisnya itu dan meghapus jarak di antara mereka. Jarak mereka tinggal satu cm lagi dan akhirnya Ivan memiringkan kepalanya dan menyentuh bibir Syifa lembut.
SKIP !!!
            Beberapa hari kemudian. 2 orang gadis sedang asyik mengamati kekasihnya masing-masing bermain basket dengan teman-temannya for prepare for acara perlombaan basket antar sekolah nanti. Seorang gadis di antara mereka itu melihat jam yang bertengger manis di tangan sebelah kanannya.
Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. Tandanya kegiatan sekolah sudah selesai 2 jam yang lalu. Dan hanya mereka berdua dan anak-anak basket yang sedang berlatih serta anak-anak theater yang sedang berlatih untuk perlombaan nanti.
Beberapa menit kemudian anak-anak yang tadinya sudah berkumpul di lapangan tiba-tiba bubar dan menuju ke tempat peristirahatan mereka di tepi lapangan. 2 orang gadis itupun menghampiri kekasihnya itu.
“Yudh, udah selesai yah J.” Ujar kekasih ketua osis SMA Bintang itu.
“Udah sayang, sini duduk dulu.” Suruh Yudha seraya menggeser tempat duduknya agar kekasihnya bisa duduk di sebelahnya.
“Iyah J. Nih minum dulu.” Ucap Vika seraya menyerahkan pocari sweet untuk kekasihnya.
“Sob, aku pulang dulu yah.” Ucap salah satu anggota ABAS.
“Sipppp J. Hati-hati yah. Jangan lupa besok pagi kita latihan lagi.” Sahut Ivan seraya membersihkan peluh keringat di wajahnya menggunakan handuk.
“Sip, pulang dulu yah Yudh, see you tomorrow.” Salam anggota ABAS kecuali Ivan dan Yudha
“See you too J (melambaikan tangan kepada anggota ABAS itu). Sayang, aku punya sesuatu buat kamu.” Ucap Ivan kepada kekasihnya itu.
“Apa van ???” Tanya gadis itu penasaran
“(memberikan sebungkus hadiah kecil yang di bungkus sedemikian rupa). Nih buka aja sekarang, gapapa kok, dan aku harap kamu mau terima J.”
“(menerima kado Ivan). Makasih, aku buka yah.” Ucap Syifa penasaran
            Kemudian Syifa membuka kado dari pangeran hatinya itu. Dan dua sejoli sekaligus sahabat Ivan dan juga Syifa hanya melihatnya penasaran diselingi canda dan tawa dari keduannya. Setelah selesai membuka, Syifa menemukan benda kecil berwarna merah dan gadis ini segera membukannya.
Ternyata isinya adalah kalung liontin yang sangat cantik sekali dan setelah bandul liontin itu dibuka ternyata ada nama mereka berdua. Diukir dengan menggunakan kerang kecil dan di bingkai menggunakan hati berwarna hitam. Cantik sekali J.
“Cantik banget Van, beneran deh.” Puji Syifa semangat 45 (?)
“Iyah, kaya kamu J.” Kata-kata Ivan membuat rona merah terlihat di wajah kekasihnya itu.
“Apaan sihh.” Ucap Syifa malu-malu.
“aku pakaikan sini (Syifa menyerahkan kalung liontin kepada kekasihnya itu, kemudian Ivan memakaikan kelungnya untuk gadisnya itu). Tuh kan cantik, kamu tambah cantik tahu gak, dan kalung itu pas banget di leher kamu.” Puji Ivan tulus
“Makasih.” Ucap Syifa seraya memegang kalungnya itu.
“So Sweet J. Romantic bener sampai-sampai gak inget ada orang disini.” Ucap Yudha dan Vika
“Hehehe (nyengir kuda). Sorry my bro. aku gak lupa sama kalian kok, Cuma gak inget aja.”
“Sama aja kak.” Ucap Vika ketus.
“Hahaha. Udah Yudh, kamu juga punya hadiah buat gadis ini kan (menunjuk Vika).” Ujar Ivan
“Iya dong, aku gak kalah bagusnya kaya kamu. Bahkan aku lebih romantis kayaknya.” Ujar Yudha PD
“PD banget Yudh, coba ajah.”
“Sayang. Aku juga punya hadiah buat kamu. (melangkah menjauh dari gadisnya dan keluar lapangan setelah itu kembali dengan membawa bungkusan besar). Nih buat kamu.”
“Makasih J. Aku boleh buka sekarang ???” Tanya Vika
“Boleh dong, buka ajah.”
            Kemudian Vika membuka bungkusan besar yang di sodorkan Yudha untuk gadisnya. Sekarang gantian pasangan Ivan dan Syifa yang melihat kemesaraan sahabatnya itu. Setelah hadiahnya terbuka. Vika ternganga melihat hadiah yang di berikan oleh kekasihnya itu. Sebuah boneka teddy bear berwarna coklat dengan membawa boneka hati berwarna merah.
            “I LOVE YOU Vika Riyyana Della.” Boneka itu bisa mengeluarkan suara setelah gadis itu menekan hati yang di bawa boneka itu.
“Ini serius buat aku ???” Tanya Vika ragu
“Iyah sayang, ini buat kamu. Kamu gak suka yah.” Ucap Yudha menyakinkan.
“Aku suka banget Yudh.”
“beneran ???. Bukanya hadiahnya jelek yah.” Ujar yudha pesimis
“Yudh, ini keren banget. Beneran deh. Makasih yah Yudh, ini keren banget. Aku suka.” Ucap Vika senang seraya memeluk Yudha erat.
“Iyah sayang sama-sama.” Membalas pelukan gadisnya itu.
“Ehem ehem ehem.” Dehem sahabatnya itu.
“(melepaskan pelukannya). Syirik aja dehh kalian berdua.” Sungut Yudha sebal
“Jangan mesra-mesraan depan public dong. Berasa sendirian disini.” Ucap Ivan
“Van, kenapa sihh kamu membelikan kalung ini untukku.”
“Iyah, kamu juga kenapa Yudh, mau membelikan boneka teddy bear ini, ini boneka yang pengin aku beli dari 2 minggu yang lalu. Dan kamu membelikan ini untukku. Kenapa kamu ngelakuin ini ???”
“THAT’S ALL CAUSE LOVE  VIK/FA. I Love You baby.” Ucap Yudha dan Ivan bebarengan.
“Makasih J.” Ucap Vika dan Syifa memeluk kekasihnya erat. Yudha dan Ivan pun membalas pelukan mereka seraya mengecup kening kekasih masing-masing.
“I LOVE YOU TOO J.” Teriak Vika dan Syifa.
            Karena cinta seorang ketua osis dan wakilnya rela melakukan apa saja. Asalkan kekasihnya itu bahagia. Dan Syifa serta Vika lah orang yang bisa merebut cinta dan hatinya dari seorang ketua osis dan wakil ketua osis itu. Yang dulunya sifat Yudha dan Ivan adalah CUEK dan gak pernah perduli sama orang, sekarang mereka berubah 100 % karena Syifa dan Vika.
            Cinta yang datang pada saat pertama kali acara MOS berlangsung hingga sekarang tetap ada di hati mereka masing-masing. Bahkan seiring berjalannya waktu. Rasa sayang Yudha dan Ivan untuk gadisnya itu semakin besar. Begitupun gadisnya itu. Mereka juga mengalami hal yang sama seperti pangeran hatinya itu. Menurutnya apa yang dilakukan Yudha dan Ivan adalah karena cinta.
“THAT’S ALL CAUSE LOVE”

ini diaaaa endingnya ...
gimana gimana ??? bagus gak ???
please comment and like'nya dums ...
saya menunggu nih in here :D
thanks buat yang udah baca yah friend :)

That's All Cause of Love - Part 7

cekidottt !!!
Keep reading and enjoy guys ..


Beberapa Bulan kemudian. Kini Vika dan Syifa telah naik ke kelas XI. Mereka memang di takdirkan untuk bersama. Ini terbukti, karena sekarang Vika dan Syifa duduk di kelas XI IPA 2. Dan tentu saja Yudha dan Ivan naik ke kelas XII. Mereka berbeda kelas. Ketua Osis ini duduk di kelas XII IPA 1 dan Wakil Ketua Osis ini duduk di kelas XI IPA 3. Meskipun mereka berbeda kelas, tetapi persahabatan yang ada dalam diri mereka tetap ada.
            Sekarang di kantin SMA Bintang. Terlihat murid-murid sibuk menikmati enaknya makanan kantin. Ada beberapa murid juga yang memanfaatkan kesempatan bebas ini untuk melepas rindu bersama dengan kekasihnya masing-masing. Seperti halnya Yudha dan Ivan. Mereka berdua kini sedang duduk di bangku paling pojok di kantin. Tentunya bersama dengan kekasih mereka masing-masing.
“Kalian mau makan apa. Biar aku yang mesen.” Tawar Yudha kepada sahabat dan kekasihnya itu.
“Gak deh kak. Aku minum aja. Jus Apel ajah kak.” Jawab Syifa
“Aku juga yudh. Jus alpokat ajah 1.” Sela Ivan seraya memainkan BB’nya
“Ok. Kamu sendiri apa sayang ??? mau makan gak.” Ucap Yudha lembut
“Gak deh kak. Aku masih kenyang. Minum ajah. Biasa.” Jawab Vika lemas
“Ok sayang. Sebentar yah.” Ujar Yudha seraya pergi memesan minuman yang dipesan tadi.
            Pada saat Yudha sedang memesan minumanya. Ivan asyik memainkan BB’nya. Dan Syifa asyik memperhatikan sahabatnya yang ada di depanya. Entah mengapa perasaan gadis ini tidak enak melihat sahabatnya. Seperti ada sesuatu yang terjadi dengan sahabatnya itu.
“Vik, kenapa ??? Ko’ ngelamun ajah sihh. Ada masalah ??? cerita dong.” Ucap Syifa mengintrogasi
“Mmmm, gapapa ko’ fa. Aku baik-baik ajah.” Jawab Vika seraya tersenyum tipis
“Vik, aku ituh sahabatan sama kamu cukup lama yah. Aku bisa bedain kapan kamu ada masalah dan kapan kamu baik-baik ajah. Cerita dong Vik.” Desak Syifa
“Iya Vik, ada apa masalah apa sihh ??? Tentang Yudha ???”
“Huft (menghela nafas panjang). Gak kok, aku gak papa. Juga bukan tentang ka’ Yudha” Ujar Vika cepat-cepat pada saat Yudha sampai di meja mereka membawa beberapa minuman yang mereka pesan.
“Hei, serius amat. Lagi bahas apaan sihh. Oyah, nie pesenan kalian semua.” Ucap Yudha seraya menyerahkan pesananya kepada sahabatnya dan duduk di samping Vika
“Thanks a lot yahh J.” Ucap Syifa dan Ivan kompak
“You’re welcome J. Oya sayang, nie pesenan kamu. Beneran gak mau makan ???” Tanya Yudha
“Gak, aku masih kenyang kok.” Jawab Vika seraya tersenyum tipis
            Pada saat mereka sedang melahap makanan dan meminum minuman pesanan mereka, tiba-tiba datang seorang gadis berambut panjang, tinggi, dan cantik.
“Hai semua, sorry yah aku ganggu sebentar. Aku Cuma mau bilang sesuatu sama Yudha.”
“Ada apaan ??? penting banget yah. Aku lagi makan ni.” Tanya Yudha cuek.
“Mmm penting banget yudhaaaa. Kamu kan udah janji mau bantuin aku bikin proposal yang di kasih sama Bu Ira ???” Ucap gadis itu dengan nada manja dan sok lembut.
“Tapi sya, aku tuh lagi …”
“Ayo dong Yudh, please !!! penting banget nie. Hari ini dikumpulin.” Mohon gadis itu yang di panggil Yudha dengan sebutan sya.
“Mmmm vik, aku boleh gak bantuin Tasya bikin proposal ???. Ini Tugas dari bu.Ira buat semua siswa baru soalnya. Hari ini dikumpulin.” Ijin Yudha
“Terserah. Mmm ka’, fa … aku duluan yah. Banyak tugas.” Ucap Vika seraya meninggalkan kantin setelah membayar minuman yang dipesanya
“Vik, Vikaaa …” Panggil Yudha seraya beranjak dari duduknya dan ingin mengejar Vika, tapi sentuhan tangan gadis itu begitu terasa di pergelangan tangannya agar Yudha tidak jadi menyusul Vika.
“Yudh, biarin ajah deh. Toh pulang sekolah kamu juga bisa ketemu sama dia lagi kan.” Ucap gadis itu
“Yaudah deh, guys aku duluan yah. Bye.” Ujar yudha seraya meninggalkan Ivan dan Syifa
“Bye semua.” Ucap gadis itu seraya tersenyum penuh kemenangan
“Nyebelin banget sih tuh anak.” Ucap Ivan dengan nada tidak bersahabat
“Jangan-jangan Vika daritadi diem gara-gara dia lagi.” Sambung Syifa
“Mungkin sihh, lihat aja kelakuannya sama Yudha tadi.”
“Emang dia siapa sih kak.” Tanya Syifa penasaran
“Dia itu Tasya. Lengkapnya Tasya karina Bella. Dia anak baru di kelas aku. Pindahan dari Bandung. Katanya sih ikut orang tuanya, orang tuanya ada kerjaan disini. Dan kamu juga mesti tau. Dari dia masuk kelas tadi. Dia nglihat kearah Yudha mulu. Ternyata Yudha juga pernah ketemu sama dia. Kata Yudha, dia gak sengaja ketemu sama Tasya waktu mobil Tasya mogok di jalan. Karena yudha gak tega, finally dia bantuin deh. Mungkin tuh anak kena LOva at the First Sight.” Jelas Ivan panjang lebar
“Oh, emangnya dia gatau apa kalo ka’ Yudha tuh punya Vika. Dasar gadis gak bener. Mmm kak, aku ke kelas yahh. Mau nenangin Vika juga. Kasihan dia. Boleh yah.”
“Iya boleh dong sayaaaang (nyubit pipi Syifa).”
“Ihhhh kakak sakit ni. Kebiasaan deh, suka nyubitin pipi aku.” Ujar Syifa manyun
“Hahaha J. Jangan manyun gitu don sayang. Yaudah sana, katanya mau ke kelas. Apa mau di anterin ???” Tawar Ivan seraya mengedipkan mata sebelah kananya.
“Apaan sih, gak usah kak. Aku sendiri ajah. Kakak terusin ajah makannya. Aku duluan yah. Dah kakak.”
“Iyah hati-hati J.”
èèèèèèèèèèèè
            Syifa menemukan Vika di taman belakang sekolah. Setelah dia mengitari sekolah yang luasnya minta ampun sekarang dia bisa bertemu dengan sahabatnya itu yang sedang duduk di bangku taman.
“Ehemm.”
“(menghapus air matanya dengan membelakangi sahabatnya itu, kemudian berbalik) ada apa fa ???” Tanya Vika berusaha menyembunyikan air matanya.
“Kamu nangis yah Vik, kenapa ???” Tanya Syifa khawatir melihat sahabatnya itu.
“Mmmm siapa yang nangis, gak kok.” Jawab Vika asal seraya menghapus sisa air matanya dan tersenyum tipis kepada sahabatnya.
“Gak usah bohong. Anak kecil ajah tau kalo kamu lagi nangis (duduk di samping Vika). Jujur dong sama aku, kamu kenapa ???” Tanya Syifa lagi.
“Syifaaaa (memeluk sahabatnya itu dan air matanya keluar lagi).”
“Udah dong Vik, kalo kamu nangis gini gimana aku bisa bantu coba. Aku yakin kok. Hubungan ka’ Yudha sama ka’ Tasya gak ada apa-apa. Ka’ Yudha masih punya kamu Vik, aku juga tau ka’ yudha ituh cinta banget sama kamu. Jangan nangis yah.” Ucap Syifa
“Iyah fa, aku tau, tapi kamu juga mesti tau. Dari kemarin ka’ Yudha tuh aneh sama aku. Kamu tau, kemarin dia batalin janji pergi sama aku. Alasanya kamu tau, dia tuh mau nemenin ka’ Tasya beli buku. Dan setelah ituh ka’ Yudha sama sekali gak ngasih kabar ke aku. Sms aja gak fa. Dan aku tau dari ka’ Rendy (temen sekelas Yudha dan Ivan) kalo ka’ Yudha ituh pulang dari rumah ka’ Tasya jam setengah 7. Lama kan ??? Terang Vika sesenggukan
“Positive thinking fa, Cuma dengan cara itu kamu bisa mengendalikan emosi kamu.” Saran Syifa
“Aku mohon sama kamu, jangan ngomong sama ka’ Yudha tentang ini, aku pengin dia nyadar sendiri. Dan selama dia belum sadar tentang kesalahannya kemarin, aku gak akan baik sama dia.” Gumam Vika masih sesenggukan tetapi mulai melemah
“Sabar ya Vik, jangan Cuma gara-gara ka’ Tasya hubungan kamu sama ka’ Yudha jadi gak pasti dan jadi renggang. Aku gak mau kalian marahan Cuma gara-gara ka’ Tasya.”
“Iyah fa, aku juga gak mau kalo sampe kejadian kaya gitu.”
“Yaudah ke kelas yuk. Belajar bareng buat ulangan fisika nanti J.”
“Iyah, yuk J.” Jawab Vika seraya beranjak dari duduknya.
“Nah gitu dong, ini baru sahabat aku J.” Ucap Syifa seraya merangkul Vika dan pergi ke kelas
èèèèèèèèèèèè
            2 insan yang tidak mempunyai hubungan apa-apa sedang berada di dalam suatu ruangan tertutup dan tidak ada seorangpun disana selain mereka berdua. Wajarkah ??? Entahlah, mereka seperti tidak perduli dengan orang-orang di sekelilingnya. Terutama pria tampan ini, padahal dia sudah mempunyai kekasih yang sangat disayanginya itu, tetapi sepertinya pemuda ini tidak sadar jika gadisnya kecewa dengan sikap yang ia perbuat L.
“Yudh, aku gak ngerti cara bikinya gimana. Tolongin dong.” Ucap gadis itu manja
“Gampang banget kok, tadi kan aku udah kasih tau caranya Sya, masa masih gak bisa.” Jawab Yudha kepada gadis itu yang ternyata adalah Tasya, anak baru SMA Bintang.
“Tapi aku masih gak ngerti, ajarin dong.” Ujar Tasya dengan nada manja yang menjijikan seraya merangkul lengan pemuda di sampingnya.
“Yaudah (berusaha melepaskan rangkulan gadis disampingnya) sini aku bantuin.” Ucap Yudha seraya mendekat ke arah gadis di sampingnya dan mulai membungkukan badanya supaya bisa melihat layar laptop di hadapannya.
            Gadis ini tersenyum penuh kemenangan. Seolah-olah dia menang melawan musuh yang paling dibencinya. Tasya bisa merasakan harum parfum Yudha khas para pria itu. Dan dengan sengaja gadis ini pun mendekat ke arah pemuda di sampingnya itu. Dan dengan sengaja pula tubuh gadis ini mendekat ke arah lengan Yudha.
            Yudha dapat merasakan harum parfum gadis di sampingnya itu. Dan dia juga merasakan aneh dengan Tasya. Sepertinya tubuh Yudha sangat dekat dengan gadis di sampingnya ini. Tapi Yudha tidak perduli dan masih tetap focus dengan laptop di hadapannya supaya cepat selesai pekerjaan mereka. Tiba-tiba dia merasakan kecupan di pipinya. Ternyata gadis di sampingnya yang melakukanya. Dan gadis ini masih menahannya beberapa saat. Hingga Yudha sadar dari dunianya itu.
“Kamu apa-apa’an sih. Kenapa nyium aku coba. Apa maksudnya HAH.” Bentak Yudha
“Tadi aku reflek yudh, maaf. Aku tidak bermaksud untuk menciummu. Tapi …”
“Tapi apa (membentak). Kau tahu, aku sudah punya kekasih. Tapi kau malah dengan gerakan spontan menciumku. Hey, kau tidak ingatt !!!” Hardik Yudha masih  dengan nada membentak
“Tapi aku tidak sengaja (berkaca-kaca). Kamu juga harus tau Yudh, kalo aku ngelakuin itu karena reflek (air mata mengalir membasahi wajah palsunya). Dan kejadian tadi itu terjadi karena ketidaksengajaan. Maafin aku Yudh.” Terang Tasya dengan sesenggukan dan terus menangis
“Maafin aku juga yah, tadi aku tidak bermaksud membentakmu.” Ucap Yudha merasa bersalah
“Iyah kak tidak apa-apa. Aku juga minta maaf.” Gumam Tasya
“Maaf yah (memeluk Tasya).”
“Iyah.” Ucap Tasya dengan senyuman miringnya dan menghapus air mata busuknya itu. Ternyata gadis ini tadi hanya berpura-pura. Sungguh keterlaluan L.
èèèèèèèèèèèè
            Ternyata dibalik pintu tempat Yudha dan Tasya sedang bercengkrama itu ada seorang gadis yang sedari tadi melihat semua kejadian yang terjadi antara Yudha dan Tasya. Air mata yang sedari tadi di tahannya akhirnya meleleh membasahi wajah cantiknya setelah dia melihat pangeran hatinya di cium oleh gadis lain.
Sepertinya gadis yang mencium pangeran hatinya itu mengetahui jika dirinya sedang berada di balik pintu. Gadis ini tidak sanggup melihat lebih jauh lagi apa yang mereka lakukan, akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari tempatnya itu.
Gadis ini melangkah dengan wajah sembab dan sedari tadi tangannya menahan air matanya agar tidak keluar. Setelah itu dia mempercepat langkahnya dan pergi ke taman sekolah. Berharap semua yang terjadi barusan hanyalah mimpi semata.
SKIP !!!
            Bel pulang berbunyi menyebabkan sekolah yang megah ini dipenuhi siswa siswi yang berhamburan keluar sekolah. Tetapi tidak untuk kedua gadis yang masih setia duduk di tempatnya. Gadis yang pertama sibuk melamun dengan pandangan kosong dan sahabatnya dengan heran melihat gadis itu dengan kening berkerut. Sepetinya ada sesuatu yang menyebabkan sahabatnya itu melamun dengan pandangan kosong itu.
“Mmm Vik, gak pulang ???” Tanya gadis berwajah seperti orang korea ini
“Gak,nanti aja fa, kamu pulang duluan ajah sana.” Jawab Vika seadanya.
“Gak. Aku mau pulang kalau kamu juga pulang.” Tegas Syifa keras kepala
“Yaudah dehh, yuk.” Ucap Vika seraya tersenyum tipis, karena jika gadis ini tidak menuruti kata sahabatnya itu, mereka tidak akan menemukan ujungnya.
“Nah gitu dong.”
            Mereka berdua melangkah keluar kelas kemudian menyusuri jalanan dan lorong sekolah yang megah itu. Kemudian mereka sampai di depan sekolah. Telihat seorang pria memakai helm fullface’nya sedang bertengger di atas motor ninja berwarna putihnya. Sepertinya mereka mengenali pemuda itu.
“Ehemm, udah di jemput tuhh, sana gih.” Suruh Vika
“Terus kamu gimana ???” Tanya Syifa
“Aku udah sms pak supir kok suruh jemput, kamu pulan duluan ajah sana, kasihan ka’ Ivan nungguin dari tadi.” Ucap Vika berbohong seraya tersenyum ramah
“Mmmm beneran gapapa ??? (Vika mengangguk) Hmmm, yaudah dehh, aku pulang duluan yahh. Hati hati.” Ucap Syifa seraya berlari menghampiri kekasihnya itu.
            Setelah memastikan Ivan dan Syifa pergi dan meninggalkan sekolah. Vika pun duduk di lantai depan sekolahnya seraya membenamkan wajahnya pada kedua lututnya. Seolah-olah dengan cara itu dia bisa melupakan masalahnya.
“Ka’ Yudha bener-bener lupa sama aku. Dia pulang ajah gak pamit sama aku. Ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan ??? aku tidak kuat menahan semuanya.” Pasrah gadis itu dan dengan sadarnya air matanya turun membasahi wajah cantiknya itu.
            Tidak lama kemudian ponsel di saku seragamnya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk. Kemudian gadis ini mengeluarkan ponsel’nya dan membuka isi pesanya.
From : My Lovely
Hai sayang J. Kamu udah pulang belum ??? Atau masih di sekolah ???
Tak butuh waktu lama gadis itu menekan tombol reply untuk menjawabnya
To : My Lovely
Hmm, aku udah pulang kok. Udah di rumah. Kenapa ???
Gadis ini berbohong. Dia sudah terlanjur kecewa dengan kekasihnya itu. Beberapa menit kemudian ponselnya kembali bergetar
From : My Lovely
Syukur dehh. Makan yah sayang J. Setelah itu istirahat. Jangan lupa sama pesen aku tadi.
Gadis itu hanya tersenyum masam melihat perhatian yang ditunjukkan oleh kekasihnya itu. Entah kekasihnya itu dengan tulus mengatakan seperti itu atau hanya untuk hiburan semata. Karena gadis ini pu tidak tahu ekspresi dari pangeran hatinya itu. Tapi dia tetap bisa menghargai usaha kekasihnya itu, karena dengan seperti itu dia masih menganggap dirinya sebagai kekasihnya. Padahal gadis ini sempat merasa bahwa kekasihnya itu benar-benar melupakannya.
To : My Lovely
Iyah. Aku gak lupa kok J.
From : My Lovely
Jawabnya lama banget sih sayang. Habis ngapain ???
To : My Lovely
Gak ngapa-ngapain kok. Aku lagi kurang enak badan ajah.
From : My Lovely
Kamu sakit ??? Yaudah aku ke rumah kamu sekarang yah. Aku khawatir sama kamu.
To : My Lovely
Gak usah. Aku mau istirahat soalnya. Ngantuk banget … Hoooaaaammm.
From : My Lovely
Yaudah kalo gitu. tidur yang nyenyak yah sayang. Have a nice dream J
            Pesan singkat yang di tujukan oleh kekasihnya itu untuk dirinya. Senyum masam masih merekah di bibirnya. Bukan senyum ramah seperti biasanya. Sesungguhnya gadis ini tidak tau apa yang menyebabkan pangeran hatinya dengan ikhlash menerima kecupan anak baru itu. Bahkan untuk sekedar marahpun tidak terlihat dari wajahnya. Ada apa ini ???
            Gadis ini melihat jam di tanganya. Matanya terbelalak ketika melihat jam di tanganya sudah menunjukkan pukul 15.30. padahal gadis ini keluar dari sekolahnya pukul 14.30. sudah satu jam rupanya dia berdiam diri di sekolahnya. Kemudian dia berdiri dari keadaan semula dan menghentikan taksi yang lewat. Setelah itu gadis ini pulang ke rumahnya.
èèèèèèèèèèèè
“Aku keterlaluan gak yah sama kejadian tadi. Ya Tuhan. Semoga saja Vika tidak tahu tentang kejadian saat aku bersama Tasya tadi. Adduhhh bisa gawat ni kalo sampai dia tahu. Dia pasti bakal marah banget. Yudha bego bego bego (mengacak acak rambutnya) kenapa kejadian seperti itu bisa terjadi sihh ???”
            Pria ini selalu dihantui rasa bersalah kepada gadisnya itu jika ia ingat akan kejadian yang menimpa Tasya dan dirinya pada saat berada di dalam ruangan kosong itu seraya mengerjakan tugas gadis itu. Apa yang harus ia lakukan ??? Haruskah ia jujur ??? Atau malah menunggu gadisnya mengetahui semuanya sendiri ??? sepertinya itu yang terbaik, membiarkan gadisnya mengetahui tentang kejadian itu sendiri. Selama gadisnya tidak tahu mengapa ia harus cerita. Bukankah itu malah membuat masalah baru ??? Yah sepertinya memang begitu.
SKIP !!!
            Keesokan harinya seorang gadis telah menyisir rambutnya di depan cermin. Menatap wajahnya dan berbicara sendiri seperti orang bodoh yang hanya tahu bahwa orang yan ada di depan cermin itu orang lain yang bisa di ajak bicara dan memberi saran.
“Kau tidak cantik Vika, dibanding dengan ka’ Tasya kau jauh lebih buruk, kau tidak pantas bersanding dengan orang terpenting di sekolah seperti ka’ yudha. Kau terlalu sederhana Vika. Mungkin ka’ Yudha sudah bosan denganmu, makanya dia ngelakuin hal-hal kaya gitu.” Ucap orang yang berada di cermin kepada Vika J
            Setelah dia cukup puas dengan dandananya dia keluar kamar dan menuruni anak tangga satu per satu. Dan langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria yang sedang duduk manis di sofa ruang tamunya.
“Ka’ yudha.” Pekik Vika
“Hai, udah selesaii ??? Berangkat yuk. Udah siang juga.” Ajak Yudha
“Gak, mau apa kakak kesini ??? Aku sudah berjanji dengan pak sopir untuk mengantarku ke sekolah. Jadi lebih baik kakak berangkat duluan ajah sana.” Ucap Vika dingin
“Kamu kenapa sayang ??? Kok jawabnya ketus gitu. kamu marah sama aku yah ???”
“Gak, aku tidak banyak waktu untuk berdebat dengan kakak. Lebih baik kakak berangkat atau aku yang akan berangkat duluan dengan pak sopir.”
“Yaudah aku berangkat dulu. Kamu jangan marah sama aku yah sayang. I miss you baby.” Ucap Yudha seraya keluar dari rumah Vika menuju ke letak motor ninjanya terparkir kemudian melesat jauh meninggalkan rumah megah itu.
            Gadis ini mendesah pelan melihat kekasihnya itu. Dia mulai berfikir bahwa kekasihnya benar-benar melupakannya. Entah apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka nanti. Gadis ini pen melangkah menuju ke mobilnya dan dia melihat sang sopir sudah stand by di kemudi mobil. Gadis ini pun masuk dan perlahan-lahan mobil melaju.
SKIP !!!
            Ninja merah memasuki halaman SMA Bintang. Dan dia langsung memarkirkan motor ninjanya di tempatnya. Setelah itu dia membuka helm Fullface’nya, memperlihatkan wajah tampanya. Jika pemuda ini masih single mungkin banyak yang memperebutnya. Beberapa saat kemudian ada seseorang yang menepuk pundaknya. Otomatis dia pun membalikan tubuhnya menghadap orang itu.
“Ngagetin aja kamu. Ngapain sihh. Pagi-pagi udah bikin orang jantungan.” Ketus Yudha melihat siapa orang yang telah membuat jantungnya berdetak lebih kencang (?).
“Hehehe J. Sorry brother. Aku gak ada maksud apa-apa kok. Oya kok gak bareng Vika ???” Tanya orang itu yang membuat Yudha tersentak kaget.
“Itu dia van, gatau kenapa, akhir-akhir ini dia selalu menjauh dari aku. Diajak pergi bareng gak mau, di ajak berangkat bareng apa lagi. Gatau deh kenapa, kayaknya ada yang dia sembunyiin dari aku.”
“Selesaian baik-baik deh.  Saranku sihh kamu menjauh dari gadis gadis yang lain ajah.” Ucap Ivan
“Menjauh dari gadis-gadis lain ??? Apa maksudnya ???” Tanya Yudha penasaran
“Aku sama kamu lebih pintar kamu Yudh, Jadi aku yakin kamu ngerti maksud aku. Hemm, aku masuk dulu yah, mau ketemu sama ayang J.” Ucap Ivan nyengir kuda
“Apa maksudnya menjauh dari gadis lain, emangnya aku deket sama siapa ??” Gumam Yudha bingung
            Beberapa saat kemudian ada seseorang yang telah berdiri menggantikan posisi Ivan tadi di hadapan Yudha. Sepertinya pemuda ini masih dalam dunia khayalnya sehingga dia tidak mengetahui ada orang di hadapannya.
“Hey Yudha. Kenapa ngelamun ???” Tanya orang di hadapan Yudha.
“Ah Eh … Tasya ??? Ngapain kamu disini ???” Tanya Yudha bingung
“Aku daritadi disini, kamunya aja yang gak lihat. Ke kelas bareng yuk (meraih lengan Yudha).”
“Mmm, gak. Aku lagi nunggu …”
“Nunggu siapa ??? Ayolah Yudh, aku pengin ke kelas bareng kamu.” Ucap Tasya dengan nada manja
“Mmm, yaudah lakh. Yuk.” Jawab Yudha seraya melangkah memasuki koridor sekolah.
“Nah gitu dong.” Ucap Tasya tersenyum kemenangan
            Di tengah jalan ada 2 orang gadis cantik yang sedang berdiri di depan madding. Sepertinya mereka selesai membaca kabar terbaru dari SMA Bintang. Gadis yang berwajah seperti orang korea menepuk pelan punggung sahabatnya karena melihat orang yang baru saja memasuki sekolah dengan berpegangan tangan lebih tepatnya merangkul lengan kekasih sahabatnya.
“Hay sayang …” Sapa Yudha dengan polosnya kepada kekasihnya itu. Sepertinya dia tidak mengetahui apa yang terjadi kepada kekasihnya itu.
“Mmm Fa, aku pergi kekelas dulu yah. Sampai nanti.” Ucap Vika kepada sahabatnya itu.
“Vik, Vikaa tunggu aku (teriak dan memandang kekasih sahabatnya itu dengan wajah tidak bersahabat dan garang). Dasar gak punya perasaan.” Ucap Syifa ketus dan langsung berlari mengejar Vika.
“Fa, maksud kamu apa ??? Jelasin dulu dong.” Teriak Yudha ingin mengejar kekasihnya itu tapi ada tangan lain yang mencegah lengannya agar tidak pergi.
“Ke kelas ajah yuk. Nanti aja kamu ngatasinya. Udah mau bel.” Ucap Tasya
“Yaudah.” Jawab Yudha pasrah
èèèèèèèèèèèè
“Udahlah Vik, kenapa sih kamu masih tahan aja sama sikap ka’ Yudha. Jelas-jelas dia tadi dengan polosnya bilang sayang sama kamu tapi nyatanya lengan dia dirangkul sama nenek lampir itu. Ngomong aja sama ka’ Yudha Vik, kalo perlu kamu marah sama dia dan Tanya mau dia apa sebenernya. Aku gak bisa ngelihat kamu terus-terusan nangis kejer kaya gini CUMA gara-gara ketua osis yang seenaknya itu.” Bentak Syifa kepada sahabatnya itu.
Mereka berada di atap gedung lantai 3 di SMA Bintang. Sedangkan sahabatnya hanya duduk seraya memeluk lututnya itu dan terus menangis. Sedari tadi Cuma kegiatan itu yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Sehingga emosi gadis berambut panjang ini memuncak. Dia tidak terima kekasih sahabatnya itu menyakiti Vika.
“Udahlah Vik, berhenti menangis dan ngomong sama ka’ Yudha tentang ini semua. Dari pertama, ka’ Tasya tuh gangguin ka’ Yudha mulu. Minta di ajarin bikin proposal lakh, minta di temenin kesini lakh, minta di anterin kesitu lakh, dan yang paling parah dia berani mencium pipi ka’ Yudha. Dasar nenek lampir, dia gak sadar apa kalo ka’ Yudha itu punya kamu.” Cerocos Syifa tidak terima. Sepertinya kebawelan gadis ini mulai kambuh J.
“Tapi aku takut ka’ Yudha mutusin aku fa L.” Gumam Vika lirih
“Yaudah lakh, biarin dia mutusin kamu daripada kamu terus terusan di bikin nangis kaya gini, kamu tuh cantik, banyak pria yang mau sama kamu. Lupain ka’ Yudha kalo ka’ Yudha maunya begitu. Yang penting sekarang kamu ngomong sama ka’ Yudha apa maunya. Masalah hasil nanti aja. Yang penting kamu ngomong dulu sama ka’ Yudha.” Cerewet Syifa lagi, lagi dan lagi (?).
“Pulang sekolah aku janji bakal meluruskan segalanya.” Tekad Vika
“Nah gitu dong, itu baru sahabatku.” Ucap Syifa seraya merangkul Vika.
“Hehehe J. Makasih yah Fa, kamu baik banget sama aku. kamu juga selalu ngehibur aku.” Ucap Vika seraya menghapus air matannya yang masih ada di pipinya.
“Sama-sama cantik. Itu gunanya sahabat kan ??? Ke kelas yuk.” Ajak Syifa dan Vikapun mengangguk tanda ia setuju dengan ucapan sahabatnya.

tinggalkan jejak sepetti biasa :D
like and comment tak tunggu ;)