ini endingnya guys ...
yang suka monggoh like nya ..
yang gak suka monggoh comment di post komentar ..
yang belum sempet baca silahkan save link'nya ..
yang pengin nambahin ceritanya silahkan tambahin di bagian post komentar ...
yang mau pindah rumah silahkan pindah rumah :D
gaje deh ... okedeh gak usah banyak omong ..
keep reading guys ;)
cekidottt !!!
Bel
pulang nyaring terdengar di sudut ruangan SMA Megah itu sebagai tanda
berakhirnya pelajaran hari ini. Seorang gadis dengan langkah gontai keluar dari
kelasnya dan bertekad untuk meluruskan segala masalah yang sedang di hadapinya
bersama dengan kekasihnya itu.
Gadis ini sudah berada di depan
ruang Osis. Dia yakin kekasihnya ada di ruang Osis karena tadi dia melangkah
menuju kelas Yudha dan tidak ada orang disana. Tempat mana lagi selain di ruang
osis. Dia bersender di tembok samping pintu menunggu seseorang yang dia
harapkan muncul.
Beberapa
menit kemudian pintu terbuka dan muncul sosok pria yang ingin di carinya.
Tetapi dia tidak sendiri, melainkan dengan ……. Gadis pengganggu hubungan
mereka. Gadis itu dengan PD’nya merangkul lengan kekasihnya itu. Dan kekasihnya
sama sekali tidak menolak. Ada apa ini, apakah kekasihnya itu benar-benar
melupakannya.
“Hay
sayang J. Tumben nunggu aku depan
ruangan. Biasanya langsung masuk.” Sapa Yudha
“Maaf
aku ganggu.” Ucap Vika singkat dan ingin melangkah meninggalkan mereka. Tetapi
dia kalah cepat karena ada sentuhan lembut pada lengannya. Yudha menahan
langkahnya.
“Kamu
kenapa sih. Menghindar terus dari aku ??? Aku punya salah apa ???” Tanya Yudha
“Kamu
beneran gak tau salah kamu apa ???” Tanya Vika balik
“Gak
tau, aku ngerasa aku gak punya salah sama kamu. Akhir-akhir ini aja aku gak
pernah ketemu kamu. Gimana aku bisa tahu kesalahan aku.” Terang Yudha
“Iyakh,
kakak memang benar. Kakak tidak salah, aku yang salah. Aku bego yah. Bisa di
permainin pria kaya gini. Kak, kakak tega banget sama aku tahu gak, mau kakak
apa sih.” Ucap Vika emosi dan menahan air matannya yang sudah berkumpul di
pelupuk matanya.
“Yudh,
katanya kita mau pulang.” Ucap Tasya dengan nada manja dan kembali merangkul
lengan Yudha dengan manjanya. Dan menatap sinis kearah Vika.
“Fine
kak, kita ….. PUTUS.”
“Putus
Vik, apa maksudnya ??? Vik, kamu jangan bercanda. Apa salah aku Vik ??? Kenapa
kamu mutusin aku secara sepihak gini.” Ucap Yudha shock
“Sudahlah,
sekarang kakak bisa bebas rangkul rangkulan sama DIA (nunjuk Tasya) tanpa harus
merasa bersalah atau tidak enak di depan aku. Mulai sekarang kakak gak usah
deket-deket lagi sama aku. Jangan pernah datang ke rumah aku lagi dan jangan
pernah menemuiku lagi.” Ucap Vika, air matanya benar-benar tumpah membasahi
wajah cantiknya.
“Tapi
Vik (menahan lengan Vika), aku gak mau putus sama kamu. Aku gak ada hubungan
apa-apa sama Tasya. Aku Cuma cinta sama kamu. Please jangan kaya gini Vik, aku
mohon.” Gumam Yudha
“Oyah,
gak ada hubungan apa-apa sama ka’ Tasya, jelas jelas aku lihat dengan mata
kepala aku sendiri kakak tuh di cium sama ka’ Tasya. Dan kakak sama sekali gak
marah, ituh yang namanya gak ada apa-apa.” Ucap Vika sesenggukan
“Vik,
ituh .. Mmm, aku bisa jelasin Vik …”
“Gak
perlu. Karena sekarang kakak bebas buat ngelakuin itu sama ka’ Tasya karena
kakak bukan kekasih aku lagi. Permisi ……..” Ucap Vika seraya meninggalkan
mereka.
“Vik,
Vikaa, dengerin aku dulu …” Ucap yudha ingin mengejar kekasihnya itu tetapi
lagi lagi nenek lampir ini mencegahnya.
“Sudahlah
Yudh, nanti juga dia ngerti kok, sekarang kita pulang ajah yuk.”
“heh,
ini semua tuh gara-gara kamu. Kamu yang nyebabin hubungan aku sama Vika kaya
gini. Kalo sampe aku gak bisa balikan lagi sama Vika, aku gak akan pernah
maafin kamu.” Bentak Yudha seraya meninggalkan nenek lampir itu.
“Yudh,
mau kemana ??? kok aku ditinggal.” Ucap Tasya seraya mengejar Yudha.
SKIP !!!
2 orang bersahabat ini sedang
berkumpul di rumah ketua Osis SMA Bintang. Mereka sedang menjalani aksi
persahabatan. Saling mencurahkan isi hati satu sama lain untuk mencari saran
terbaik dari sahabatnya sendiri.
“Jadi
menurut kamu aku harus gimana bro, aku udah gak ngerti nie apa yang harus aku
lakuin. Kayaknya kelakuanku sudah kelewatan sekali sampai-sampai Vika tuh
ngambil kesimpulan seperti itu.” Ucap Yudha tersenyum getir dan berusaha tegar
di depan sahabatnya itu.
“Lagian
kamu, sampai cium pipi. Pake gak marah lagi, pantesan aja Vika mutusin kamu.
Kamu tau gak, pertama kali ada Tasya, Vika tuh suka banget ngelamun dan cerita
sama Syifa kalau Vika lagi berfikiran kalau kamu tuh lagi bosen sama dia, dan
sekarang terbukti kan ???” Ucap Sahabat terbaik Yudha, Ivan Dika Prasetya.
“Iya
Van, kelakuanku memang sudah keterlaluan, aku gak peka sama perasaan Vika.
Sampai-sampai dia lagi menahan marah aja aku gatau. Dan kamu juga mesti tau
kalau aku waktu itu sudah berusaha menolak tetapi dia terus terusan menahan
tangannya untuk menahanku. Kau fikir aku sudah gila apa, mau-maunya aja di cium
sembarangan sama gadis lain. Vika aja gak pernah menciumku.” Terang Yudha
seraya mengambil minum yang ada di meja sebelahnya.
“Iyakh
sihh, terus gimana ???” Tanya Ivan
“Yang
jelas aku gak mau putus sama dia karena aku masih sayang sama dia.” Jawab Yudha
sekenanya
“Ya
mesti gimana lagi, udah keputusan dia juga kan ???. Aku juga bingung harus
gimana ??? Aku udah minta bantuan sama Syifa, tapi dia gak berhasil bujuk Vika
buat maafin kamu.”
“Ayo
dong Van, tolongin aku. Hadduhhh frustasi nie (mengacak-acak rambutnya). Aku
bego banget yahh, bisa masuk ke jebakan nenek lampir itu. Sial banget tahu gak
sih.”
“Telfon
aja deh.” Saran Ivan dengan nada pasrah
“Telfon
gimana ??? Handphone dia aja di matiin, sekalipun dia hidupun handphone’nya nie
yakh, telfon dari aku selalu di redject sama dia, sms apa lagi. Di cuekin
mulu.” Pasrah Yudha
“Datang
ke rumahnya ajah dehh, itu jalan terakhir Yudh.” Saran Ivan pasrah
“Kalo
misalkan gagal lagi gimana ???” Tanya Yudha pesimis.
“Hanya
itu cara terakhir Yudh, sebaiknya kamu ngomong langsung sama dia. Dan gak ada
kata GAGAL dalam kamus misi kita kali ini. Kamu harus berhasil. HARUS !!!”
Tekad Ivan menyemangati
“(senyum
manis) Aku akan usaha, doain ya bro.”
“Siap
bro J.”
SKIP !!!
Seorang pria turun dari motor ninja
merahnya setelah berhasil memarkirkan di garasi rumah mewah milik mantan
kekasihnya itu. Ingat, sekarang Vika telah menjadi MANTAN ketua osis SMA
Bintang. Pria ini pun dengan langkah pasti memasuki rumah mewah ini.
Dengan
berpenampilan memakai celana panjang berwarna putih, kemeja berwarna putih dan
jas yang berwarna hitam. Rambutnya dibiarkan berantakan khas pria ini
menjadikan pria ini semakin keren. Malam ini dia akan berusaha meluruskan
segalanya dengan mantan gadisnya itu.
Bunga
mawar putih dan merah yang disusun demikian cantiknya kini sudah di genggamnya
oleh pria tampan ini. Gadisnya memang paling suka dengan bunga mawar. Pria ini
pun menekan bel rumah. Beberapa saat kemudian wanita paruh baya sudah terlihat
dengan jelas setelah pintu berhasil di buka oleh wanita paruh baya itu.
“Yudha.”
Pekik Wanita paruh baya itu.
“Malam
tante, maaf Yudha mengganggu tante malam-malam begini.” Ucap Yudha ramah.
“Gapapa
Yudh, justru tante mengharapkan kamu datang. Tante gak tega melihat anak tante
segitu menderitanya setelah putus hubungan dengan kamu.” Ucap Wanita paruh baya
itu.
“Tante
tahu semua masalah Yudha sama Vika ???” Tanya Yudha heran
“Iya
dong, tante kan mamahnya Vika, bagaimanapun juga tante bisa ngrasain kalo
sekarang Vika lagi sedih dan lagi ada masalah sama kamu.” Ucap wanita paruh baya
itu yang ternyata mama Vika
“Maafkan
Yudha tante, Yudha tidak bermaksud untuk ….”
“Sudahlah,
ini semua bukan salahmu. Luruskan segalanya, selesaikan sekarang juga. Tante
yakin kamu bisa menyelesaikan semuannya.”
“Jadi
Yudha boleh masuk dan menemui Vika tante ???” Tanya Yudha senang.
“Boleh
dong Yudh, masuk aja. Bikin anak tante senyum lagi yahh. Bikin anak tante
sembuh juga yah.” Ucap mamah Vika seraya tersenyum manis membuat Yudha semangat
lagi.
“Memangnya
Vika sedang sakit tan ???” Tanya Yudha khawatir
“Iya
Yudh, lagi demam. Makanya tante mau minta tolong sama kamu. Bikin Vika senyum
lagi.”
“Pasti
tante, permisi yah tan.” Ucap Yudha seraya melangkah masuk dan menaiki tangga
untuk sampai di kamar mantan gadisnya itu.
Kemudian Yudha memasuki kamar gadisnya
itu. Dia melihat gadisnya sedang tidur. Dan Yudhapun menghampirinya untuk
melihat keadaanya.
Kelihatan dari raut wajah gadisnya
kalau dia sedang lelah dan matanya terlihat sembab. Muncul semburat rasa
bersalah di diri Yudha setelah melihat keadaan gadisnya itu. Sepertinya
gadisnya terus-terusan menangis karena dirinya.
Yudha
pun mendekat kearah gadisnya dengan mendudukan dirinya di bawah tempat tidur
Vika. Kebetulan di bawah kasurnya ada kursi yang di sediakan untuk orang yang
menjenguknya. Yudha pun memegang lembut tangan kiri Vika menggunakan kedua
tangannya. Di genggamnya erat dengan menggunakan kedua tangannya.
Beberapa
saat kemudian tangan kananya digunakan untuk membelai rambut Vika lembut dan
menyingkirkan beberapa helai rambut Vika yang menutupi wajahnya. Yudha sempat
menaruh pungguh tangan kananya di atas dahi Vika. Panas. Itulah yang dirasakan
Yudha setelah bersentuhan dengan kulit gadisnya itu. Perasaan bersalah terus
menyelimuti hatinya.
“Maafkan
aku Vik, aku sadar aku salah, aku akan memperbaikinya aku janji. Tapi tolong,
maafkan aku. Aku akan menjelaskan semuanya sama kamu. Aku masih sayang sama
kamu Vik. Bangun dong sayang. Aku pengin ngomong sama kamu.” Gumam Yudha lirih
Beberapa saat kemudian, tangan Vika
bergerak. Sepertinya gadis ini mendengar perkataan mantan kekasihnya itu. Tapi
hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Ngapain
kamu kesini. Belum puas kamu udah nyakitin aku.” Bentak Vika seraya melepas
tangannya yang telah di genggam Yudha dengan kasar kemudian membuang muka dan
menangis.
“Vik,
please !!! maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku akan menjelaskan semuanya Vik,
tapi kamu harus dengerin aku dulu …” Ucap Yudha memohon
“Gak,
gak ada yang harus di bicarakan lagi. Aku benci sama kakak. Lebih baik kakak
pergi dari kamar aku. Aku gak mau melihat muka kakak lagi.”
“Vik,
dengerin aku dulu. Setelah itu aku akan pergi. Terserah apa yang akan kamu
putuskan nanti. Yang jelas sekarang kamu harus dengerin aku dulu.”
Hening.
Melihat gadisnya tidak merespon Yudha. Yudha melanjutkan perkataanya.
“Aku
gak ada perasaan apa-apa sama Tasya. Tasya mencium pipi aku itu teryata Cuma
jebakan. Dan kamu juga harus tahu, aku sama sekali gak suka dengan tingkah
Tasya yang frontal kaya gitu. kamu juga harus tahu, pada waktu itu aku
benar-benar marah dengannya. Aku sempat membentaknya. Aku masih sayang sama
kamu Vik, aku cinta banget sama kamu. Aku gak mau putus denganmu.”
Yudha
diam sebentar untuk mengambil nafas setelah itu dia melanjutkan perkataanya.
“Maafkan
aku, karena aku sama sekali gak peka sama perasaan kamu. Aku benar-benar bodoh
sampai terjebak kaya gini di permainan Tasya. Aku sadar kelakuan aku memang
sudah keterlaluan. Tapi sungguh aku Cuma cinta sama kamu. Terserah kamu mau
percaya atau gak. Selama 1 minggu ini aku seperti orang gila. Aku sama sekali
tidak ada niat makan atau pun pergi kesekolah. Dan itu semua gara-gara kamu.
Maafkan aku juga sudah membuatmu sakit seperti ini.”
Isakan tangis. Itulah yang terdengar
oleh Yudha selama Yudha menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya yang paling
dalam. Yudha juga tidak tega melihat gadisnya terus-terusan menangis seperti
ini. Dan dia juga tidak tega melihat gadisnya jatuh sakit.
“Maafkan
aku Vik, aku janji setelah ini aku akan menjauhimu. Dan aku juga minta sama
kamu. Jika kamu benar-benar benci sama aku dan rasa kamu buat aku sudah mati,
kamu harus janji sama aku akan membuka hati kamu untuk pria lain. Dan aku
mohon, berhenti menangis karena aku. Aku janji setelah ini aku tidak akan
mengganggumu lagi jika kamu benar-benar tidak mau memaafkanku. Sekali lagi
maafkan aku. Aku tidak akan pernah melupakan kisah dan kenangan kita selama
ini. Aku permisi” Jelas Yudha
Perlahan-lahan Yudha melangkah
meninggalkan kamr Vika. Sebentar-bentar dia menengok ke belakang melihat
gadisnya itu. Tetapi sepertinya gadisnya sudah tidak perduli lagi dengannya.
Sampai-sampai melihat dirinya saja dia tidak mau. Yudha pun melangkah menuju ke
arah pintu.
“Ka’
Yudha.”
Langkah Yudha terhenti ketika ada
seseorang yang memanggil namanya. Otomatis Yudha langsung membalikan tubuhnya
melihat orang yang dicintainya. Perasaan lega dan gembira langsung menggelitik
hatinya melihat gadisnya merespon ucapannya. Senyum mengembang melihat gadisnya
masih mau memanggil namanya.
“Jangan
pergi kak, aku mohon.” Pinta Vika lirih
“Vik.”
“Aku
sadar aku juga salah sama kakak. Sikap
aku kekanak-kanakkan. Aku tidak mau mendengar penjelasan kakak. Aku minta maaf
kak, aku gak mau putus sama kakak.” Ucap Vika dengan nada lirih
“Kamu
gak salah Vik, aku yang salah, maafkan aku karena aku tidak peka terhadap perasaanmu.
Maafkan aku.” Ucap Yudha seraya mendekat ke posisi awal dia, duduk di bawah
tempat tidur gadisnya.
“Kak,
aku mohon jangan pergi.” Ucap Vika seraya memeluk pria dihadapannya erat.
Seakan-akan tidak mau kehilangan kekasihnya itu.
Yudha pun membalas memeluk gadisnya
dengan erat. Meskipun suhu panas langsung dirasakan olehnya akibat dari demam
yang terjadi pada gadisnya itu.
“Kamu
mau kan maafkan aku.” Ucap Yudha beberapa saat
Gadisnya hanya menganggukan
kepalanya tanpa harus mengeluarkan sepatah katapun. Yudha pun semakin erat
memeluk gadisnya itu. Sudah lama dia tidak merasakan sentuhan lembut gadisnya
itu.
“Kita
balikan lagi yah.” Ucap Vika di sela-sela pelukanya
“Gak
romantis banget sih. Jangan disini dong balikannya. Nanti aja.”
“Jadi,
kakak gak mau balikan lagi sama Vika ? Pergi aja sana yang jauh.” Ucap Vika cemberut seraya melepaskan
pelukannya dan membuang muka seraya melipat tangannya di dada.
“jangan
gitu dong sayang. Aku mau kok balikan sama kamu. Ini kan impian aku. Aku gak
mau kita jadian di kamar kamu. Aku akan membuat tempat romantis untuk tempat
jadian kita. Jangan marah dong sayang ???” Goda Yudha
“Serius,
beneran, janji.” Ucap Vika dengan nada mupeng
“Iyah,
janji dehh. Jangan marah lagi yah (gadisnya menganggukan kepalannya). Kamu mesti
istirahat yang banyak yah. Biar sembuh. Badan kamu panas banget kaya gini.”
“Gara-gara
kamu nie (manyun). Kamu sih ngelakuin hal-hal kaya gitu.”
“Iyah
sayang, maafin aku. Jangan manyun gitu dong. Aku kangen banget sama kamu J (membelai rambut Vika). Aku cinta
banget sama kamu.” Ucap Yudha tulus
“me
too J. Jangan pernah ngecewain aku
lagi yah sayang J.”
“Pasti,
yaudah aku pulang dulu yah. Gak enak sama mama kamu. Besok aku jenguk kamu
lagi.”
“Iyah,
makasih yah J.”
“Iyah
sayang, banyak istirahat yah biar sembuh J (mengecup kening Vika). Daaahh sayang J.” Ucap Yudha seraya pergi
meninggalkan kamar gadisnya itu.
Kemudian Yudha menuruni tangga dan
menghampiri mama Vika yang sedang membuat adonan kue bersama dengan Sivia yang
sedang duduk seraya menonton TV.
“Tante,
Yudha pamit pulang dulu yah tan.” Pamit Yudha ramah.
“Ekh
kamu yudh, mau pulang sekarang ???” Tanya Mama Vika
“Eh,
ada ka’ Yudha. Mau ketemu ka’ Vika yah kak.” Sela Rendy-adik Vika
“Iyah
tante, Yudha mau pulang sekarang. Iyah Rendy, ka’ Yudha habis ketemu kakak
kamu.”
“Oh
gituh, kata mama ka’ Vika sakit gara-gara mikirin kakak.” Ucap Rendy lucu
“Hush,
gak boleh ngebocorin rahasia sayang. Rendy ini ada-ada aja Yudh, masalah kamu
sama Vika udah selesai kan ???” Tanya mama Vika penasaran.
“Alhamdulillah
tante, udah selesai kok.” Kata Yudha
“Syukur
deh, pacaran emang selalu ada halangan. Malahan banyak masalah yang terjadi.
Tapi kebanyakan orang pacaran berantem itu Cuma gara-gara kesalahpahaman aja.
Makanya marahan jangan lama-lama. Lebih baik kalau kalian akur kan ???” Ucap
Mama Vika memberi saran
“Iya
tante, yaudah Yudha pamit dulu yah tan, ka’ Yudha pamit dulu yah Ren.” Pamit
Yudha lagi.
“Iya
Yudh, hati-hati di jalan.”
“Iyah
kak, hati-hati.”
“Pasti.
Assalamu’alaikum.” Ucap Yudha seraya meninggalkan rumah kekasihnya itu.
SKIP !!!
Beberapa hari kemudian Yudha membuat
janji dengan gadisnya untuk bertemu di duatu tempat, Yudha memilih Danau
Hasindanu untuk tempat meresmikan hubungan dirinya dengan gadisnya itu. Yudha
sudah berbuat sedemikian rupa sehingga danau itu yang aslinya polos bersih
tanpa ada benda apapun sekarang di rubah 180°
oleh pria tampan ini.
Danau Hasindanu ini benar-benar dibuat
sedemikian rupa agar romantis oleh ketua Osis SMA Bintang ini. Beberapa saat
kemudian gadisnya datang di antar oleh supir pribadinya. Kemudian mobil APV itu
meninggalkan danau itu dan gadis cantik ini melangkah menuju ke tempat Yudha.
Yudha sangat terkejut melihat
gadisnya memakai pakaian yang menyamakan dirinya dengan Cinderella yang sedang
menghadiri pesta pangeranya.
Dengan
menggunakan dress selutut warna merah dengan dihiasi pita berwarna biru tosca
di bagian pinggangnya serta disertai sabuk berwarna senada dengan warna
dress’nya. Sepatu flatfloes warna biru tosca dan rambutnya di biarkan terurai
dengan dihiasi bando berwarna merah menambah dirinya sangat anggun pada malam
itu.
Yudha’pun
tersadar dari lamunanya akibat sebuah tangan mengibas ngibaskan di depan
wajahnya.
“Ko’
ngelamun ???” Tanya Vika penasaran
“Ah,
eh, ituh (gugup) ….. udahlah lupain aja. Cuma kaget ajah, ternyata cerita
Cinderella beneran ada J.”
Ucap Yudha tersenyum sangat manis
“Gombal
banget sich kamu. Gak usah ngerayu gitu deh, lama-lama aku bisa ngefly nie.”
“Beneran
tau, siapa yang ngegombal. From my heart J.”
“Kamu
juga ganteng plus keren banget malam ini.” Ucap Vika tulus dari hati.
Gadis cantik ini juga terkejut
melihat pangeran hatinya berdandan seperti layaknya seorang pangeran istana
raja. Kemeja berwarna merah hitam dengan dibalut jas berwarna hitam dan celana
berwarna biru tosca. Dan gaya khasnya yang selalu menambah dia bertambah keren
malam ini yaitu rambutnya yang terlihat berantakan tetapi malah menjadikan
empunya bertambah keren.
“Oh
iya dong, aku kan emang keren. Mungkin kamu orang yang ke 5000 yang bilang aku
keren.” Ujar Yudha PD plus narsis
“Narsis
lagi. Dasar J.”
“Hehehe,
kesana yuk (menunjuk ke meja tempat mereka makan nanti).”
“Ayo
(jalan menuju ke meja itu).”
Vika terkagum kagum melihat
pemandangan di hadapannya. Lampu malam yang membentuk hati terpampang jelas di
depan matanya. Kemudian banyak sekali lampu hati serta balon hati di sana.
“Ini
semua yang bikin kakak ???” Tanya Vika kagum
“Iyah,
ini yang bikin aku. Kenapa ??? bad yah.” Ucap Yudha pesimis
“Nope,
no bad. This is a amazing. Keren banget kak. Beneran deh.” Kata Vika masih
kagum
“Serious.
This is special for my princess always in my heart.”
“Gombal
banget sih, belajar dari mana lagi.”
“Serius.
Vik (memegang tangan Vika dan otomatis Vika membalikan tubuhnya menghadap
pangeran hatinya itu dan menatap mata beningnya). Aku mau jujur sama kamu.”
“Ngomong
aja kak.” Ucap Vika gugup
“Mmmm,
aku sayaaaaang banget sama kamu. Aku cinta sama kamu Vik, dan aku juga gak mau
kejadian dulu terulang lagi. Dan kamu harus percaya sama aku kalau aku itu Cuma
cinta sama kamu. Cuma sayang sama kamu. Kamu itu kedudukannya tertinggi kedua
setelah keluarga aku di hati aku Vik.”
Yudha berhenti sebentar untuk
menetralisir jantungnya yang berdegup kencang dan menghembuskan nafas berkali
kali untuk membuang rasa gugupnya itu.
“Vik
(menatap mata bening Vika yang membuat hatinya sangat nyaman). Would you be my
princess ??? Now, tomorrow and forever.” Ungkap Yudha from him heart.
“Mmmm,
aku aku …….” Jawab Vika ragu
“Kalau
kamu terima aku kamu ambil bunga mawar ini, tapi kalau gak kamu terima bunga ini
setelah itu kamu buang.” Terang Yudha
Vika mengambil bunga mawar itu.
Perasaan bimbang langsung dirasakan oleh pria tampan ini. Dia takut sekali jika
gadisnya menolaknya. Pria tampan ini berkali kali berdoa agar gadisnya menerima
bunga itu dan tidak membuangnya.
“Maaf
kak (membuang bunga itu).”
“Gapapa
(berusaha tersenyum padahal hatinya sangat sakit). Aku ngerti kok, aku emang
gak pantes buat gadis macam kamu. Kamu tuh terlalu baik dan terlalu perfect
buat pria simple kaya aku.”
“Ssstttt
(meletakkan telunjuk tangannya di bibir Yudha). Aku kan belum selesai bicara
kak. Aku gak butuh bunga mawar ini, aku Cuma butuh …. hati kakak. Aku terima
kakak jadi pangeran aku lagi J.”
“(memeluk
Vika erat). Makasih yah sayang. Aku seneng banget. Mulai sekarang kamu gak
boleh manggil aku dengan sebutan kakak lagi, langsung nama aku ajah. Ok.
Sayang.”
“Iyah
Yudh, I LOVE YOU my prince.” Ucap Vika tidak menggunakan kata ‘KAK’ lagi
“I
LOVE YOU TOO my princess J.”
èèèèèèèèèèèè
Di lain tempat ada sepasang muda
mudi yang sedang berkencan di taman dekat kompleks perumahan Dunia Bahari.
Mereka menikmati mala mini bersama. Tawa dan canda selalu mengiringi mereka.
Kemudian mereka berhenti di dekat toko jual ice cream.
“Mau
ice cream ???” Tanya Wakil Ketua Osis SMA Bintang ini.
“Boleh.”
Jawab kekasihnhya singkat
Kemudian Ivan memesan ice creamnya
dan memberikannya pada kekasihnya itu kemudian mereka duduk di rerumputan dekat
taman bunga. Tetapi pria tampan ini sama sekali tidak tertarik dengan
bunga-bunga cantik di hadapannya. Pria tampan ini selalu saja melihat ke wajah
kekasihnya itu.
“Hey,
kenapa aku di lihatin terus ???” Tanya gadis cantik di sebelahnya
“Kamu
lebih cantik dari bunga-bunga di hadapan kita tahu. Aku lebih suka nglihatin
kamu daripada bunga itu, menurutku kamu lebih menarik dari bunga itu.” Goda
Ivan
“Apaan
sih kak (muncul semburat merah di wajahnya). Gombal aja bisanya.”
“Siapa
yang ngegombal ??? Aku punya satu permintaan dong sayang. Boleh gak.”
“Boleh,
apa permintaan kamu ???” Tanya Syifa seraya menatap wajah rupawan kekasihnya
“Mmm,
jangan panggil aku Kakak lagi dong. Nanti di kira orang-orang aku kakak kamu
lagi.”
“Yah
terus mau di panggil apa ???” Tanya Syifa (lagi)
“Mmm,
nama aku aja. Ivan. Ok sayang ??”
“Kalau
misalkan aku gak nurutin gimana ???” Tantang Syifa kepada kekasihnya itu
“Aku
cium kamu (mendekatkan wajahnya ke arah Syifa).”
“(bingung,
perasaanya tidak karuan. Kemudian mendorong wajah kekasihnya itu). Apaan sih.
Iya iya aku manggil kamu Ivan.” Ucap Syifa pasrah
“Nah
gitu dong J. Kan enak. Hahaha J. Satu lagi sayang permintaan
aku.”
“Apa
???”
“(menyentuh
wajah gadisnya itu dengan menggunakan telunjuk tangan kanannya berusaha
mengamati tiap lekuk pahatan sang pencipta yang sangat indah itu) kamu cantik
sekali sayang.”
“(gugup
dan membiarkan kekasihnya itu melakukan hal itu).”
Kemudian Ivan mendekatkan lagi
wajahnya kea rah gadisnya itu dan meghapus jarak di antara mereka. Jarak mereka
tinggal satu cm lagi dan akhirnya Ivan memiringkan kepalanya dan menyentuh
bibir Syifa lembut.
SKIP !!!
Beberapa hari kemudian. 2 orang
gadis sedang asyik mengamati kekasihnya masing-masing bermain basket dengan
teman-temannya for prepare for acara perlombaan basket antar sekolah nanti.
Seorang gadis di antara mereka itu melihat jam yang bertengger manis di tangan
sebelah kanannya.
Sekarang
waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. Tandanya kegiatan sekolah sudah selesai 2
jam yang lalu. Dan hanya mereka berdua dan anak-anak basket yang sedang
berlatih serta anak-anak theater yang sedang berlatih untuk perlombaan nanti.
Beberapa
menit kemudian anak-anak yang tadinya sudah berkumpul di lapangan tiba-tiba
bubar dan menuju ke tempat peristirahatan mereka di tepi lapangan. 2 orang
gadis itupun menghampiri kekasihnya itu.
“Yudh,
udah selesai yah J.”
Ujar kekasih ketua osis SMA Bintang itu.
“Udah
sayang, sini duduk dulu.” Suruh Yudha seraya menggeser tempat duduknya agar
kekasihnya bisa duduk di sebelahnya.
“Iyah
J. Nih minum dulu.” Ucap Vika
seraya menyerahkan pocari sweet untuk kekasihnya.
“Sob,
aku pulang dulu yah.” Ucap salah satu anggota ABAS.
“Sipppp
J. Hati-hati yah. Jangan lupa
besok pagi kita latihan lagi.” Sahut Ivan seraya membersihkan peluh keringat di
wajahnya menggunakan handuk.
“Sip,
pulang dulu yah Yudh, see you tomorrow.” Salam anggota ABAS kecuali Ivan dan
Yudha
“See
you too J (melambaikan tangan kepada
anggota ABAS itu). Sayang, aku punya sesuatu buat kamu.” Ucap Ivan kepada
kekasihnya itu.
“Apa
van ???” Tanya gadis itu penasaran
“(memberikan
sebungkus hadiah kecil yang di bungkus sedemikian rupa). Nih buka aja sekarang,
gapapa kok, dan aku harap kamu mau terima J.”
“(menerima
kado Ivan). Makasih, aku buka yah.” Ucap Syifa penasaran
Kemudian Syifa membuka kado dari
pangeran hatinya itu. Dan dua sejoli sekaligus sahabat Ivan dan juga Syifa
hanya melihatnya penasaran diselingi canda dan tawa dari keduannya. Setelah
selesai membuka, Syifa menemukan benda kecil berwarna merah dan gadis ini
segera membukannya.
Ternyata
isinya adalah kalung liontin yang sangat cantik sekali dan setelah bandul
liontin itu dibuka ternyata ada nama mereka berdua. Diukir dengan menggunakan
kerang kecil dan di bingkai menggunakan hati berwarna hitam. Cantik sekali J.
“Cantik
banget Van, beneran deh.” Puji Syifa semangat 45 (?)
“Iyah,
kaya kamu J.” Kata-kata Ivan membuat rona merah
terlihat di wajah kekasihnya itu.
“Apaan
sihh.” Ucap Syifa malu-malu.
“aku
pakaikan sini (Syifa menyerahkan kalung liontin kepada kekasihnya itu, kemudian
Ivan memakaikan kelungnya untuk gadisnya itu). Tuh kan cantik, kamu tambah
cantik tahu gak, dan kalung itu pas banget di leher kamu.” Puji Ivan tulus
“Makasih.”
Ucap Syifa seraya memegang kalungnya itu.
“So
Sweet J. Romantic bener sampai-sampai
gak inget ada orang disini.” Ucap Yudha dan Vika
“Hehehe
(nyengir kuda). Sorry my bro. aku gak lupa sama kalian kok, Cuma gak inget
aja.”
“Sama
aja kak.” Ucap Vika ketus.
“Hahaha.
Udah Yudh, kamu juga punya hadiah buat gadis ini kan (menunjuk Vika).” Ujar
Ivan
“Iya
dong, aku gak kalah bagusnya kaya kamu. Bahkan aku lebih romantis kayaknya.”
Ujar Yudha PD
“PD
banget Yudh, coba ajah.”
“Sayang.
Aku juga punya hadiah buat kamu. (melangkah menjauh dari gadisnya dan keluar
lapangan setelah itu kembali dengan membawa bungkusan besar). Nih buat kamu.”
“Makasih
J. Aku boleh buka sekarang ???”
Tanya Vika
“Boleh
dong, buka ajah.”
Kemudian Vika membuka bungkusan
besar yang di sodorkan Yudha untuk gadisnya. Sekarang gantian pasangan Ivan dan
Syifa yang melihat kemesaraan sahabatnya itu. Setelah hadiahnya terbuka. Vika
ternganga melihat hadiah yang di berikan oleh kekasihnya itu. Sebuah boneka
teddy bear berwarna coklat dengan membawa boneka hati berwarna merah.
“I LOVE YOU Vika Riyyana Della.”
Boneka itu bisa mengeluarkan suara setelah gadis itu menekan hati yang di bawa
boneka itu.
“Ini
serius buat aku ???” Tanya Vika ragu
“Iyah
sayang, ini buat kamu. Kamu gak suka yah.” Ucap Yudha menyakinkan.
“Aku
suka banget Yudh.”
“beneran
???. Bukanya hadiahnya jelek yah.” Ujar yudha pesimis
“Yudh,
ini keren banget. Beneran deh. Makasih yah Yudh, ini keren banget. Aku suka.”
Ucap Vika senang seraya memeluk Yudha erat.
“Iyah
sayang sama-sama.” Membalas pelukan gadisnya itu.
“Ehem
ehem ehem.” Dehem sahabatnya itu.
“(melepaskan
pelukannya). Syirik aja dehh kalian berdua.” Sungut Yudha sebal
“Jangan
mesra-mesraan depan public dong. Berasa sendirian disini.” Ucap Ivan
“Van,
kenapa sihh kamu membelikan kalung ini untukku.”
“Iyah,
kamu juga kenapa Yudh, mau membelikan boneka teddy bear ini, ini boneka yang
pengin aku beli dari 2 minggu yang lalu. Dan kamu membelikan ini untukku.
Kenapa kamu ngelakuin ini ???”
“THAT’S
ALL CAUSE LOVE VIK/FA. I Love You baby.”
Ucap Yudha dan Ivan bebarengan.
“Makasih
J.” Ucap Vika dan Syifa memeluk
kekasihnya erat. Yudha dan Ivan pun membalas pelukan mereka seraya mengecup
kening kekasih masing-masing.
“I
LOVE YOU TOO J.”
Teriak Vika dan Syifa.
Karena cinta seorang ketua osis dan
wakilnya rela melakukan apa saja. Asalkan kekasihnya itu bahagia. Dan Syifa
serta Vika lah orang yang bisa merebut cinta dan hatinya dari seorang ketua
osis dan wakil ketua osis itu. Yang dulunya sifat Yudha dan Ivan adalah CUEK
dan gak pernah perduli sama orang, sekarang mereka berubah 100 % karena Syifa
dan Vika.
Cinta yang datang pada saat pertama
kali acara MOS berlangsung hingga sekarang tetap ada di hati mereka
masing-masing. Bahkan seiring berjalannya waktu. Rasa sayang Yudha dan Ivan
untuk gadisnya itu semakin besar. Begitupun gadisnya itu. Mereka juga mengalami
hal yang sama seperti pangeran hatinya itu. Menurutnya apa yang dilakukan Yudha
dan Ivan adalah karena cinta.
“THAT’S ALL CAUSE LOVE”
ini diaaaa endingnya ...
gimana gimana ??? bagus gak ???
please comment and like'nya dums ...
saya menunggu nih in here :D
thanks buat yang udah baca yah friend :)