Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love - Part 8 (Ending)

taraaaaa :D
ini endingnya guys ...
yang suka monggoh like nya ..
yang gak suka monggoh comment di post komentar ..
yang belum sempet baca silahkan save link'nya ..
yang pengin nambahin ceritanya silahkan tambahin di bagian post komentar ...
yang mau pindah rumah silahkan pindah rumah :D
gaje deh ... okedeh gak usah banyak omong ..
keep reading guys ;)
cekidottt !!!


Bel pulang nyaring terdengar di sudut ruangan SMA Megah itu sebagai tanda berakhirnya pelajaran hari ini. Seorang gadis dengan langkah gontai keluar dari kelasnya dan bertekad untuk meluruskan segala masalah yang sedang di hadapinya bersama dengan kekasihnya itu.
            Gadis ini sudah berada di depan ruang Osis. Dia yakin kekasihnya ada di ruang Osis karena tadi dia melangkah menuju kelas Yudha dan tidak ada orang disana. Tempat mana lagi selain di ruang osis. Dia bersender di tembok samping pintu menunggu seseorang yang dia harapkan muncul.
Beberapa menit kemudian pintu terbuka dan muncul sosok pria yang ingin di carinya. Tetapi dia tidak sendiri, melainkan dengan ……. Gadis pengganggu hubungan mereka. Gadis itu dengan PD’nya merangkul lengan kekasihnya itu. Dan kekasihnya sama sekali tidak menolak. Ada apa ini, apakah kekasihnya itu benar-benar melupakannya.
“Hay sayang J. Tumben nunggu aku depan ruangan. Biasanya langsung masuk.” Sapa Yudha
“Maaf aku ganggu.” Ucap Vika singkat dan ingin melangkah meninggalkan mereka. Tetapi dia kalah cepat karena ada sentuhan lembut pada lengannya. Yudha menahan langkahnya.
“Kamu kenapa sih. Menghindar terus dari aku ??? Aku punya salah apa ???” Tanya Yudha
“Kamu beneran gak tau salah kamu apa ???” Tanya Vika balik
“Gak tau, aku ngerasa aku gak punya salah sama kamu. Akhir-akhir ini aja aku gak pernah ketemu kamu. Gimana aku bisa tahu kesalahan aku.” Terang Yudha
“Iyakh, kakak memang benar. Kakak tidak salah, aku yang salah. Aku bego yah. Bisa di permainin pria kaya gini. Kak, kakak tega banget sama aku tahu gak, mau kakak apa sih.” Ucap Vika emosi dan menahan air matannya yang sudah berkumpul di pelupuk matanya.
“Yudh, katanya kita mau pulang.” Ucap Tasya dengan nada manja dan kembali merangkul lengan Yudha dengan manjanya. Dan menatap sinis kearah Vika.
“Fine kak, kita ….. PUTUS.”
“Putus Vik, apa maksudnya ??? Vik, kamu jangan bercanda. Apa salah aku Vik ??? Kenapa kamu mutusin aku secara sepihak gini.” Ucap Yudha shock
“Sudahlah, sekarang kakak bisa bebas rangkul rangkulan sama DIA (nunjuk Tasya) tanpa harus merasa bersalah atau tidak enak di depan aku. Mulai sekarang kakak gak usah deket-deket lagi sama aku. Jangan pernah datang ke rumah aku lagi dan jangan pernah menemuiku lagi.” Ucap Vika, air matanya benar-benar tumpah membasahi wajah cantiknya.
“Tapi Vik (menahan lengan Vika), aku gak mau putus sama kamu. Aku gak ada hubungan apa-apa sama Tasya. Aku Cuma cinta sama kamu. Please jangan kaya gini Vik, aku mohon.” Gumam Yudha
“Oyah, gak ada hubungan apa-apa sama ka’ Tasya, jelas jelas aku lihat dengan mata kepala aku sendiri kakak tuh di cium sama ka’ Tasya. Dan kakak sama sekali gak marah, ituh yang namanya gak ada apa-apa.” Ucap Vika sesenggukan
“Vik, ituh .. Mmm, aku bisa jelasin Vik …”
“Gak perlu. Karena sekarang kakak bebas buat ngelakuin itu sama ka’ Tasya karena kakak bukan kekasih aku lagi. Permisi ……..” Ucap Vika seraya meninggalkan mereka.
“Vik, Vikaa, dengerin aku dulu …” Ucap yudha ingin mengejar kekasihnya itu tetapi lagi lagi nenek lampir ini mencegahnya.
“Sudahlah Yudh, nanti juga dia ngerti kok, sekarang kita pulang ajah yuk.”
“heh, ini semua tuh gara-gara kamu. Kamu yang nyebabin hubungan aku sama Vika kaya gini. Kalo sampe aku gak bisa balikan lagi sama Vika, aku gak akan pernah maafin kamu.” Bentak Yudha seraya meninggalkan nenek lampir itu.
“Yudh, mau kemana ??? kok aku ditinggal.” Ucap Tasya seraya mengejar Yudha.
SKIP !!!
            2 orang bersahabat ini sedang berkumpul di rumah ketua Osis SMA Bintang. Mereka sedang menjalani aksi persahabatan. Saling mencurahkan isi hati satu sama lain untuk mencari saran terbaik dari sahabatnya sendiri.
“Jadi menurut kamu aku harus gimana bro, aku udah gak ngerti nie apa yang harus aku lakuin. Kayaknya kelakuanku sudah kelewatan sekali sampai-sampai Vika tuh ngambil kesimpulan seperti itu.” Ucap Yudha tersenyum getir dan berusaha tegar di depan sahabatnya itu.
“Lagian kamu, sampai cium pipi. Pake gak marah lagi, pantesan aja Vika mutusin kamu. Kamu tau gak, pertama kali ada Tasya, Vika tuh suka banget ngelamun dan cerita sama Syifa kalau Vika lagi berfikiran kalau kamu tuh lagi bosen sama dia, dan sekarang terbukti kan ???” Ucap Sahabat terbaik Yudha, Ivan Dika Prasetya.
“Iya Van, kelakuanku memang sudah keterlaluan, aku gak peka sama perasaan Vika. Sampai-sampai dia lagi menahan marah aja aku gatau. Dan kamu juga mesti tau kalau aku waktu itu sudah berusaha menolak tetapi dia terus terusan menahan tangannya untuk menahanku. Kau fikir aku sudah gila apa, mau-maunya aja di cium sembarangan sama gadis lain. Vika aja gak pernah menciumku.” Terang Yudha seraya mengambil minum yang ada di meja sebelahnya.
“Iyakh sihh, terus gimana ???” Tanya Ivan
“Yang jelas aku gak mau putus sama dia karena aku masih sayang sama dia.” Jawab Yudha sekenanya
“Ya mesti gimana lagi, udah keputusan dia juga kan ???. Aku juga bingung harus gimana ??? Aku udah minta bantuan sama Syifa, tapi dia gak berhasil bujuk Vika buat maafin kamu.”
“Ayo dong Van, tolongin aku. Hadduhhh frustasi nie (mengacak-acak rambutnya). Aku bego banget yahh, bisa masuk ke jebakan nenek lampir itu. Sial banget tahu gak sih.”
“Telfon aja deh.” Saran Ivan dengan nada pasrah
“Telfon gimana ??? Handphone dia aja di matiin, sekalipun dia hidupun handphone’nya nie yakh, telfon dari aku selalu di redject sama dia, sms apa lagi. Di cuekin mulu.” Pasrah Yudha
“Datang ke rumahnya ajah dehh, itu jalan terakhir Yudh.” Saran Ivan pasrah
“Kalo misalkan gagal lagi gimana ???” Tanya Yudha pesimis.
“Hanya itu cara terakhir Yudh, sebaiknya kamu ngomong langsung sama dia. Dan gak ada kata GAGAL dalam kamus misi kita kali ini. Kamu harus berhasil. HARUS !!!” Tekad Ivan menyemangati
“(senyum manis) Aku akan usaha, doain ya bro.”
“Siap bro J.”
SKIP !!!
            Seorang pria turun dari motor ninja merahnya setelah berhasil memarkirkan di garasi rumah mewah milik mantan kekasihnya itu. Ingat, sekarang Vika telah menjadi MANTAN ketua osis SMA Bintang. Pria ini pun dengan langkah pasti memasuki rumah mewah ini.
Dengan berpenampilan memakai celana panjang berwarna putih, kemeja berwarna putih dan jas yang berwarna hitam. Rambutnya dibiarkan berantakan khas pria ini menjadikan pria ini semakin keren. Malam ini dia akan berusaha meluruskan segalanya dengan mantan gadisnya itu.
Bunga mawar putih dan merah yang disusun demikian cantiknya kini sudah di genggamnya oleh pria tampan ini. Gadisnya memang paling suka dengan bunga mawar. Pria ini pun menekan bel rumah. Beberapa saat kemudian wanita paruh baya sudah terlihat dengan jelas setelah pintu berhasil di buka oleh wanita paruh baya itu.
“Yudha.” Pekik Wanita paruh baya itu.
“Malam tante, maaf Yudha mengganggu tante malam-malam begini.” Ucap Yudha ramah.
“Gapapa Yudh, justru tante mengharapkan kamu datang. Tante gak tega melihat anak tante segitu menderitanya setelah putus hubungan dengan kamu.” Ucap Wanita paruh baya itu.
“Tante tahu semua masalah Yudha sama Vika ???” Tanya Yudha heran
“Iya dong, tante kan mamahnya Vika, bagaimanapun juga tante bisa ngrasain kalo sekarang Vika lagi sedih dan lagi ada masalah sama kamu.” Ucap wanita paruh baya itu yang ternyata mama Vika
“Maafkan Yudha tante, Yudha tidak bermaksud untuk ….”
“Sudahlah, ini semua bukan salahmu. Luruskan segalanya, selesaikan sekarang juga. Tante yakin kamu bisa menyelesaikan semuannya.”
“Jadi Yudha boleh masuk dan menemui Vika tante ???” Tanya Yudha senang.
“Boleh dong Yudh, masuk aja. Bikin anak tante senyum lagi yahh. Bikin anak tante sembuh juga yah.” Ucap mamah Vika seraya tersenyum manis membuat Yudha semangat lagi.
“Memangnya Vika sedang sakit tan ???” Tanya Yudha khawatir
“Iya Yudh, lagi demam. Makanya tante mau minta tolong sama kamu. Bikin Vika senyum lagi.”
“Pasti tante, permisi yah tan.” Ucap Yudha seraya melangkah masuk dan menaiki tangga untuk sampai di kamar mantan gadisnya itu.
            Kemudian Yudha memasuki kamar gadisnya itu. Dia melihat gadisnya sedang tidur. Dan Yudhapun menghampirinya untuk melihat keadaanya.
            Kelihatan dari raut wajah gadisnya kalau dia sedang lelah dan matanya terlihat sembab. Muncul semburat rasa bersalah di diri Yudha setelah melihat keadaan gadisnya itu. Sepertinya gadisnya terus-terusan menangis karena dirinya.
Yudha pun mendekat kearah gadisnya dengan mendudukan dirinya di bawah tempat tidur Vika. Kebetulan di bawah kasurnya ada kursi yang di sediakan untuk orang yang menjenguknya. Yudha pun memegang lembut tangan kiri Vika menggunakan kedua tangannya. Di genggamnya erat dengan menggunakan kedua tangannya.
Beberapa saat kemudian tangan kananya digunakan untuk membelai rambut Vika lembut dan menyingkirkan beberapa helai rambut Vika yang menutupi wajahnya. Yudha sempat menaruh pungguh tangan kananya di atas dahi Vika. Panas. Itulah yang dirasakan Yudha setelah bersentuhan dengan kulit gadisnya itu. Perasaan bersalah terus menyelimuti hatinya.
“Maafkan aku Vik, aku sadar aku salah, aku akan memperbaikinya aku janji. Tapi tolong, maafkan aku. Aku akan menjelaskan semuanya sama kamu. Aku masih sayang sama kamu Vik. Bangun dong sayang. Aku pengin ngomong sama kamu.” Gumam Yudha lirih
            Beberapa saat kemudian, tangan Vika bergerak. Sepertinya gadis ini mendengar perkataan mantan kekasihnya itu. Tapi hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Ngapain kamu kesini. Belum puas kamu udah nyakitin aku.” Bentak Vika seraya melepas tangannya yang telah di genggam Yudha dengan kasar kemudian membuang muka dan menangis.
“Vik, please !!! maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku akan menjelaskan semuanya Vik, tapi kamu harus dengerin aku dulu …” Ucap Yudha memohon
“Gak, gak ada yang harus di bicarakan lagi. Aku benci sama kakak. Lebih baik kakak pergi dari kamar aku. Aku gak mau melihat muka kakak lagi.”
“Vik, dengerin aku dulu. Setelah itu aku akan pergi. Terserah apa yang akan kamu putuskan nanti. Yang jelas sekarang kamu harus dengerin aku dulu.”
            Hening. Melihat gadisnya tidak merespon Yudha. Yudha melanjutkan perkataanya.
“Aku gak ada perasaan apa-apa sama Tasya. Tasya mencium pipi aku itu teryata Cuma jebakan. Dan kamu juga harus tahu, aku sama sekali gak suka dengan tingkah Tasya yang frontal kaya gitu. kamu juga harus tahu, pada waktu itu aku benar-benar marah dengannya. Aku sempat membentaknya. Aku masih sayang sama kamu Vik, aku cinta banget sama kamu. Aku gak mau putus denganmu.”
            Yudha diam sebentar untuk mengambil nafas setelah itu dia melanjutkan perkataanya.
“Maafkan aku, karena aku sama sekali gak peka sama perasaan kamu. Aku benar-benar bodoh sampai terjebak kaya gini di permainan Tasya. Aku sadar kelakuan aku memang sudah keterlaluan. Tapi sungguh aku Cuma cinta sama kamu. Terserah kamu mau percaya atau gak. Selama 1 minggu ini aku seperti orang gila. Aku sama sekali tidak ada niat makan atau pun pergi kesekolah. Dan itu semua gara-gara kamu. Maafkan aku juga sudah membuatmu sakit seperti ini.”
            Isakan tangis. Itulah yang terdengar oleh Yudha selama Yudha menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya yang paling dalam. Yudha juga tidak tega melihat gadisnya terus-terusan menangis seperti ini. Dan dia juga tidak tega melihat gadisnya jatuh sakit.
“Maafkan aku Vik, aku janji setelah ini aku akan menjauhimu. Dan aku juga minta sama kamu. Jika kamu benar-benar benci sama aku dan rasa kamu buat aku sudah mati, kamu harus janji sama aku akan membuka hati kamu untuk pria lain. Dan aku mohon, berhenti menangis karena aku. Aku janji setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi jika kamu benar-benar tidak mau memaafkanku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan pernah melupakan kisah dan kenangan kita selama ini. Aku permisi” Jelas Yudha
            Perlahan-lahan Yudha melangkah meninggalkan kamr Vika. Sebentar-bentar dia menengok ke belakang melihat gadisnya itu. Tetapi sepertinya gadisnya sudah tidak perduli lagi dengannya. Sampai-sampai melihat dirinya saja dia tidak mau. Yudha pun melangkah menuju ke arah pintu.
“Ka’ Yudha.”
            Langkah Yudha terhenti ketika ada seseorang yang memanggil namanya. Otomatis Yudha langsung membalikan tubuhnya melihat orang yang dicintainya. Perasaan lega dan gembira langsung menggelitik hatinya melihat gadisnya merespon ucapannya. Senyum mengembang melihat gadisnya masih mau memanggil namanya.
“Jangan pergi kak, aku mohon.” Pinta Vika lirih
“Vik.”
“Aku sadar  aku juga salah sama kakak. Sikap aku kekanak-kanakkan. Aku tidak mau mendengar penjelasan kakak. Aku minta maaf kak, aku gak mau putus sama kakak.” Ucap Vika dengan nada lirih
“Kamu gak salah Vik, aku yang salah, maafkan aku karena aku tidak peka terhadap perasaanmu. Maafkan aku.” Ucap Yudha seraya mendekat ke posisi awal dia, duduk di bawah tempat tidur gadisnya.
“Kak, aku mohon jangan pergi.” Ucap Vika seraya memeluk pria dihadapannya erat. Seakan-akan tidak mau kehilangan kekasihnya itu.
            Yudha pun membalas memeluk gadisnya dengan erat. Meskipun suhu panas langsung dirasakan olehnya akibat dari demam yang terjadi pada gadisnya itu.
“Kamu mau kan maafkan aku.” Ucap Yudha beberapa saat
            Gadisnya hanya menganggukan kepalanya tanpa harus mengeluarkan sepatah katapun. Yudha pun semakin erat memeluk gadisnya itu. Sudah lama dia tidak merasakan sentuhan lembut gadisnya itu.
“Kita balikan lagi yah.” Ucap Vika di sela-sela pelukanya
“Gak romantis banget sih. Jangan disini dong balikannya. Nanti aja.”
“Jadi, kakak gak mau balikan lagi sama Vika ? Pergi aja sana yang  jauh.” Ucap Vika cemberut seraya melepaskan pelukannya dan membuang muka seraya melipat tangannya di dada.
“jangan gitu dong sayang. Aku mau kok balikan sama kamu. Ini kan impian aku. Aku gak mau kita jadian di kamar kamu. Aku akan membuat tempat romantis untuk tempat jadian kita. Jangan marah dong sayang ???” Goda Yudha
“Serius, beneran, janji.” Ucap Vika dengan nada mupeng
“Iyah, janji dehh. Jangan marah lagi yah (gadisnya menganggukan kepalannya). Kamu mesti istirahat yang banyak yah. Biar sembuh. Badan kamu panas banget kaya gini.”
“Gara-gara kamu nie (manyun). Kamu sih ngelakuin hal-hal kaya gitu.”
“Iyah sayang, maafin aku. Jangan manyun gitu dong. Aku kangen banget sama kamu J (membelai rambut Vika). Aku cinta banget sama kamu.” Ucap Yudha tulus
“me too J. Jangan pernah ngecewain aku lagi yah sayang J.”
“Pasti, yaudah aku pulang dulu yah. Gak enak sama mama kamu. Besok aku jenguk kamu lagi.”
“Iyah, makasih yah J.”
“Iyah sayang, banyak istirahat yah biar sembuh J (mengecup kening Vika). Daaahh sayang J.” Ucap Yudha seraya pergi meninggalkan kamar gadisnya itu.
            Kemudian Yudha menuruni tangga dan menghampiri mama Vika yang sedang membuat adonan kue bersama dengan Sivia yang sedang duduk seraya menonton TV.
“Tante, Yudha pamit pulang dulu yah tan.” Pamit Yudha ramah.
“Ekh kamu yudh, mau pulang sekarang ???” Tanya Mama Vika
“Eh, ada ka’ Yudha. Mau ketemu ka’ Vika yah kak.” Sela Rendy-adik Vika
“Iyah tante, Yudha mau pulang sekarang. Iyah Rendy, ka’ Yudha habis ketemu kakak kamu.”
“Oh gituh, kata mama ka’ Vika sakit gara-gara mikirin kakak.” Ucap Rendy lucu
“Hush, gak boleh ngebocorin rahasia sayang. Rendy ini ada-ada aja Yudh, masalah kamu sama Vika udah selesai kan ???” Tanya mama Vika penasaran.
“Alhamdulillah tante, udah selesai kok.” Kata Yudha
“Syukur deh, pacaran emang selalu ada halangan. Malahan banyak masalah yang terjadi. Tapi kebanyakan orang pacaran berantem itu Cuma gara-gara kesalahpahaman aja. Makanya marahan jangan lama-lama. Lebih baik kalau kalian akur kan ???” Ucap Mama Vika memberi saran
“Iya tante, yaudah Yudha pamit dulu yah tan, ka’ Yudha pamit dulu yah Ren.” Pamit Yudha lagi.
“Iya Yudh, hati-hati di jalan.”
“Iyah kak, hati-hati.”
“Pasti. Assalamu’alaikum.” Ucap Yudha seraya meninggalkan rumah kekasihnya itu.
SKIP !!!
            Beberapa hari kemudian Yudha membuat janji dengan gadisnya untuk bertemu di duatu tempat, Yudha memilih Danau Hasindanu untuk tempat meresmikan hubungan dirinya dengan gadisnya itu. Yudha sudah berbuat sedemikian rupa sehingga danau itu yang aslinya polos bersih tanpa ada benda apapun sekarang di rubah 180° oleh pria tampan ini.
            Danau Hasindanu ini benar-benar dibuat sedemikian rupa agar romantis oleh ketua Osis SMA Bintang ini. Beberapa saat kemudian gadisnya datang di antar oleh supir pribadinya. Kemudian mobil APV itu meninggalkan danau itu dan gadis cantik ini melangkah menuju ke tempat Yudha.
            Yudha sangat terkejut melihat gadisnya memakai pakaian yang menyamakan dirinya dengan Cinderella yang sedang menghadiri pesta pangeranya.
Dengan menggunakan dress selutut warna merah dengan dihiasi pita berwarna biru tosca di bagian pinggangnya serta disertai sabuk berwarna senada dengan warna dress’nya. Sepatu flatfloes warna biru tosca dan rambutnya di biarkan terurai dengan dihiasi bando berwarna merah menambah dirinya sangat anggun pada malam itu.
Yudha’pun tersadar dari lamunanya akibat sebuah tangan mengibas ngibaskan di depan wajahnya.
“Ko’ ngelamun ???” Tanya Vika penasaran
“Ah, eh, ituh (gugup) ….. udahlah lupain aja. Cuma kaget ajah, ternyata cerita Cinderella beneran ada J.” Ucap Yudha tersenyum sangat manis
“Gombal banget sich kamu. Gak usah ngerayu gitu deh, lama-lama aku bisa ngefly nie.”
“Beneran tau, siapa yang ngegombal. From my heart J.”
“Kamu juga ganteng plus keren banget malam ini.” Ucap Vika tulus dari hati.
            Gadis cantik ini juga terkejut melihat pangeran hatinya berdandan seperti layaknya seorang pangeran istana raja. Kemeja berwarna merah hitam dengan dibalut jas berwarna hitam dan celana berwarna biru tosca. Dan gaya khasnya yang selalu menambah dia bertambah keren malam ini yaitu rambutnya yang terlihat berantakan tetapi malah menjadikan empunya bertambah keren.
“Oh iya dong, aku kan emang keren. Mungkin kamu orang yang ke 5000 yang bilang aku keren.” Ujar Yudha PD plus narsis
“Narsis lagi. Dasar J.”
“Hehehe, kesana yuk (menunjuk ke meja tempat mereka makan nanti).”
“Ayo (jalan menuju ke meja itu).”
            Vika terkagum kagum melihat pemandangan di hadapannya. Lampu malam yang membentuk hati terpampang jelas di depan matanya. Kemudian banyak sekali lampu hati serta balon hati di sana.
“Ini semua yang bikin kakak ???” Tanya Vika kagum
“Iyah, ini yang bikin aku. Kenapa ??? bad yah.” Ucap Yudha pesimis
“Nope, no bad. This is a amazing. Keren banget kak. Beneran deh.” Kata Vika masih kagum
“Serious. This is special for my princess always in my heart.”
“Gombal banget sih, belajar dari mana lagi.”
“Serius. Vik (memegang tangan Vika dan otomatis Vika membalikan tubuhnya menghadap pangeran hatinya itu dan menatap mata beningnya). Aku mau jujur sama kamu.”
“Ngomong aja kak.” Ucap Vika gugup
“Mmmm, aku sayaaaaang banget sama kamu. Aku cinta sama kamu Vik, dan aku juga gak mau kejadian dulu terulang lagi. Dan kamu harus percaya sama aku kalau aku itu Cuma cinta sama kamu. Cuma sayang sama kamu. Kamu itu kedudukannya tertinggi kedua setelah keluarga aku di hati aku Vik.”
            Yudha berhenti sebentar untuk menetralisir jantungnya yang berdegup kencang dan menghembuskan nafas berkali kali untuk membuang rasa gugupnya itu.
“Vik (menatap mata bening Vika yang membuat hatinya sangat nyaman). Would you be my princess ??? Now, tomorrow and forever.” Ungkap Yudha from him heart.
“Mmmm, aku aku …….” Jawab Vika ragu
“Kalau kamu terima aku kamu ambil bunga mawar ini, tapi kalau gak kamu terima bunga ini setelah itu kamu buang.” Terang Yudha
            Vika mengambil bunga mawar itu. Perasaan bimbang langsung dirasakan oleh pria tampan ini. Dia takut sekali jika gadisnya menolaknya. Pria tampan ini berkali kali berdoa agar gadisnya menerima bunga itu dan tidak membuangnya.
“Maaf kak (membuang bunga itu).”
“Gapapa (berusaha tersenyum padahal hatinya sangat sakit). Aku ngerti kok, aku emang gak pantes buat gadis macam kamu. Kamu tuh terlalu baik dan terlalu perfect buat pria simple kaya aku.”
“Ssstttt (meletakkan telunjuk tangannya di bibir Yudha). Aku kan belum selesai bicara kak. Aku gak butuh bunga mawar ini, aku Cuma butuh …. hati kakak. Aku terima kakak jadi pangeran aku lagi J.”
“(memeluk Vika erat). Makasih yah sayang. Aku seneng banget. Mulai sekarang kamu gak boleh manggil aku dengan sebutan kakak lagi, langsung nama aku ajah. Ok. Sayang.”
“Iyah Yudh, I LOVE YOU my prince.” Ucap Vika tidak menggunakan kata ‘KAK’ lagi
“I LOVE YOU TOO my princess J.”
èèèèèèèèèèèè
            Di lain tempat ada sepasang muda mudi yang sedang berkencan di taman dekat kompleks perumahan Dunia Bahari. Mereka menikmati mala mini bersama. Tawa dan canda selalu mengiringi mereka. Kemudian mereka berhenti di dekat toko jual ice cream.
“Mau ice cream ???” Tanya Wakil Ketua Osis SMA Bintang ini.
“Boleh.” Jawab kekasihnhya singkat
            Kemudian Ivan memesan ice creamnya dan memberikannya pada kekasihnya itu kemudian mereka duduk di rerumputan dekat taman bunga. Tetapi pria tampan ini sama sekali tidak tertarik dengan bunga-bunga cantik di hadapannya. Pria tampan ini selalu saja melihat ke wajah kekasihnya itu.
“Hey, kenapa aku di lihatin terus ???” Tanya gadis cantik di sebelahnya
“Kamu lebih cantik dari bunga-bunga di hadapan kita tahu. Aku lebih suka nglihatin kamu daripada bunga itu, menurutku kamu lebih menarik dari bunga itu.” Goda Ivan
“Apaan sih kak (muncul semburat merah di wajahnya). Gombal aja bisanya.”
“Siapa yang ngegombal ??? Aku punya satu permintaan dong sayang. Boleh gak.”
“Boleh, apa permintaan kamu ???” Tanya Syifa seraya menatap wajah rupawan kekasihnya
“Mmm, jangan panggil aku Kakak lagi dong. Nanti di kira orang-orang aku kakak kamu lagi.”
“Yah terus mau di panggil apa ???” Tanya Syifa (lagi)
“Mmm, nama aku aja. Ivan. Ok sayang ??”
“Kalau misalkan aku gak nurutin gimana ???” Tantang Syifa kepada kekasihnya itu
“Aku cium kamu (mendekatkan wajahnya ke arah Syifa).”
“(bingung, perasaanya tidak karuan. Kemudian mendorong wajah kekasihnya itu). Apaan sih. Iya iya aku manggil kamu Ivan.” Ucap Syifa pasrah
“Nah gitu dong J. Kan enak. Hahaha J. Satu lagi sayang permintaan aku.”
“Apa ???”
“(menyentuh wajah gadisnya itu dengan menggunakan telunjuk tangan kanannya berusaha mengamati tiap lekuk pahatan sang pencipta yang sangat indah itu) kamu cantik sekali sayang.”
“(gugup dan membiarkan kekasihnya itu melakukan hal itu).”
            Kemudian Ivan mendekatkan lagi wajahnya kea rah gadisnya itu dan meghapus jarak di antara mereka. Jarak mereka tinggal satu cm lagi dan akhirnya Ivan memiringkan kepalanya dan menyentuh bibir Syifa lembut.
SKIP !!!
            Beberapa hari kemudian. 2 orang gadis sedang asyik mengamati kekasihnya masing-masing bermain basket dengan teman-temannya for prepare for acara perlombaan basket antar sekolah nanti. Seorang gadis di antara mereka itu melihat jam yang bertengger manis di tangan sebelah kanannya.
Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 15.30. Tandanya kegiatan sekolah sudah selesai 2 jam yang lalu. Dan hanya mereka berdua dan anak-anak basket yang sedang berlatih serta anak-anak theater yang sedang berlatih untuk perlombaan nanti.
Beberapa menit kemudian anak-anak yang tadinya sudah berkumpul di lapangan tiba-tiba bubar dan menuju ke tempat peristirahatan mereka di tepi lapangan. 2 orang gadis itupun menghampiri kekasihnya itu.
“Yudh, udah selesai yah J.” Ujar kekasih ketua osis SMA Bintang itu.
“Udah sayang, sini duduk dulu.” Suruh Yudha seraya menggeser tempat duduknya agar kekasihnya bisa duduk di sebelahnya.
“Iyah J. Nih minum dulu.” Ucap Vika seraya menyerahkan pocari sweet untuk kekasihnya.
“Sob, aku pulang dulu yah.” Ucap salah satu anggota ABAS.
“Sipppp J. Hati-hati yah. Jangan lupa besok pagi kita latihan lagi.” Sahut Ivan seraya membersihkan peluh keringat di wajahnya menggunakan handuk.
“Sip, pulang dulu yah Yudh, see you tomorrow.” Salam anggota ABAS kecuali Ivan dan Yudha
“See you too J (melambaikan tangan kepada anggota ABAS itu). Sayang, aku punya sesuatu buat kamu.” Ucap Ivan kepada kekasihnya itu.
“Apa van ???” Tanya gadis itu penasaran
“(memberikan sebungkus hadiah kecil yang di bungkus sedemikian rupa). Nih buka aja sekarang, gapapa kok, dan aku harap kamu mau terima J.”
“(menerima kado Ivan). Makasih, aku buka yah.” Ucap Syifa penasaran
            Kemudian Syifa membuka kado dari pangeran hatinya itu. Dan dua sejoli sekaligus sahabat Ivan dan juga Syifa hanya melihatnya penasaran diselingi canda dan tawa dari keduannya. Setelah selesai membuka, Syifa menemukan benda kecil berwarna merah dan gadis ini segera membukannya.
Ternyata isinya adalah kalung liontin yang sangat cantik sekali dan setelah bandul liontin itu dibuka ternyata ada nama mereka berdua. Diukir dengan menggunakan kerang kecil dan di bingkai menggunakan hati berwarna hitam. Cantik sekali J.
“Cantik banget Van, beneran deh.” Puji Syifa semangat 45 (?)
“Iyah, kaya kamu J.” Kata-kata Ivan membuat rona merah terlihat di wajah kekasihnya itu.
“Apaan sihh.” Ucap Syifa malu-malu.
“aku pakaikan sini (Syifa menyerahkan kalung liontin kepada kekasihnya itu, kemudian Ivan memakaikan kelungnya untuk gadisnya itu). Tuh kan cantik, kamu tambah cantik tahu gak, dan kalung itu pas banget di leher kamu.” Puji Ivan tulus
“Makasih.” Ucap Syifa seraya memegang kalungnya itu.
“So Sweet J. Romantic bener sampai-sampai gak inget ada orang disini.” Ucap Yudha dan Vika
“Hehehe (nyengir kuda). Sorry my bro. aku gak lupa sama kalian kok, Cuma gak inget aja.”
“Sama aja kak.” Ucap Vika ketus.
“Hahaha. Udah Yudh, kamu juga punya hadiah buat gadis ini kan (menunjuk Vika).” Ujar Ivan
“Iya dong, aku gak kalah bagusnya kaya kamu. Bahkan aku lebih romantis kayaknya.” Ujar Yudha PD
“PD banget Yudh, coba ajah.”
“Sayang. Aku juga punya hadiah buat kamu. (melangkah menjauh dari gadisnya dan keluar lapangan setelah itu kembali dengan membawa bungkusan besar). Nih buat kamu.”
“Makasih J. Aku boleh buka sekarang ???” Tanya Vika
“Boleh dong, buka ajah.”
            Kemudian Vika membuka bungkusan besar yang di sodorkan Yudha untuk gadisnya. Sekarang gantian pasangan Ivan dan Syifa yang melihat kemesaraan sahabatnya itu. Setelah hadiahnya terbuka. Vika ternganga melihat hadiah yang di berikan oleh kekasihnya itu. Sebuah boneka teddy bear berwarna coklat dengan membawa boneka hati berwarna merah.
            “I LOVE YOU Vika Riyyana Della.” Boneka itu bisa mengeluarkan suara setelah gadis itu menekan hati yang di bawa boneka itu.
“Ini serius buat aku ???” Tanya Vika ragu
“Iyah sayang, ini buat kamu. Kamu gak suka yah.” Ucap Yudha menyakinkan.
“Aku suka banget Yudh.”
“beneran ???. Bukanya hadiahnya jelek yah.” Ujar yudha pesimis
“Yudh, ini keren banget. Beneran deh. Makasih yah Yudh, ini keren banget. Aku suka.” Ucap Vika senang seraya memeluk Yudha erat.
“Iyah sayang sama-sama.” Membalas pelukan gadisnya itu.
“Ehem ehem ehem.” Dehem sahabatnya itu.
“(melepaskan pelukannya). Syirik aja dehh kalian berdua.” Sungut Yudha sebal
“Jangan mesra-mesraan depan public dong. Berasa sendirian disini.” Ucap Ivan
“Van, kenapa sihh kamu membelikan kalung ini untukku.”
“Iyah, kamu juga kenapa Yudh, mau membelikan boneka teddy bear ini, ini boneka yang pengin aku beli dari 2 minggu yang lalu. Dan kamu membelikan ini untukku. Kenapa kamu ngelakuin ini ???”
“THAT’S ALL CAUSE LOVE  VIK/FA. I Love You baby.” Ucap Yudha dan Ivan bebarengan.
“Makasih J.” Ucap Vika dan Syifa memeluk kekasihnya erat. Yudha dan Ivan pun membalas pelukan mereka seraya mengecup kening kekasih masing-masing.
“I LOVE YOU TOO J.” Teriak Vika dan Syifa.
            Karena cinta seorang ketua osis dan wakilnya rela melakukan apa saja. Asalkan kekasihnya itu bahagia. Dan Syifa serta Vika lah orang yang bisa merebut cinta dan hatinya dari seorang ketua osis dan wakil ketua osis itu. Yang dulunya sifat Yudha dan Ivan adalah CUEK dan gak pernah perduli sama orang, sekarang mereka berubah 100 % karena Syifa dan Vika.
            Cinta yang datang pada saat pertama kali acara MOS berlangsung hingga sekarang tetap ada di hati mereka masing-masing. Bahkan seiring berjalannya waktu. Rasa sayang Yudha dan Ivan untuk gadisnya itu semakin besar. Begitupun gadisnya itu. Mereka juga mengalami hal yang sama seperti pangeran hatinya itu. Menurutnya apa yang dilakukan Yudha dan Ivan adalah karena cinta.
“THAT’S ALL CAUSE LOVE”

ini diaaaa endingnya ...
gimana gimana ??? bagus gak ???
please comment and like'nya dums ...
saya menunggu nih in here :D
thanks buat yang udah baca yah friend :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar