Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love - Part 7

cekidottt !!!
Keep reading and enjoy guys ..


Beberapa Bulan kemudian. Kini Vika dan Syifa telah naik ke kelas XI. Mereka memang di takdirkan untuk bersama. Ini terbukti, karena sekarang Vika dan Syifa duduk di kelas XI IPA 2. Dan tentu saja Yudha dan Ivan naik ke kelas XII. Mereka berbeda kelas. Ketua Osis ini duduk di kelas XII IPA 1 dan Wakil Ketua Osis ini duduk di kelas XI IPA 3. Meskipun mereka berbeda kelas, tetapi persahabatan yang ada dalam diri mereka tetap ada.
            Sekarang di kantin SMA Bintang. Terlihat murid-murid sibuk menikmati enaknya makanan kantin. Ada beberapa murid juga yang memanfaatkan kesempatan bebas ini untuk melepas rindu bersama dengan kekasihnya masing-masing. Seperti halnya Yudha dan Ivan. Mereka berdua kini sedang duduk di bangku paling pojok di kantin. Tentunya bersama dengan kekasih mereka masing-masing.
“Kalian mau makan apa. Biar aku yang mesen.” Tawar Yudha kepada sahabat dan kekasihnya itu.
“Gak deh kak. Aku minum aja. Jus Apel ajah kak.” Jawab Syifa
“Aku juga yudh. Jus alpokat ajah 1.” Sela Ivan seraya memainkan BB’nya
“Ok. Kamu sendiri apa sayang ??? mau makan gak.” Ucap Yudha lembut
“Gak deh kak. Aku masih kenyang. Minum ajah. Biasa.” Jawab Vika lemas
“Ok sayang. Sebentar yah.” Ujar Yudha seraya pergi memesan minuman yang dipesan tadi.
            Pada saat Yudha sedang memesan minumanya. Ivan asyik memainkan BB’nya. Dan Syifa asyik memperhatikan sahabatnya yang ada di depanya. Entah mengapa perasaan gadis ini tidak enak melihat sahabatnya. Seperti ada sesuatu yang terjadi dengan sahabatnya itu.
“Vik, kenapa ??? Ko’ ngelamun ajah sihh. Ada masalah ??? cerita dong.” Ucap Syifa mengintrogasi
“Mmmm, gapapa ko’ fa. Aku baik-baik ajah.” Jawab Vika seraya tersenyum tipis
“Vik, aku ituh sahabatan sama kamu cukup lama yah. Aku bisa bedain kapan kamu ada masalah dan kapan kamu baik-baik ajah. Cerita dong Vik.” Desak Syifa
“Iya Vik, ada apa masalah apa sihh ??? Tentang Yudha ???”
“Huft (menghela nafas panjang). Gak kok, aku gak papa. Juga bukan tentang ka’ Yudha” Ujar Vika cepat-cepat pada saat Yudha sampai di meja mereka membawa beberapa minuman yang mereka pesan.
“Hei, serius amat. Lagi bahas apaan sihh. Oyah, nie pesenan kalian semua.” Ucap Yudha seraya menyerahkan pesananya kepada sahabatnya dan duduk di samping Vika
“Thanks a lot yahh J.” Ucap Syifa dan Ivan kompak
“You’re welcome J. Oya sayang, nie pesenan kamu. Beneran gak mau makan ???” Tanya Yudha
“Gak, aku masih kenyang kok.” Jawab Vika seraya tersenyum tipis
            Pada saat mereka sedang melahap makanan dan meminum minuman pesanan mereka, tiba-tiba datang seorang gadis berambut panjang, tinggi, dan cantik.
“Hai semua, sorry yah aku ganggu sebentar. Aku Cuma mau bilang sesuatu sama Yudha.”
“Ada apaan ??? penting banget yah. Aku lagi makan ni.” Tanya Yudha cuek.
“Mmm penting banget yudhaaaa. Kamu kan udah janji mau bantuin aku bikin proposal yang di kasih sama Bu Ira ???” Ucap gadis itu dengan nada manja dan sok lembut.
“Tapi sya, aku tuh lagi …”
“Ayo dong Yudh, please !!! penting banget nie. Hari ini dikumpulin.” Mohon gadis itu yang di panggil Yudha dengan sebutan sya.
“Mmmm vik, aku boleh gak bantuin Tasya bikin proposal ???. Ini Tugas dari bu.Ira buat semua siswa baru soalnya. Hari ini dikumpulin.” Ijin Yudha
“Terserah. Mmm ka’, fa … aku duluan yah. Banyak tugas.” Ucap Vika seraya meninggalkan kantin setelah membayar minuman yang dipesanya
“Vik, Vikaaa …” Panggil Yudha seraya beranjak dari duduknya dan ingin mengejar Vika, tapi sentuhan tangan gadis itu begitu terasa di pergelangan tangannya agar Yudha tidak jadi menyusul Vika.
“Yudh, biarin ajah deh. Toh pulang sekolah kamu juga bisa ketemu sama dia lagi kan.” Ucap gadis itu
“Yaudah deh, guys aku duluan yah. Bye.” Ujar yudha seraya meninggalkan Ivan dan Syifa
“Bye semua.” Ucap gadis itu seraya tersenyum penuh kemenangan
“Nyebelin banget sih tuh anak.” Ucap Ivan dengan nada tidak bersahabat
“Jangan-jangan Vika daritadi diem gara-gara dia lagi.” Sambung Syifa
“Mungkin sihh, lihat aja kelakuannya sama Yudha tadi.”
“Emang dia siapa sih kak.” Tanya Syifa penasaran
“Dia itu Tasya. Lengkapnya Tasya karina Bella. Dia anak baru di kelas aku. Pindahan dari Bandung. Katanya sih ikut orang tuanya, orang tuanya ada kerjaan disini. Dan kamu juga mesti tau. Dari dia masuk kelas tadi. Dia nglihat kearah Yudha mulu. Ternyata Yudha juga pernah ketemu sama dia. Kata Yudha, dia gak sengaja ketemu sama Tasya waktu mobil Tasya mogok di jalan. Karena yudha gak tega, finally dia bantuin deh. Mungkin tuh anak kena LOva at the First Sight.” Jelas Ivan panjang lebar
“Oh, emangnya dia gatau apa kalo ka’ Yudha tuh punya Vika. Dasar gadis gak bener. Mmm kak, aku ke kelas yahh. Mau nenangin Vika juga. Kasihan dia. Boleh yah.”
“Iya boleh dong sayaaaang (nyubit pipi Syifa).”
“Ihhhh kakak sakit ni. Kebiasaan deh, suka nyubitin pipi aku.” Ujar Syifa manyun
“Hahaha J. Jangan manyun gitu don sayang. Yaudah sana, katanya mau ke kelas. Apa mau di anterin ???” Tawar Ivan seraya mengedipkan mata sebelah kananya.
“Apaan sih, gak usah kak. Aku sendiri ajah. Kakak terusin ajah makannya. Aku duluan yah. Dah kakak.”
“Iyah hati-hati J.”
èèèèèèèèèèèè
            Syifa menemukan Vika di taman belakang sekolah. Setelah dia mengitari sekolah yang luasnya minta ampun sekarang dia bisa bertemu dengan sahabatnya itu yang sedang duduk di bangku taman.
“Ehemm.”
“(menghapus air matanya dengan membelakangi sahabatnya itu, kemudian berbalik) ada apa fa ???” Tanya Vika berusaha menyembunyikan air matanya.
“Kamu nangis yah Vik, kenapa ???” Tanya Syifa khawatir melihat sahabatnya itu.
“Mmmm siapa yang nangis, gak kok.” Jawab Vika asal seraya menghapus sisa air matanya dan tersenyum tipis kepada sahabatnya.
“Gak usah bohong. Anak kecil ajah tau kalo kamu lagi nangis (duduk di samping Vika). Jujur dong sama aku, kamu kenapa ???” Tanya Syifa lagi.
“Syifaaaa (memeluk sahabatnya itu dan air matanya keluar lagi).”
“Udah dong Vik, kalo kamu nangis gini gimana aku bisa bantu coba. Aku yakin kok. Hubungan ka’ Yudha sama ka’ Tasya gak ada apa-apa. Ka’ Yudha masih punya kamu Vik, aku juga tau ka’ yudha ituh cinta banget sama kamu. Jangan nangis yah.” Ucap Syifa
“Iyah fa, aku tau, tapi kamu juga mesti tau. Dari kemarin ka’ Yudha tuh aneh sama aku. Kamu tau, kemarin dia batalin janji pergi sama aku. Alasanya kamu tau, dia tuh mau nemenin ka’ Tasya beli buku. Dan setelah ituh ka’ Yudha sama sekali gak ngasih kabar ke aku. Sms aja gak fa. Dan aku tau dari ka’ Rendy (temen sekelas Yudha dan Ivan) kalo ka’ Yudha ituh pulang dari rumah ka’ Tasya jam setengah 7. Lama kan ??? Terang Vika sesenggukan
“Positive thinking fa, Cuma dengan cara itu kamu bisa mengendalikan emosi kamu.” Saran Syifa
“Aku mohon sama kamu, jangan ngomong sama ka’ Yudha tentang ini, aku pengin dia nyadar sendiri. Dan selama dia belum sadar tentang kesalahannya kemarin, aku gak akan baik sama dia.” Gumam Vika masih sesenggukan tetapi mulai melemah
“Sabar ya Vik, jangan Cuma gara-gara ka’ Tasya hubungan kamu sama ka’ Yudha jadi gak pasti dan jadi renggang. Aku gak mau kalian marahan Cuma gara-gara ka’ Tasya.”
“Iyah fa, aku juga gak mau kalo sampe kejadian kaya gitu.”
“Yaudah ke kelas yuk. Belajar bareng buat ulangan fisika nanti J.”
“Iyah, yuk J.” Jawab Vika seraya beranjak dari duduknya.
“Nah gitu dong, ini baru sahabat aku J.” Ucap Syifa seraya merangkul Vika dan pergi ke kelas
èèèèèèèèèèèè
            2 insan yang tidak mempunyai hubungan apa-apa sedang berada di dalam suatu ruangan tertutup dan tidak ada seorangpun disana selain mereka berdua. Wajarkah ??? Entahlah, mereka seperti tidak perduli dengan orang-orang di sekelilingnya. Terutama pria tampan ini, padahal dia sudah mempunyai kekasih yang sangat disayanginya itu, tetapi sepertinya pemuda ini tidak sadar jika gadisnya kecewa dengan sikap yang ia perbuat L.
“Yudh, aku gak ngerti cara bikinya gimana. Tolongin dong.” Ucap gadis itu manja
“Gampang banget kok, tadi kan aku udah kasih tau caranya Sya, masa masih gak bisa.” Jawab Yudha kepada gadis itu yang ternyata adalah Tasya, anak baru SMA Bintang.
“Tapi aku masih gak ngerti, ajarin dong.” Ujar Tasya dengan nada manja yang menjijikan seraya merangkul lengan pemuda di sampingnya.
“Yaudah (berusaha melepaskan rangkulan gadis disampingnya) sini aku bantuin.” Ucap Yudha seraya mendekat ke arah gadis di sampingnya dan mulai membungkukan badanya supaya bisa melihat layar laptop di hadapannya.
            Gadis ini tersenyum penuh kemenangan. Seolah-olah dia menang melawan musuh yang paling dibencinya. Tasya bisa merasakan harum parfum Yudha khas para pria itu. Dan dengan sengaja gadis ini pun mendekat ke arah pemuda di sampingnya itu. Dan dengan sengaja pula tubuh gadis ini mendekat ke arah lengan Yudha.
            Yudha dapat merasakan harum parfum gadis di sampingnya itu. Dan dia juga merasakan aneh dengan Tasya. Sepertinya tubuh Yudha sangat dekat dengan gadis di sampingnya ini. Tapi Yudha tidak perduli dan masih tetap focus dengan laptop di hadapannya supaya cepat selesai pekerjaan mereka. Tiba-tiba dia merasakan kecupan di pipinya. Ternyata gadis di sampingnya yang melakukanya. Dan gadis ini masih menahannya beberapa saat. Hingga Yudha sadar dari dunianya itu.
“Kamu apa-apa’an sih. Kenapa nyium aku coba. Apa maksudnya HAH.” Bentak Yudha
“Tadi aku reflek yudh, maaf. Aku tidak bermaksud untuk menciummu. Tapi …”
“Tapi apa (membentak). Kau tahu, aku sudah punya kekasih. Tapi kau malah dengan gerakan spontan menciumku. Hey, kau tidak ingatt !!!” Hardik Yudha masih  dengan nada membentak
“Tapi aku tidak sengaja (berkaca-kaca). Kamu juga harus tau Yudh, kalo aku ngelakuin itu karena reflek (air mata mengalir membasahi wajah palsunya). Dan kejadian tadi itu terjadi karena ketidaksengajaan. Maafin aku Yudh.” Terang Tasya dengan sesenggukan dan terus menangis
“Maafin aku juga yah, tadi aku tidak bermaksud membentakmu.” Ucap Yudha merasa bersalah
“Iyah kak tidak apa-apa. Aku juga minta maaf.” Gumam Tasya
“Maaf yah (memeluk Tasya).”
“Iyah.” Ucap Tasya dengan senyuman miringnya dan menghapus air mata busuknya itu. Ternyata gadis ini tadi hanya berpura-pura. Sungguh keterlaluan L.
èèèèèèèèèèèè
            Ternyata dibalik pintu tempat Yudha dan Tasya sedang bercengkrama itu ada seorang gadis yang sedari tadi melihat semua kejadian yang terjadi antara Yudha dan Tasya. Air mata yang sedari tadi di tahannya akhirnya meleleh membasahi wajah cantiknya setelah dia melihat pangeran hatinya di cium oleh gadis lain.
Sepertinya gadis yang mencium pangeran hatinya itu mengetahui jika dirinya sedang berada di balik pintu. Gadis ini tidak sanggup melihat lebih jauh lagi apa yang mereka lakukan, akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari tempatnya itu.
Gadis ini melangkah dengan wajah sembab dan sedari tadi tangannya menahan air matanya agar tidak keluar. Setelah itu dia mempercepat langkahnya dan pergi ke taman sekolah. Berharap semua yang terjadi barusan hanyalah mimpi semata.
SKIP !!!
            Bel pulang berbunyi menyebabkan sekolah yang megah ini dipenuhi siswa siswi yang berhamburan keluar sekolah. Tetapi tidak untuk kedua gadis yang masih setia duduk di tempatnya. Gadis yang pertama sibuk melamun dengan pandangan kosong dan sahabatnya dengan heran melihat gadis itu dengan kening berkerut. Sepetinya ada sesuatu yang menyebabkan sahabatnya itu melamun dengan pandangan kosong itu.
“Mmm Vik, gak pulang ???” Tanya gadis berwajah seperti orang korea ini
“Gak,nanti aja fa, kamu pulang duluan ajah sana.” Jawab Vika seadanya.
“Gak. Aku mau pulang kalau kamu juga pulang.” Tegas Syifa keras kepala
“Yaudah dehh, yuk.” Ucap Vika seraya tersenyum tipis, karena jika gadis ini tidak menuruti kata sahabatnya itu, mereka tidak akan menemukan ujungnya.
“Nah gitu dong.”
            Mereka berdua melangkah keluar kelas kemudian menyusuri jalanan dan lorong sekolah yang megah itu. Kemudian mereka sampai di depan sekolah. Telihat seorang pria memakai helm fullface’nya sedang bertengger di atas motor ninja berwarna putihnya. Sepertinya mereka mengenali pemuda itu.
“Ehemm, udah di jemput tuhh, sana gih.” Suruh Vika
“Terus kamu gimana ???” Tanya Syifa
“Aku udah sms pak supir kok suruh jemput, kamu pulan duluan ajah sana, kasihan ka’ Ivan nungguin dari tadi.” Ucap Vika berbohong seraya tersenyum ramah
“Mmmm beneran gapapa ??? (Vika mengangguk) Hmmm, yaudah dehh, aku pulang duluan yahh. Hati hati.” Ucap Syifa seraya berlari menghampiri kekasihnya itu.
            Setelah memastikan Ivan dan Syifa pergi dan meninggalkan sekolah. Vika pun duduk di lantai depan sekolahnya seraya membenamkan wajahnya pada kedua lututnya. Seolah-olah dengan cara itu dia bisa melupakan masalahnya.
“Ka’ Yudha bener-bener lupa sama aku. Dia pulang ajah gak pamit sama aku. Ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan ??? aku tidak kuat menahan semuanya.” Pasrah gadis itu dan dengan sadarnya air matanya turun membasahi wajah cantiknya itu.
            Tidak lama kemudian ponsel di saku seragamnya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk. Kemudian gadis ini mengeluarkan ponsel’nya dan membuka isi pesanya.
From : My Lovely
Hai sayang J. Kamu udah pulang belum ??? Atau masih di sekolah ???
Tak butuh waktu lama gadis itu menekan tombol reply untuk menjawabnya
To : My Lovely
Hmm, aku udah pulang kok. Udah di rumah. Kenapa ???
Gadis ini berbohong. Dia sudah terlanjur kecewa dengan kekasihnya itu. Beberapa menit kemudian ponselnya kembali bergetar
From : My Lovely
Syukur dehh. Makan yah sayang J. Setelah itu istirahat. Jangan lupa sama pesen aku tadi.
Gadis itu hanya tersenyum masam melihat perhatian yang ditunjukkan oleh kekasihnya itu. Entah kekasihnya itu dengan tulus mengatakan seperti itu atau hanya untuk hiburan semata. Karena gadis ini pu tidak tahu ekspresi dari pangeran hatinya itu. Tapi dia tetap bisa menghargai usaha kekasihnya itu, karena dengan seperti itu dia masih menganggap dirinya sebagai kekasihnya. Padahal gadis ini sempat merasa bahwa kekasihnya itu benar-benar melupakannya.
To : My Lovely
Iyah. Aku gak lupa kok J.
From : My Lovely
Jawabnya lama banget sih sayang. Habis ngapain ???
To : My Lovely
Gak ngapa-ngapain kok. Aku lagi kurang enak badan ajah.
From : My Lovely
Kamu sakit ??? Yaudah aku ke rumah kamu sekarang yah. Aku khawatir sama kamu.
To : My Lovely
Gak usah. Aku mau istirahat soalnya. Ngantuk banget … Hoooaaaammm.
From : My Lovely
Yaudah kalo gitu. tidur yang nyenyak yah sayang. Have a nice dream J
            Pesan singkat yang di tujukan oleh kekasihnya itu untuk dirinya. Senyum masam masih merekah di bibirnya. Bukan senyum ramah seperti biasanya. Sesungguhnya gadis ini tidak tau apa yang menyebabkan pangeran hatinya dengan ikhlash menerima kecupan anak baru itu. Bahkan untuk sekedar marahpun tidak terlihat dari wajahnya. Ada apa ini ???
            Gadis ini melihat jam di tanganya. Matanya terbelalak ketika melihat jam di tanganya sudah menunjukkan pukul 15.30. padahal gadis ini keluar dari sekolahnya pukul 14.30. sudah satu jam rupanya dia berdiam diri di sekolahnya. Kemudian dia berdiri dari keadaan semula dan menghentikan taksi yang lewat. Setelah itu gadis ini pulang ke rumahnya.
èèèèèèèèèèèè
“Aku keterlaluan gak yah sama kejadian tadi. Ya Tuhan. Semoga saja Vika tidak tahu tentang kejadian saat aku bersama Tasya tadi. Adduhhh bisa gawat ni kalo sampai dia tahu. Dia pasti bakal marah banget. Yudha bego bego bego (mengacak acak rambutnya) kenapa kejadian seperti itu bisa terjadi sihh ???”
            Pria ini selalu dihantui rasa bersalah kepada gadisnya itu jika ia ingat akan kejadian yang menimpa Tasya dan dirinya pada saat berada di dalam ruangan kosong itu seraya mengerjakan tugas gadis itu. Apa yang harus ia lakukan ??? Haruskah ia jujur ??? Atau malah menunggu gadisnya mengetahui semuanya sendiri ??? sepertinya itu yang terbaik, membiarkan gadisnya mengetahui tentang kejadian itu sendiri. Selama gadisnya tidak tahu mengapa ia harus cerita. Bukankah itu malah membuat masalah baru ??? Yah sepertinya memang begitu.
SKIP !!!
            Keesokan harinya seorang gadis telah menyisir rambutnya di depan cermin. Menatap wajahnya dan berbicara sendiri seperti orang bodoh yang hanya tahu bahwa orang yan ada di depan cermin itu orang lain yang bisa di ajak bicara dan memberi saran.
“Kau tidak cantik Vika, dibanding dengan ka’ Tasya kau jauh lebih buruk, kau tidak pantas bersanding dengan orang terpenting di sekolah seperti ka’ yudha. Kau terlalu sederhana Vika. Mungkin ka’ Yudha sudah bosan denganmu, makanya dia ngelakuin hal-hal kaya gitu.” Ucap orang yang berada di cermin kepada Vika J
            Setelah dia cukup puas dengan dandananya dia keluar kamar dan menuruni anak tangga satu per satu. Dan langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria yang sedang duduk manis di sofa ruang tamunya.
“Ka’ yudha.” Pekik Vika
“Hai, udah selesaii ??? Berangkat yuk. Udah siang juga.” Ajak Yudha
“Gak, mau apa kakak kesini ??? Aku sudah berjanji dengan pak sopir untuk mengantarku ke sekolah. Jadi lebih baik kakak berangkat duluan ajah sana.” Ucap Vika dingin
“Kamu kenapa sayang ??? Kok jawabnya ketus gitu. kamu marah sama aku yah ???”
“Gak, aku tidak banyak waktu untuk berdebat dengan kakak. Lebih baik kakak berangkat atau aku yang akan berangkat duluan dengan pak sopir.”
“Yaudah aku berangkat dulu. Kamu jangan marah sama aku yah sayang. I miss you baby.” Ucap Yudha seraya keluar dari rumah Vika menuju ke letak motor ninjanya terparkir kemudian melesat jauh meninggalkan rumah megah itu.
            Gadis ini mendesah pelan melihat kekasihnya itu. Dia mulai berfikir bahwa kekasihnya benar-benar melupakannya. Entah apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka nanti. Gadis ini pen melangkah menuju ke mobilnya dan dia melihat sang sopir sudah stand by di kemudi mobil. Gadis ini pun masuk dan perlahan-lahan mobil melaju.
SKIP !!!
            Ninja merah memasuki halaman SMA Bintang. Dan dia langsung memarkirkan motor ninjanya di tempatnya. Setelah itu dia membuka helm Fullface’nya, memperlihatkan wajah tampanya. Jika pemuda ini masih single mungkin banyak yang memperebutnya. Beberapa saat kemudian ada seseorang yang menepuk pundaknya. Otomatis dia pun membalikan tubuhnya menghadap orang itu.
“Ngagetin aja kamu. Ngapain sihh. Pagi-pagi udah bikin orang jantungan.” Ketus Yudha melihat siapa orang yang telah membuat jantungnya berdetak lebih kencang (?).
“Hehehe J. Sorry brother. Aku gak ada maksud apa-apa kok. Oya kok gak bareng Vika ???” Tanya orang itu yang membuat Yudha tersentak kaget.
“Itu dia van, gatau kenapa, akhir-akhir ini dia selalu menjauh dari aku. Diajak pergi bareng gak mau, di ajak berangkat bareng apa lagi. Gatau deh kenapa, kayaknya ada yang dia sembunyiin dari aku.”
“Selesaian baik-baik deh.  Saranku sihh kamu menjauh dari gadis gadis yang lain ajah.” Ucap Ivan
“Menjauh dari gadis-gadis lain ??? Apa maksudnya ???” Tanya Yudha penasaran
“Aku sama kamu lebih pintar kamu Yudh, Jadi aku yakin kamu ngerti maksud aku. Hemm, aku masuk dulu yah, mau ketemu sama ayang J.” Ucap Ivan nyengir kuda
“Apa maksudnya menjauh dari gadis lain, emangnya aku deket sama siapa ??” Gumam Yudha bingung
            Beberapa saat kemudian ada seseorang yang telah berdiri menggantikan posisi Ivan tadi di hadapan Yudha. Sepertinya pemuda ini masih dalam dunia khayalnya sehingga dia tidak mengetahui ada orang di hadapannya.
“Hey Yudha. Kenapa ngelamun ???” Tanya orang di hadapan Yudha.
“Ah Eh … Tasya ??? Ngapain kamu disini ???” Tanya Yudha bingung
“Aku daritadi disini, kamunya aja yang gak lihat. Ke kelas bareng yuk (meraih lengan Yudha).”
“Mmm, gak. Aku lagi nunggu …”
“Nunggu siapa ??? Ayolah Yudh, aku pengin ke kelas bareng kamu.” Ucap Tasya dengan nada manja
“Mmm, yaudah lakh. Yuk.” Jawab Yudha seraya melangkah memasuki koridor sekolah.
“Nah gitu dong.” Ucap Tasya tersenyum kemenangan
            Di tengah jalan ada 2 orang gadis cantik yang sedang berdiri di depan madding. Sepertinya mereka selesai membaca kabar terbaru dari SMA Bintang. Gadis yang berwajah seperti orang korea menepuk pelan punggung sahabatnya karena melihat orang yang baru saja memasuki sekolah dengan berpegangan tangan lebih tepatnya merangkul lengan kekasih sahabatnya.
“Hay sayang …” Sapa Yudha dengan polosnya kepada kekasihnya itu. Sepertinya dia tidak mengetahui apa yang terjadi kepada kekasihnya itu.
“Mmm Fa, aku pergi kekelas dulu yah. Sampai nanti.” Ucap Vika kepada sahabatnya itu.
“Vik, Vikaa tunggu aku (teriak dan memandang kekasih sahabatnya itu dengan wajah tidak bersahabat dan garang). Dasar gak punya perasaan.” Ucap Syifa ketus dan langsung berlari mengejar Vika.
“Fa, maksud kamu apa ??? Jelasin dulu dong.” Teriak Yudha ingin mengejar kekasihnya itu tapi ada tangan lain yang mencegah lengannya agar tidak pergi.
“Ke kelas ajah yuk. Nanti aja kamu ngatasinya. Udah mau bel.” Ucap Tasya
“Yaudah.” Jawab Yudha pasrah
èèèèèèèèèèèè
“Udahlah Vik, kenapa sih kamu masih tahan aja sama sikap ka’ Yudha. Jelas-jelas dia tadi dengan polosnya bilang sayang sama kamu tapi nyatanya lengan dia dirangkul sama nenek lampir itu. Ngomong aja sama ka’ Yudha Vik, kalo perlu kamu marah sama dia dan Tanya mau dia apa sebenernya. Aku gak bisa ngelihat kamu terus-terusan nangis kejer kaya gini CUMA gara-gara ketua osis yang seenaknya itu.” Bentak Syifa kepada sahabatnya itu.
Mereka berada di atap gedung lantai 3 di SMA Bintang. Sedangkan sahabatnya hanya duduk seraya memeluk lututnya itu dan terus menangis. Sedari tadi Cuma kegiatan itu yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Sehingga emosi gadis berambut panjang ini memuncak. Dia tidak terima kekasih sahabatnya itu menyakiti Vika.
“Udahlah Vik, berhenti menangis dan ngomong sama ka’ Yudha tentang ini semua. Dari pertama, ka’ Tasya tuh gangguin ka’ Yudha mulu. Minta di ajarin bikin proposal lakh, minta di temenin kesini lakh, minta di anterin kesitu lakh, dan yang paling parah dia berani mencium pipi ka’ Yudha. Dasar nenek lampir, dia gak sadar apa kalo ka’ Yudha itu punya kamu.” Cerocos Syifa tidak terima. Sepertinya kebawelan gadis ini mulai kambuh J.
“Tapi aku takut ka’ Yudha mutusin aku fa L.” Gumam Vika lirih
“Yaudah lakh, biarin dia mutusin kamu daripada kamu terus terusan di bikin nangis kaya gini, kamu tuh cantik, banyak pria yang mau sama kamu. Lupain ka’ Yudha kalo ka’ Yudha maunya begitu. Yang penting sekarang kamu ngomong sama ka’ Yudha apa maunya. Masalah hasil nanti aja. Yang penting kamu ngomong dulu sama ka’ Yudha.” Cerewet Syifa lagi, lagi dan lagi (?).
“Pulang sekolah aku janji bakal meluruskan segalanya.” Tekad Vika
“Nah gitu dong, itu baru sahabatku.” Ucap Syifa seraya merangkul Vika.
“Hehehe J. Makasih yah Fa, kamu baik banget sama aku. kamu juga selalu ngehibur aku.” Ucap Vika seraya menghapus air matannya yang masih ada di pipinya.
“Sama-sama cantik. Itu gunanya sahabat kan ??? Ke kelas yuk.” Ajak Syifa dan Vikapun mengangguk tanda ia setuju dengan ucapan sahabatnya.

tinggalkan jejak sepetti biasa :D
like and comment tak tunggu ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar