Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love - Part 1

Taraaaaa :D
cerbung baru nih guys, terinspirasi dari kegiatan MOS yang sering saya lihat di berbagai sekolah :D
di jamin ceritanya seru, itu menurut saya sih :D hehehe.
oke deh gak usah banyak omong, langsung ajah keep reading yah guys,
cekidott !!!


Vika Riyyana Della. Gadis berusia 16 tahun yang mempunyai sifat ceria, baik hati dan sangat menyenangkan. Setiap harinya Vika selalu tersenyum kepada semua orang yang menyapanya menandakan dia orang yang ramah. SMA Bintang adalah sekolah yang ditempati oleh Vika Riyyana Della. Sekolah barunya ituh membuat gadis cantik ini berfikir kalau dia sudah dewasa. Dan baginya masa putih abu-abu adalah masa dimana sifat Dewasa Vika mulai ada dan berfikir secara dewasa mulai berkembang.
Gadis cantik ini pernah menjadi primadona di sekolahnya, yakni sekolah menengah pertama atau SMP. Gadis yang sangat cantik, tinggi, langsing dan mempunyai rambut panjangnya yang berwarna hitam ini tidak pernah sombong meskipun banyak kaum adam yang menyukai dirinnya. Itulah Vika, putri dari Bapak Dharmawangsa dan Ibu Rosalina yang tinggal di perumahan matahari blok C dengan nomor rumah 69. MOS telah berakhir dan saatnya Vika memulai kegiatannya dan mulai beraktifitas seperti biasanya, umumnya siswa SMA lainnya.
“Mah, Vika pamit berangkat sekolah dulu yah” ujar Vika ramah
“Iya Vika, hati-hati dan jangan bikin masalah yah” Saran Mama Vika
“Pasti ma, papa, Vika berangkat dulu yah, Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam, hati-hati nak”
SKIP !!!
            Vika sampai di sekolah barunya. Sepanjang perjalanan menuju ke kelasnya , banyak sekali orang yang menyapa Vika, dan tentu saja Vika membalasnya dengan ramah. Setelah sampai di kelas, ada seseorang yang sudah menunggunya. Siapa lagi kalau bukan Syifa, sahabat Vika dari kecil ituh. Sahabat yang selalu ada dan menemani dirinnya dari kecil hingga sekarang ini.
“Selamat pagi Vika Riyyana Della” Ucap Syifa ramah
“Selamat pagi juga Syifa Marcelina Putri J ada apah ni, jarang sekali kamu menunggu aku seperti ini di kelas, biasanya kan kamu selalu kabur ke Kantin buat ketemu sama kakak dingin ituh” Ucap Vika panjang lebar dengan semangatnya.
“ hehehe J ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu.”
“huhuhu, ada maunya. Ya sudah ceritakan saja.”
“hehehe J kamu sudah membuat surat untuk kakak kelas belum dari kakak kakak OSIS yang dikasih kemarin. Kamu mau memberinya untuk siapa vik. Mmm (berfikir) aku tahu, kau pasti mau memberi surat itu untuk ….” Potong Syifa
“ssssttttt, jangan di sebutin, kalau mereka semua tahu bagaimana ??? Surat itu aku tujukan memang buat dia.” Ucap Vika malu-malu
“iya iya maaf, sahabatku ternyata udah jatuh cinta sama kakak misterius ituh.” Gumam Syifa
“Bukan Cuma aku, kamu  juga kan ??? Sama Pangeran Es ituh.” Goda Vika
“Ish Vika, akh kamu mah gituh (manyun) , jangan di bocorin dong” Ujar Syifa manyun.
“iya iya maap ya chipaaaa” Jawab Vika gemas sambil mencubit ke2 pipi Syifa
“sakkitttt, kamu kebiasaan deh vik L
            Sebelum Vika menjawab ucapan Syifa, terdengar jelas pengumuman dari Osis lewat speaker sekolah bahwa seluruh kelas X disuruh menuju ke lapangan. Vika dan Syifapun bergegas ke lapangan dan berbaris sesuai perintah osis. Begitupun teman-teman Vika yang lain, mereka juga berbaris.
“Bagaimana rasanya setelah kalian terbebas dari masa MOS adek2 ???” Tanya ketua Osis SMA Bintang yang bernama Yudha Aditya Saputra
“menyenangkan / sedih / gak enak / tersiksa / seru / asyik” Koor seluruh siswa kelas X
“ok, kakak hargai semua jawaban kalian, memang kenyataanya seperti ituh. Ya sudah, sekarang kalian berikan Surat yang pernah ditugaskan oleh Kakak Osis secara langsung kepada orang yang kalian tujukan dalam surat yang kalian buat.” Suruh Yudha
“Whatttt, sampaikan orangnya langsung !!! hadduhh L bagaimana ini vik, bisa mati aku kalau ka’ Ivan sampai tahu aku menulis surat untuknya.” Ujar Syifa pelan kepada sahabatnya ituh.
“kamu fikir Cuma kamu saja yang terkejut, aku juga, apalagi ka’ Yudha kan Ketua Osis, aku takut dia tidak mau menerima surat dariku.” Ucap Vika Pesimis
            Semuanyapun maju untuk memberikan surat itu kepada kakak Osis yang mereka idolakan. Walaupun beberapa dari mereka merasa Pesimis dan ragu untuk menyampaikan surat itu. Pemberian suratpun berakhir, semua anak kelas X diijinkan untuk kembali ke kelas masing-masing. Karena Hari ini adalah hari pertama KBM, maka acaranyapun Cuma perkenalan.
èèèèèèèèèèèè
            Kini saatnya kakak-kakak Osis harus kerja keras untuk membaca surat dari fans mereka. Sebagian dari mereka memilih untuk membaca di rumah dan sebagian ada yang memilih untuk membaca di sekolah. Sama Halnya dengan Yudha dan Ivan. 2 anak ini memang menjadi inceran bagi para kaum Hawa. Karena selain mereka memiliki wajah yang tampan, mereka juga pandai dan pintar sehingga banyak piala yang mereka sumbangkan untuk sekolah. Mereka juga ramah kepada siapapun.
            Yudha yang notabenya Ketua Osis dan Ivan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Osis ini memang sangat ramah orangnya. Setiap ada gadis yang ingin berfoto dengannya, mereka selalu menyambutnya dengan ramah. Tapi menurut mereka yang mempunyai nama lengkap Yudha Aditya Saputra dan Ivan Dika Prasetya, belum ada gadis yang mampu membuat mereka nyaman berada di sisinya. 2 sahabat karib ini tidak pernah mau mencari cinta sejatinya. Karena menurutnya Cinta Sejati akan muncul jika Tuhan Menghendaki J.
“Van,apa kau tidak mau membaca salah satu suratnya ???” Tanya Yudha
Ivan hanya diam diam dan diam. Ternyata dia melamun.
“Van.” Panggil Yudha sekali lagi dengan melambaikan tangan kanannya tepat di depan wajah Ivan. “Yaelah, nie anak malah ngelamun gak jelas.” Sungut Yudha pelan.
“ekh iya, ada apa yudh.” Ucap Ivan Gugup
“kau kenapa ??? You Have a Problem ???” Tanya Yudha penasaran
“aku bingung dengan salah satu adik kelas kita. Aku tidak tau dia siapa.”
“maksudmu ??? aku tidak mengerti.”
“Begini yudh, pada saat di memberikan suratnya untukku, dia menunduk, aku fikir dia ada masalah, tapi sepertinya tidak, apa jangan-jangan dia takut denganku.”
“memangnya kau hantu apah J mmm, apa kau masih ingat surat gadis itu !!! Cari saja, kalau sudah ketemu beritahu aku di Ruang Osis yah, Ada hal penting yang harus aku selesaikan di ruang osis, ok.” Ucap Yudha seraya meninggalkan sahabatnya
“I agree with you, Thanks my brother, You are the Best for me Yudh.” Teriak Ivan
            Mencari dan mencari. Itulah yang hanya dilakukan oleh Ivan saat ini. Berharap dia tidak lupa cirri-ciri surat gadis tadi. Dia Coba mengingat ingat dan …….. TEPAT. Ivan menemukan suratnya dan dia segera ke ruang Osis untuk memberitahu kepada sahabatnya.
èèèèèèèèèèèè
            Dilain tempat. Vika dan Syifa terlihat sangat gugup, gelisah dan tidak tenang. Pilihanya hanya 2, jika kakak Osis itu menerima surat itu berarti mereka tidak menyobek atau bahkan di buang ke tempat sampah. Tapi jika sebaliknya L akh itu hanya fikiran mereka saja.
Sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00, tandanya itu adalah jam istirahat. Dimana seluruh siswa SMA Bintang akan berkumpul dengan teman terdekatnya masing-masing dan berfikir untuk mengisi perut mereka yang kosong dengan jajanan kantin. Untuk menenangkan hatinya itu akhirnya 2 gadis cantik yang menjadi idola kaum adam ini melangkahkan kakinya menuju kantin.
èèèèèèèèèèèè
            Ivan langsung menghampiri sahabatnya di ruang Osis. Terlihat dari wajahnya yang mirip orang China ini, bahwa dia terlihat sangat senang setelah berhasil menemukan surat dari gadis itu.
“Yudh, aku sudah menemukan suratnya, surat dari gadis ituh.” Ucap Ivan semangat
“beneran ??? yakin gak (ragu) kalau itu suratnya.”
“yakin banget, aku baca yah isinya, aku sangat penasaran dengan isi surat ini.” Ujar Ivan seraya membuka surat yang beramplop biru itu dan terdapat gambar bunga warna merah di tepi amplop
“ya sudah. Aku juga sangat penasaran.” Gumam Yudha penasaran

Dear : Ka’ Ivan Dika Prasetya
                Hai kak, apa kabar ??? Basi banget yah pertanyaan aku. Hehehe J. Maaf kak, aku tidak bermaksud tidak sopan, aku hanya bingung mau menyampaikan apa sama kakak. Terima kasih karena kakak mau membaca surat dariku. Mungkin surat dariku ini sangat tidak penting dan tidak berarti apa-apa buat kakak. Tapi seenggaknya aku bisa menulis surat ini untuk kakak.
                Bagi aku, kakak adalah yang terbaik. Kakak tampan, keren, ramah, baik hati dan perhatian sama semua orang. Aku kagum sama kakak. Dan aku bersyukur banget bisa memberi surat ini untuk kakak. Maaf kak, aku lancang menulis seperti itu untuk kakak. Tapi itulah kenyataannya. Terima kasih karena kakak telah membaca surat ini. Dan aku juga berharap kakak menyimpan surat ini dan  tidak membuanganya J
From : Pengagummu ( Syifa Marcelina Putri )

“Syifa, yah nama gadis itu Syifa tepatnya Syifa Rahma Izzati. Dan di sini dia jujur kalau dia pengagumku, baru kali ini aku menemukan gadis seperti ini.” Ucap Ivan tetapi matanya tak pernah lepas dari kertas Ungu itu. Surat dari gadis yang membuatnya bingung
“Sepertinya dia pengagum terbesarmu, melalui surat itu aku bisa menyimpulkan seperti itu. Apa kau berinisiatif untuk membalas surat gadis itu ???” Ucap Yudha berkomentar
“Sepertinya tidak, aku ingin melihat sejauh mana dia bertindak untuk menyakinkan aku kalau dia kagum padaku.”Ujar Ivan tersenyum seraya melipat suratnya.
èèèèèèèèèèèè
            Vika dan Syifa sampai di kantin dan mencari bangku yang kosong untuk mereka. Setelah itu mereka duduk dan memesan makanan yang mereka suka.
“Kira-kira suratku sudah dibaca belum yah sama ka’ Yudha.” Ucap Vika tiba-tiba
“Menurutku, ka’ Yudha tidak mungkin membaca surat itu sekarang, mungkin belum.” Ucap Syifa yakin seraya mengaduk aduk minuman yang dipesannya yang kini tepat berada di hadapannnya.
“Yah. Sepertinya memang begitu. Tapi aku yakin kalau surat pemberianmu pasti sudah dibaca oleh ka’ Ivan.” Ujar Vika seraya meminum jus Jeruk yang dipesannya.
“Sok tau kamu, mana mau ka’ Ivan membaca suratku itu.” Syifa terlihat pesimis
“Sejak kapan sahabatku mudah menyerah kaya gitu. Semangat dong Chipaaaa J biasanya kan kalau kamu belum mendapatkan sesuatu yang belum kamu dapat, kamu akan berusaha untuk mendapatkan sesuatu itu kan ???” Ujar Vika menyimpulkan
“Tapi bukan dalam situasi kaya gini Viiiiikkkk L” Ucap Syifa sebal
“Bagiku itu sama saja, eh lihat tuh (menunjuk) ada ka’ Yudha dan Ka’ Ivan.”
“Hadduhhh L kita pergi dari sini yuk sekarang.” Syifa menarik tangan Vika untuk pergi
            Pada saat 2 gadis itu ingin melarikan diri dari bangku yang mereka duduki sekarang. Baru beberapa langkah, Yudha dan Ivan sudah berada di depan mereka. Merekapun memberhentikan langkahnya dan menatap 2 insan di hadapannya. Yang di tatap hanya memasang tampang datar dan sok cool dengan memasukkan ke2 tanganya ke dalam saku celananya.
            Padahal 2 gadis yang mereka tatap itu sudah gemetar setengah mati. Tapi 2 pemuda itu malah bersikap biasa-biasa saja dan menatapnya dengan tampang datar. Seolah-olah 2 oarng yang ada di hadapannya sekarang hanya juniornya yang tidak mempunyai arti apa-apa.
“Maaf kak” koor Syifa dan Vika kompak
“Atas dasar apa kalian meminta maaf , memangnya kalian punya salah sama kami ???” Tanya Yudha masih dengan tatapan datarnya.
“Mmmm (berfikir) anu kak, anuu …. Mmmm.” Jawab Vika gugup
“Sudahlah, mmm, kamu (menunjuk Vika) yang membuat surat untukku bukan, sepertinya dugaanku tidak salah, benar kan kau yang menulis.” Tanya Yudha kepada Vika
            Vika Riyyana Della, yah itu adalah nama dari gadis yang sedang jatuh cinta kepada seorang Ketua Osis SMA Bintang. Tapi yang harus ia fikirkan sekarang adalah dia harus menjawab apa dari pertanyaan pangeran hatinya itu. Akhirnya Vika memilih untuk tidak menjawab dan menunduk.
“Hey, aku sedang berbicara kepadamu. Kenapa kau malah menunduk. Tidak sopan tau, kau tau tidak kalau orang yang ada di hadapanmu adalah seniormu yang wajib kau hormati” Hardik pemuda tampan itu kepada gadis di hadapannya.
“mmm (berfikir) iya kak, sekali lagi maafkan aku.” Ucap Vika masih menundukan kepalanya
“kau ini kenapa ??? Daritadi aku hanya mendengar kata maaf darimu. Memangnya kau punya salah apa ???” Tanya Yudha lagi dan kelihatan kalau pria ini sedang kesal dengan gadis dihadapannya.
“Bukan maksudku seperti itu (menatap Yudha), aku hanya takut jika kau akan marah kepadaku karena aku lancang memberikan suratku untukmu.”
“Mengapa kau harus berfikiran seperti itu ??? Bukankah memang dari Osis yang menyuruh selauruh kelas X untuk membuat surat itu dan memberikannya untuk salah satu kakak Osis ???”
            Sahabat karib yang hanya mendengarkan perdebatan antara Vika dan ketua Osis ini hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan tidak berani untuk memisahkan mereka ber2. Bahkan Syifa dan Ivan tidak sadar, jika mereka sangat berdekatan dan lengan sebelah kanan Syifa menempel pada lengan sebelah kiri pria dingin itu. Entah sampai kapan mereka akan menyadarinya. Mungkin mereka akan sadar jika 2 orang yang ada di hadapannya berhenti adu mulut. Entahlah J ……. !!!!
“Tapi aku terlalu berani untuk mengungkapkan isi hatiku melalui surat itu kak. Dan aku juga terlalu berani memberikannya padamu.”
“Itu terserah kamu mau memberi suratnya kepada siapa saja yang kau pilih. Kenapa kau malah Pesimis begitu, kau harus tau, murid SMA Bintang gak ada kata Pesimis dalam kamus Besar ….” Potong Yudha
“Hey, sudah-sudah … Mengapa kau jadi ribut dengan gadis ini sih (menunjuk Vika). Tujuan kita kesini kan buat makan bukan untuk ribut.” Ucap Ivan yang sedari tadi ingin membuka mulut melihat 2 orang dihadapanya itu
            Bukanya menjawab, Yudha malah melihat sesuatu yang aneh yang terjadi pada sahabatnya itu. Karena penasaran, dia melihat sahabatnya itu dari ujung kaki sampai puncak kepala secara bergantian terus menerus sampai yang ditatap malah bingung dengan tingkah laku sahabatnya itu.
“Hey, mengapa kau melihatku seperti itu ???  apa ada yang aneh dengan keadaanku !!!” Tanya Ivan yang masih belum sadar akan gadis disebelahnya.
            Akhirnya Yudha menyadari. Ternyata gadis disebelahnyalah yang membuat sahabatnya terasa berbeda. Setau dirinya, sahabatnya yang mirip orang China itu tidak pernah berdekatan dengan seorang gadis. Tapi dengan gadis sebelahnya ??? Entahlah, hanya Ivan yang bisa menjawab.
            Syifa yang menyadari dirinya sangat berdekatan dengan pria disebelahnya langsung menjauhkan dirinya dan berdiri tepat sebelah sahabatnya. Dan dirinnya langsung memalingkan pandangannya karena merasa bahwa pipinya telah berwarna merah, salting.
“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” Ucap Syifa menunduk karena mukanya merah.
            Ivan yang menyadari hal itupun jadi salah tingkah dan bingung apa yang harus dia lakukan. Akhirnya dia lebih memilih untuk menghampiri sahabatnya dan berdiri di sebelah pemuda tampan itu sambil menyembunyikan mukanya yang terasa merah merona.
“Ah eh, iyaaa. Aku juga minta maaf, tapi aku benar-benar tidak sadar akan hal itu. Maafkan aku sekali lagi.” Ujar Ivan Gugup
“Tidak apa-apa kak, kami permisi dulu, Maafkan aku ka’ Ivan. Permisi kak.” Ucap Syifa seraya menarik tangan sahabatnya yang mirip seperti boneka Barbie itu.

gimana gimana ??? seru kan ??? penasaran gak guys ..
pasti jawabanya gak yah :D
hahaha :D gaje.com yah ceritanya ...
yaudahlah gak usah di rewes ...
emang aneh kok ceritanya ..
tinggalin jejak yah guys, like and comment'nya tak tunggu ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar