cerbung baru nih guys, terinspirasi dari kegiatan MOS yang sering saya lihat di berbagai sekolah :D
di jamin ceritanya seru, itu menurut saya sih :D hehehe.
oke deh gak usah banyak omong, langsung ajah keep reading yah guys,
cekidott !!!
Vika
Riyyana Della. Gadis berusia 16 tahun yang mempunyai sifat ceria, baik hati dan
sangat menyenangkan. Setiap harinya Vika selalu tersenyum kepada semua orang
yang menyapanya menandakan dia orang yang ramah. SMA Bintang adalah sekolah
yang ditempati oleh Vika Riyyana Della. Sekolah barunya ituh membuat gadis
cantik ini berfikir kalau dia sudah dewasa. Dan baginya masa putih abu-abu
adalah masa dimana sifat Dewasa Vika mulai ada dan berfikir secara dewasa mulai
berkembang.
Gadis
cantik ini pernah menjadi primadona di sekolahnya, yakni sekolah menengah
pertama atau SMP. Gadis yang sangat cantik, tinggi, langsing dan mempunyai
rambut panjangnya yang berwarna hitam ini tidak pernah sombong meskipun banyak
kaum adam yang menyukai dirinnya. Itulah Vika, putri dari Bapak Dharmawangsa
dan Ibu Rosalina yang tinggal di perumahan matahari blok C dengan nomor rumah
69. MOS telah berakhir dan saatnya Vika memulai kegiatannya dan mulai
beraktifitas seperti biasanya, umumnya siswa SMA lainnya.
“Mah,
Vika pamit berangkat sekolah dulu yah” ujar Vika ramah
“Iya
Vika, hati-hati dan jangan bikin masalah yah” Saran Mama Vika
“Pasti
ma, papa, Vika berangkat dulu yah, Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam,
hati-hati nak”
SKIP !!!
Vika sampai di sekolah barunya.
Sepanjang perjalanan menuju ke kelasnya , banyak sekali orang yang menyapa
Vika, dan tentu saja Vika membalasnya dengan ramah. Setelah sampai di kelas,
ada seseorang yang sudah menunggunya. Siapa lagi kalau bukan Syifa, sahabat
Vika dari kecil ituh. Sahabat yang selalu ada dan menemani dirinnya dari kecil
hingga sekarang ini.
“Selamat
pagi Vika Riyyana Della” Ucap Syifa ramah
“Selamat
pagi juga Syifa Marcelina Putri J ada apah ni, jarang sekali kamu menunggu aku
seperti ini di kelas, biasanya kan kamu selalu kabur ke Kantin buat ketemu sama
kakak dingin ituh” Ucap Vika panjang lebar dengan semangatnya.
“
hehehe J ada sesuatu yang ingin aku
bicarakan sama kamu.”
“huhuhu,
ada maunya. Ya sudah ceritakan saja.”
“hehehe
J kamu sudah membuat surat untuk kakak
kelas belum dari kakak kakak OSIS yang dikasih kemarin. Kamu mau memberinya
untuk siapa vik. Mmm (berfikir) aku tahu, kau pasti mau memberi surat itu untuk
….” Potong Syifa
“ssssttttt,
jangan di sebutin, kalau mereka semua tahu bagaimana ??? Surat itu aku tujukan
memang buat dia.” Ucap Vika malu-malu
“iya
iya maaf, sahabatku ternyata udah jatuh cinta sama kakak misterius ituh.” Gumam
Syifa
“Bukan
Cuma aku, kamu juga kan ??? Sama
Pangeran Es ituh.” Goda Vika
“Ish
Vika, akh kamu mah gituh (manyun) , jangan di bocorin dong” Ujar Syifa manyun.
“iya
iya maap ya chipaaaa” Jawab Vika gemas sambil mencubit ke2 pipi Syifa
“sakkitttt,
kamu kebiasaan deh vik L”
Sebelum Vika menjawab ucapan Syifa,
terdengar jelas pengumuman dari Osis lewat speaker sekolah bahwa seluruh kelas
X disuruh menuju ke lapangan. Vika dan Syifapun bergegas ke lapangan dan
berbaris sesuai perintah osis. Begitupun teman-teman Vika yang lain, mereka
juga berbaris.
“Bagaimana
rasanya setelah kalian terbebas dari masa MOS adek2 ???” Tanya ketua Osis SMA
Bintang yang bernama Yudha Aditya Saputra
“menyenangkan
/ sedih / gak enak / tersiksa / seru / asyik” Koor seluruh siswa kelas X
“ok,
kakak hargai semua jawaban kalian, memang kenyataanya seperti ituh. Ya sudah,
sekarang kalian berikan Surat yang pernah ditugaskan oleh Kakak Osis secara
langsung kepada orang yang kalian tujukan dalam surat yang kalian buat.” Suruh
Yudha
“Whatttt,
sampaikan orangnya langsung !!! hadduhh L bagaimana ini vik, bisa mati aku kalau ka’ Ivan
sampai tahu aku menulis surat untuknya.” Ujar Syifa pelan kepada sahabatnya
ituh.
“kamu
fikir Cuma kamu saja yang terkejut, aku juga, apalagi ka’ Yudha kan Ketua Osis,
aku takut dia tidak mau menerima surat dariku.” Ucap Vika Pesimis
Semuanyapun maju untuk memberikan
surat itu kepada kakak Osis yang mereka idolakan. Walaupun beberapa dari mereka
merasa Pesimis dan ragu untuk menyampaikan surat itu. Pemberian suratpun
berakhir, semua anak kelas X diijinkan untuk kembali ke kelas masing-masing.
Karena Hari ini adalah hari pertama KBM, maka acaranyapun Cuma perkenalan.
èèèèèèèèèèèè
Kini saatnya kakak-kakak Osis harus
kerja keras untuk membaca surat dari fans mereka. Sebagian dari mereka memilih
untuk membaca di rumah dan sebagian ada yang memilih untuk membaca di sekolah.
Sama Halnya dengan Yudha dan Ivan. 2 anak ini memang menjadi inceran bagi para
kaum Hawa. Karena selain mereka memiliki wajah yang tampan, mereka juga pandai
dan pintar sehingga banyak piala yang mereka sumbangkan untuk sekolah. Mereka
juga ramah kepada siapapun.
Yudha yang notabenya Ketua Osis dan
Ivan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Osis ini memang sangat ramah orangnya.
Setiap ada gadis yang ingin berfoto dengannya, mereka selalu menyambutnya
dengan ramah. Tapi menurut mereka yang mempunyai nama lengkap Yudha Aditya Saputra
dan Ivan Dika Prasetya, belum ada gadis yang mampu membuat mereka nyaman berada
di sisinya. 2 sahabat karib ini tidak pernah mau mencari cinta sejatinya.
Karena menurutnya Cinta Sejati akan muncul jika Tuhan Menghendaki J.
“Van,apa
kau tidak mau membaca salah satu suratnya ???” Tanya Yudha
Ivan
hanya diam diam dan diam. Ternyata dia melamun.
“Van.”
Panggil Yudha sekali lagi dengan melambaikan tangan kanannya tepat di depan
wajah Ivan. “Yaelah, nie anak malah ngelamun gak jelas.” Sungut Yudha pelan.
“ekh
iya, ada apa yudh.” Ucap Ivan Gugup
“kau
kenapa ??? You Have a Problem ???” Tanya Yudha penasaran
“aku
bingung dengan salah satu adik kelas kita. Aku tidak tau dia siapa.”
“maksudmu
??? aku tidak mengerti.”
“Begini
yudh, pada saat di memberikan suratnya untukku, dia menunduk, aku fikir dia ada
masalah, tapi sepertinya tidak, apa jangan-jangan dia takut denganku.”
“memangnya
kau hantu apah J
mmm, apa kau masih ingat surat gadis itu !!! Cari saja, kalau sudah ketemu
beritahu aku di Ruang Osis yah, Ada hal penting yang harus aku selesaikan di
ruang osis, ok.” Ucap Yudha seraya meninggalkan sahabatnya
“I
agree with you, Thanks my brother, You are the Best for me Yudh.” Teriak Ivan
Mencari dan mencari. Itulah yang
hanya dilakukan oleh Ivan saat ini. Berharap dia tidak lupa cirri-ciri surat
gadis tadi. Dia Coba mengingat ingat dan …….. TEPAT. Ivan menemukan suratnya
dan dia segera ke ruang Osis untuk memberitahu kepada sahabatnya.
èèèèèèèèèèèè
Dilain tempat. Vika dan Syifa
terlihat sangat gugup, gelisah dan tidak tenang. Pilihanya hanya 2, jika kakak
Osis itu menerima surat itu berarti mereka tidak menyobek atau bahkan di buang
ke tempat sampah. Tapi jika sebaliknya L akh itu hanya fikiran mereka saja.
Sekarang
jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00, tandanya itu adalah jam istirahat.
Dimana seluruh siswa SMA Bintang akan berkumpul dengan teman terdekatnya
masing-masing dan berfikir untuk mengisi perut mereka yang kosong dengan
jajanan kantin. Untuk menenangkan hatinya itu akhirnya 2 gadis cantik yang
menjadi idola kaum adam ini melangkahkan kakinya menuju kantin.
èèèèèèèèèèèè
Ivan langsung menghampiri sahabatnya
di ruang Osis. Terlihat dari wajahnya yang mirip orang China ini, bahwa dia
terlihat sangat senang setelah berhasil menemukan surat dari gadis itu.
“Yudh,
aku sudah menemukan suratnya, surat dari gadis ituh.” Ucap Ivan semangat
“beneran
??? yakin gak (ragu) kalau itu suratnya.”
“yakin
banget, aku baca yah isinya, aku sangat penasaran dengan isi surat ini.” Ujar
Ivan seraya membuka surat yang beramplop biru itu dan terdapat gambar bunga
warna merah di tepi amplop
“ya
sudah. Aku juga sangat penasaran.” Gumam Yudha penasaran
Dear : Ka’ Ivan Dika Prasetya
Hai
kak, apa kabar ??? Basi banget yah pertanyaan aku. Hehehe J.
Maaf kak, aku tidak bermaksud tidak sopan, aku hanya bingung mau menyampaikan
apa sama kakak. Terima kasih karena kakak mau membaca surat dariku. Mungkin
surat dariku ini sangat tidak penting dan tidak berarti apa-apa buat kakak.
Tapi seenggaknya aku bisa menulis surat ini untuk kakak.
Bagi
aku, kakak adalah yang terbaik. Kakak tampan, keren, ramah, baik hati dan
perhatian sama semua orang. Aku kagum sama kakak. Dan aku bersyukur banget bisa
memberi surat ini untuk kakak. Maaf kak, aku lancang menulis seperti itu untuk
kakak. Tapi itulah kenyataannya. Terima kasih karena kakak telah membaca surat
ini. Dan aku juga berharap kakak menyimpan surat ini dan tidak membuanganya J
From : Pengagummu ( Syifa Marcelina Putri )
“Syifa,
yah nama gadis itu Syifa tepatnya Syifa Rahma Izzati. Dan di sini dia jujur
kalau dia pengagumku, baru kali ini aku menemukan gadis seperti ini.” Ucap Ivan
tetapi matanya tak pernah lepas dari kertas Ungu itu. Surat dari gadis yang
membuatnya bingung
“Sepertinya
dia pengagum terbesarmu, melalui surat itu aku bisa menyimpulkan seperti itu.
Apa kau berinisiatif untuk membalas surat gadis itu ???” Ucap Yudha berkomentar
“Sepertinya
tidak, aku ingin melihat sejauh mana dia bertindak untuk menyakinkan aku kalau
dia kagum padaku.”Ujar Ivan tersenyum seraya melipat suratnya.
èèèèèèèèèèèè
Vika dan Syifa sampai di kantin dan mencari
bangku yang kosong untuk mereka. Setelah itu mereka duduk dan memesan makanan
yang mereka suka.
“Kira-kira
suratku sudah dibaca belum yah sama ka’ Yudha.” Ucap Vika tiba-tiba
“Menurutku,
ka’ Yudha tidak mungkin membaca surat itu sekarang, mungkin belum.” Ucap Syifa
yakin seraya mengaduk aduk minuman yang dipesannya yang kini tepat berada di
hadapannnya.
“Yah.
Sepertinya memang begitu. Tapi aku yakin kalau surat pemberianmu pasti sudah
dibaca oleh ka’ Ivan.” Ujar Vika seraya meminum jus Jeruk yang dipesannya.
“Sok
tau kamu, mana mau ka’ Ivan membaca suratku itu.” Syifa terlihat pesimis
“Sejak
kapan sahabatku mudah menyerah kaya gitu. Semangat dong Chipaaaa J biasanya kan kalau kamu belum mendapatkan
sesuatu yang belum kamu dapat, kamu akan berusaha untuk mendapatkan sesuatu itu
kan ???” Ujar Vika menyimpulkan
“Tapi
bukan dalam situasi kaya gini Viiiiikkkk L” Ucap Syifa sebal
“Bagiku
itu sama saja, eh lihat tuh (menunjuk) ada ka’ Yudha dan Ka’ Ivan.”
“Hadduhhh
L kita pergi dari sini yuk
sekarang.” Syifa menarik tangan Vika untuk pergi
Pada saat 2 gadis itu ingin
melarikan diri dari bangku yang mereka duduki sekarang. Baru beberapa langkah,
Yudha dan Ivan sudah berada di depan mereka. Merekapun memberhentikan
langkahnya dan menatap 2 insan di hadapannya. Yang di tatap hanya memasang
tampang datar dan sok cool dengan memasukkan ke2 tanganya ke dalam saku
celananya.
Padahal 2 gadis yang mereka tatap
itu sudah gemetar setengah mati. Tapi 2 pemuda itu malah bersikap biasa-biasa
saja dan menatapnya dengan tampang datar. Seolah-olah 2 oarng yang ada di
hadapannya sekarang hanya juniornya yang tidak mempunyai arti apa-apa.
“Maaf
kak” koor Syifa dan Vika kompak
“Atas
dasar apa kalian meminta maaf , memangnya kalian punya salah sama kami ???”
Tanya Yudha masih dengan tatapan datarnya.
“Mmmm
(berfikir) anu kak, anuu …. Mmmm.” Jawab Vika gugup
“Sudahlah,
mmm, kamu (menunjuk Vika) yang membuat surat untukku bukan, sepertinya dugaanku
tidak salah, benar kan kau yang menulis.” Tanya Yudha kepada Vika
Vika Riyyana Della, yah itu adalah
nama dari gadis yang sedang jatuh cinta kepada seorang Ketua Osis SMA Bintang.
Tapi yang harus ia fikirkan sekarang adalah dia harus menjawab apa dari
pertanyaan pangeran hatinya itu. Akhirnya Vika memilih untuk tidak menjawab dan
menunduk.
“Hey,
aku sedang berbicara kepadamu. Kenapa kau malah menunduk. Tidak sopan tau, kau
tau tidak kalau orang yang ada di hadapanmu adalah seniormu yang wajib kau
hormati” Hardik pemuda tampan itu kepada gadis di hadapannya.
“mmm
(berfikir) iya kak, sekali lagi maafkan aku.” Ucap Vika masih menundukan
kepalanya
“kau
ini kenapa ??? Daritadi aku hanya mendengar kata maaf darimu. Memangnya kau
punya salah apa ???” Tanya Yudha lagi dan kelihatan kalau pria ini sedang kesal
dengan gadis dihadapannya.
“Bukan
maksudku seperti itu (menatap Yudha), aku hanya takut jika kau akan marah
kepadaku karena aku lancang memberikan suratku untukmu.”
“Mengapa
kau harus berfikiran seperti itu ??? Bukankah memang dari Osis yang menyuruh
selauruh kelas X untuk membuat surat itu dan memberikannya untuk salah satu
kakak Osis ???”
Sahabat karib yang hanya
mendengarkan perdebatan antara Vika dan ketua Osis ini hanya bisa menjadi
pendengar yang baik dan tidak berani untuk memisahkan mereka ber2. Bahkan Syifa
dan Ivan tidak sadar, jika mereka sangat berdekatan dan lengan sebelah kanan
Syifa menempel pada lengan sebelah kiri pria dingin itu. Entah sampai kapan
mereka akan menyadarinya. Mungkin mereka akan sadar jika 2 orang yang ada di
hadapannya berhenti adu mulut. Entahlah J ……. !!!!
“Tapi
aku terlalu berani untuk mengungkapkan isi hatiku melalui surat itu kak. Dan
aku juga terlalu berani memberikannya padamu.”
“Itu
terserah kamu mau memberi suratnya kepada siapa saja yang kau pilih. Kenapa kau
malah Pesimis begitu, kau harus tau, murid SMA Bintang gak ada kata Pesimis
dalam kamus Besar ….” Potong Yudha
“Hey,
sudah-sudah … Mengapa kau jadi ribut dengan gadis ini sih (menunjuk Vika).
Tujuan kita kesini kan buat makan bukan untuk ribut.” Ucap Ivan yang sedari
tadi ingin membuka mulut melihat 2 orang dihadapanya itu
Bukanya menjawab, Yudha malah
melihat sesuatu yang aneh yang terjadi pada sahabatnya itu. Karena penasaran,
dia melihat sahabatnya itu dari ujung kaki sampai puncak kepala secara
bergantian terus menerus sampai yang ditatap malah bingung dengan tingkah laku
sahabatnya itu.
“Hey,
mengapa kau melihatku seperti itu ???
apa ada yang aneh dengan keadaanku !!!” Tanya Ivan yang masih belum
sadar akan gadis disebelahnya.
Akhirnya Yudha menyadari. Ternyata
gadis disebelahnyalah yang membuat sahabatnya terasa berbeda. Setau dirinya,
sahabatnya yang mirip orang China itu tidak pernah berdekatan dengan seorang
gadis. Tapi dengan gadis sebelahnya ??? Entahlah, hanya Ivan yang bisa
menjawab.
Syifa yang menyadari dirinya sangat
berdekatan dengan pria disebelahnya langsung menjauhkan dirinya dan berdiri
tepat sebelah sahabatnya. Dan dirinnya langsung memalingkan pandangannya karena
merasa bahwa pipinya telah berwarna merah, salting.
“Maaf,
aku tidak bermaksud seperti itu.” Ucap Syifa menunduk karena mukanya merah.
Ivan yang menyadari hal itupun jadi
salah tingkah dan bingung apa yang harus dia lakukan. Akhirnya dia lebih
memilih untuk menghampiri sahabatnya dan berdiri di sebelah pemuda tampan itu
sambil menyembunyikan mukanya yang terasa merah merona.
“Ah
eh, iyaaa. Aku juga minta maaf, tapi aku benar-benar tidak sadar akan hal itu.
Maafkan aku sekali lagi.” Ujar Ivan Gugup
“Tidak
apa-apa kak, kami permisi dulu, Maafkan aku ka’ Ivan. Permisi kak.” Ucap Syifa
seraya menarik tangan sahabatnya yang mirip seperti boneka Barbie itu.
gimana gimana ??? seru kan ??? penasaran gak guys ..
pasti jawabanya gak yah :D
hahaha :D gaje.com yah ceritanya ...
yaudahlah gak usah di rewes ...
emang aneh kok ceritanya ..
tinggalin jejak yah guys, like and comment'nya tak tunggu ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar