Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love - Part 4

langsuuuuuuuungggg :D
cekidott !!!


Keesokan harinya di sekolah megah SMA Bintang. Pagi ini ada rapat osis sehingga membuat para anggota osis berkumpul di ruang osis dan menggunakan Dispen selama 1 jam. Setelah rapat usai dan semua anggota osis berhambur ke kelas masing-masing, justru ketua osis SMA Bintang malah memilih untuk menyendiri di sudut ruangan itu.
“Hey bro, kau kenapa. Tidak biasanya kau seperti ini. Oh ya aku lupa. Semenjak ada gadis manis kelas sepuluh itu kan kau jadi sering seperti ini yah. Jangan-jangan sekarang kau seperti ini juga karena gadis itu. Ya kan ???” cerocos sahabatnya itu seraya duduk disebelah ketua osis ini.
“Diem deh. Bukanya membantu atau gimana malah mengejek. Huh L dasar kau. Dulu aja waktu kau lagi bersama Syifa aku yang terus membantu. Sekarang giliran aku yang susah kau seenaknya mengejekku.”
“iya deh sobat, gak usah cemberut begitu dong. Aku kan hanya bercanda. Sekarang ceritakan masalahmu kepada sahabatmu yang setia kawan ini.” Ucap Ivan narsis
“siapa bilang kau setia, kayaknya Cuma gadismu yang bilang kalau kau setia.”
“Hahaha J sudahlah. Cepetan cerita, aku akan dengarkan dan memberi saran …”
“Jadi gini …..” Yudha memulai ceritanya tentang kejadian kemarin bersama gadisnya itu
“Gila kamu, itu sih memang salahmu. Pantas saja Vika benci dan tidak mau memaafkanmu. Menurutku kau sudah sangat keterlaluan terhadapnya. Jadi jangan salahkan dia jika dia tidak mau memaafkanmu. Karena itu semua salahmu. Menurutku, lebih baik kau berusaha untuk mendapatkan maaf darinya. Apapun caranya kau harus melakukanya supaya Vika mau memaafkanmu. Aku tau, kau sangat menyayanginya dan sangat menyukainya. Tetapi sekarang kau malah membuat hatinya sedih.” Ucap Ivan memberi saran untuk sahabatnya itu setelah mendengarkan cerita Yudha.
            Yudha hanya diam mendengarkan ucapan sahabat baiknya itu. Ucapanya memang amat sangat benar, apalagi kalau masalah Yudha menyukai dan menyayangi Vika, itu malah 100 % benar. Tapi Yudha sudah kelewat batas sehingga sekarang Vika malah marah kepadanya.
“Kapan yah waktu yang tepat untuk meminta maaf kepadannya.” Tanya Yudha
“Secepatnya. Jangan menunda nunda waktu selagi sekarang kau bisa melakukannya. Sudah yah. Aku mau ketemu dengan Syifa. Kasihan dia daritadi menungguku di loby. Bye Yudh.” Ucap Ivan seraya pergi
“Huft L. Sekarang setelah mempunyai kekasih, dia lebih sering meninggalkanku. Ckckck L terus aku harus bagaimana yah. Pulang sekolah nanti aku akan coba.” Gumam Yudha seraya beranjak dari duduknya dan pergi menuju ke kelasnya.
èèèèèèèèèèèè
“hey, sudah lama yah menunggunya. Maaf yah. Tadi Yudha ada problem dengan sahabatmu.” Ucap Ivan seraya duduk di sebelah gadisnya yang kini sedang duduk di Loby sekolah
“Iyah gapapa J. Aku mengerti ko’. Aku juga baru datang kesini. Mengapa kakak menyuruhku untuk datang kesini. Padahal kan kita bisa bertemu di sekolah.” Tanya Syifa
“Mmm, ada sesuatu yang aku mau bilang sama kamu. Di kelas kamu tidak ada guru yang mengajar kan ??? kalau ada mending nanti saja aku bilangnya.”
“Tidak ada kak, kebetulan anak Ibu Ida (Guru matematika) sedang sakit. Jadi beliau tidak masuk. Jadi apa yang akan kakak katakana kepadaku.”
“I LOVE YOU.” Ucap Ivan seraya menyungginggkan senyum manisnya
“Just it ??? itu yang kakak bilang pentingkah.” Tanya Syifa heran dengan kekasihnya itu
“Ah, kamu tuh gak pernah bisa diajak romantic. Memangnya kata-kataku tadi tidak penting untukmu yah.” Ucap Ivan manyun dan mengalihkan pandanganya dari gadisnya itu.
“Bukan maksudku seperti itu kak. Ku kira ada sesuatu yang sangat penting sehingga kakak menyuruhku kesini. Tahu’nya hanya ingin mengucapkan itu. Bukanya setiap kakak sedang bersamaku kakak selalu mengatakan itu yah.” Ujar Syifa
            Ivan hanya diam mendengarkan ucapan gadisnya itu. Pertanyaan gadisnya itu sungguh menyebalkan baginya. Gadis lain jika mendengarkan Ivan berbicara seperti itu akan terasa dirinya sedang berada di langit ke tujuh. Tapi gadis disebelahnya malah bertanya tentang hal yang tidak penting.
“kak, jawab dong. Masa kakak marah sih sama aku. Iya deh, aku minta maaf. Tadi kan aku pikir….” Ucapan Syifa langsung dipotong oleh Ivan.
“Sudahlah, aku ingin ke kelas. Pak Hendrawan (Guru bahasa inggris) sudah sampai di kelas. Mending sekarang kamu juga masuk ke kelasmu.” Ucap Ivan dingin seraya meninggalkan gadisnya itu.
“Kak, tunggu …” teriak Syifa
            Ivan terus saja melangkah dan tidak perduli dengan gadisnya itu yang sedari tadi berteriak seraya memanggil namanya itu. Perasaan Ivan kini sedang tidak enak. Maka dari itu dia bersikap seperti itu dengan gadisnya. Sedangkan Syifa hanya menatap punggung pangeran hatinya itu yang semakin menghilang. Setelah benar-benar tidak kelihatan Syifa kembali ke kelasnya.
èèèèèèèèèèèè
            Syifa duduk dengan lesu dan tidak bersemangat ketika dia sudah sampai di kelasnya. Dan dia segera duduk di samping sahabatnya itu.
“Kamu kenapa fa. Ada masalah yah.”
“Ka’ Ivan. Dia marah padaku Vik.” Ucap Syifa seraya menopang dagunya menggunakan kedua tanganya dan menatap lurus dengan pandangan kosong
“Mengapa ka’ Ivan marah. Memangnya kau berbuat apa kepadanya.” Tanya Vika bingung
“ Tadi kan aku disuruh ka’ Ivan untuk menunggunya di Loby karena ada sesuatu hal yang ingin ka’ Ivan sampaikan. Tetapi dia malah…….” Ucap Syifa panjang lebar menceritakan semua yang dialaminya bersama pangeran hatinya itu di Loby sekolah
“Oh jadi begitu. Menurutku tidak sepenuhnya salah kamu fa, ka’ Ivan juga salah. Seharusnya dia tidak usah mengatakan jika ada hal penting yang harus dibicarakan. Dan sudah seharusnya kamu bertanya seperti itu kepada ka’ Ivan, karena menurutku itu juga bukan hal yang penting. Aku tau ko’, jika ka’ Ivan sedang bersamamu dia selalu mengatakan kata itu kepadamu.” Ujar Vika member saran.
“Iya, makasih yah. Nanti aku akan menyelesaikan semuanya. Bagaimana dengan  ka’ Yudha vik ??? Aku lihat sekarang kau lebih sering menghindar jika akan bertemu ka’ Yudha.”
“Ya begitulah. Aku sudah lelah dengannya. Dia memang tidak pernah bisa untuk menyayangiku. Dia sama sekali tidak suka padaku. Jadi kenapa aku harus mempertahankan rasa ini untuknya ???”
“That’s all cause love. I know You love him sis. And I know too him  love you. Jadi pertahankan jika kau yakin kalau ka’ Yudha adalah cinta sejatimu.” Ujar Syifa member semangat kepada sahabatnya
“Love. 1 kata yang sangat mudah mengatakannya tetapi sangat sulit untuk melakukannya. Itulah yang kini diarasakan oleh ka’ Yudha. Mungkin dia bicara seperti itu kepada ka’ Yudha hanya untuk sesaat. Dan setelah dia bosan mencintaiku dia akan seenaknya meninggalkanku.”
“Kau tidak boleh berfikiran seperti itu Vik. Siapa tau ka’ Yudha memang benar-benar mencintaimu.”
“Hmmm L sudahlah, tidak usah membahas dia lagi. Aku sudah cukup sakit dengan perlakuan dia kemarin terhadapku.” Ucap Vika seraya tersenyum pahit.
“Yasudahlah. Tetap semangat dong. Kita berdua harus selalu tetap Smile J. Okeh.”
“Iyah.” Jawab Vika singkat seraya tersenyum sangat manis.
SKIP !!!
            Bel pulang pun nyaring terdengar hamper di seluruh ruangan SMA Bintang. Semua siswa pun berhamburan keluar kelas dan pulang dengan kendaraan masing-masing dan ada yang menggunakan kendaraan umum. Berbeda dengan seorang gadis yang berjalan sendirian menyusuri jalanan sekolah untuk menuju ke depan sekolah. Tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkannya.
“Vika Riyyana Della” Panggil seseorang dari belakang Vika
Setelah tau siapa yang memanggil gadis ini pun meneruskan jalannya tanpa melihat lebih lama siapa orang yang memanggilnya. Baginya, dia seperti tidak ada di sekolah ini
“Wait me Vik, please !!!” Ucap pria yang memanggilnya yg ternyata adalah ketua osis SMA Bintang. Dan pria tampan ini langsung menyamakan dirinnya sehingga berjajar dengan gadis cantik itu.
“Ada apa.” Ucap Vika dingin
“Aku ingin berbicara kepadamu. Ikut aku sekarang.” Ucap Yudha seraya menarik tangan gadis dihadapannya dengan kasar
“kakak sakit, lepasin !!!” Bentak Vika dan berusaha melepaskan tangannya
“(Bukannya melepas tapi semakin kencang menarik tangannya) Ikut aku jika kau tidak mau terjadi apa-apa denganmu. Ayo !!!” Ajak Yudha
“(menangis) kakak lepasin, sakit banget kak. Aku mohon lepaskan.” Ucap Vika dengan suaranya yang bergetar karena menahan sakit di tangannya
Yudha langsung membalikan tubuhnya karena mendengar suara isakkan tangis yang berasal dari gadisnya dan melepaskan tangannya dan menatap gadis di hadapannya yang sedang kesakitan akibat perbuatannya tadi.
“Aw (memegang tangannya) sakkkittt L.” Pekik Vika
“Maafkan aku, tangan kamu sudah tidak apa-apa kan ???” Tanya Yudha lembut
“I hate you kak. Kakak bilang tangan aku tidak sakit, Hah !!! Sakkkittt banget kak, kenapa kakak tidak membunuhku sekalian daripada harus menyiksaku seperti ini.” Gumam Vika bergetar
“Vika, maafkan aku, aku tau aku sangat salah terhadapmu, aku min ….” Potong Yudha
“Sudahlah, aku tidak mau bertemu denganmu lagi. Dan kakak jangan pernah memanggilku lagi, jangan pernah menganggapku lagi, anggap aja kita tidak pernah bertemu.” Ucap Vika menahan tangis dan berlari meninggalkan Yudha seorang diri di lorong sekolah yang sudah sangat sepi.
“Mungkin ini belum waktunya.” Gumam Yudha seraya pergi ke rumahnya
èèèèèèèèèèèè
“Kak tunggu dong, kakak kenapa sih. Dari tadi kakak juga tidak kelihatan, aku tidak melihatmu seharian ini, kakak kenapa sih sebenarnya, maafkan aku jika aku punya salah kak.” Ucap Syifa memohon kepada pangerannya itu setelah Syifa berhasil menghentikan langkah Wakil ketua Osis ini.
“Aku tidak marah kepadamu. Aku hanya merasa lelah setelah seharian mengerjakan tugas Osis.”
“Tapi kakak tuh kelihatan sekali kalau kakak marah kepadaku. Maafkan aku kak.”
“Aku kan sudah bilang, aku hanya merasa lelah. Kau ini kenapa sih, kamu memang tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan. Kamu selalu membuatku jadi tambah merasa lelah” Bentak Ivan dan reaksi gadisnya hanya menangis dan menangis
“Fa, tadi aku tidak bermaksud untuk …” Potong Ivan
“Jadi aku hanya merepotkanmu selama ini. Maafkan aku kak, aku tidak akan merepotkanmu lagi sekarang.” Ujar Syifa seraya meninggalkan Ivan
            Ivanpun hanya bisa melihat gadisnya itu dengan perasaan campur aduk. Marah, kesal, merasa bersalah, khawatir, kangen. Itulah yang saat ini dirasakan oleh pria tampan ini. Sedangkan Syifa langsung menjauh keluar sekolah dengan berlinangan air mata dan menghentikan taksi serta pulang menuju ke rumahnya.
“Aku harus mengikutinya … perasaanku tidak enak.” Ucap Ivan seraya berlari menuju motornya dan melaju mengikuti taksi yang membawa kekasinya itu
èèèèèèèèèèèè  Di dalam taksi
“Non, kenapa menangis. Kekasih non ya, yang membuat non seperti ini.” Tanya Pak Sopir
“Mmmm, tidak pak. Bukan kekasih saya ko’ yang membuat saya seperti ini.” Ucap Syifa seraya menghapus air matanya yang mengalir deras
(“Ternyata hubungan kita selama ini hanya membuatmu lelah kak. Aku baru sadar kalau kakak selama ini tidak mencintaiku. Apa yang harus aku lakukan sekarang ??? Haruskah aku memutuskan hubunganku dengan kakak supaya kakak bisa merasa nyaman”) Batin Syifa
            Pada saat Syifa sibuk dengan pikirannya itu. Tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang sepertinya seusia Yudha dan Ivan berhenti tepat di depan taksi yang ditumpangi oleh Vika dengan menggunakan motornya masing-masing. Kira-kira ada 4 orang yang berhenti tepat di depan mereka.
“Pak, ada apa. Siapa mereka.” Ucap Syifa ketakutan dengan pemuda yang kini sudah ada di samping kaca jok belakang taksi
“Saya juga tidak tau non, harus bagaimana ini.” Ujar Pak Sopir gemetar
“Heh, Cepat keluar dari mobil kalian atau kalau tidak aku akan membakar mobil ini sekarang. Cepat keluar !!!” Bentak salah satu dari kelompok pemuda itu
“Non, sebaiknya kita keluar mengikuti saran mereka, tenang saja non, bapak akan melindungi non.”
“I … ii .. ya pak …” Ucap Syifa gemetar dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya
            2 orang langsung menodong Pak Sopir dan 2 orang lainnya sudah mendekap Syifa dan membekap mulutnya dengan tangan mereka dengan kasar ..
“Mmmppppp.” Gumam Syifa berkaca -kaca yang sedang dibekap oleh salah satu dari mereka.
            Pak Sopir pun langsung melawan dengan 2 orang di hadapannya. Karena dia terus-teruan melawan maka salah satu dari 2 orang yang membekap Syifa akhirnya ikut melawan Pak Sopir. Pak Sopir pun kalah dan dia jatuh dengan muka yang berdarah karena terus-terusan di hantam oleh ketiga kelompok itu. Sedangkan Syifa langsung menangis setelah tau pak Sopir kalah
“Lepaskan aku, mau apa kalian. Tolong tolong. Hmmmppppp …” Ucap Syifa ketika tanganya sudah mulai mengendur dalam membekap mulut Syifa
“Heh, jika kau ingin selamat mending kau diam saja yah. Aku tidak mau apa-apa dari barang-barangmu, aku hanya ingin kamu. Hahahaha ….”
“Hmmmmpppp, lepaskan aku…” teriak Syifa menangis dan yang masih dibekap oleh pemuda jahat itu.
“Hey, lepaskan dia.” Teriak seseorang dan sepertinya Syifa sangat mengenali orang itu.
“Siapa kau. Berani-beraninya kau berbicara seperti itu. Memangnya apa hubungan kau dengan gadis ini.”
“Hey, kau dengar ya, dia itu kekasihku, aku ini kekasihnya. Jadi lepaskan dia atau kalau tidak kalian semua akan berurusan denganku.”
“kak Ivan.” Gumam Syifa
“hahahaha …. Segampang itu aku melepaskannya. Tidak lah, aku itu tidak bodoh dan tidak bisa dibohongi olehmu. Kau pikir kami takut terhadapmu. Four in one. Okeh, kalau itu maumu.”
“hey lepaskan dia.” Ucap Ivan yang tidak tega melihat gadisnya menangis ketakutan dan di bekap oleh pemuda itu. Akhirnya Ivan memutuskan untuk melawan orang yang membekap kekasihnya itu terlebih dahulu, karena tidak tega melihat gadisnya seperti itu. Akhirnya Ivan pun berhasil, pemuda itu langsung jatuh tersungkur setelah mendapatkan pukulan di perutnya
“(menarik Syifa kedalam pelukannya) Kau tidak apa-apa kan ??? Sudah yah jangan menangis lagi. Aku ada disini untukmu.” Ucap Ivan seraya menghapus air mata Syifa
“Kakak, aku takut” Gumam Syifa tetapi Ivan mendengarnya
“heyy, kurang ajar kau. Kalau kau berani lawan kami.” Bentak salah satu dari mereka
“sayang, sekarang kau sembunyi di belakang pohon itu yah. Inget jangan keluar sebelum aku suruh. Cepat lari aku akan menjagamu.” Gumam Ivan kepada gadisnya itu
            Akhirnya perkelahian pun tidak bisa dihindarkan. Ivan melawan mereka 4 orang sekaligus. Ivan hanya mendapatkan pukulan di sebagian mukanya dan bibirnya sedikit mengeluarkan darah. Setelah beberapa menit mereka berkelahi, Ivanpun berhasil menyelasaikan perkelahian itu. Dan 4 pemuda itu langsung meninggalkan tempat itu menggunakan motornya itu. Ivan pun langsung menghampiri gadisnya yang sedang ketakutan di belakang pohon.
“Vika” Panggil Ivan yang melihat gadisnya duduk sambil menangis dan memeluk lututnya itu
“kak Ivan (langsung memeluk Ivan) aku takut kak.” Ucap Syifa sesenggukan
“Iya sayang, aku tau. Sekarang kau sudah aman bersamaku (melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada gadisnya itu) biar tidak dingin. Sekarang kita pulang yuk. Sebentar lagi hujan.”
“Kak, kita tolongin Pak Sopir dulu, kasihan dia. Kita bawa ke rumah sakit dulu yah.”
“Iyah (mendekati pak sopir yang tak sadarkan diri) Pak, pak bangun pak (mengguncang tubuhnya pelan)”
“Hmmmm (membuka matanya dan langsung duduk) Aww …” Ucap Pak Sopir seraya merintih kesakitan.
“Bapak tidak apa-apa, biar saya bantu ke rumah sakit yah pak.”
“Tidak usah den, bapak masih sanggup buat menjalankan mobilnya kok, non tidak apa-apa kan ???. Maafkan saya yah non, saya tidak bisa melindungi non tadi.”
“Tidak pak, terima kasih karena telah menolong saya, biar kami bantu bapak ke rumah sakit yah.”
“Tidak usah non, bapak masih sanggup(berdiri)”
“Tidak apa-apa pak, biar saya bantu untuk membawa bapak ke rumah sakit. Sebagai tanda terima kasih karena bapak telah menolong kekasih saya.”
“Tidak usah, tidak apa-apa. Sungguh, bapak masih sanggup.”
“Yasudah pak, kalau bapak masih tetep pada pendirian bapak itu. Ini ada beberapa uang untuk membayar ongkos kekasih saya tadi dan sisanya untuk pengobatan bapak.”Ucap Ivan seraya memberikan beberapa jumlah uang kepada Pak Sopir itu.
“Terima kasih den, non. Seharusnya kalian tidak usah repot-repot.”
“Tidak apa-apa pak,”
“Yasudah, terimakasih yah den terima kasih ya non, bapak permisi dulu.” Ucap Pak Sopir seraya menaiki mobilnya dan melaju
            Kini hanya ada 2 insan ini di tengah jalan yang sangat sepi itu.
“Mmmm, kau tidak apa-apa. Mereka tidak berbuat apa-apa kan terhadapmu.” Tanya Ivan khawatir
“Iya kak, terima kasih banyak. Aku punya hutang kepadamu. Terima kasih sudah menolongku dan membayar Taksi tadi, aku janji aku akan menggantinya.” Ucap Syifa seraya menunduk karena takut melihat mata bening milik kekasihnya itu
“Sayang, aku itu kekasihmu (mengangkat wajah Syifa dengan tanganya melalui dagunya). Mengapa kau berbicara seperti itu. Maafkan aku atas kejadian tadi yah. Aku hanya sedikit kesal dengan tingkahmu tadi pagi. Kata-kataku tadi hanya alasan belaka sayang. Supaya kau tahu apa kesalahanmu. Sungguh, kau sama sekali tidak merepotkanku. Aku juga tidak bosen denganmu. Aku sangat sayang kepadamu. Aku hanya takut jika aku akan kehilanganmu. Sekali lagi maafkan aku.” Ucap Ivan serius dan menatap tajam ke gadis dehadapannya
“Aku sempat berfikir kalau kata-kata kakak tadi adalah perasaan kakak yang sebenarnya kepadaku. Aku merasa aku adalah gadis yang sangat merepotkan untuk kakak. Kalau kakak benar-benar sayang kepadaku kakak tidak mungkin mengatakan hal yang membuatku sakit kak, aku tau kakak sedang emosi tadi, tapi tidak seharusnya kakak mengucapkan kata-kata kasar kepadaku kan ???”
“Fa, please maafkan aku. Aku tau aku salah. Tapi aku benar-benar sayang kepadamu, aku ingin kau selalu ada disisiku. Please fa, maafkan aku, aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan maaf darimu. Aku juga bersedia jika aku harus bersujud (Sambil duduk di bawah Syifa) di hadapanmu. Kau menyuruhku untuk membunuh dirikupun aku sanggup fa, maafkan aku.”
“Kak, bangun, aku mohon bangun (mengangkat Ivan untuk bangun) aku sudah memaafkan kakak. Aku juga sangat menyayangi kakak. Maafkan aku juga, aku terlalu kekanak-kanakkan.”
“Serius kamu sudah memaafkanku.” Ucap Ivan dengan semangatnya
“Iyah.”
“Makasih sayang. Aku janji akan selalu menjagamu.” Ucap Ivan seraya memeluk gadisnya itu.
“Iyah kak. Aku percaya kok sama kakak.” Jawab Syifa membalas pelukan Ivan
“Sekarang kita pulang yuk. Sudah sore. Yuk.” Ucap Ivan seraya menggandeng tangan Syifa

tinggalkan jejak seperti biasa yah guys ;)
like and comment'nya ... okeh ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar