Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love - Part 6

keep reading mamen :D
i hope you like this story :)
cekidottt !!!


sepulang sekolah Yudha bersama sahabatnya akan pergi ke suatu tempat. Tentunya mereka membawa kekasih mereka masing-masing. Dengan menggunakan motor ninja’nya mereka menuju ke tempat yang mereka tuju. Dan kekasih mereka tentunya mengekor di belakang jok motor ninja mereka.
            Dengan diselingi canda dan tawa mereka menyusuri jalanan kota yang cukup panas. Sekarang kebahagiaan lah yang menyelimuti hati ketua osis dan wakil ketua osis itu.
“Akhirnya sampai juga.” Ucap Vika seraya turun dari motor ninja Yudha setelah mereka sampai
“Keren kan tempatnya. Ini tempat aku sama Yudha. Setiap kali kita lagi seneng atau pun lagi sedih kita pasti dating ke sini.” Jawab Ivan seraya turun dari motornya dan menggenggam tangan Syifa
“Keren kak. Keren banget malah. Tempatnya asri dan sejuk banget. Tempat ini namanya apa kak.” Tanya Syifa seraya membalas genggaman tangan Ivan
“Bukit bintang.” Jawab Yudha SPJ seraya merangkul Vika
“(mengangkat salah satu alis matanya, tanda dia bingung dan heran). Just it ??? ko’ aku baru tahu ada tempat yang namanya Bukit Bintang yakh.” Ujar Vika bingung
“Namanya juga tempat khusus kita. Jadi Cuma aku sama Ivan yang tahu (mengacak acak rambut Vika lembut). Kamu ini ada ada aja deh. Lucu banget mukanya kalo lagi bingung gitu.” Ucap Yudha jail
“Hahaha J. Duduk di sana ajah yuk. Pasti lebih asyik deh.” Usul Ivan
“Yaudah.” Jawab Yudha, Vika, Syifa kompak
            Mereka duduk di bawah pohon yang cukup rindang yang dibawahnya ada bangku panjang yang ada di bukit itu. Menikmati keindahan dan kesejukan yang ada di tempat itu. Sesekali di selingi dengan rayuan gombal yang keluar dari mulut 2 pemuda tampan itu untuk kekasihnya.
“Kamu tahu. Walaupun bukit ini indah, tapi menurut aku kamu tuh jauh lebih indah dimataku.” Gombal Ivan seraya menggenggam lembut tangan Syifa.
“Gombal banget sihh ka’ Ivan. Huhuhu L. Udah basi banget kak.” Sela Vika
“Ish. Ganggu aja deh. Syifa aja gapapa ko’ kamu yang komentar sihh J. Kita pergi aja yuk. Biarin aja mereka berdua disini (menarik tangan Syifa lembut). Kita pergi dulu yah.” Ucap Ivan
“yaudah hati-hati(menjawab Ivan). Tuh gara-gara kamu Ivan pergi kan.” Ucap Yudha iseng
“Ihhh L. Ko’ gara-gara aku sih. Sahabat kakak aja yang suka ngambek.” Jawab Vika manyun
“Hahaha J. Lucu banget sih kamu. Kalo lagi manyun tambah cantik deh. Nanti kalo kamu banyak yang naksir, aku mau di kemanain ???” Goda Yudha
“Dibuang.” Jawab Vika ketus
“Tuh kan. Baru aku puji ni. Jawabnya malah kaya gitu.” Ujar Yudha pura-pura ngambek
“Ihhhh J. Kan aku Cuma bercanda kak. Mana rela aku buang pria setampan kakak, sebaik kakak, sehebat kakak, senyebelin kakak, sejutek kakak.” Jawab Syifa
“Huh L. Sebenernya kamu mau muji aku apa mau jatuhin aku sih.” Tanya Yudha
“Hehehe J. Dua duanya. Kak, kakak janji yah jangan pernah ngehianatin aku. Kakak janji gak akan ninggalin aku yah.”
“Iyah sayang. Aku janji. Lagian dapetin hati kamu itu susah banget tau buat aku. Masa aku mau ninggalin kamu gitu aja. Yah kecuali kalo kamu memang punya salah yang udah kelewat batas sama aku. Kamu juga janji jangan pernah kecewain aku yah J
“Pasti kak, aku janji.”
“Aku sayang banget sama kamu.” Ujar Yudha seraya memeluk Vika
“Aku juga sayang banget sama kakak.” Jawab Vika seraya membalas pelukan Yudha
èèèèèèèèèèèè
“Kak, kita mau ke mana sihh. Kakak beneran marah ???” Tanya Syifa
“Gak J. Kakak gak marah ko’. Aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat yang paling indah di bukit Bintang ini. Pasti kamu bakalan kagum sama tempatnya. Mending kamu ikut aku aja.”
            Setelah sampai di tempat yang dimaksud Ivan
“Wawww J. Keren banget air terjunnya. Disini ada tempat sebagus ini. Keren kak.” Komentar Syifa
“Iya dong. Disini itu tempatnya indah-indah banget. Kamu gak nyesel kan aku ajak ke sini ???”
“Gak lah. tempatnya aja keren banget kaya gini. Justru aku mau berterima kasih sama kakak.”
“Iyah sayang. Sama-sama. Sekarang kita nikmatin keindahan tempat ini dengan duduk disana yuk.” Ajak Ivan seraya menunjuk bangku panjang di dekat situ.
            Setelah mereka duduk di salah satu bangku di tempat itu
“Kamu tahu. Seseorang yang aku ajak kesini itu semuanya special buat aku. Orang yang bisa diajak aku kesini hanya orang-orang tertentu aja. Orang yang paling aku sayang dan punya kedudukan penting di hati aku.” Ucap Ivan serius dan menggenggam tangan Syifa lembut seraya menatap mata indahnya
“Jadi aku punya kedudukan penting di hati kakak dong. Kakak yakin belum pernah mengajak gadis lain selain aku ke sini ???” Tanya Syifa
“Sungguh sayang. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa Tanya sama ka’ Yudha sana. Dan kamu tahu Vika juga gadis pertama yang di ajak sahabatku itu ke sini. Kalian berdua punya kedudukan penting di hati aku dan di hati Yudha.” Ujar Ivan sungguh-sungguh
“Iyah kak. Aku percaya. Aku beruntung bisa jadi kekasih kakak saat ini. Dulu aku berfikir kalau ini semua Cuma mimpi. Seorang Syifa yang hanya gadis biasa itu bisa jadi kekasih most wanted in the school. Yah, I’m feeling that all just dream. But not. Ini ternyata fakta.”
“Tidak sayang. Menurutku kamu itu gadis yang sangat luar biasa. Kedudukan kamu di sekolah memang hanya gadis biasa. Tapi di hati aku kamu itu gadis yang sangat luar biasa. Buktinya kamu bisa menaklukan most wanted itu.” Ucap Ivan seraya merangkul kekasihnya itu.
“Hmmm J. Aku mau Tanya boleh ???” Ucap Syifa minta ijin.
“Boleh dong sayang. Masa Tanya aja gak boleh. Apa sih yang gak buat kamu.”
“Gombal. Mmmm, kenapa kakak lebih memilih aku. Kenapa kakak tidak memilih gadis lain yang lebih sempurna dibanding aku. Padahal di luar sana banyak gadis yang lebih cantik dan lebih unggul di banding aku yang hanya gadis biasa.” Tanya Syifa
“Because, just you in my heart. Tidak ada yang lain. Bagi aku kamu itu gadis paling cantik dan paling perfect. Seenggaknya itu menurut pandangan aku. I Need you baby.”
“Thanks kak. Aku sayang banget sama kakak.” Ucap Syifa seraya memeluk kekasihnya itu.
“Aku juga sayang banget sama kamu.” Jawab Ivan serius
èèèèèèèèèèèè
“Kak, dulu kakak kenapa cuek sama aku.” Tanya Vika kepada kekasihnya itu.
“Maksud kamu ???” Tanya Yudha balik
“Mmmm, waktu kakak tau aku suka sama kakak, kakak selalu cuek sama aku. Kakak kaya gak suka sama aku. Kakak selalu membuang muka setiap kali bertemu denganku. Seakan akan aku tuh …” Potong Vika
“SSsssstttttt. Jangan diteruskan (menempel telunjuk tangan kananya ke bibir Kekasihnya itu). Aku akan menjelaskan semuanya. Aku punya alasan mengapa aku bisa berbuat begitu sama kamu sayang (menyentuh pipi Vika menggunakan tangannya lembut) itu ada alasannya.” Jawab Ivan
“Aku butuh penjelasan kakak. Dan aku paling gak suka dibohongin. Jadi kakak jawab jujur.”
“Mmmm, kamu tahu ka’ Vita kan ??? Vita Putri Pricillia (Vika mengangguk). Dia itu dari SMP sudah suka sama aku, dia selalu melakukan apa saja supaya aku bisa jadi milik dia. Dia ituh gak suka jika ada seorang gadis yang dekat denganku. Setiap kali ada gadis yang dekat denganku pasti akan jadi korban keisengan dan kejailan Vita dan teman-temannya. Dan pada saat kamu suka sama aku lewat surat itu, Vita tahu. Dan aku tidak sengaja mendengarkan dia sedang berbincang dengan teman-temannya untuk merencanakan sesuatu untuk melukaimu sayang. Maka dari itu aku mecoba menjauhimu. Aku hanya khawatir jika kamu dekat denganku, kamu akan dikerjain sama Vita CS. Makanya aku menghindar dari kamu. Aku minta maaf sayang. Aku memang salah waktu itu.” Jelas Yudha panjang lebar
“Kakak tidak salah kok (menatap mata bening Yudha) justru aku berterima kasih udah mau melindungi aku dari ka’ Vita. Tapi aku sedikit kecewa dengan sikap kakak yang begitu terhadapku. Aku kira kakak memang sengaja melakukan itu karena kakak memang tidak suka denganku.”
“Tidak sayang. Dari awal aku melihatmu aku memang suka kepadamu.”
“Terus kenapa kakak jadi deket sama aku dan sekarang kita malah jadi sepasang kekasih.
“Aku mengancam Vita.”
“Maksudnya mengancam ??? kakak gak melukai ka’ Vita kan ???” Tanya Syifa curiga
“Ya gak lah sayang. Kakak Cuma mengancam dan berbicara kalau ka’ Vita tidak boleh mengganggu kamu atau pun gadis lain yang dekat dengan kakak. Jika ka’ Vita masih melakukan itu semua aku mengancam akan menyebarkan video kejahatan yang dilakukan bersama dengan teman-temannya.”
“(senyum manis) kakak hebat. Makasih yah kak. Seenggaknya cinta aku sama kakak terbalaskan.” Ucap Vika seraya menyenderkan tubuhnya di bahu Yudha.
“Hehehe J. Aku juga senang bisa menjadi kekasihmu. Maafkan aku yah. Aku janji aku akan menjagamu sekuatku. Aku akan selalu melindungimu jika aku masih mampu. Karena aku sayang sama kamu. Sayaaaaaang banget.” Ucap Yudha tulus dari hatinya
“Makasih kak (memeluk Yudha). Aku sayang banget sama kakak.”
            Mereka menghabiskan waktu di Bukit Bintang dengan perasaan senang dan bahagia. Menikmati pemandangan Bukit Bintang itu yang sangat indah. Bercanda dan tertawa bersama. Dan setelah jam 14.00 mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena mereka pergi ke Bukit itu dari pulang sekolah dan tidak sempat untuk pulang ke rumah.
SKIP !!!
            Beberapa hari kemudian setelah kejadian di Bukit Bintang. Ketua osis ini mengajak kekasihnya untuk datang ke rumahnya. Entah tujuannya apa dibalik itu semua. Yang jelas siang ini di bawah panasnya terik matahari Yudha membawa Vika ke rumahnya. Di perjalanan.
“Kita mau kemana sih kak, kenapa aku disuruh dandan kaya gini ???” Tanya Vika bingung
“Mmmm, aku mau bawa kamu kerumah.” Jawab Yudha santai
“mau ngapain ???. Bukanya aku sering main ke rumah kakak yah.” Tanya Vika (lagi)
“Iya sih. Tapi kan dirumah selalu gak ada mama sama papa. Sekarang ada mama di rumah. Walaupun gak ada papa sih. Tapi aku mau ngenalin kamu ke mama J. Mau kan ???” Ujar Yudha
“Emangnya papa kamu kemana ??? Mau sih. Tapi kakak yakin mama kakak bakalan nerima aku.”
“Yakin lah. kamu cantik, baik, perhatian, jago masak, ramah. Siapa juga yang gak mau sama kamu. Papa lagi ada kerjaan di luar kota.” Ucap Yudha serius
“Masa ???. Baru kakak deh kayaknya yang ngomong aku cantik. Amin deh. Semoga aja mama kakak mau nerima aku.”
“Kamu kenapa sih sayang. Kenapa jadi gak PD gituh. Aku aja yakin kalo mama bakalan nerima kamu apa adanya. Aku juga nerima kamu apa adanya. Bukan ada apanya. Yang jelas, aku sayang banget sama kamu. Menurut aku, kamu ituh yang terbaik buat aku.” Ucap Yudha seraya konsentrasi untuk mengendarai mobilnya dan tersenyum manis untuk gadis disebelahnya J.
“Bukanya gak PD kakak. Ok. Aku bakalan percaya apa yang kakak omongin barusan J.”
“Gitu dong. Ini baru pacarnya Yudha J.” Ucap Yudha seraya mengacak acak rambut Vika
“Ahhh, berantakan kan ???. Kakak sihh L.” Gumam Vika manyun seraya membenarkan rambutnya yang berantakan ituh.
“Kamu kalo lagi manyun gitu tambah cantik deh J.”
“Gombal banget sih. Udah konsen nyetirnya. Ini lagi di perjalanan.” Pesan Vika
“Siapppp cantik J.”
SKIP !!!
            Beberapa menit kemudian, pasangan muda mudi ini akhirnya sampai di tempat yang dimaksud. Rumah mewah dan megah. Milik seorang ketua osis SMA Bintang. Yudha dan Vikapun masuk kedalam rumah itu. Dan di ruang keluarga terlihat wanita paruh baya yang sedang membaca majalah ****** . sepertinya majalah yang dikhususkan untuk ibu-ibu. Yudha dan Vikapun langsung menghampiri wanita paruh baya itu yang tak lain adalah mama Yudha.
“Assalamu’alaikum mah.” Salam Yudha seraya mencium punggung tangan mamanya.
“Wa’alaikumsalam. Kamu udah pulang yudh. Darimana ajah ???” Tanya Mama Yudha
“Mmmm, habis jalan-jalan mah. Oya mah, kenalin ini (Memegang tangan Vika) Vika, dia pacar aku mah. Vika ini mamah aku.” Ucap Yudha memperkenalkan
“Siang tante. Saya Vika.” Ucap Vika seraya mencium tangan mama Yudha
“Siang juga, jadi ini yang namanya Vika. Cantik yahh. Pinter anak mamah dalam memilih seorang kekasih sekarang. Kamu kelas berapa sayang ???”. Tanya Mama Yudha kepada Vika
“makasih tante. Vika masih kelas X tan. Baru masuk tahun ini sihh.”
“Oh. Adik kelas kamu toh yudh. Yaudah duduk sini dulu sayang. Tante mau masuk ambilin minum dulu  buat kamu yah. Yudh, jagain yahh.”
“Siappp mah J.” Seru Yudha
            Setelah mama Yudha masuk kedalam rumah dan menuju ke dapur.
“Huft L. Hampir jantungan aku kak. Ternyata mamah kakak gak marah kakak jadian sama aku.”
“Iya lah gak marah. Kan aku udah bilang. Lagian kan aku udah pernah cerita sama mamah tentang kamu. Mama juga pernah lihat kamu kan sebelumnya. Sebelum kita jadian dulu.”
“Jadi, kakak bohongin aku dong. Ahhh jahat banget sihh (memukul lengan Yudha). Ihhhh, nyebelin banget deh.” Seru Vika.
“Aduhhh sakit, udah dong. Aku kan gak sepenuhnya bohong. Aku Cuma pengin lihat reaksi kamu ajah.” Ucap Yudha dan tersenyum jail.
“Huh L. Kenapa aku bisa suka sama orang nyebelin kaya kakak coba.” Gumam Vika manyun
“Jadi menurut kamu aku tuh nyebelin gituh. Ok. Fine.” Ucap Yudha pura-pura ngambek
“Ihhh, kok ngambek beneran sih. Aku kan Cuma bercanda kak. Jangan marah dong (memegang lengan Yudha). Aku beruntung banget bisa jadi kekasih seorang ketua Osis SMA Bintang. Bener deh.”
“Bener ??? Jangan-jangan bohong lagi. Cuma buat ….” Potong Yudha
“Gak bohong. Beneran deh kak. Jangan marah yah J. Kalau kakak marah aku pulang ni.” Ancam Vika
“Iya iya, jangan dong. Aku ajak kamu kesini kan buat pendekatan sama mamah.”
“hehehe J. Oya kak, Sivia mana. Kok gak kelihatan.”
“Gatau. Pergi kali.” Jawab Yudha sekenanya.
            Mama Yudha muncul dengan membawa 3 gelas berisi es jeruk segar dan beberapa makanan ringan untuk Yudha dan Vika.
“Nih. Minum dulu sayang. Panas panas kaya gini enak banget kalau minum dingin kaya gini sayang.”
“Iya tante. Makasih. Oya tan, Sivia kemana ???” Ucap Vika ramah.
“Oh, Sivia. Dia lagi pergi tadi sama temen-temennya. Katanya sih mau ngerjain tugas kelompok. Vika udah makan belum ??? Kalo belum makan sama-sama ajah bareng tante sama Yudha yah.” Ajak Mama Yudha ramah seraya meminum es jeruk’nya.
“Belum tan. Tapi gak usah lah. biar nanti Vika makan di rumah ajah bareng mamah. Hari ini mamah masak buat Vika soalnya tan.” Tolak Vika ramah.
“Udah makan disini ajah. Biar nanti aku yang bilang sama mamah kamu kalo kamu makan dirumah aku. Kan mamah udah ngajakkin sayang. Masa kamu tolak sih.” Rayu Yudha
“Mmm, yaudah deh tan. Vika makan disini.”
“Nah gitu dong. Tante suka sama kamu. Selain kamu cantik, kamu juga baik, ramah lagi. Anak tante yang satu ini emang paling bisa milih kekasih yang kaya kamu gini.”
“Makasih tante. Tante juga baik, ramah lagi.”
“Udah dong mah, vik. Masa daritadi aku dianggurin terus sihh.” Ujar Yudha manyun
“Maaf sayang. Kita makan bareng yuk J.” Ajak mama Yudha
“Iyah J.” Jawab Yudha dan Vika kompak

like and comment jangan lupa guys :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar