i hope you like this story :)
cekidottt !!!
sepulang
sekolah Yudha bersama sahabatnya akan pergi ke suatu tempat. Tentunya mereka
membawa kekasih mereka masing-masing. Dengan menggunakan motor ninja’nya mereka
menuju ke tempat yang mereka tuju. Dan kekasih mereka tentunya mengekor di
belakang jok motor ninja mereka.
Dengan diselingi canda dan tawa
mereka menyusuri jalanan kota yang cukup panas. Sekarang kebahagiaan lah yang
menyelimuti hati ketua osis dan wakil ketua osis itu.
“Akhirnya
sampai juga.” Ucap Vika seraya turun dari motor ninja Yudha setelah mereka
sampai
“Keren
kan tempatnya. Ini tempat aku sama Yudha. Setiap kali kita lagi seneng atau pun
lagi sedih kita pasti dating ke sini.” Jawab Ivan seraya turun dari motornya
dan menggenggam tangan Syifa
“Keren
kak. Keren banget malah. Tempatnya asri dan sejuk banget. Tempat ini namanya
apa kak.” Tanya Syifa seraya membalas genggaman tangan Ivan
“Bukit
bintang.” Jawab Yudha SPJ seraya merangkul Vika
“(mengangkat
salah satu alis matanya, tanda dia bingung dan heran). Just it ??? ko’ aku baru
tahu ada tempat yang namanya Bukit Bintang yakh.” Ujar Vika bingung
“Namanya
juga tempat khusus kita. Jadi Cuma aku sama Ivan yang tahu (mengacak acak
rambut Vika lembut). Kamu ini ada ada aja deh. Lucu banget mukanya kalo lagi
bingung gitu.” Ucap Yudha jail
“Hahaha
J. Duduk di sana ajah yuk. Pasti
lebih asyik deh.” Usul Ivan
“Yaudah.”
Jawab Yudha, Vika, Syifa kompak
Mereka duduk di bawah pohon yang
cukup rindang yang dibawahnya ada bangku panjang yang ada di bukit itu.
Menikmati keindahan dan kesejukan yang ada di tempat itu. Sesekali di selingi
dengan rayuan gombal yang keluar dari mulut 2 pemuda tampan itu untuk
kekasihnya.
“Kamu
tahu. Walaupun bukit ini indah, tapi menurut aku kamu tuh jauh lebih indah
dimataku.” Gombal Ivan seraya menggenggam lembut tangan Syifa.
“Gombal
banget sihh ka’ Ivan. Huhuhu L. Udah basi banget kak.” Sela Vika
“Ish.
Ganggu aja deh. Syifa aja gapapa ko’ kamu yang komentar sihh J. Kita pergi aja yuk. Biarin aja
mereka berdua disini (menarik tangan Syifa lembut). Kita pergi dulu yah.” Ucap
Ivan
“yaudah
hati-hati(menjawab Ivan). Tuh gara-gara kamu Ivan pergi kan.” Ucap Yudha iseng
“Ihhh
L. Ko’ gara-gara aku sih. Sahabat
kakak aja yang suka ngambek.” Jawab Vika manyun
“Hahaha
J. Lucu banget sih kamu. Kalo lagi
manyun tambah cantik deh. Nanti kalo kamu banyak yang naksir, aku mau di
kemanain ???” Goda Yudha
“Dibuang.”
Jawab Vika ketus
“Tuh
kan. Baru aku puji ni. Jawabnya malah kaya gitu.” Ujar Yudha pura-pura ngambek
“Ihhhh
J. Kan aku Cuma bercanda kak. Mana
rela aku buang pria setampan kakak, sebaik kakak, sehebat kakak, senyebelin
kakak, sejutek kakak.” Jawab Syifa
“Huh
L. Sebenernya kamu mau muji aku
apa mau jatuhin aku sih.” Tanya Yudha
“Hehehe
J. Dua duanya. Kak, kakak janji
yah jangan pernah ngehianatin aku. Kakak janji gak akan ninggalin aku yah.”
“Iyah
sayang. Aku janji. Lagian dapetin hati kamu itu susah banget tau buat aku. Masa
aku mau ninggalin kamu gitu aja. Yah kecuali kalo kamu memang punya salah yang
udah kelewat batas sama aku. Kamu juga janji jangan pernah kecewain aku yah J”
“Pasti
kak, aku janji.”
“Aku
sayang banget sama kamu.” Ujar Yudha seraya memeluk Vika
“Aku
juga sayang banget sama kakak.” Jawab Vika seraya membalas pelukan Yudha
èèèèèèèèèèèè
“Kak,
kita mau ke mana sihh. Kakak beneran marah ???” Tanya Syifa
“Gak
J. Kakak gak marah ko’. Aku mau
ngajakin kamu ke suatu tempat yang paling indah di bukit Bintang ini. Pasti
kamu bakalan kagum sama tempatnya. Mending kamu ikut aku aja.”
Setelah
sampai di tempat yang dimaksud Ivan
“Wawww
J. Keren banget air terjunnya.
Disini ada tempat sebagus ini. Keren kak.” Komentar Syifa
“Iya
dong. Disini itu tempatnya indah-indah banget. Kamu gak nyesel kan aku ajak ke
sini ???”
“Gak
lah. tempatnya aja keren banget kaya gini. Justru aku mau berterima kasih sama
kakak.”
“Iyah
sayang. Sama-sama. Sekarang kita nikmatin keindahan tempat ini dengan duduk
disana yuk.” Ajak Ivan seraya menunjuk bangku panjang di dekat situ.
Setelah
mereka duduk di salah satu bangku di tempat itu
“Kamu
tahu. Seseorang yang aku ajak kesini itu semuanya special buat aku. Orang yang
bisa diajak aku kesini hanya orang-orang tertentu aja. Orang yang paling aku
sayang dan punya kedudukan penting di hati aku.” Ucap Ivan serius dan
menggenggam tangan Syifa lembut seraya menatap mata indahnya
“Jadi
aku punya kedudukan penting di hati kakak dong. Kakak yakin belum pernah
mengajak gadis lain selain aku ke sini ???” Tanya Syifa
“Sungguh
sayang. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa Tanya sama ka’ Yudha sana. Dan kamu
tahu Vika juga gadis pertama yang di ajak sahabatku itu ke sini. Kalian berdua
punya kedudukan penting di hati aku dan di hati Yudha.” Ujar Ivan
sungguh-sungguh
“Iyah
kak. Aku percaya. Aku beruntung bisa jadi kekasih kakak saat ini. Dulu aku
berfikir kalau ini semua Cuma mimpi. Seorang Syifa yang hanya gadis biasa itu
bisa jadi kekasih most wanted in the school. Yah, I’m feeling that all just
dream. But not. Ini ternyata fakta.”
“Tidak
sayang. Menurutku kamu itu gadis yang sangat luar biasa. Kedudukan kamu di
sekolah memang hanya gadis biasa. Tapi di hati aku kamu itu gadis yang sangat
luar biasa. Buktinya kamu bisa menaklukan most wanted itu.” Ucap Ivan seraya
merangkul kekasihnya itu.
“Hmmm
J. Aku mau Tanya boleh ???” Ucap
Syifa minta ijin.
“Boleh
dong sayang. Masa Tanya aja gak boleh. Apa sih yang gak buat kamu.”
“Gombal.
Mmmm, kenapa kakak lebih memilih aku. Kenapa kakak tidak memilih gadis lain
yang lebih sempurna dibanding aku. Padahal di luar sana banyak gadis yang lebih
cantik dan lebih unggul di banding aku yang hanya gadis biasa.” Tanya Syifa
“Because,
just you in my heart. Tidak ada yang lain. Bagi aku kamu itu gadis paling cantik
dan paling perfect. Seenggaknya itu menurut pandangan aku. I Need you baby.”
“Thanks
kak. Aku sayang banget sama kakak.” Ucap Syifa seraya memeluk kekasihnya itu.
“Aku
juga sayang banget sama kamu.” Jawab Ivan serius
èèèèèèèèèèèè
“Kak,
dulu kakak kenapa cuek sama aku.” Tanya Vika kepada kekasihnya itu.
“Maksud
kamu ???” Tanya Yudha balik
“Mmmm,
waktu kakak tau aku suka sama kakak, kakak selalu cuek sama aku. Kakak kaya gak
suka sama aku. Kakak selalu membuang muka setiap kali bertemu denganku. Seakan
akan aku tuh …” Potong Vika
“SSsssstttttt.
Jangan diteruskan (menempel telunjuk tangan kananya ke bibir Kekasihnya itu).
Aku akan menjelaskan semuanya. Aku punya alasan mengapa aku bisa berbuat begitu
sama kamu sayang (menyentuh pipi Vika menggunakan tangannya lembut) itu ada
alasannya.” Jawab Ivan
“Aku
butuh penjelasan kakak. Dan aku paling gak suka dibohongin. Jadi kakak jawab
jujur.”
“Mmmm,
kamu tahu ka’ Vita kan ??? Vita Putri Pricillia (Vika mengangguk). Dia itu dari
SMP sudah suka sama aku, dia selalu melakukan apa saja supaya aku bisa jadi
milik dia. Dia ituh gak suka jika ada seorang gadis yang dekat denganku. Setiap
kali ada gadis yang dekat denganku pasti akan jadi korban keisengan dan
kejailan Vita dan teman-temannya. Dan pada saat kamu suka sama aku lewat surat
itu, Vita tahu. Dan aku tidak sengaja mendengarkan dia sedang berbincang dengan
teman-temannya untuk merencanakan sesuatu untuk melukaimu sayang. Maka dari itu
aku mecoba menjauhimu. Aku hanya khawatir jika kamu dekat denganku, kamu akan
dikerjain sama Vita CS. Makanya aku menghindar dari kamu. Aku minta maaf
sayang. Aku memang salah waktu itu.” Jelas Yudha panjang lebar
“Kakak
tidak salah kok (menatap mata bening Yudha) justru aku berterima kasih udah mau
melindungi aku dari ka’ Vita. Tapi aku sedikit kecewa dengan sikap kakak yang
begitu terhadapku. Aku kira kakak memang sengaja melakukan itu karena kakak
memang tidak suka denganku.”
“Tidak
sayang. Dari awal aku melihatmu aku memang suka kepadamu.”
“Terus
kenapa kakak jadi deket sama aku dan sekarang kita malah jadi sepasang kekasih.
“Aku
mengancam Vita.”
“Maksudnya
mengancam ??? kakak gak melukai ka’ Vita kan ???” Tanya Syifa curiga
“Ya
gak lah sayang. Kakak Cuma mengancam dan berbicara kalau ka’ Vita tidak boleh
mengganggu kamu atau pun gadis lain yang dekat dengan kakak. Jika ka’ Vita
masih melakukan itu semua aku mengancam akan menyebarkan video kejahatan yang
dilakukan bersama dengan teman-temannya.”
“(senyum
manis) kakak hebat. Makasih yah kak. Seenggaknya cinta aku sama kakak
terbalaskan.” Ucap Vika seraya menyenderkan tubuhnya di bahu Yudha.
“Hehehe
J. Aku juga senang bisa menjadi
kekasihmu. Maafkan aku yah. Aku janji aku akan menjagamu sekuatku. Aku akan
selalu melindungimu jika aku masih mampu. Karena aku sayang sama kamu.
Sayaaaaaang banget.” Ucap Yudha tulus dari hatinya
“Makasih
kak (memeluk Yudha). Aku sayang banget sama kakak.”
Mereka menghabiskan waktu di Bukit
Bintang dengan perasaan senang dan bahagia. Menikmati pemandangan Bukit Bintang
itu yang sangat indah. Bercanda dan tertawa bersama. Dan setelah jam 14.00
mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena mereka pergi ke Bukit itu dari
pulang sekolah dan tidak sempat untuk pulang ke rumah.
SKIP !!!
Beberapa hari kemudian setelah kejadian di Bukit
Bintang. Ketua osis ini mengajak kekasihnya untuk datang ke rumahnya. Entah
tujuannya apa dibalik itu semua. Yang jelas siang ini di bawah panasnya terik
matahari Yudha membawa Vika ke rumahnya. Di perjalanan.
“Kita
mau kemana sih kak, kenapa aku disuruh dandan kaya gini ???” Tanya Vika bingung
“Mmmm,
aku mau bawa kamu kerumah.” Jawab Yudha santai
“mau
ngapain ???. Bukanya aku sering main ke rumah kakak yah.” Tanya Vika (lagi)
“Iya
sih. Tapi kan dirumah selalu gak ada mama sama papa. Sekarang ada mama di
rumah. Walaupun gak ada papa sih. Tapi aku mau ngenalin kamu ke mama J. Mau kan ???” Ujar Yudha
“Emangnya
papa kamu kemana ??? Mau sih. Tapi kakak yakin mama kakak bakalan nerima aku.”
“Yakin
lah. kamu cantik, baik, perhatian, jago masak, ramah. Siapa juga yang gak mau
sama kamu. Papa lagi ada kerjaan di luar kota.” Ucap Yudha serius
“Masa
???. Baru kakak deh kayaknya yang ngomong aku cantik. Amin deh. Semoga aja mama
kakak mau nerima aku.”
“Kamu
kenapa sih sayang. Kenapa jadi gak PD gituh. Aku aja yakin kalo mama bakalan
nerima kamu apa adanya. Aku juga nerima kamu apa adanya. Bukan ada apanya. Yang
jelas, aku sayang banget sama kamu. Menurut aku, kamu ituh yang terbaik buat
aku.” Ucap Yudha seraya konsentrasi untuk mengendarai mobilnya dan tersenyum
manis untuk gadis disebelahnya J.
“Bukanya
gak PD kakak. Ok. Aku bakalan percaya apa yang kakak omongin barusan J.”
“Gitu
dong. Ini baru pacarnya Yudha J.” Ucap Yudha seraya mengacak acak rambut Vika
“Ahhh,
berantakan kan ???. Kakak sihh L.” Gumam Vika manyun seraya membenarkan rambutnya
yang berantakan ituh.
“Kamu
kalo lagi manyun gitu tambah cantik deh J.”
“Gombal
banget sih. Udah konsen nyetirnya. Ini lagi di perjalanan.” Pesan Vika
“Siapppp
cantik J.”
SKIP !!!
Beberapa menit kemudian, pasangan
muda mudi ini akhirnya sampai di tempat yang dimaksud. Rumah mewah dan megah.
Milik seorang ketua osis SMA Bintang. Yudha dan Vikapun masuk kedalam rumah
itu. Dan di ruang keluarga terlihat wanita paruh baya yang sedang membaca
majalah ****** . sepertinya majalah yang dikhususkan untuk ibu-ibu. Yudha dan
Vikapun langsung menghampiri wanita paruh baya itu yang tak lain adalah mama
Yudha.
“Assalamu’alaikum
mah.” Salam Yudha seraya mencium punggung tangan mamanya.
“Wa’alaikumsalam.
Kamu udah pulang yudh. Darimana ajah ???” Tanya Mama Yudha
“Mmmm,
habis jalan-jalan mah. Oya mah, kenalin ini (Memegang tangan Vika) Vika, dia
pacar aku mah. Vika ini mamah aku.” Ucap Yudha memperkenalkan
“Siang
tante. Saya Vika.” Ucap Vika seraya mencium tangan mama Yudha
“Siang
juga, jadi ini yang namanya Vika. Cantik yahh. Pinter anak mamah dalam memilih
seorang kekasih sekarang. Kamu kelas berapa sayang ???”. Tanya Mama Yudha
kepada Vika
“makasih
tante. Vika masih kelas X tan. Baru masuk tahun ini sihh.”
“Oh.
Adik kelas kamu toh yudh. Yaudah duduk sini dulu sayang. Tante mau masuk
ambilin minum dulu buat kamu yah. Yudh,
jagain yahh.”
“Siappp
mah J.” Seru Yudha
Setelah
mama Yudha masuk kedalam rumah dan menuju ke dapur.
“Huft
L. Hampir jantungan aku kak.
Ternyata mamah kakak gak marah kakak jadian sama aku.”
“Iya
lah gak marah. Kan aku udah bilang. Lagian kan aku udah pernah cerita sama
mamah tentang kamu. Mama juga pernah lihat kamu kan sebelumnya. Sebelum kita
jadian dulu.”
“Jadi,
kakak bohongin aku dong. Ahhh jahat banget sihh (memukul lengan Yudha). Ihhhh,
nyebelin banget deh.” Seru Vika.
“Aduhhh
sakit, udah dong. Aku kan gak sepenuhnya bohong. Aku Cuma pengin lihat reaksi
kamu ajah.” Ucap Yudha dan tersenyum jail.
“Huh
L. Kenapa aku bisa suka sama orang
nyebelin kaya kakak coba.” Gumam Vika manyun
“Jadi
menurut kamu aku tuh nyebelin gituh. Ok. Fine.” Ucap Yudha pura-pura ngambek
“Ihhh,
kok ngambek beneran sih. Aku kan Cuma bercanda kak. Jangan marah dong (memegang
lengan Yudha). Aku beruntung banget bisa jadi kekasih seorang ketua Osis SMA
Bintang. Bener deh.”
“Bener
??? Jangan-jangan bohong lagi. Cuma buat ….” Potong Yudha
“Gak
bohong. Beneran deh kak. Jangan marah yah J. Kalau kakak marah aku pulang ni.” Ancam Vika
“Iya
iya, jangan dong. Aku ajak kamu kesini kan buat pendekatan sama mamah.”
“hehehe
J. Oya kak, Sivia mana. Kok gak
kelihatan.”
“Gatau.
Pergi kali.” Jawab Yudha sekenanya.
Mama Yudha muncul dengan membawa 3
gelas berisi es jeruk segar dan beberapa makanan ringan untuk Yudha dan Vika.
“Nih.
Minum dulu sayang. Panas panas kaya gini enak banget kalau minum dingin kaya
gini sayang.”
“Iya
tante. Makasih. Oya tan, Sivia kemana ???” Ucap Vika ramah.
“Oh,
Sivia. Dia lagi pergi tadi sama temen-temennya. Katanya sih mau ngerjain tugas
kelompok. Vika udah makan belum ??? Kalo belum makan sama-sama ajah bareng
tante sama Yudha yah.” Ajak Mama Yudha ramah seraya meminum es jeruk’nya.
“Belum
tan. Tapi gak usah lah. biar nanti Vika makan di rumah ajah bareng mamah. Hari
ini mamah masak buat Vika soalnya tan.” Tolak Vika ramah.
“Udah
makan disini ajah. Biar nanti aku yang bilang sama mamah kamu kalo kamu makan
dirumah aku. Kan mamah udah ngajakkin sayang. Masa kamu tolak sih.” Rayu Yudha
“Mmm,
yaudah deh tan. Vika makan disini.”
“Nah
gitu dong. Tante suka sama kamu. Selain kamu cantik, kamu juga baik, ramah
lagi. Anak tante yang satu ini emang paling bisa milih kekasih yang kaya kamu
gini.”
“Makasih
tante. Tante juga baik, ramah lagi.”
“Udah
dong mah, vik. Masa daritadi aku dianggurin terus sihh.” Ujar Yudha manyun
“Maaf
sayang. Kita makan bareng yuk J.” Ajak mama Yudha
“Iyah
J.” Jawab Yudha dan Vika kompak
like and comment jangan lupa guys :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar