lanjuuuuuuttttttt :D
keep reading bro and sis ..
cekidottt !!!
Malam
harinya adalah malam minggu. Terlihat seorang pria yang memakai kemeja berwarna
putih dan celana jeans hitam serta dibalut dengan Stell’an jass berwarna hitam
sedang melihat bayangan dirinya di cermin. Berkali kali pria ini memperbaiki
penampilannya. Setelah merasa bahwa dirinya perfect, diapun keluar dari
kamarnya dan menuruni tangga rumahnya untuk kebawah.
Dan terlihat bundanya sedang
menonton tv dengan adik semata wayangnya di ruang keluarga. Yudhapun
menghampiri mereka dan langsung pamit.
“Bun,
Yudha berangkat dulu yah.” Pamit Yudha seraya membetulkan dasinya di kemeja putihnya.
“Mau
kemana Yudh.” Tanya Bundanya
“Mau
ke rumah ka’ Vika bun, biasalah mau berkencan dengan pacar barunya itu.” Sela
Sivia
“Heh,
anak kecil. Jangan sok tau kamu. Vika itu bukan pacarku. Memang sih bun, aku
mau ke rumah Vika, tapi hanya sekedar minta maaf, bukan mengajak dia untuk
berkencan.”
“hahaha
J bohong tuh bun, kalau Cuma mau
minta maaf gak mungkin serapih itu kan ???” Goda Sivia
“Ish,
kamu tuh …” Potong Yuhda
“Udah
udah. Ko malah berantem sih. Yaudah be rangkat
sana. Hati-hati yah.” Sela Bunda
“jadi
bunda mengijinkan Yudha buat pergi malam ini ???” Tanya Yudha
“Iya
dong. Anak bunda kan udah besar, tapi ingat waktu yah, jangan kemaleman
pulangnya.”
“Siap
Bun, yaudah Yudha berangkat yah (mencium punggung tangan Bunda) dah adek kecil
yang cerewet J”
Ucap Yudha seraya pergi dan langsung ke tempat mobilnya.
SKIP !!!
Pria tampan ini memasuki halaman
rumah yang sangat luas. Dan langsung turun dari mobilnya dan langsung menekan
bel rumahnya. Terlihat dari wajahnya jika dia terlihat sangat gugup. Sudah
berulang kali dia menekan bel rumah itu. Tapi tak ada seorangpun yang membuka
pintunya.
èèèèèèèèèèèè
Terlihat gadis yang sangat manis itu
sedang membolak balikan majalahnya. Gadis ini berusaha untuk focus dan
berkonsentrasi ke majalahnya tapi bayangan pangeran hatinya itu selalu
terngiang ngiang di otaknya. Menjadikan gadis ini tidak bisa berkonsentrasi.
“Aduh,
aku itu kenapa sih. Please Vika, jangan terus membayangkan dia lagi.” Ucap Vika
seraya menaruh majalahnya di meja di hadapannya.
Saat ini dia sedang sendirian di
rumahnya. Karena kedua orang tuanya sedang ada tugas di luar kota. Dan kakaknya
sedang berkencan dengan kekasihnya itu. Maka tinggalah dia sendiri di rumah
hanya di temani bibi dan pak sopirnya. Beberapa saat kemudian ada suara bel terdengar
dari luar rumahnya.
“Bi,
bibi lagi dimana. Itu diluar ada tamu bi.” Teriak Vika kepada Bibinya
“Iya
non, sebentar (setelah sampai di hadapan Vika) Bibi bukain dulu ya non.” Ucap Bibi seraya pergi ke pintu dan
membuka pintunya.
èèèèèèèèèèèè
Yudha memutuskan untuk berhenti
menekan bel rumah mewah itu dan memilih berdiri di depan pintu dan membelakangi
pintunya. Beberapa saat kemudian ada bunyi suara pintu. Otomatis Yudha langsung
membalikan tubuhnya dan melihat wanita paruh baya yang sedang berdiri di pintu.
“Maaf
den, cari siapa yah.” Tanya Bibi
“Mmmm,
Vika nya ada bi, saya mau bertemu dengannya.” Jawab Yudha to the point
“Oh,
non Vika, ada ada. Sebentar ya den, Bibi panggilkan dulu.” Ujar Bibi dan masuk
ke dalam rumah
èèèèèèèèèèèè
“Maaf
non, di luar ada seorang pria yang mencari non Vika, katanya mau bertemu dengan
non.” Ujar Bibi sangat sopan kepada majikannya.
“Siapa
bi ???” Tanya Vika penasaran
“Bibi
tidak tau non.”
“Oh,
yasudah. Bibi boleh masuk lagi ke dalam.”
“Ya non, bibi permisi dulu.”
Vikapun bangkit dari duduknya dan
langsung keluar menuju kearah pintu.
èèèèèèèèèèèè
“(Kaget)
Ka’ .. ka’, ka’ Yudha.” Panggil Vika gugup.
“Hay,
aku tidak menggagumu kan malam ini. Aku hanya ingin berbicara sebentar sama
kamu Vik. Sebelumnya aku minta maaf jika aku tidak memberitahumu bahwa aku akan
datang kesini. Yang kedua aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin.”
Terang Yudha
“Yasudah,
kakak masuk dulu. Tidak enak jika bicara di luar seperti ini.” Tawar Vika
“Iya
terimakasih J.”
Ucap Yudha seraya mengikuti Vika menuju kedalam rumahnya.
“Duduk
kak. Mmmm .. tujuan kakak kesini hanya ingin meminta maaf kepadaku ???” Tanya
Vika
“Mmmm,
bukan hanya itu. Tapi tujuan aku utamanya memang itu. Aku tidak bermaksud kasar
terhadapmu Vik, kalau aku boleh jujur, aku melakukan itu semua semata-mata
hanya karena aku ingin dekat denganmu. Aku tau tindakanku sangat tidak pantas.
Maafkan aku, aku akan melakukan apa saja asal kau mau memaafkanku Vik, please
maafkan aku. Aku sangat menyesal.” Terang Yudha serius
“Mmmmm,
sebenarnya aku sangat benci terhadap kakak. Karena perbuatan kakak yang
seolah-olah menjadikanku boneka yang bisa kakak manfaatkan seenaknya. Kakak
seolah olah hanya membutuhkanku jika kakak butuh. Tapi jika kakak sudah tidak
butuh kakak benar-benar cuek kepadaku.”
“Vik,
aku tau aku salah. Tapi aku …”
Ucapan
Yudha terpotong karena tiba-tiba Bibi datang dengan membawa 2 gelas yang berisi
es jeruk yang di taruh di atas nampan.
“Silahkan
diminum den. Permisi non.” Ucap Bibi
“Iya
terimakasih bi.” Sahut Vika
“(melanjutkan
kata-katanya yang sempat ke potong itu) Vik, dengarkan aku. Aku sangat menyesal
dengan semua perbuatanku. Aku mau melakukan apa saja keinginanmu Vik, bahkan
jika kau mau aku terjun ke jurang sekarang pun aku mau asal kamu memaafkanku.”
Ucap Yudha sungguh-sungguh
“Mengapa
kakak begitu antusias meminta maaf kepadaku. Biasanya jika kakak berbuat salah
terhadap orang lain kakak selalu cuek dan tidak mau mengucapkan kata maaf. Tapi
ini …”
“Karena
aku menyayangimu.” Ucap Yudha memotong ucapan Vika
“kakak
tidak usah bercanda deh, gak lucu kak. Ini bukan waktunya untuk bercanda yah.”
“Aku
serius. Jadi bagaimana, apa kau mau memaafkanku.” Tanya Yudha lagi
“Mmmmm,
oke. Tapi ada syaratnya.” Ucap Vika seraya sentum J penuh kemenangan.
“Apa
???”
“Kakak
harus menulis kalimat ‘MAAFKAN AKU VIKA, AKU MEMANG SALAH. AKU MINTA MAAF’
sebanyak 1000 kali di kertas folio dan membuat iklan yang intinya minta maaf
kepadaku dan langsung di tempel di madding sekolah. Dan hari senin harus sudah
jadi semuanya Bagaimana ???”
“Mmmm,
okeh. Aku akan membuatnya. Tapi, aku kesini ingin mengajakmu dinner bersamaku
sekarang.”
“Dinner
???” Tanya Vika tak percaya
“Iya.
Please kali ini aja kau mau mengikuti kemauanku.” Pinta Yudha memelas
“Iya.
Sebentar aku ganti baju dulu. Sebentar yah.” Ucap Vika seraya pergi ke kamarnya
di lantai atas
èèèèèèèèèèèè
Yudha menunggu dengan membaca
majalah yang ada di ruang tamu itu. Sesaat kemudian Vika muncul dari atas
tangga dan menyusuri satu persatu tangga di rumahnya itu. Yudha Nampak terkejut
dengan apa yang dilihatnya.
(‘Astaghfirullah,
itu bidadari atau bukan yah. Cantik banget J’) Batin Yudha
Yudha memandang Vika dengan tatapan
yang tidak enak dipandang. Pria tampan ini tampak diam dan tidak berkedip
melihat gadis yang sedang berjalan ke arahnya itu. Gaun berwarna hitam
dilengkapi dengan jepitan rambut berwarna merah yang menyandar di rambutnya itu
menambah gadis ini Nampak sangat cantik. Sabuk yang melingkar di tengah gaunnya
yang berwarna merah menandakan jika gadis ini sangatlah cantik dan anggun pada
malam itu.
“Mmmm,
kak .. kak Yudha .. hey (melambai lambaikan tangannya di depan wajah Yudha)”
“Eh
.. mmm. Iya iya J”
Ucap Yudha gugup setelah dia sadar dari mimpinya
“Kenapa
??? ko’ ngelamun ??? Mmmm, aku jelek yah.” Ucap Vika seraya melihat dandanannya.
“Enggak
ko’. Cantik sekali malah. Eh, maksud kakak (gugup) kamu itu gak jelek. Iyah
gituh.”
“oh
gituh (salting). Mmmm, berangkat sekarang yuk kak, keburu terlarut malam.”
“Yaudah
yuk.” Ucap Yudha seraya pergi menuju ke mobilnya.
èèèèèèèèèèèè
Di perjalanan mereka hanya diam dan
sesekali CCP (Curi Curi Pandang) satu sama lain. Salting. Itulah yang dirasakan
mereka berdua ketika mata mereka bertemu J.
èèèèèèèèèèèè
Mereka sampai di sebuah taman yang
sangat indah. Kemudian Yudha memarkirkan mobilnya ke tempat parkir setelah itu
mereka berdua masuk ke dalam taman tersebut. di taman itu terdapat beberapa
pohon mawar yang sangat indah. Jika melihat ke bawah akan ada beberapa lampu
dari rumah penduduk yang membentuk hati <3 .="" dan="" indah="" keren="" o:p="" sangat="" sekali.="">3>
“Waw
(takjub). Indah sekali kak. Ini rancangan siapa yah. Benar benar indah.”
Komentar Vika
“Iya.
Taman ini memang paling indah di Jakarta.” Jelas Yudha
“Duduk
disana yuk kak.” Ujar Vika seraya menunjuk kursi yang ada di taman itu dan
menarik tangan Yudha seraya duduk di kursi panjang itu.
“Keren
yah. Indah sekali J”
Gumam Yudha setelah melihat air terjun di depannya. Walaupun air terjun itu
jauh dari taman. Tetapi masih bisa dilihat dari taman itu
“Iyah
J Mmmm, kakak tau dari mana tempat
ini. Ini sangat indah kak. Amazing J” Ucap Vika
“Tau
dari seseorang.” Jawab Yudha murung dan pikirannya melayang jauh ke kejadian
dulu
“Mmmm,
siapa dia ??” Tanya Vika seraya menatap pria tampan yang kini sedang bersamanya
“Dia
Cinta pertama aku. Namanya Tasya. Tasya Putri Anggraeni. Orang yang udah
merubah aku jadi pria yang dewasa. Selalu berfikiran positif dan bersahabat.
Dia juga yang membuat aku merasakan betapa indahnya punya CINTA. Cinta
sederhana dari seorang gadis.” Jelas Yudha dan tatapannya lurus kedepan dan
tidak melihat gadis yang kini disebelahnya
“(kaget
tetapi menyembunyikan itu semua agar terlihat biasa). Mmmm, sekarang Tasya
dimana kak.”
“Dia
di Amerika. Dia pindah setelah dia lulus di kelas VIII SMP. Dan kelas IX dia
memutuskan untuk pindah ke Amerika karena harus ikut orang tuannya kesana. Dan
terpaksa aku harus memutuskan hubungan kita. Pada saat itu aku sangat
kehilangan dia. Keadaanku setelah dia tidak ada disampingku benar-benar parah.”
Terang Yudha sedih L
“Apa
sifat cuek dan galak kakak selama ini juga gara-gara dia.” Tanya Vika hati-hati
“Iya.
Semenjak dia pergi aku kembali ke sifatku yang dulu. Cuek, Galak, gak perduli
sama orang, gak bersahabat, sensitive dan gak suka bercanda.” Jawab Yudha
“Oh
gituh.” Gumam Vika
“Tapi
sekarang aku udah jadi pria yang ceria, perduli sama orang, bersahabat,
berfikiran dewasa dan lebih mementingkan orang lain. Aku juga punya pengganti
Tasya (menatap tajam Vika).
“(salting).
Si .. si . siapaa kak.” Tanya Vika Gugup.
“Kamu.”
Jawab Yudha sukses membuat kedua pipi Vika bersemu merah
Vika sangat kaget dengan jawaban
yudha. Dia hanya bisa diam menunggu pria dihadapannya berbicara lagi. Baru kali
ini jantung gadis cantik ini Dag Dig Dug jika berada di sebelah Pria.
“Mmm,
apa kamu pernah merasakan yang namannya Cinta pada pandangan pertama ???. Love
at the First Sight Vik???” Tanya Yudha
“Tentu.
Dengan orang yang baik tentunya.”
“Oya
??? Mmm, sama aku yah J”
Tanya Yudha PD
“Ihhhh
PD. Gak. Bukan sama kakak ko’. Awalnya sih aku emang suka sama kakak. Tapi
kakak terlalu nyebelin dan selalu membuatku bersedih. Kakak hanya membuat aku
selalu menangis.” Ujar Vika
“I’m
sorry baby. Aku benar-benar minta maaf. Sekarang aku ingin jujur. Aku melakukan
itu semua karena aku takut kehilangan kamu. Aku benar-benar tidak rela jika
kamu itu jatuh ke pria lain selain aku. Aku sungguh-sungguh menyayangimu. Aku
minta maaf. Tapi orang yang bisa membuatku merasakan CINTA setelah Tasya adalah
Kamu.” Jelas Yudha seraya menatap gadis dihadapannya tajam
“Kak.
Kakak tidak usah memberiku harapan lagi.” Jawab Vika datar
“Tidak
Vika. Tapi aku ingin membuat semuanya menjadi kenyataan. Aku sangat
menyayangimu (Menggenggam tangan Vika). Believe me, please !!!”
“Aku
butuh bukti bukan janji. Semua pria sama saja. Kata-kata yang dikeluarkan itu
pasti hanya untuk sementara. Jika sudah puas pasti langsung dibuang.” Ucap Vika
yakin
“Tidak
Vika, aku serius. Oke, apa yang kamu mau sekarang. Bukti apa yang kamu mau.
Atau kamu mau aku terjun ke jurang yang disana (menunjuk jurang). Oke, aku
siap.”
“Tidak.
Aku hanya ingin yang sederhana saja. Buatkan dermaga untukku. Sederhana saja.
Dan di tengah tengah dermaga itu ada nama panggilanku menggunakan bunga mawar.
Kakak bisa memetiknya disini. Bagaimana ??? apa kakak bisa mengabulkan
permintaanku ???” Tanya Vika
“Oke.
Apapun akan kulakukan untukmu. Kau tunggu disini sebentar. Aku akan kembali
lagi dan menunjukkan dermaga itu kepadamu.” Jawab Yudha seraya pergi dan mulai
memetik mawar
èèèèèèèèèèèè
Yudha membuatnya di tempat yang jauh
dari tempat yang sekaranag Vika tempatin. Supaya dia tidak tahu jika Yudha akan
membuat surprise untuknya. Yudha melakukan itu semua dengan senang hati demi
gadisnya yang sangat ia cintai itu.
èèèèèèèèèèèè
Beberapa jam telah berlalu. Gadis
cantik ini sedang gelisah dan khawatir dengan pangeran hatinya itu. Gadis ini
melirik jam tangannya. Sekarang sudah pukul 09.10. tetapi Yudha tidak
kembali-kembali. Sudah 2 ½ jam pria itu membuat dermaga itu untuknya.
“Ahhhh
(kesal). Ka’ Yudha kemana sih. Sebel deh. Daritadi ko’ gak muncul-muncul.
Jangan-jangan aku ditinggalin lagi. Ihhhh L. Rese deh ka’ Yudha, masa aku ditinggalin.” Ucap
Vika sebal
“Siapa
bilang aku ninggalin kamu.”
Suara itu membuat
Vika terkejut. Otomatis Vika membalikan tubuhnya.
“ka’
Yudha. Ngagetin aku aja deh. Ngapain muncul di belakang aku. Kakak tau gak sih,
aku udah nunggu kakak 2 ½ jam. Kakak sengaja yah buat aku nunggu lama. Kakak
tau, aku itu belum makan malam. Selama itu juga aku gak minum. Demi nungguin
kakak tau gak sih. Kakak kalau gak bisa Menuhin syarat dari aku mendingan
nyerah aja deh. Gak usah bikin aku nunggu lama tapi hasilnya malah gak ada. Ya
kan ??? Nyebelin. Semuanya sama aja L” Cerocos Vika dan mengungkapan isi hatinya kepada
pria dihadapanya
Pria tampan ini hanya bisa diam
mendengarkan omelan gadis dihadapannya. Sambil sesekali mengatur nafasnya yang
tidak beraturan akibat kelelahan mengerjakan dermaga untuk gadisnya itu.
Keadaan pria ini sudah berantakan sekali. Hanya memakai kemeja berwarna putih.
Itu saja kemejanya sudah keluar semua. Sangat berantakan L. Jas yang tadi ia kenakan lenyap
entah kemana bersama dengan dasinya itu. Dan rambutnya sudah sangat berantakan.
Keringat mengucur deras melalui pelipisnya.
“Kakak
kenapa diam saja sih. Aku sudah capek daritadi bicara sendiri. Kakak seenaknya
aja diam seperti patung. Huh L” Ucap Vika masih sebal
“Maaf.
{hosh hosh hosh (mengatur nafasnya)} ikut aku sekarang.” Ucap Yudha seraya
menarik tangan Vika menuju ke tempat dermaga berada.
Dermaga yang sangat sederhana namun
indah sekali. Di tengah dermaga itu bukan hanya ada nama Vika. Tetapi nama
mereka berdua dengan di pisahkan oleh Hati <3 be="" dan="" dibawahnya="" disusun="" gadisnya="" girl="" itu.="" lagi="" love="" mawar="" menggunakan="" merah="" my="" o:p="" perintah="" sesuai="" terdapat="" tulisan="" vika="" yang="" you="">3>
“Look
that. Terserah kamu sekarang. Mau bilang ini bagus atau ….” Potong Yudha
“Kak.
Maafin aku, tadi aku sudah marah-marah sama kakak. Ini keren banget kak. Aku
tidak menyangka jika kakak membuat dermaga lebih dari yang aku inginkan. Ini
benar-benar hebat. Aku minta maaf kak (menunduk) aku sama sekali tidak
menghargai kerja keras kakak. Aku aku …” potong Vika
“hey,
sudahlah. Aku kan sudah berusaha untuk membuat dermaga itu. Masa kau tidak mau
melihatnya sih. Bagaimana ??? maaf yah. Dermaganya tidak sesuai dengan apa yang
kau inginkan.”
“kak,
ini itu lebih dari yang aku inginkan kak. Ini keren banget. Makasih yah kak.
Kakak begitu baik. Tidak seharusnya kakak bersamaku sekarang. Aku tidak pantas
untuk kakak.” Ucap Vika dengan wajah yang masih menunduk.
“Vik,
aku hanya mau kamu. I just need You honey. Aku Cuma ingin kamu selalu
disebelahku. Vik (mengangkat wajah Vika dengan tanganya lewat dagunya). Would
you be my girl baby ???”
“(menatap
tajam Yudha) Mmmm, aku .. aku … aaakku.” Ujar Vika gugup
“aku
siap terima jawaban apapun dari kamu. Sungguh. Mmm, jika kau menerimaku kau
ambil mawar ini (menunjukkan mawarnya). Tapi jika kau menolakku kau bisa
membuangnya.”
Vika
mengambil bunga yang ada di tangan Yudha. Perasaan pria ini sudah tidak karuan
dan takut setengah mati jika gadis dihadapannya membuangnya.
“maaf
kak (membuang mawarnya).” Jawab Vika
“(kaget,
itu tandanya gadis itu menolaknya) iya tidak apa-apa. Aku tau kau tidak
menyukaiku. Aku tau juga kok, kalau akhirnya kau memang menolakku. Aku Cuma …”
Potong Yudha
“Hey,
siapa yang menolakmu. Aku tidak berkata begitu.”
“Tadi
kan kamu membuang bunganya. Itu artinya kamu menolakku kan ???” Tanya Yudha
bingung dengan gadis dihadapannya
“Kan
aku belum selesai bicara kak. Tapi kakak sudah memotongnya. Aku lanjutin yah.
Maaf kak, aku memang tidak akan pernah bisa menolak cinta kakak. Karena aku
juga sayang kakak J”
Ucap Vika
“Hah,
beneran. Jadi kamu menerimaku ??? kau sekarang kekasihku ???”
“Iyah
kakak. Sekarang aku resmi jadi kekasih kakak J” Ucap Vika tersenyum senang
“makasih
sayang J (memeluk Vika erat) aku janji
aku gak akan pernah mengecewakanmu.”
Beberapa
saat kemudian mereka melepaskan pelukannya.
“Pulang
Yuk, sudah terlarut malam. Nanti kamu di cariin lagi.” Ucap Yudha
“Gak
lah. mama sama papa kan lagi gak ada di rumah.”
“Oh
gituh. Kita makan aja yuk. Tadi katanya kamu laper dan haus banget nungguin
aku.” Goda Yudha
“Ihhh
apaan sih. Kakak pasti lebih capek. Iya kan ??? sampe keringetan gitu. Terus
berantakan banget lagi dandanannya. Habis ngapain aja sih.”
“habis
bikin dermaga buat kekasih aku.” Jawab Yudha tersenyum jail
“Ihhh
gak lucu. Pulang yuk.” Ajak Vika seraya menarik tangan Yudha ke mobilnya.
èèèèèèèèèèèè
Di mobil. Mereka berdua menikmati
saat pertama mereka menjadi sepasang kekasih. Sesekali diselingi canda tawa di
antara mereka.
“kamu
tau gak sih. Baru kali ini aku melakukan suatu pekerjaan yang bisa buat
dandanan aku berantakan banget kaya gini. Udah bener-bener ancur abis.” Ucap
yudha
“Hahaha
J. Dan Cuma aku yang bisa bikin
kakak kaya gini untuk yang pertama kalinya.”
“Iya
deh. Apa sih yang nggak buat kamu.” Gombal Yudha
“Gombal.
Belajar darimana tuh, pinter banget ngerayunya.” Tanya Vika
“Belajar
??? ini tuh reflek tau. Nyata honey, fakta loh. Dalam kamus seorang Yudha
Aditya Saputra gak ada istilah gombal.” Jawab Yudha PD
“Iya aja
deh. Biar seneng. Hehehe J”
Ucap Vika seraya tersenyum manis
èèèèèèèèèèèè
Setelah sampai di cafeteria yang tak
jauh dari taman itu, mereka langsung memasuki tempat itu dan memesan makanan
dan minuman yang mereka suka. 2 sejoli yang baru menjalin hubungan ini sudah
sangat cocok sekali. Dengan pakaian mereka yang memang punya kesamaan menambah
kecocokan diantara mereka berdua. Setelah selesai mereka langsung kembali ke
rumah.
Pria
tampan ini mengantar gadisnya hingga sampai di depan rumahnya. Setelah
memastikan gadisnya sudah masuk ke dalam, pria itu memutuskan untuk kembali ke
rumahnya dan beristirahat untuk persiapan keesokan harinya karena harus
sekolah.
SKIP !!!
Keesokan harinya berita tentang Yudha dan Vika
menjadi sepasang kekasih sudah menyebar. Entah siapa yang menyebarkannya.
Padahal baru tadi malam mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Di lorong
sekolah itu terlihat sepasang kekasih yang sedang berjalan diselingi canda tawa
mereka. Sesekali ketua osis ini merayu gadisnya dengan rayuannya.
“hahaha
J. Lucu banget yah. Terus kakak
gimana.” Tanya Vika
“Aku
Cuma jawab pertanyaan dia aja. Kadang Sivia juga Tanya apa yang bisa bikin pria
tertarik dengan seorang gadis.” Jawab Yudha seraya menggenggam tangan gadisnya
itu
“Terus
terus terus, kakak jawab gitu pertanyaan Sivia. Hahaha J masih kecil juga udah di ajarin
pacaran. Via Tanya kaya gitu pasti ngikutin kakaknya” Ucap Vika
“Siapa
yang ngajarin dia pacaran ??? aku gak pernah ngajarin dia pacaran.”
“Ihhh,
gak mau ngaku lagi, kalau bukan kakak siapa lagi ???”
Tiba-tiba
mereka dikejutkan dengan kedatangan Ivan dan Syifa.
“Ciyeee
ciyeee …. Yang udah jadian, sekarang akur banget.” Goda Ivan
“Iyah
kak bener, sampai lupa curhat sama kita.” Ucap Syifa menambahi
“Siapa
lagi yang lupa sama kalian. Kalian tau dari mana kita jadian ???” Tanya Vika
heran
“Beritanya
sudah nyebar kemana-mana. Title’nya KETUA OSIS SEKARANG RESMI JADIAN DENGAN
RIVALNYA. Hahaha J”
Ucap Ivan antusias dan tertawa terbahak bahak
“Sembarangan.
Sejak kapan Vika jadi rival aku ???” Tanya yudha
“Sejak
kapan yaaaahhhh J
ada dehh. Eh ceritain dong kalian resminya gimana ???”
“Mmm,
ok. Tapi jangan disini. Di kantin aja yuk.” Ajak Vika
“Yuk.”
Jawab mereka kompak
SKIP !!!
Mereka langsung mengambil tempat
biasa mereka ber-empat. Setelah itu Yudha dan Vika memulai menceritakan awal
bahagia mereka. Ivan dan Syifa menjadi pendengar yang baik.
“
…… jadi gitu guys. Bagaimana menurut kalian.” Tanya Vika mengakhiri ceritanya
“
ka’ Yudha romantic banget sih. Iyah gak kak.” Komentar Syifa dan minta persetujuan
kekasihnya itu
“Biasa
aja. Keren juga aku. Hehehe J (PD). Tapi iya juga sih. Aku jadi penasaran sama
dermaga bikinan sahabatku ini.” Ucap Ivan seraya merangkul Yudha
“Keren
banget kak dermaga yang dibikin ka’ Yudha. Aku aja sampai gak kedip nglihatinya.”
Jawab Vika
“Sebelum
itu aja marah-marah. Katanya aku lama banget. Sampai di omelin pula.” Gumam
Yudha
“Ihhh
L. Aku kan gatau kalau hasilnya
bakalan keren banget kak J.”
Ujar Vika
“Iya.
Parah banget sih kamu Vik. Masa sahabatku ini di marahin. Untung aja acara
resminya berlangsung. Hahahah J. Dalam keadaan romantic aja kalian masih bisa
berantem. Ckckck L”
Komentar Ivan seraya menggeleng gelengkan kepalannya.
“Iya
yah kak. Harusnya kita ngikutin mereka yah. Dulu waktu kita jadian aja mereka
ngikutin kita. Parah banget. Sekarang masa kita gak bisa nglihat dermaganya
itu.” Lanjut Syifa
“Yang
jelas dermaga bikinan ka’ Yudha lebih keren daripada mawar yang dibikin ka’
Ivan.” Ujar Vika seraya menjulurkan lidahnya ke arah Ivan
“Iya
dong. Yudha (memegang kerahnya). Siapa sih yang gak kena sama pesonanya, hehehe
J” Jawab Yudha PD
“Huhuhu
L. Kaya gitu aja bangga. Aku juga
bisa. Buktinya Syifa sekarang jadi kekasihku.”
“Iya
deh. Hehehe J.
like and comment'nya don't forget guys :D
i'm still wait it :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar