Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love - Part 5


lanjuuuuuuttttttt :D
keep reading bro and sis ..
cekidottt !!!

Malam harinya adalah malam minggu. Terlihat seorang pria yang memakai kemeja berwarna putih dan celana jeans hitam serta dibalut dengan Stell’an jass berwarna hitam sedang melihat bayangan dirinya di cermin. Berkali kali pria ini memperbaiki penampilannya. Setelah merasa bahwa dirinya perfect, diapun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga rumahnya untuk kebawah.
            Dan terlihat bundanya sedang menonton tv dengan adik semata wayangnya di ruang keluarga. Yudhapun menghampiri mereka dan langsung pamit.
“Bun, Yudha berangkat dulu yah.” Pamit Yudha seraya membetulkan dasinya di kemeja putihnya.
“Mau kemana Yudh.” Tanya Bundanya
“Mau ke rumah ka’ Vika bun, biasalah mau berkencan dengan pacar barunya itu.” Sela Sivia
“Heh, anak kecil. Jangan sok tau kamu. Vika itu bukan pacarku. Memang sih bun, aku mau ke rumah Vika, tapi hanya sekedar minta maaf, bukan mengajak dia untuk berkencan.”
“hahaha J bohong tuh bun, kalau Cuma mau minta maaf gak mungkin serapih itu kan ???” Goda Sivia
“Ish, kamu tuh …” Potong Yuhda
“Udah udah. Ko malah berantem sih. Yaudah be        rangkat sana. Hati-hati yah.” Sela Bunda
“jadi bunda mengijinkan Yudha buat pergi malam ini ???” Tanya Yudha
“Iya dong. Anak bunda kan udah besar, tapi ingat waktu yah, jangan kemaleman pulangnya.”
“Siap Bun, yaudah Yudha berangkat yah (mencium punggung tangan Bunda) dah adek kecil yang cerewet J” Ucap Yudha seraya pergi dan langsung ke tempat mobilnya.
SKIP !!!
            Pria tampan ini memasuki halaman rumah yang sangat luas. Dan langsung turun dari mobilnya dan langsung menekan bel rumahnya. Terlihat dari wajahnya jika dia terlihat sangat gugup. Sudah berulang kali dia menekan bel rumah itu. Tapi tak ada seorangpun yang membuka pintunya.
èèèèèèèèèèèè
            Terlihat gadis yang sangat manis itu sedang membolak balikan majalahnya. Gadis ini berusaha untuk focus dan berkonsentrasi ke majalahnya tapi bayangan pangeran hatinya itu selalu terngiang ngiang di otaknya. Menjadikan gadis ini tidak bisa berkonsentrasi.
“Aduh, aku itu kenapa sih. Please Vika, jangan terus membayangkan dia lagi.” Ucap Vika seraya menaruh majalahnya di meja di hadapannya.
            Saat ini dia sedang sendirian di rumahnya. Karena kedua orang tuanya sedang ada tugas di luar kota. Dan kakaknya sedang berkencan dengan kekasihnya itu. Maka tinggalah dia sendiri di rumah hanya di temani bibi dan pak sopirnya. Beberapa saat kemudian ada suara bel terdengar dari luar rumahnya.
“Bi, bibi lagi dimana. Itu diluar ada tamu bi.” Teriak Vika kepada Bibinya
“Iya non, sebentar (setelah sampai di hadapan Vika) Bibi bukain dulu ya  non.” Ucap Bibi seraya pergi ke pintu dan membuka pintunya.
èèèèèèèèèèèè
            Yudha memutuskan untuk berhenti menekan bel rumah mewah itu dan memilih berdiri di depan pintu dan membelakangi pintunya. Beberapa saat kemudian ada bunyi suara pintu. Otomatis Yudha langsung membalikan tubuhnya dan melihat wanita paruh baya yang sedang berdiri di pintu.
“Maaf den, cari siapa yah.” Tanya Bibi
“Mmmm, Vika nya ada bi, saya mau bertemu dengannya.” Jawab Yudha to the point
“Oh, non Vika, ada ada. Sebentar ya den, Bibi panggilkan dulu.” Ujar Bibi dan masuk ke dalam rumah
èèèèèèèèèèèè
“Maaf non, di luar ada seorang pria yang mencari non Vika, katanya mau bertemu dengan non.” Ujar Bibi sangat sopan kepada majikannya.
“Siapa bi ???” Tanya Vika penasaran
“Bibi tidak tau non.”
“Oh, yasudah. Bibi boleh masuk lagi ke dalam.”
“Ya  non, bibi permisi dulu.”
            Vikapun bangkit dari duduknya dan langsung keluar menuju kearah pintu.
èèèèèèèèèèèè
“(Kaget) Ka’ .. ka’, ka’ Yudha.” Panggil Vika gugup.
“Hay, aku tidak menggagumu kan malam ini. Aku hanya ingin berbicara sebentar sama kamu Vik. Sebelumnya aku minta maaf jika aku tidak memberitahumu bahwa aku akan datang kesini. Yang kedua aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian kemarin.” Terang Yudha
“Yasudah, kakak masuk dulu. Tidak enak jika bicara di luar seperti ini.” Tawar Vika
“Iya terimakasih J.” Ucap Yudha seraya mengikuti Vika menuju kedalam rumahnya.
“Duduk kak. Mmmm .. tujuan kakak kesini hanya ingin meminta maaf kepadaku ???” Tanya Vika
“Mmmm, bukan hanya itu. Tapi tujuan aku utamanya memang itu. Aku tidak bermaksud kasar terhadapmu Vik, kalau aku boleh jujur, aku melakukan itu semua semata-mata hanya karena aku ingin dekat denganmu. Aku tau tindakanku sangat tidak pantas. Maafkan aku, aku akan melakukan apa saja asal kau mau memaafkanku Vik, please maafkan aku. Aku sangat menyesal.” Terang Yudha serius
“Mmmmm, sebenarnya aku sangat benci terhadap kakak. Karena perbuatan kakak yang seolah-olah menjadikanku boneka yang bisa kakak manfaatkan seenaknya. Kakak seolah olah hanya membutuhkanku jika kakak butuh. Tapi jika kakak sudah tidak butuh kakak benar-benar cuek kepadaku.”
“Vik, aku tau aku salah. Tapi aku …”
Ucapan Yudha terpotong karena tiba-tiba Bibi datang dengan membawa 2 gelas yang berisi es jeruk yang di taruh di atas nampan.
“Silahkan diminum den. Permisi non.” Ucap Bibi
“Iya terimakasih bi.” Sahut Vika
“(melanjutkan kata-katanya yang sempat ke potong itu) Vik, dengarkan aku. Aku sangat menyesal dengan semua perbuatanku. Aku mau melakukan apa saja keinginanmu Vik, bahkan jika kau mau aku terjun ke jurang sekarang pun aku mau asal kamu memaafkanku.” Ucap Yudha sungguh-sungguh
“Mengapa kakak begitu antusias meminta maaf kepadaku. Biasanya jika kakak berbuat salah terhadap orang lain kakak selalu cuek dan tidak mau mengucapkan kata maaf. Tapi ini …”
“Karena aku menyayangimu.” Ucap Yudha memotong ucapan Vika
“kakak tidak usah bercanda deh, gak lucu kak. Ini bukan waktunya untuk bercanda yah.”
“Aku serius. Jadi bagaimana, apa kau mau memaafkanku.” Tanya Yudha lagi
“Mmmmm, oke. Tapi ada syaratnya.” Ucap Vika seraya sentum J penuh kemenangan.
“Apa ???”
“Kakak harus menulis kalimat ‘MAAFKAN AKU VIKA, AKU MEMANG SALAH. AKU MINTA MAAF’ sebanyak 1000 kali di kertas folio dan membuat iklan yang intinya minta maaf kepadaku dan langsung di tempel di madding sekolah. Dan hari senin harus sudah jadi semuanya Bagaimana ???”
“Mmmm, okeh. Aku akan membuatnya. Tapi, aku kesini ingin mengajakmu dinner bersamaku sekarang.”
“Dinner ???” Tanya Vika tak percaya
“Iya. Please kali ini aja kau mau mengikuti kemauanku.” Pinta Yudha memelas
“Iya. Sebentar aku ganti baju dulu. Sebentar yah.” Ucap Vika seraya pergi ke kamarnya di lantai atas
èèèèèèèèèèèè
            Yudha menunggu dengan membaca majalah yang ada di ruang tamu itu. Sesaat kemudian Vika muncul dari atas tangga dan menyusuri satu persatu tangga di rumahnya itu. Yudha Nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya.
(‘Astaghfirullah, itu bidadari atau bukan yah. Cantik banget J’) Batin Yudha
            Yudha memandang Vika dengan tatapan yang tidak enak dipandang. Pria tampan ini tampak diam dan tidak berkedip melihat gadis yang sedang berjalan ke arahnya itu. Gaun berwarna hitam dilengkapi dengan jepitan rambut berwarna merah yang menyandar di rambutnya itu menambah gadis ini Nampak sangat cantik. Sabuk yang melingkar di tengah gaunnya yang berwarna merah menandakan jika gadis ini sangatlah cantik dan anggun pada malam itu.
“Mmmm, kak .. kak Yudha .. hey (melambai lambaikan tangannya di depan wajah Yudha)”
“Eh .. mmm. Iya iya J” Ucap Yudha gugup setelah dia sadar dari mimpinya
“Kenapa ??? ko’ ngelamun ??? Mmmm, aku jelek yah.” Ucap Vika seraya melihat dandanannya.
“Enggak ko’. Cantik sekali malah. Eh, maksud kakak (gugup) kamu itu gak jelek. Iyah gituh.”
“oh gituh (salting). Mmmm, berangkat sekarang yuk kak, keburu terlarut malam.”
“Yaudah yuk.” Ucap Yudha seraya pergi menuju ke mobilnya.
èèèèèèèèèèèè
            Di perjalanan mereka hanya diam dan sesekali CCP (Curi Curi Pandang) satu sama lain. Salting. Itulah yang dirasakan mereka berdua ketika mata mereka bertemu J.
èèèèèèèèèèèè
            Mereka sampai di sebuah taman yang sangat indah. Kemudian Yudha memarkirkan mobilnya ke tempat parkir setelah itu mereka berdua masuk ke dalam taman tersebut. di taman itu terdapat beberapa pohon mawar yang sangat indah. Jika melihat ke bawah akan ada beberapa lampu dari rumah penduduk yang membentuk hati <3 .="" dan="" indah="" keren="" o:p="" sangat="" sekali.="">
“Waw (takjub). Indah sekali kak. Ini rancangan siapa yah. Benar benar indah.” Komentar Vika
“Iya. Taman ini memang paling indah di Jakarta.” Jelas Yudha
“Duduk disana yuk kak.” Ujar Vika seraya menunjuk kursi yang ada di taman itu dan menarik tangan Yudha seraya duduk di kursi panjang itu.
“Keren yah. Indah sekali J” Gumam Yudha setelah melihat air terjun di depannya. Walaupun air terjun itu jauh dari taman. Tetapi masih bisa dilihat dari taman itu
“Iyah J Mmmm, kakak tau dari mana tempat ini. Ini sangat indah kak. Amazing J” Ucap Vika
“Tau dari seseorang.” Jawab Yudha murung dan pikirannya melayang jauh ke kejadian dulu
“Mmmm, siapa dia ??” Tanya Vika seraya menatap pria tampan yang kini sedang bersamanya
“Dia Cinta pertama aku. Namanya Tasya. Tasya Putri Anggraeni. Orang yang udah merubah aku jadi pria yang dewasa. Selalu berfikiran positif dan bersahabat. Dia juga yang membuat aku merasakan betapa indahnya punya CINTA. Cinta sederhana dari seorang gadis.” Jelas Yudha dan tatapannya lurus kedepan dan tidak melihat gadis yang kini disebelahnya
“(kaget tetapi menyembunyikan itu semua agar terlihat biasa). Mmmm, sekarang Tasya dimana kak.”
“Dia di Amerika. Dia pindah setelah dia lulus di kelas VIII SMP. Dan kelas IX dia memutuskan untuk pindah ke Amerika karena harus ikut orang tuannya kesana. Dan terpaksa aku harus memutuskan hubungan kita. Pada saat itu aku sangat kehilangan dia. Keadaanku setelah dia tidak ada disampingku benar-benar parah.” Terang Yudha sedih L
“Apa sifat cuek dan galak kakak selama ini juga gara-gara dia.” Tanya Vika hati-hati
“Iya. Semenjak dia pergi aku kembali ke sifatku yang dulu. Cuek, Galak, gak perduli sama orang, gak bersahabat, sensitive dan gak suka bercanda.” Jawab Yudha
“Oh gituh.” Gumam Vika
“Tapi sekarang aku udah jadi pria yang ceria, perduli sama orang, bersahabat, berfikiran dewasa dan lebih mementingkan orang lain. Aku juga punya pengganti Tasya (menatap tajam Vika).
“(salting). Si .. si . siapaa kak.” Tanya Vika Gugup.
“Kamu.” Jawab Yudha sukses membuat kedua pipi Vika bersemu merah
            Vika sangat kaget dengan jawaban yudha. Dia hanya bisa diam menunggu pria dihadapannya berbicara lagi. Baru kali ini jantung gadis cantik ini Dag Dig Dug jika berada di sebelah Pria.
“Mmm, apa kamu pernah merasakan yang namannya Cinta pada pandangan pertama ???. Love at the First Sight Vik???” Tanya Yudha
“Tentu. Dengan orang yang baik tentunya.”
“Oya ??? Mmm, sama aku yah J” Tanya Yudha PD
“Ihhhh PD. Gak. Bukan sama kakak ko’. Awalnya sih aku emang suka sama kakak. Tapi kakak terlalu nyebelin dan selalu membuatku bersedih. Kakak hanya membuat aku selalu menangis.” Ujar Vika
“I’m sorry baby. Aku benar-benar minta maaf. Sekarang aku ingin jujur. Aku melakukan itu semua karena aku takut kehilangan kamu. Aku benar-benar tidak rela jika kamu itu jatuh ke pria lain selain aku. Aku sungguh-sungguh menyayangimu. Aku minta maaf. Tapi orang yang bisa membuatku merasakan CINTA setelah Tasya adalah Kamu.” Jelas Yudha seraya menatap gadis dihadapannya tajam
“Kak. Kakak tidak usah memberiku harapan lagi.” Jawab Vika datar
“Tidak Vika. Tapi aku ingin membuat semuanya menjadi kenyataan. Aku sangat menyayangimu (Menggenggam tangan Vika). Believe me, please !!!”
“Aku butuh bukti bukan janji. Semua pria sama saja. Kata-kata yang dikeluarkan itu pasti hanya untuk sementara. Jika sudah puas pasti langsung dibuang.” Ucap Vika yakin
“Tidak Vika, aku serius. Oke, apa yang kamu mau sekarang. Bukti apa yang kamu mau. Atau kamu mau aku terjun ke jurang yang disana (menunjuk jurang). Oke, aku siap.”
“Tidak. Aku hanya ingin yang sederhana saja. Buatkan dermaga untukku. Sederhana saja. Dan di tengah tengah dermaga itu ada nama panggilanku menggunakan bunga mawar. Kakak bisa memetiknya disini. Bagaimana ??? apa kakak bisa mengabulkan permintaanku ???” Tanya Vika
“Oke. Apapun akan kulakukan untukmu. Kau tunggu disini sebentar. Aku akan kembali lagi dan menunjukkan dermaga itu kepadamu.” Jawab Yudha seraya pergi dan mulai memetik mawar
èèèèèèèèèèèè
            Yudha membuatnya di tempat yang jauh dari tempat yang sekaranag Vika tempatin. Supaya dia tidak tahu jika Yudha akan membuat surprise untuknya. Yudha melakukan itu semua dengan senang hati demi gadisnya yang sangat ia cintai itu.
èèèèèèèèèèèè
            Beberapa jam telah berlalu. Gadis cantik ini sedang gelisah dan khawatir dengan pangeran hatinya itu. Gadis ini melirik jam tangannya. Sekarang sudah pukul 09.10. tetapi Yudha tidak kembali-kembali. Sudah 2 ½ jam pria itu membuat dermaga itu untuknya.
“Ahhhh (kesal). Ka’ Yudha kemana sih. Sebel deh. Daritadi ko’ gak muncul-muncul. Jangan-jangan aku ditinggalin lagi. Ihhhh L. Rese deh ka’ Yudha, masa aku ditinggalin.” Ucap Vika sebal
“Siapa bilang aku ninggalin kamu.”
Suara itu membuat Vika terkejut. Otomatis Vika membalikan tubuhnya.
“ka’ Yudha. Ngagetin aku aja deh. Ngapain muncul di belakang aku. Kakak tau gak sih, aku udah nunggu kakak 2 ½ jam. Kakak sengaja yah buat aku nunggu lama. Kakak tau, aku itu belum makan malam. Selama itu juga aku gak minum. Demi nungguin kakak tau gak sih. Kakak kalau gak bisa Menuhin syarat dari aku mendingan nyerah aja deh. Gak usah bikin aku nunggu lama tapi hasilnya malah gak ada. Ya kan ??? Nyebelin. Semuanya sama aja L” Cerocos Vika dan mengungkapan isi hatinya kepada pria dihadapanya
            Pria tampan ini hanya bisa diam mendengarkan omelan gadis dihadapannya. Sambil sesekali mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat kelelahan mengerjakan dermaga untuk gadisnya itu. Keadaan pria ini sudah berantakan sekali. Hanya memakai kemeja berwarna putih. Itu saja kemejanya sudah keluar semua. Sangat berantakan L. Jas yang tadi ia kenakan lenyap entah kemana bersama dengan dasinya itu. Dan rambutnya sudah sangat berantakan. Keringat mengucur deras melalui pelipisnya.
“Kakak kenapa diam saja sih. Aku sudah capek daritadi bicara sendiri. Kakak seenaknya aja diam seperti patung. Huh L” Ucap Vika masih sebal
“Maaf. {hosh hosh hosh (mengatur nafasnya)} ikut aku sekarang.” Ucap Yudha seraya menarik tangan Vika menuju ke tempat dermaga berada.
            Dermaga yang sangat sederhana namun indah sekali. Di tengah dermaga itu bukan hanya ada nama Vika. Tetapi nama mereka berdua dengan di pisahkan oleh Hati <3 be="" dan="" dibawahnya="" disusun="" gadisnya="" girl="" itu.="" lagi="" love="" mawar="" menggunakan="" merah="" my="" o:p="" perintah="" sesuai="" terdapat="" tulisan="" vika="" yang="" you="">
“Look that. Terserah kamu sekarang. Mau bilang ini bagus atau ….” Potong Yudha
“Kak. Maafin aku, tadi aku sudah marah-marah sama kakak. Ini keren banget kak. Aku tidak menyangka jika kakak membuat dermaga lebih dari yang aku inginkan. Ini benar-benar hebat. Aku minta maaf kak (menunduk) aku sama sekali tidak menghargai kerja keras kakak. Aku aku …” potong Vika
“hey, sudahlah. Aku kan sudah berusaha untuk membuat dermaga itu. Masa kau tidak mau melihatnya sih. Bagaimana ??? maaf yah. Dermaganya tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan.”
“kak, ini itu lebih dari yang aku inginkan kak. Ini keren banget. Makasih yah kak. Kakak begitu baik. Tidak seharusnya kakak bersamaku sekarang. Aku tidak pantas untuk kakak.” Ucap Vika dengan wajah yang masih menunduk.
“Vik, aku hanya mau kamu. I just need You honey. Aku Cuma ingin kamu selalu disebelahku. Vik (mengangkat wajah Vika dengan tanganya lewat dagunya). Would you be my girl baby ???”
“(menatap tajam Yudha) Mmmm, aku .. aku … aaakku.” Ujar Vika gugup
“aku siap terima jawaban apapun dari kamu. Sungguh. Mmm, jika kau menerimaku kau ambil mawar ini (menunjukkan mawarnya). Tapi jika kau menolakku kau bisa membuangnya.”
Vika mengambil bunga yang ada di tangan Yudha. Perasaan pria ini sudah tidak karuan dan takut setengah mati jika gadis dihadapannya membuangnya.
“maaf kak (membuang mawarnya).” Jawab Vika
“(kaget, itu tandanya gadis itu menolaknya) iya tidak apa-apa. Aku tau kau tidak menyukaiku. Aku tau juga kok, kalau akhirnya kau memang menolakku. Aku Cuma …” Potong Yudha
“Hey, siapa yang menolakmu. Aku tidak berkata begitu.”
“Tadi kan kamu membuang bunganya. Itu artinya kamu menolakku kan ???” Tanya Yudha bingung dengan gadis dihadapannya
“Kan aku belum selesai bicara kak. Tapi kakak sudah memotongnya. Aku lanjutin yah. Maaf kak, aku memang tidak akan pernah bisa menolak cinta kakak. Karena aku juga sayang kakak J” Ucap Vika
“Hah, beneran. Jadi kamu menerimaku ??? kau sekarang kekasihku ???”
“Iyah kakak. Sekarang aku resmi jadi kekasih kakak J” Ucap Vika tersenyum senang
“makasih sayang J (memeluk Vika erat) aku janji aku gak akan pernah mengecewakanmu.”
            Beberapa saat kemudian mereka melepaskan pelukannya.
“Pulang Yuk, sudah terlarut malam. Nanti kamu di cariin lagi.” Ucap Yudha
“Gak lah. mama sama papa kan lagi gak ada di rumah.”
“Oh gituh. Kita makan aja yuk. Tadi katanya kamu laper dan haus banget nungguin aku.” Goda Yudha
“Ihhh apaan sih. Kakak pasti lebih capek. Iya kan ??? sampe keringetan gitu. Terus berantakan banget lagi dandanannya. Habis ngapain aja sih.”
“habis bikin dermaga buat kekasih aku.” Jawab Yudha tersenyum jail
“Ihhh gak lucu. Pulang yuk.” Ajak Vika seraya menarik tangan Yudha ke mobilnya.
èèèèèèèèèèèè
            Di mobil. Mereka berdua menikmati saat pertama mereka menjadi sepasang kekasih. Sesekali diselingi canda tawa di antara mereka.
“kamu tau gak sih. Baru kali ini aku melakukan suatu pekerjaan yang bisa buat dandanan aku berantakan banget kaya gini. Udah bener-bener ancur abis.” Ucap yudha
“Hahaha J. Dan Cuma aku yang bisa bikin kakak kaya gini untuk yang pertama kalinya.”
“Iya deh. Apa sih yang nggak buat kamu.” Gombal Yudha
“Gombal. Belajar darimana tuh, pinter banget ngerayunya.” Tanya Vika
“Belajar ??? ini tuh reflek tau. Nyata honey, fakta loh. Dalam kamus seorang Yudha Aditya Saputra gak ada istilah gombal.” Jawab Yudha PD
“Iya aja deh. Biar seneng. Hehehe J” Ucap Vika seraya tersenyum manis
èèèèèèèèèèèè
            Setelah sampai di cafeteria yang tak jauh dari taman itu, mereka langsung memasuki tempat itu dan memesan makanan dan minuman yang mereka suka. 2 sejoli yang baru menjalin hubungan ini sudah sangat cocok sekali. Dengan pakaian mereka yang memang punya kesamaan menambah kecocokan diantara mereka berdua. Setelah selesai mereka langsung kembali ke rumah.
Pria tampan ini mengantar gadisnya hingga sampai di depan rumahnya. Setelah memastikan gadisnya sudah masuk ke dalam, pria itu memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan beristirahat untuk persiapan keesokan harinya karena harus sekolah.
SKIP !!!
            Keesokan harinya berita tentang Yudha dan Vika menjadi sepasang kekasih sudah menyebar. Entah siapa yang menyebarkannya. Padahal baru tadi malam mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Di lorong sekolah itu terlihat sepasang kekasih yang sedang berjalan diselingi canda tawa mereka. Sesekali ketua osis ini merayu gadisnya dengan rayuannya.
“hahaha J. Lucu banget yah. Terus kakak gimana.” Tanya Vika
“Aku Cuma jawab pertanyaan dia aja. Kadang Sivia juga Tanya apa yang bisa bikin pria tertarik dengan seorang gadis.” Jawab Yudha seraya menggenggam tangan gadisnya itu
“Terus terus terus, kakak jawab gitu pertanyaan Sivia. Hahaha J masih kecil juga udah di ajarin pacaran. Via Tanya kaya gitu pasti ngikutin kakaknya” Ucap Vika
“Siapa yang ngajarin dia pacaran ??? aku gak pernah ngajarin dia pacaran.”
“Ihhh, gak mau ngaku lagi, kalau bukan kakak siapa lagi ???”
            Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Ivan dan Syifa.
“Ciyeee ciyeee …. Yang udah jadian, sekarang akur banget.” Goda Ivan
“Iyah kak bener, sampai lupa curhat sama kita.” Ucap Syifa menambahi
“Siapa lagi yang lupa sama kalian. Kalian tau dari mana kita jadian ???” Tanya Vika heran
“Beritanya sudah nyebar kemana-mana. Title’nya KETUA OSIS SEKARANG RESMI JADIAN DENGAN RIVALNYA. Hahaha J” Ucap Ivan antusias dan tertawa terbahak bahak
“Sembarangan. Sejak kapan Vika jadi rival aku ???” Tanya yudha
“Sejak kapan yaaaahhhh J ada dehh. Eh ceritain dong kalian resminya gimana ???”
“Mmm, ok. Tapi jangan disini. Di kantin aja yuk.” Ajak Vika
“Yuk.” Jawab mereka kompak
SKIP !!!
            Mereka langsung mengambil tempat biasa mereka ber-empat. Setelah itu Yudha dan Vika memulai menceritakan awal bahagia mereka. Ivan dan Syifa menjadi pendengar yang baik.
“ …… jadi gitu guys. Bagaimana menurut kalian.” Tanya Vika mengakhiri ceritanya
“ ka’ Yudha romantic banget sih. Iyah gak kak.” Komentar Syifa dan minta persetujuan kekasihnya itu
“Biasa aja. Keren juga aku. Hehehe J (PD). Tapi iya juga sih. Aku jadi penasaran sama dermaga bikinan sahabatku ini.” Ucap Ivan seraya merangkul Yudha
“Keren banget kak dermaga yang dibikin ka’ Yudha. Aku aja sampai gak kedip nglihatinya.” Jawab Vika
“Sebelum itu aja marah-marah. Katanya aku lama banget. Sampai di omelin pula.” Gumam Yudha
“Ihhh L. Aku kan gatau kalau hasilnya bakalan keren banget kak J.” Ujar Vika
“Iya. Parah banget sih kamu Vik. Masa sahabatku ini di marahin. Untung aja acara resminya berlangsung. Hahahah J. Dalam keadaan romantic aja kalian masih bisa berantem. Ckckck L” Komentar Ivan seraya menggeleng gelengkan kepalannya.
“Iya yah kak. Harusnya kita ngikutin mereka yah. Dulu waktu kita jadian aja mereka ngikutin kita. Parah banget. Sekarang masa kita gak bisa nglihat dermaganya itu.” Lanjut Syifa
“Yang jelas dermaga bikinan ka’ Yudha lebih keren daripada mawar yang dibikin ka’ Ivan.” Ujar Vika seraya menjulurkan lidahnya ke arah Ivan
“Iya dong. Yudha (memegang kerahnya). Siapa sih yang gak kena sama pesonanya, hehehe J” Jawab Yudha PD
“Huhuhu L. Kaya gitu aja bangga. Aku juga bisa. Buktinya Syifa sekarang jadi kekasihku.”
“Iya deh. Hehehe J.

like and comment'nya don't forget guys :D
i'm still wait it :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar