Jumat, 15 Februari 2013

That's All Cause of Love Part 3

jreng jreng :D
saya datang lagi ke hadapan kalian :D (kaya hantu yah)
oke deh ... keep reading and enjoy reading ;)
cekidott !!!


Beberapa Hari kemudian. Terlihat seorang gadis dan seorang pria berjalan beriringan memasuki sekolahnya itu. Apalagi kalau bukan SMA Bintang. Sepertinya mereka baru berangkat bersama pagi ini. Selama beberapa hari ini mereka selalu bersama dan Pulang pergi bareng. Keakraban yang terjadi pada 2 insan ini sepertinya membuat iri semua orang.
“Syifa”
            Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Syifa. Otomatis 2 insan itu membalikan tubuhnya dan mendapati sahabatnya yang sedang berjalan kearahnya. Siapa kalau bukan Vika.
“Ciyeeee … makin hari makin lengket aja sih kalian. Jangan-jangan udah jadian lagi.”
“Hush sembarangan. Kami belum jadian tau.” Ucap Syifa salting
“Belum, berarti nanti akan jadian dong. Asyik asyik bentar lagi ada yang mau jadian. Ciyeeee”
“Vika apaan sih (membekap mulut Vika) ka’ Ivan maafin Vika yah. Dia kalau bicara memang seperti itu.” Ucap Syifa pada pria disebelahnya dengan gugup.
“Gapapa fa, yaudah kakak duluan yah, udah mau masuk. Sampai jumpa nanti Syifa Vika”
“Iyah kak (melepaskan bekapan di mulut sahabanya itu)”
“Kamu gila yah. Kalau aku sampai sesak nafas bagaimana ???” Ucap Vika sebal dengan sahabatnya itu
“Maaf maaf. Lagian kamu bicara seperti itu di depan ka’ Ivan. Aku kan jadi malu Vik.”
“Hehehe J Iya iya maaf. Ke kelas yuk” Ajak Vika
“yuk J” Ucap Syifa seraya berjalan menuju kelasnya itu
            2 gadis yang selalu menjadi pusat perhatian bagi kaum adam ini segera melangkah menuju kelas mereka. Seharian ini mereka selalu bersama. Semenjak Vika dekat dengan Yudha selama beberapa hari ini dan Syifa dekat dengan Ivan beberapa hari ini. Vika dan Syifa tidak pernah ke kantin bersama dan jalan-jalan bersama. Makanya seharian ini mereka selalu berdua kemanapun mereka pergi.
SKIP !!!
            Aksi persahabatan yang sedang dijalankan oleh mereka berdua akhirnya berakhir ketika bel pulang sekolah telah dibunyikan. Dan mereka segera keluar sekolah untuk mencari taksi.Tiba-tiba ada seseorang yang telah muncul di hadapan mereka menggunakan motor ninja berwarna putih dengan helm fullface’nya yang kaca helm’nya telah terbuka menambah sosok dihadapannya bertambah keren.
“hai Vik, Hai fa”
“Ka Ivan, ngapain disini ???” Tanya Syifa
“Aku mau mengajakmu untuk pulang bersama. Bagaimana ???”
“Tapi aku mau pergi sama ….” Potong Syifa karena mulutnya dibekap oleh sahabatnya sendiri
“Tidak kak, maksud Syifa, Syifa mau pulang bareng kakak. Iya kan fa (senyum ke Vika seraya melototkan matanya kearah Syifa)”
“(Syifapun mengangguk anggukan kepalanya) tuh kan kak. Yaudah sana pergi J hati hati yah” Ucap Vika seraya mendorong Syifa agar mau menaiki motor ninja putih dihadapannya
“Beneran tidak apa-apa Vik ???”
“Iya kak, tidak apa-apa. Hati-hati yah kak. Jagain sahabatku yah.”
“Pasti. Ayo fa J sampai jumpa Vika”
            Motor Ninja Putih itupun meninggalkan Vika seorang diri di depan sekolahnya. Beberapa menit kemudian ada seseorang menggunakan Ninja Merahnya berhenti tepat di depan Vika. Vikapun tau siapa orang yang mengendarainya. Walaupun orang dihadapannya menutup kaca helm fullface’nya.
“Ada apa kak ???” Tanya Vika ramah kepada orang dihadapannya
“Naik” Perintah pria dihadapannya
“Heh, aku kan bicara padamu baik-baik, mengapa kau malah menyuruhku.” Jawab Vika Nyolot
“Apa kamu tau apa yang akan dilakukan oleh Ivan kepada sahabatmu itu.”
“Memangnya apa yang akan ka’ Ivan lakukan pada Syifa. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Syifa aku tidak akan memafkan ka’ Ivan. Bahkan aku juga akan membenci kakak.”
“Heh, mengapa kau malah menuduh sahabatku yang bukan-bukan sih, mengapa juga kau membenciku, yang berbuat itu kan sahabatku bukan aku (sebal). Ivan itu mau mengungkapkan perasaanya kepada Syifa. Bukan untuk melukai atau menyakiti Syifa”
“kakak serius !!! (kaget). Bukanya mereka itu marahan yah. Tapi akhir-akhir ini aku melihat mereka sangat akur dan sangat akrab. Apa benar mereka saling munyukai satu sama lain.”
“Benar. Sangat benar malah. Bagaimana, kau mau melihatnya tidak. Kalau tidak yasudah. Aku mau pergi sekarang juga.” Ucap Yudha seraya berpura-pura menyalakan gas motornya.
“Tunggu kak, aku ingin melihat bagaimana ka’ Ivan menyatakan perasaanya kepada Syifa, aku mau ikut kakak.” Jawab Vika cepat sebelum pria dihadapannya benar-benar pergi.
“yasudah naik. Kita berangkat sekarang”
èèèèèèèèèèèè
“kak, ini kan bukan jalan menuju ke arah rumahku.” Tanya Syifa bingung seraya berteriak karena mereka sedang ada di jalan raya dan banyak kendaraan lalu lalang
“Sudah. Kamu diam saja fa. Aku tidak akan menyakitimu  dan aku juga tidak akan melukaimu. Sungguh !!! kamu harus percaya sama aku.”
“Iya, tapi kakak mau membawaku kemana sih.”
“Ke Danau.”
            Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di Danau. Anehnya, danau itu sangat sepi dan hanya ada mereka berdua disana yang ditemani dengan bunga mawar yang disusun rapi di sepanjang jalan dan membentuk LOVE di tengah-tengah danau itu. Dan dilengkapi dengan lampu-lampu yang sangat indah. Syifapun tidak berkedip melihat pemandangan indah dihadapannya. Ternyata di tengah tengah bunga mawar yang berbentuk LOVE itu ada tulisan I LOVE YOU SYIFA.
“Kak.” Ucap Syifa yang masih bingung dengan pemandangan dihadapannya
“Bagaimana ??? Apa kamu suka fa.”
“Ini semua yang membuat ka’ Ivan (terkejut). Tapi apa maksudnya ???”
“Tulisan itu melambangkan perasaanku terhadapmu. I LOVE YOU fa, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu sejak pertama kali aku mengenalmu. Pasti kau akan berfikir kalau kata-kataku hanya Bulshit semata kan, karena selama ini aku selalu membuatmu marah. Tapi aku melakukan itu semua karena aku ingin dekat denganmu fa. Aku tidak mau jauh darimu. Dan sekarang danau ini menjadi saksi bahwa aku sangat menyayangimu. Would you be my girlfriend Syifa Rahma Izzati ???”
“kak Ivan”
“Apa kamu mau menjadi kekasihku fa, aku janji tidak akan menyakitimu lagi.”
“Aku… aku” jawab Syifa bingung mau menjawab apa
“Please fa, kasih aku kesempatan. Aku janji akan selalu menjagamu.” Ucap Ivan sungguh-sungguh
“Yes, I would J. Aku mau jadi kekasih kakak.”
“Serius, beneran J
Syifa menjawab hanya dengan mengangguk anggukan kepalanya.
“Makasihh banget ya fa, Aishitteru fa.” Ucap Ivan girang seraya memeluk Syifa J
èèèèèèèèèèèè
            2 insan yang sedang melihat sahabatnya manyatakan perasaanya satu sama lain ini hanya bisa mengintip di semak-semak  tersenyum setelah Syifa menjawab pertanyaan Ivan. Senyum merekah di bibir Yudha dan Vika setelah mereka tau bahwa Syifa menerimanya.
“So sweet.” Ucap Vika berkomentar dengan apa yang dilihatnya
“Kau mau seperti itu ???”
“Ih, sok tau. Aku kan hanya berkomentar saja kak. Kau pasti juga kagum kan dengan apa yang kau lihat ini. Kau pasti iri dengan ka’ Ivan karena tidak bisa menyatakan perasaanmu kepada gadis yang kau suka di tempat romantic seperti ini kan ???”
“Iri ??? Heh, apa kau tau. Yang membuat ide untuk acara ini itu aku tau. Bukan ivan. Apa kau masih mengatakan bahwa aku iri dengan sahabatku sendiri.” Ujar Yudha nyolot
“Maaf (menunduk). Aku kan hanya bercanda kak. Kenapa kau jadi marah beneran terhadapku. Aku tadi Cuma …” Potong Vika
“Maafkan aku juga yah (mengangkat wajah Vika dengan menggunakan tanganya di dagu Vika agar Vika mau melihat kearahnya). Aku tadi bicara kasar terhadapmu J maukan maafin aku.”
“(tersenyum) Iyah kak. Aku maafin kakak. Kakak hebat bisa menemukan ide sebagus ini J
“Tadi ngatain aku. Sekarang aja muji-muji gak jelas.” Goda Yudha
“Iyah iyah. Maaf.” Jawab Vika cemberut
“hehehe J gak usah cemberut gitu dong. Pulang yuk. Kasih kesempatan buat mereka supaya bisa berduaan.” Ucap Yudha seraya menarik tangan Vika menuju kea rah motornya berada.
SKIP !!!
            Malam harinya Ivan datang ke rumah Yudha untuk menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu. Ivan tidak tau kalau sahabatnya sudah tau apa yang terjadi di Danau itu. Ivan pun menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu. Yudha yang mendengarkan hanya tersenyum.
“…… Jadi gitu Yudh.” Ucap Ivan mengakhiri cerintanya
“Aku sudah tau.” Tanggap Yudha datar seraya menyunggingkan senyum manisnya
“Maksudmu ???” Tanya Ivan bingung dengan tanggapan sahabatnya itu
“Aku tadi mengikutimu dari belakang. Dan aku mengintip semuanya di semak-semak.”
“Wahh, ini bukan termasuk rencana kita yah. Ini termasuk di luar rencana ni.” Ucap Ivan pura-pura sebal setelah mendengarkan penuturan sahabatnya itu.
“Hehehe J. Aku takut jika Syifa menolakmu. Makanya tadi aku mengikutimu bersama Vika.”
“Jadi tadi kau bersama Vika ??? Ada lampu hijau ni kayaknya. Kapan nyusul aku yudh.”
“Huhhh L aku juga tidak tau. Dia tidak menyukaiku van.”
“Jangan berfikiran seperti itu Yudh. Dia itu menyukaimu. Aku bisa melihatnya dari matanya yang menatapmu berbeda. Sorotan tajam yang selalu menatapmu dengan hangat.”
“Aku akan membuktikan kata-katamu itu. Selama beberapa hari kedepan aku akan mendekati dia dan akan mencari tau apakah dia benar-benar menyukaiku atau tidak.” Ucap Yudha semangat J
“Nah gitu dong. Ini baru sahabatku. Semangat yah J
“Senangnya yang udah diterima sama Syifa (menyindir). Kayaknya kalau dapat pajak gak apa-apa ni.”
“Iya dong. Besok pagi kau akan makan gratis di kantin sekolah. Ajak Vika juga yah. Aku juga ingin mengajaknya besok.”
“Mengapa kau menyuruhku. Bukanya kekasihmu yang lebih akrab dengannya yah.”
“Aku ingin kau yang menyampaikannya. Aku pulang yah. Sampai jumpa kawan” Ucap Ivan seraya bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan rumah mewah Yudha.
SKIP !!!
            2 minggu kemudian. Pasangan Ivan Dika Prasetya dan Syifa Marcelina Putri setiap harinya makin lengket aja seperti perangko. Membuat semua orang iri terhadapnya. Sikap mesra yang selalu ditunjukkan Ivan kepada Syifa membuat Orang-orang yang melihatnya iri termasuk sahabatnya.
“Kalau mau mesra-mesraan tuh jangan di depan public dong. Udah tau ini kantin dan banyak orang malah mesra-mesraan disini” Sindir Yudha
“Iyah kak, bener. Memangnya gak ada tempat lain apa yang lebih enak buat berduaan.” Sungut Vika
“Hahahaha J.” Ivan dan Syifa hanya tertawa melihat 2 orang dihadapanya.
“Ada yang lucukah !!!” Ucap Vika
“Kalian berdua kalau mau bilang aja. Makanya jadian dong. Jangan Cuma di simpen aja perasaanya.” Ucap Ivan seraya menyodorkan Es Jeruknya kepada kekasihnya
“Sudah Vik, jangan didengarkan omongan dia. Ke kelas aja yuk. Di sini kayaknya kita ganggu deh.”
“Yaudah yuk kak. Daaahh Ka’ Ivan daaaah Syifa.”
SKIP !!!
            1 minggu telah berlalu semenjak kejadian di kantin itu. Keakraban yang terjadi di antara Vika dan Yudha pun makin kelihatan. Membuat fans ketua osis SMA Bintang ini pada iri setengah mati melihatnya. Dan Yudhapun sudah mulai mengetahui perasaan gadis yang dicintainya itu.
            Pulang sekolah Yudha mengajak Vika untuk pulang bersamanya. Vikapun tidak menolaknya. Tapi yudha tidak mengantar Vika pulang melainkan mengajak Vika ke Mall. Dan Yudha memilih Rise Mall sebagai tempatnya.
“kak, ko kakak mengajakku ke mall sih. Memangnya kakak mau membeli apa.” Tanya Vika
“Hanya ingin mampir ke Toko music. Kebetulan jika peralatan music di sekolah kita sedang ada yang rusak atau kurang, kakak-kakak osis selalu ke toko music Rise Mall ini.” Jawab Yudha
“Oh. Tapi kenapa kakak malah mengajakku. Bukanya lebih enak kalau pergi sama temen-temen kakak yah. Kan bisa minta pendapat juga.”
“Memangnya kalau aku mengajakmu, kamu tidak bisa memberikan pendapat yah. Kamu kan jago main piano. Bisa diajak sharing juga dong pastinya.”
“Mmmm… iyah sih. Tapi kan lebih enak sama temen-temen kakak.” Ujar Vika
“Bilang aja kalau kamu gak mau pergi sama kakak. Kalau kamu tidak suka yasudah pulang aja sana. Aku  juga bisa mencarinya sendiri.” Jawab Yudha seraya mempercepat langkahnya
“Ih L. Kok kakak malah marah sih (mengejar Yudha). Aku kan tidak bermaksud seperti itu sama kakak. Aku Cuma ….” Potong Vika
“Cuma apa. Bilang aja kalau kamu gak mau jalan sama aku.” Ucap Yudha tambah mempercepat langkahnya dan masih terlihat cuek di depan Vika
“(menarik tangan Yudha) Tunggu dong kak. Please don’t angry with me. I’m sorry kak.” Ucap Vika seraya masang muka memelas
“Ok J. Tapi ada syaratnya.”
“Ok. But apa syaratnya ???.”
“Temenin aku seharian ini kemanapun aku pergi J. Gimana, mau ???”
“Mmmm … kalau aku ga’ mau gimana.”
“Yaudah .. kakak gak akan maafin kamu.” Ucap Yudha seraya kembali melangkah meninggalkan Vika
“Ok. Iya aku mau. Tapi, please maafin aku L
“Ok J. No problem honey J
“honey honey. Memangnya kakak siapa aku. Berani-beraninya kakak manggil aku dengan sebutan seperti itu.” Ucap Vika nyolot dan tidak terima
“Iya iya maaf. Kakak kan Cuma bercanda. Yaudah ayo. Gak sampai-sampai ke tokonya kan.” Ujar Yudha seraya menarik tangan Vika dan kembali melangkah menuju ke toko music.
            2 insan yang terlihat sedang senang ini menghabiskan waktunya di Rise Mall dari pukul 14.00 sejak pulang sekolah tadi sampai jam 15.00 hanya untuk melihat lihat peralatan music di toko music yang ada di Rise Mall. Setelah selesai melihat-lihat mereka melangkah keluar toko.
“sepertinya cukup lama kita melihat lihat peralatan musiknya tadi.” Ucap Yudha
“Bukan sepertinya lagi tapi memang sangat lama. Kakak gatau sih, kakiku sudah pegal sekali rasanya. 1 jam kita hanya muter muter gak jelas melihat lihat peralatan music tadi.” Ujar Vika sebal
“Heh, bukannya kamu sudah berjanji tadi. Bahwa kau akan menemaniku kemanapun aku pergi.”
“Iya iya. Sekarang kita mau kemana lagi. Kakiku sudah pegal sekali rasanya kak.”
“Baru juga muterin tokonya, udah langsung capek. Dasar cewe, semuanya sama aja. Manja”
“Ih L. Jangan ngatain aku lagi deh. Kakak kan cowo. Pantas saja kalau tidak merasakan capek.”
“Huh K. Yasudah cepat (menarik tangan Vika). Nanti keburu sore.” Ujar Yudha sedikit mengancam
“Kakak. Kita mau kemana lagi sih. Aku sudah capek. Istirahat dulu kak. Please L
“(berhenti jalan) Diam atau kau, aku tinggal disini sendirian (melanjutkan jalan)” Ucap Yudha cuek
            Akhirnya Vika hanya menuruti keinginan dari pria yang sedang menarik tangannya ini. Sepertinya pria ini tidak mengerti bahwa Vika sudah sangat lelah dan ingin istirahat walau sejenak. Jika dia tidak mengucapkan janji tadi kepadanya mungkin sekarang dia bisa bebas tanpa harus mengikuti kemauan pria dihadapannya. Tapi waktu sudah berlalu dan tak mungkin bisa diputar kembali.
èèèèèèèèèèèè
            Terlihat 2 insan ini yang sedang berjalan beriringan sambil bergandengan tangan di Pantai. Wakil ketua osis yang dulunya terlihat cuek dan tidak perduli terhadap siapa saja langsung bisa berubah 100 % karena gadis yang sekarang resmi menjadi kekasihnya itu.
Syifa yang dulunya selalu tidak perduli terhadap pria manapun sekarang malah tertarik dengan Wakil ketua Osis di sekolahnya. Entah karena apa dia bisa menyukai pria yang tidak pernah baik padanya dan selalu cuek kepadanya serta selalu membuatnya marah ini.
“pantainya bagus yah. Kapan-kapan aku akan mengajakmu pergi kesini di sore hari menjelang malam untuk melihat sunset yang sangat indah disini.” Ujar Ivan
“Makasih. Aku memang tidak pernah melihat sunset secara langsung. Hanya lewat jauh saja kak.”
“Oh yah. Masa sih (menatap tajam Syifa). Aku akan mengajakmu nanti. Ayo duduk disini.” Ucap Ivan seraya duduk diatas rerumputan yang terdapat di pantai itu.
“(mengikuti Ivan duduk dan duduk disebelahnya) Indah sekali yah. Seandainya disini ada ka’ Yudha sama Vika pasti tambah seru deh.” Ujar Syifa menatap lurus ke depan
“Memangnya jika kau sedang bersamaku, rasanya tidak seru yah.”
“Bukan seperti itu. Kakak tau. Baru kakak yang bisa membuatku bingung jika sedang bersama kakak.”
“Why ???” Tanya Ivan
“Aku tidak tau apa alasanya, tapi yang jelas dulu aku tidak pernah mau mendengarkan informasi tentang pria manapun. Aku juga selalu tidak perduli jika ada pria yang mengatakan bahwa dia menyukaiku.”
“Tapi mengapa kau suka padaku. Dari awal kau masuk SMA Bintang kau sudah menyukaiku bukan.”
“Heh jangan kegeeran deh. Darimana kau tahu aku menyukaimu sejak awal.” Ucap Syifa nyolot
“Dari surat yang kau berikan khusus buatku. Benar kan ??? aku juga sudah menyukaimu dari awal MOS itu. Entah karena apa aku langsung tertarik terhadapmu.”
“(Wajahnya memerah) benarkah ???”
“Iyah. Masa kamu tidak percaya kepadaku sih fa. Aku serius. Seorang Ivan Dika Prasetya tidak pernah berbohong dalam masalah hati.” Ujar Ivan yakin
“Iya deh aku percaya. Aku juga sudah menyukai kakak waktu masuk MOS pertama kali”
“Hahaha J aku sudah tau kok. I love you My honey (Memeluk Syifa)
“I love you too J (membalas pelukan Ivan) aku sayang sama kakak.”
“Aku lebih sayang dari pada kamu J
èèèèèèèèèèèè
            Vika dan Yudha ternyata memasuki sebuah Café yang terdapat di Rise Mall. Café itu bernama Café friendship. Vika yang dari tadi hanya diam dan bingung dengan pria dihadapannya inipun membuka suaranya. Tadi pria dihadapannya terlihat marah dan sangat kesal dengannya. Tetapi mengapa sekarang dia malah mengajaknya ke Café.
“Kak. Kakak gak salah masuk kan ???”
“Maksudmu apa.” Tanya Yudha dingin
“Mmmm gak. Tadi kan kakak membentakku pada saat aku meminta ijin untuk istirahat. Tetapi sekarang malah mengajakku ke tempat ini.” Jawab Vika setengah takut dengan pria dihadapannya
“jadi kau tidak mau aku ajak ke tempat ini. Yasudah ayo kita jalan lagi (menarik tangan Vika)”
            Pada saat ketua osis ini menarik tangan gadis ini. Vika malah tidak mengikuti langkah pria dihadapannya. Dia justru diam di tempat dan sebal dengan pria dihadapannya. Mengapa dia bisa kenal dengan pangeran es seperti Yudha ??? Sesungguhnya Vika daritadi sudah sebal dengan pria dihadapannya yang melakukan apa saja kepada dirinya dengan seenaknya. Yudhapun yang mengetahui bahwa gadisnya tidak mengikuti langkahnya membalikan tubuhnya dan melihat gadisnya itu.
“Mengapa kau  berhenti ???” Tanya Yudha heran
            Bukanya menjawab pertanyaan Yudha. Vika malah melangkahkan kakinya meninggalkan Yudha seorang diri di depan Café Friendship itu. Yudhapun bingung harus berbuat apa. Sepertinya pria ini sudah mengetahui bahwa Vika sebal dengan semua perbuatannya. Yudhapun berlari menyusul gadis itu. Yudha bisa menjajarkan langkahnya dengan Vika di depan Toko bunga yang sedang tutup di café itu. Kebetulan di tempat itu tidak ada penjual lagi selain toko bunga tersebut.
“(Menarik tangan Vika) hey … what you are angry with me ???” Tanya Yudha lembut
“Lepas. Aku mau pulang dan kakak tidak usah mengikutiku lagi (melanjutkan jalanya)”
“Hey, tunggu dulu. Maafkan aku vik. Tadi aku tidak bermaksud untuk …..” Potong Yudha
“Sudahlah kak. Kakak memang selalu menjadikanku boneka yang bisa kakak suruh seenaknya dan bisa kakak manfaatin seenaknya. Cuma demi mendapatkan kata maaf dari kakak aku rela keliling toko music tadi. Dan kakak tau, aku capek sekali.” Menarik nafas dalam dalam dan mengehembuskannya secara kasar kemudian melanjutkan kata-katanya tadi.
“Tapi kakak tidak mau mengerti perasaanku. Aku ijin untuk beristirahat saja kakak tidak mengijinkanya. Mau kakak apa sih!!! (berkaca-kaca matanya) Aku sudah capek dengan sifat kakak selama ini. Aku tau sekarang. Kakak itu dekat denganku supaya kakak bisa nyuruh aku seenaknya kan ??? supaya kakak bisa menjadikanku sebuah boneka kan ??? Yang digunakan setiap kakak butuh. Dan dibuang kalau kakak sudah tidak butuh. Ya kan kak. Jawab !!! (menangis). Mengapa kakak hanya diam, Hah !!!”
            Menangis dan menangis. Perasaan seorang gadis yang sakit hati akibat perbuatan pangeranya itu. Dan pria dihadapannya hanya bisa melihatnya dengan Iba dan kasihan serta merasa bersalah kepada gadis dihadapannya. Yang dia hanya bisa lakukan adalah membiarkan gadisnya menumpahkan semua emosinya yang sepertinya sudah ditahan cukup lama.
“Terserah kakak sekarang(menghapus air matanya). Kalau kakak tidak mau memaafkanku pun aku sudah tidak perduli. Aku pulang. Permisi.” Ucap Vika mengakhiri perkataanya seraya pergi
            Yudha pun langsung berlari menuju ke tempat parkir dimana motornya ia titipkan di tempat itu. Dia akan mengejar gadisnya yang emosinya sedang tinggi itu. Dia sangat takut jika sesuatu terjadi pada gadisnya itu. Sedangakan cuaca di luar tidak memungkinkan Yudha untuk pergi menggunakan motornya karena sedang Hujan besar. Tapi keinginan dia untuk menjaga gadisnya lebih besar sehingga dia menaiki motornya dan melaju untuk mencari gadisnya itu.
            Baru beberapa menit dia melaju menggunakan motornya. Dia melihat seorang gadis di tengah jalan yang sedang duduk sambil memegang lututnya serta seluruh badannya menggigil karena cuacanya pada saat itu sangat dingin. Gadis itupun tidak menggunakan jaket. Hanya baju sekolah yang ia kenakan. Yudhapun langsung berlari menuju gadis itu. Pada saat Yudha akan menyentuhnya, gadis itu sudah jatuh tak sadarkan diri. Ternyata dia pingsan.
            Pria ini bingung harus bagaimana. Dia sangat khawatir kepada gadisnya itu. Kebetulan ada taksi yang melintas di situ. Yudha akhirnya membawa Vika ke rumahnya menggunakan taksi itu. Karena tidak memungkinkan jika pria ini membawa Vika ke rumah Vika dalam keadaan basah kuyup dan tak sadarkan diri ini. Akhirnya dia putuskan untuk membawa Vika ke rumahnya.
            Kebetulan di rumahnya sedang sepi karena kedua orang tuanya ada tugas di luar kota. Di rumah hanya ada 2 bibi’nya dan pak udin selaku sopir keluarga Yudha serta adik Yudha yang bernama Sivia yang baru berumur 14 tahun. Yudhapun membawa Vika masuk dan membaringkan Vika di kamar tamu. Diapun memanggil salah satu bibi’nya.
“Bi, tolongin Yudha yah. Ganti pakaian gadis ini dengan punya Sivia ya bi.  Bibi ambil di kamar sivia. Cepet bi.”
“Ya den, baik. Sebentar bibi ambilkan.” Ucap Bibi seraya pergi.
Beberapa menit kemudian bibi kembali dengan membawa satu stell baju milik Sivia.
“ini den baju non Sivia.”
“Yasudah bibi gantiin pakaiannya. Yudha menunggu di luar yah.”
“Iya den baik.”
            Selesai mengganti pakaian Vika, bibi pun keluar menemui tuan mudanya itu di ruang tamu bagian depan. Selang beberapa menit terdengar bunyi mobil di luar rumahnya. Sepertinya adik Yudha yang masih berumur 13 tahun itu, siapa lagi kalau bukan Sivia.
“Assalamu’alaikum” Salam Sivia kepada siapapun yang ada di dalam rumah.
“Wa’alaikum salam.” Jawab Yudha dan Bibi kompak.
“Kenapa kak. Kayaknya lelah banget. Habis ngapain sih.”
“kakak pinjem bajumu sebentar yah. Buat temen kakak.”
“Temen kakak cewe atau cowo kak.”
“Cewe lah L masa temen kakak yang cowo mau pake baju punya kamu sih.” Ujar Yudha sebal
“Hah (kaget) cewe kak. Kakak bawa temen cewe ke rumah yah. Nanti Via bilangin mama sama papa loh, biar ka’ Yudha dimarahin” Ancam Sivia kepada kakaknya itu.
“Heh anak kecil. Jangan sok tau deh. Itu Cuma temen kakak. Udahlah, masuk sana. Ganti baju terus istirahat.” Suruh Yudha
“Huh dasar, bibi anterin Via ke kamar yuk. Takut sendirian.” Rengek Sivia kepada bibinya itu
“Iya non, permisi den” Ujar bibi seraya mengikuti majikanya ke kamarnya
            Setelah bibi dan adik bungsunya itu meninggalkan Yudha seorang diri di ruang tamu, Yudhapun membanting tubuhnya di sofa ruang tamu tersebut. Bisa dilihat dari wajahnya kalau dia sedang sangat lelah dan bingung harus berbuat apa. Di hatinya yang paling dalam dia sangat khawatir dan merasa bersalah kepada gadis cantik itu. Tapi disisi lain, dia juga tak ingin jika gadisnya membencinya.
            1 jam kemudian Yudha menunggu gadisnya bangun, tetapi belum ada tanda-tanda Vika untuk bangun akhirnya yudha memutuskan untuk masuk ke kamar tamu yang sekarang sedang ditempati oleh gadisnya itu. Perlahan tapi pasti dia membuka pintu kamarnya dan langsung melihat gadisnya itu sedang tidur dengan dilengkapi selimut tebal yang menemaninya. Beberapa menit kemudian gadis itu membuka matanya. Yudhapun menghampirinya.
“Hmmm (melihat lihat sekelilingnya-bingung) aku dimana, ini rumah siapa dan mengapa aku berpakaian seperti ini. Perasaan tadi aku menggunakan …” Potong Vika bingung
“Vika” Panggil Yudha merasa bersalah
“kak Yudha. Mengapa kau ada disini. Aku dimana kak.” Vika takut
“Maafkan aku. Aku memang salah terhadapmu. Aku terlalu mementingkan diriku sendiri. Maafkan aku yah. Kau mau kan maafin aku.” Ujar Yudha lemah
“Kakak sekarang jawab aku. Mengapa aku bisa berada disini kak. Ini rumah siapa ??? terus siapa yang mengganti bajuku. Atau jangan-jangan kakak sudah melakukanya kepadaku yah (Berkaca-kaca).”
“Tidak Vik, sungguh. Aku sama sekali tidak menyentuhmu pada saat kau tidur tadi. Kamu sekarang ada di rumahku dan kau sekarang memakai baju Adik Bungsuku. Dan yang mengganti pakaianmu bukan aku tapi bibi aku Vik.” Jelas Yudha panjang lebar
“(bangkit dari tempat tidurnya) aku sekarang mau pulang. Terima kasih untuk semuannya. Mulai sekarang anggap aja kita tidak pernah bertemu. Anggap aja kau tidak mengenalku kak. Anggap aja kalau kau dan aku tidak pernah punya hubungan apa-apa. Thank’s for all (pergi).”
“Please vik (menarik tangan Vika), jangan menghukumku seperti itu. Aku minta maaf. Kau boleh memukulku atau menusuk pisau ke perutku atau kalau kau mau kau boleh membunuhku. Tapi please Vik, maafkan aku. Aku tau aku salah besar terhadapmu.”
“Sudahlah kak, gak baik disesali semua yang udah terjadi. Aku emang tidak pantas jika bersamamu dan aku tidak cocok jika harus mempunyai hubungan lebih dari teman sama kakak.” Ujar Vika menangis
“Vik, dengarkan aku (menarik Vika agar mau berhadapan dengannya). Aku janji tidak akan melukaimu lagi. Siapa bilang kau tidak cocok jika menjadi kekasihku. Aku yang menentukan gadis mana yang pantas menjadi kekasihku. Dan aku memutuskan kaulah yang pantas menjadi kekasihku.”
“kakak tidak usah bicara seperti itu. Apa sih yang harus aku lakukan untuk menyadarkan kakak. Oke, kalau kakak minta aku supaya memaafkanmu, aku akan memaafkanmu. Dan sekarang aku sudah memaafkan kakak. Dan aku minta jauhi aku mulai dari sekarang.”
“Tidak vik, jangan menghukumku seperti itu. Aku tau aku salah. Jangan menjauhiku. Aku benar-benar sayang kepadamu dan aku ingin selalu menjagamu.” Teriak Yudha karena Vika sudah berlari menuruni tangga dan beranjak keluar rumah
            Mendengar perkataan Yudha, Vikapun hanya menolehkan kepalanya dan menatap pria dihadapannya untuk sesaat. Setelah itu gadis ini melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah mewah milik pria yang sudah membuat hatinya tidak karuan. Sesungguhnya Vikapun tidak mau menjauh dari pria yang sangat ia cintai itu. Tapi gadis ini sadar, jika dirinnya sangat tidak pantas jika bersanding dengan pria tampan yang membuatnya jatuh hati.
“apa yang harus aku lakukan sekarang ??? Vika sudah sangat membenciku. Sepertinya dia tidak akan pernah mau memaafkanku.” Gumam Yudha

prikitiwww :D
akhirnya saya kembali melanjutkan walaupun ceritanya gaje b.g.t :D
tinggalkan jejak guys, like and comment yah ;)

1 komentar: